PRINSIP HIDUP YANG BERKEMENANGAN (seri 3) – oleh Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya 1 – Minggu, 18 Maret 2018)

I Korintus 15:58
“Karena itu saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.”

Dalam ayat ini, Rasul Paulus sedang berbicara tentang prinsip hidup yang berkemenangan. Semua hal yang harus dikerjakan untuk memperoleh kemenangan, Alkitab sudah memberitahukan semua. Hanya tergantung pada kita bagaimana kita bersikap dan bertindak dengan benar.

7 PRINSIP HIDUP YANG BERKEMENANGAN
I Korintus 15:58 “Karena itu saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.”

Jika kita lihat ayat ini khususnya yang digaris bawahi, maka dapat kita temukan ada 7 prinsip hidup berkemenangan yang dapat kita pelajari. Pada bagian pertama dan kedua seri ini, sudah dijelaskan tentang prinsip yang pertama, yaitu KASIH. Kasih merupakan dasar dari keenam prinsip selanjutnya. Tanpa kasih maka semuannya tidak akan berarti dan menjadi sia-sia.

BERDIRILAH TEGUH
Inilah prinsip yang kedua, yang akan kita bahas. Untuk dapat berdiri teguh dalam iman percaya kita, diperlukan pijakan atau dasar yang teguh/kuat. Sebuah bangunan apapun dapat berdiri kuat dan teguh bukan karena keindahannya, bukan juga materialnya atau perabotnya berharga mahal dan berkualitas. Yang membuat bangunan itu berdiri kuat dan teguh adalah fondasi dasarnya yang kuat. Iman yang kuat juga harus memiliki dasar yang kokoh. Dasar yang teguh bagi iman yang sejati, tidak ada yang lain selain “YESUS”.

1 Korintus 3:11- “Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain daripada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.” Diluar Yesus, itu bukan dasar iman yang benar yang dapat membawa manusia kepada keselamatan. Semua orang yang mengaku beragama akan tersinggung jika dikatakan tidak punya iman. Mereka semua mengaku sebagai orang yang beriman, tetapi iman mereka adalah iman yang sia-sia, karena tidak membawa kepada keselamatan jiwa.

Kisah 4:12 – “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia (Yesus), sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.”
Dasar dari iman yang kokoh tidak ada yang lain, selain Tuhan Yesus.

MEMBANGUN DASAR IMAN
Bagaimana cara kita membangun dasar iman yang teguh, apakah hanya cukup dengan percaya pada Yesus?

Roma 10:17 – “Jadi iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.” Iman percaya harus terus dibangun melalui pengajaran firman Tuhan, karena dari mendengar pengajaran Firman Tuhanlah iman orang percaya akan terus timbul dan bertumbuh. Apakah cukup dengan mendengar saja? Lukas 8:18- “Karena itu perhatikanlah cara kamu mendengar. Karena siapapun yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya.” Mendengar disini, bukan asal dengar, tapi mendengar yang berkualitas, seperti yang juga dijelaskan oleh Paulus dalam Efesus 5:15 – “Karena itu perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif. Cara mendengar yang baik adalah mendengar dengan  “Saksama“, yaitu perhatian penuh, tidak ada satupun yang terlewat. Hasil mendengar firman dengan saksama, maka kita akan menjadi orang yang arif. SebaliknyajJika kita mendengar firman dengan cara yang tidak baik, maka kita akan menjadi orang bebal.

Seperti apa pendengar yang tidak baik itu?  Ibrani 5:11 – “Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah LAMBAN dalam hal mendengarkan.” Kelambanan dalam hal mendengar apa yang firman ajarkan membuat Paulus kesulitan untuk mengajar jemaat untuk bertumbuh. Lamban di sini bukan karena bodoh, tetapi lebih dikarenakan :

