SIAPA BERTELINGA HENDAKLAH IA MENDENGAR, oleh Pdt J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 11 Maret 2018)

Wahyu 3:6
“Siapa bertelinga, hendakah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.”

PENDAHULUAN
Yesus menasihati jemaat di Asia kecil yaitu Efesus, Smirna, Tiatira, Pergamus, Sardis, Filadelfia juga Laodikia,dengan nasihat yang sama yaitu: “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat.” Nasihat ini bertujuan agar jemaat tidak sekedar hanya hadir dalam sebuah ibadah tetapi juga mendengar dan memperhatikan dengan cermat dan dengan saksama firman Allah yang diberitakan.

Dalam Bahasa Indonesia kata: “mendengar” memiliki makna yang sangat luas atau tidak spesifik. Mendengar bisa saja diartikan  hanya mendegar suara saja tapi tidak memiliki atau mendapat pengertian dari apa yang didengar. Sedang dalam bahasa Inggris, mendengar dapat menggunakan dua kata yaitu “to hear” dan “to listen.” Dimana ada perbedaan antara keduanya.

Kata: “mendengar” dalam Wahyu 3:6 jika dilihat dalam terjemahan bahasa Inggris memakai kata “hear,” dan  dalam bahasa Yunani disebut AKOUO, yaitu bukan sekedar mendengar “sound” (bunyi) atau “voice” (suara) tetapi lebih kepada mendengar dengan saksama isi berita sampai betul-betul mengerti apa yang dipesankan. Inilah prinsip mendengar yang seharusnya kita terapkan saat beribadah. Ketika khotbah disampaikan masih banyak orang yang hanya mendengar suara pengkhobah tetapi tdak menangkap isi pesan yang diberikan.

Alasan Yesus memberikan peringatan kepada jemaat di Sardis tentang mendengar dapat menjadi refleksi bagi diri kita sebagai jemaat Tuhan di zaman ini. Jemaat di Sardis adalah tipe jemaat yang dengan semangat melayani tetapi tidak menyimak dengan saksama ketika Firman Allah disampaikan. Hal ini membuat jemaat sekalipun secara rutin hadir dalam ibadah tetapi dimata Tuhan mereka sama dengan tidak beribadah. Jangan sampai kita ke Gereja setiap minggu, aktif dalam berbagai pelayanan tetapi tidak memiliki pengertian Firman Allah karena kita hanya sekedar mendengar suara dari Hamba Tuhan yang berkhotbah namun tidak menyimak dengan baik untuk menangkap pesan Ilahi dalam khotbah tersebut.

ALASAN TIDAK DENGAR  FIRMAN ALLAH
Salah satu alasan mengapa jemaat malas beribadah adalah tidak tertarik dengan Firman Tuhan, Kalaupun ibadah maka mereka tidak akan menyimak dan memperhatikan firman  Allah dengan saksama. Ada beberapa alasan yang menyebabkan seseorang tidak mendengarkan firman Allah dengan saksama, yaitu :

 1.  MENGANGGAP REMEH FIRMAN ALLAH
Tidak dipungkiri setiap kali kita beribadah, yang kita lihat berdiri di mimbar bukanlah Tuhan melainkan hanya seorang Hamba Tuhan. Karena melihat faktor manusia kita inilah yang sering menjadi kendala bagi kita untuk bisa mendengar Firman Allah dengan saksama dan bahkan sering meremehkan firman Tuhan. Hal seperti ini tidak boleh terus menerus terulang karena kerohanian kita tidak akan bertumbuh. Hal yang sama pernah terjadi dan dialami Yesus saat Yesus ada di Nazaret (Markus 6:2-4).

Firman adalah pribadi Allah sendiri karena itu tidak terbayang betapa dasyat khotbah yang disampaikan oleh Yesus. Namun dalam peristiwa ini orang Nazaret justru kecewa dan menolak firman Allah karena mereka memandang Yesus dari sisi lahiriah. Mereka melihat Yesus sebagai tukang kayu anak dari Maria. Status Yesus dimata orang Nazaret hanyalah tukang kayu yang miskin, dan dengan alasan ini mereka menolak Firman yang disampaikan oleh Yesus. Sehingga dikatakan dalam Ayat 6a “Yesus heran dengan ketidakpercayaan mereka..”. Sadar atau tidak apa yang dilakukan orang Nazaret, juga sering kita lakukan, ketika kita tidak mendegar Firman dengan baik karena hanya melihat kelemahan-kelemahan dari Hamba Tuhan yang berkhotbah.

AJARAN YESUS
Kita dapat melihat apa yang Yesus ajarkan terkait sikap kita terhadap Firman Tuhan. Dalam pengajranNya yang terdapat dalam Injil Matius 23:1-3.

Orang Farisi bukanlah figur yang baik. Hal ini dikarenakan orang Farisi punya sifat munafik, mereka terlihat taat dalam hal-hal rohani atau agamawi seperti doa dan puasa, cakap mengajarkan hukum Tuhan tetapi kemudian mereka sendiri tidak melakukannya. Dalam ayat-ayat ini Yesus mengajar murid-murid-Nya untuk tetap mendengar dan menghormati firman Tuhan yang diajarkan orang Farisi, tetapi jangan mencontoh kelakuan mereka yang tidak baik. Orang yang menyampaikan Firman mungkin tidak baik tetapi apa yang disampaikan adalah kebenaran Firman Allah. Yesus berkata “Turuti dan lakukan semua yang diajarkan orang Farisi! Mengapa? Karena yang diajarkan adalah Firman Allah.

Bicara soal Firman Allah maka itu adalah pribadi Allah sendiri dan bukan ajaran manusia. Firman Allah harus kita hormati dan kita perhatikan dengan baik.

2. TIDAK MAU MEMBAYAR HARGA
Ada jemaat yang tidak suka dengar dan perhatikan firman Allah, karena tidak mau berjerih lelah atau membayar harga untuk jadi jemaat yang bertumbuh dan yang berbuah. Berapa sering pun kita beribadah tetapi sikap kita tidak menghormati Firman Allah maka kita tidak akan alami pertumbuhan rohani.

PERUMPAMAAN PENABUR
Kisah tentang penabur ini dapat memberikan pengertian bahwa ada harga yang perlu kita bayar agar kondisi hati kita siap untuk terima Firman  Allah (Matius 13:1-23).

Ada 4 (empat) jenis tanah yang ditaburi benih:
1). Tanah keras di tepi  jalan
2). Tanah yang berbatu-batu
3). Tanah bersemak duri
4). Tanah yang baik.

Secara lahiriah kalau ada petani menabur benih di tanah keras; tanah berbatu dan tanah bersemak duri. Dan si petani tidak dapat hasil. Maka yang disalahkan pasti petaninya, karena ia malas membajak; malas bersihkan batu; malas bersihkan semak duri.

Tetapi jika kita lihat dari sisi rohaniah maka setiap minggu Tuhan juga telah menabur benih lewat hamba-Nya. Tetapi hal yang membuat kita kemudian tidak bertumbuh dan tidak menghasilkan buah adalah kondisi hati kita yang seperti  tanah keras;tanah berbatu dan seperti tanah bersemak duri.

Kita tidak dapat mempersalahkan Tuhan untuk kondisi hati kita. Bukan Tuhan yang salah, tetapi kitalah yang salah karena kita tidak bersedia membayar harga,yaitu membajak tanah hati kita. Kita harusnya mempersiapkan hati dan meminta Tuhan melembutkan terlebih dahulu hati kita sehingga kita bisa menerima apapun firman Allah yang disampaikan.

Kondisi hati seperti tanah berbatu
Kalau kita jadi pengikut Yesus tapi tidak bertumbuh dan berbuah, yang salah adalah kita sebab kita tidak mau bayar harga yaitu membuang semua batu-batuan yang ada di tanah hati kita dan membuka hati sepenuhnya dikuasai oleh firman  Allah.

Yang dimaksud dengan batu antara lain adalah: Percabulan; kemarahan; hawa nafsu; penyembahan berhala; sihir; perseteruan; perselisihan; iri hati; amarah; kepentingan diri  sendiri; percideraan; roh pemecah; kedengkian; kemabukan; pestapora, dan sebagainya, (Galatia 5:19-21). Mari kita buang batu-batu ini satu persatu, sehingga Firman Allah saja yang menguasai hati kita.

Kondisi hati seperti tanah yang penuh semak duri :
Kalau kita tidak bertumbuh jangan salahkan Tuhan, tetapi itu karena kita sendiri yang tidak mau mencabut semak duri dari hati kita. Semak duri adalah gambaran kekuatiran dunia dan tipu daya kekayaan menghimpit firman Tuhan dalam hidup kita!

Di hari-hari ini tidak sedikit orang lebih memilih dunia daripada Yesus, yaitu Firman Allah yang kekal.  Kekuatiran akan dunia membuat hidup kita tidak akan pernah bertumbuh dan berbuah.

Belajar dari Yusuf
Duri kekuatiran bagi Yusuf adalah penderitaan yang mungkin akan dialaminya bila menolak ajakan isteri Potifar, dia bisa saja menjadi budak seumur hidup, dimasukan penjara dan tentu tidak akan pernah merealisasi mimpinya. Tetapi Yusuf dengan berani mencabut duri kekuatiran dari hatinya dan kemudian lebih memilih untuk taat pada firman Allah, apa pun konsekwensi yang akan dia terima. Hal ini membuat Allah mengangkat Yusuf dari seorang budak belian; seorang narapidana menjadi seorang Penguasa di Mesir!

MENDENGAR TAPI TIDAK PERHATIKAN FIRMAN ALLAH
Abraham adalah tokoh Alkitab yang luarbiasa namun dia tercatat pernah mendengar juga melakukan kesalahan dalam mendengar Firman Allah. Secara khusus pesan dan janji Tuhan akan keturunan telah diberikan kepadanya tetapi Abraham hanya sekedar mendengar, namun tidak menyimak, memperhatikan dan menerapkan pesan Tuhan dalam hidupnya.

Abram berumur delapan puluh enam tahun, ketika Hagar melahirkan Ismail baginya. (Kejadian 16:16) dan Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka Tuhan menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: “Akulah Allah Yang Mahakuasa,    hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela.” (Kejadian 17:1). Ada jarak selama 13 tahun antara Kejadian 16:16 dan Kejadian 17:1. Dalam rentang waktu tersebut Allah tidak mau bicara dan tidak mau menampakkan diri kepada Abram.

Yang menjadi pertanyaan, mengapa Allah bungkam dan tidak menampakkan diri sedemikian lama kepada Abraham? Penyebabnya dapat kita lihat dalam Kejadian 15:1-5 dimana Allah telah berfirman kepada Abram, bahwa yang akan mewarisi miliknya adalah anak kandungnya dari Sarai tetapi Abraham kemudian menerima saran Sarai untuk tidur dengan gundiknya (Kejadian 16:1-4 ). Karena Abraham cuma dengar firman Allah, tapi tidak menyimak; perhatikan dan memegang firman Allah dengan sungguh-sungguh. Allah bungkam dan berdiam diri.

Jangan sampai ini terjadi dalam hidup kita, latihlah diri kita beribadah sehingga setiap kita beribadah tidak ada bagian dari Firman Allah yang terbuang. Dan singkirkan setiap batu atau duri dalam hati kita sehingga hidup kita hanya dikuasai oleh Firman Allah.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s