  1. Tidak sungguh-sungguh dalam mendengarkan
    Beberapa hal yang menjadikan seseorang tidak sungguh-sungguh dalam mendengarkan yaitu berbincang sendiri, tidak sedikit jemaat yang masih suka berbincang ketika firman Tuhan diberitakan. Godaan terbesar ketika jemaat membuka ayat firman lewat Android atau Tab mereka. Bukannya konsentrasi untuk dengar firman, tetapi malah buka WA, BB, FB, Twit. Yang lain mondar-mandir keluar masuk ke toilet berulang-ulang. Datang ibadah dengan tidak tulus, tapi terpaksa. Inipun merupakan penyebab orang tidak sungguh-sungguh dalam mendengar firman Tuhan. Datang karena dibesuk, ditelpon sama pendetanya. Jadi karena merasa tidak enak terpaksa datang kebaktian, sebagian datang karena ada tugas. Jemaat tipe seperti ini ada jemaat tipe perahu layar, harus ditiup dulu biar bergerak maju.
  1. Sengaja tidak mau dengar atau menolak
    Apa yang menjadi penyebab orang tidak mau dengar atau menolak firman Tuhan? Pertama, karena pilih-pilih firman yang hanya menyukakan hatinya sendiri.  Ia menolak firman yang mengoreksi dosanya, ia menolak firman yang menegur, dan hanya mau menerima firman yang menyenangkan hatinya saja.  Kedua, melihat siapa yang menyampaikan firman. Jika yang menyampaikan orang yang tidak ia sukai, ia tidak mau dengarkan bahkan ada yang memilih keluar tinggalkan kebaktian, ia hanya mau dengar firman yang disampaikan oleh orang yang ia sukai.

Semua yang menyampaikan firman Tuhan dimana pun di dunia ini, tidak ada yang sempurna, kecuali Tuhan Yesus sendiri. Kita tidak bisa pilih-pilih orang untuk kita dengar khotbahnya, sebab firman itu datang dari Tuhan. Manusia hanya sebagai alat-Nya saja untuk menyampaikan. Menolak firman adalah sama dengan menolak Tuhan sendiri, karena firman itu adalah pribadi Allah sendiri. Tipe orang Bebal, ia menilai si pembawa beritanya, bukan pada isi beritanya. Sedangkan Orang yang Arif pada isi beritanya, tidak peduli siapa yang menyampaikannya.

Kita lihat bagaimana Yesus memberi nasehat tentang perkara ini.Matius 23:2,3 – “Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya.” Yesus mengajarkan kepada murid-murid-Nya, untuk mendengarkan dan lakukan apa yang diperintahkan oleh para ahli Taurat tentang firman Tuhan yang disampaikan. Walaupun mereka adalah orang-orang yang munafik yang mengajar tetapi tidak melakukannya, tetapi selama yang mereka sampaikan adalah firman Tuhan yang murni dan benar, dengarkan dan lakukan itu, tetapi jangan ikuti kelakuan mereka itu. Jangan karena kita tidak suka dengan kelakuan orang yang menyampaikan khotbah, lalu kita menolak berita firman yang disampaikan. Kita boleh tidak suka dengan perilakunya dan jangan meniru perbuatannya, tetapi firman yang disampaikan adalah firman Tuhan, kita harus menghormati, dengar dan lakukan. Biarlah yang menyampaikannya itu berurusan sendiri dengan Tuhan.

Konsekuensi dari orang yang menolak firman Tuhan apapun alasannya:
Yohanes 12:48 – “Barang siapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman.”

Orang yang meremehkan firman Tuhan, akan menerima konsekuensi pada hari penghakiman. Perhatikan ayat di atas ada dua hal yang tersirat di dalamnya. Pertama “Barang siapa menolak Aku” ini menunjuk kepada semua orang yang terang-terangan menolak Yesus, sudah pasti akan masuk dalam penghukuman. “….dan tidak menerima perkataan-Ku”, kalimat yang ke-2 ini lebih menunjuk kepada orang yang sudah percaya kepada Yesus, tetapi tidak sepenuhnya mau menerima firman Tuhan, maka akan dihakimi bukan oleh Tuhan, tetapi oleh firman yang telah disampaikan tetapi tidak ditanggapi. Firman Tuhan yang telah disampaikan itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir jaman. Orang-orang ini tidak akan dapat mengelak lagi atau memungkiri kebenaran firman yang sudah mereka dengar tetapi meremehkannya.

Untuk kita dapat berdiri teguh dan berkemenangan dalam iman, bangun fondasi iman dengan benar dengan dasar iman kita yang kuat  dan benar, yaitu Tuhan Yesus. Selanjutnya hiduplah dalam dengar-dengaran kepada pengajaran firman Tuhan, dengar dengan saksama, siapapun yang menyampaikan. Kerjakan firman yang kita dengar dalam kehidupan kita dengan baik dan benar. Hal-hal inilah yang akan membuat kita berdiri teguh dalam kemenangan. Seperti yang di tegaskan Tuhan Yesus dalam, Matius 7:24-27 – “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.”

Berdirilah teguh diatas dasar iman kepada Yesus, dengar pengajaran firman-Nya dan lakukanlah. Itulah yang akan membuat kita  BERDIRI TEGUH.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s