SYARAT MENJADI PENGIKUT YESUS YANG SEJATI – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya 3 – Minggu, 18 Maret 2018)

Lukas 14:25-33

PENDAHULUAN
Tujuan utama Amanat Agung Tuhan Yesus adalah menjadikan semua orang Murid Kristus. Matius 28:19-20 “…jadikanlah segala bangsa murid-Ku, dan ajarlah mereka untuk melakukan segala sesuatu yang telah kuajarkan kepadamu.” Harus diketahui oleh semua anggota jemaat bahwa keselamatan dan menjadi murid adalah hal yang sama, tidak bisa dipisahkan. Sebab orang Kristen sejati pasti adalah murid Yesus yang sejati. Karena ada orang yang mengaku Kristen, sudah dibaptis, menjadi anggota gereja, rajin ke gereja, tetapi belum tentu orang itu sudah menjadi murid Yesus seperti yang Yesus inginkan.

Dalam Lukas 14:25-33, banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Kata “banyak” di ayat ini, dalam Lukas 12:1, disebut beribu-ribu, sehingga mereka berdesak-desakan dan dari beribu-ribu orang yang ikut Yesus, Yesus mengetahui, siapa yang benar-benar pengikut Yesus sejati  dan siapa yang hanya ikut-ikutan. Karena Yesus lihat dan tahu motivasi (niat) hati kita. Yesus ingin bukan banyaknya orang yang berkumpul, tetapi tidak jelas komitmen dan tujuannya. Yesus mencari orang yang sungguh-sungguh mengikut Dia. Sebab itu Yesus berpaling (membalikkan tubuhNya) dan berkata dalam Lukas 14:26 “Jikalau seorang datang kepadaKu dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, istrinya, dan anak-anaknya, saudaranya-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.” Apa arti ayat tersebut?

Syarat pertama untuk jadi “Pengikut Yesus Yang Sejati” adalah membenci Bapa; ibu; istri; anak; saudara; bahkan nyawanya sendiri. Kata “Membenci”, dalam bahasa Yunani ditulis dengan kata MISEO. Sedang dalam terjemahan inggiris ditulis HATE. Artinya membenci dalam ayat tersebut bukan Yesus sedang mengajar supaya benci keluarga, sebab hal itu bertentangan dengan perintah ke 5 Hukum Taurat yang berbunyi “Kita harus menghormati orang tua kita” (Keluaran 20 dan Matius 15:4).

Jadi kata MISEO (bhs. Ibrani Timur), merupakan perbandingan atau merupakan preferensi (pilihan). Tetapi artinya pengikut Yesus yang sejati adalah orang yang beriman kepada Yesus dengan komitmen pada prinsip “Yesus adalah yang utama dan segala-galanya bagi saya. Karena Yesus sudah menyelamatkan saya, mati disalib untuk menebus dosa-dosa saya, oleh karena Yesus, saya diselamatkan. Sebab itu bagi saya Yesus adalah segala-galanya dibandingkan dengan  siapa pun dan apa pun. Saya mengasihi:  bapa saya, ibu saya, istri saya, dan anak-anak saya, saudara-saudara saya yang laki-laki atau perempuan. Tetapi apabila bapa, ibu, istri, dan anak-anak, saudara-saudara saya yang laki-laki atau perempuan, meminta supaya saya menyangkal dan tinggalkan Yesus! Dan mereka berkata: Kalau kamu tidak mau, jangan akui bapa sebagai bapamu; ibu sebagai ibumu; isteri sebagai isterimu dan seterusnya, maka saya akan berkata saya lebih baik kehilangan nyawa saya daripada  harus menyangkal dan mengkhianati Yesus.” Inilah maksud dari membenci keluarga, artinya rela kehilangan semua demi Yesus.

Pertanyaannya, siapkah kita kalau keluarga kita menolak Yesus dan melarang kita untuk ikut Yesus? Siapkah kita kalau karena mengikut Yesus nyawa kita terancam oleh orang-orang yang benci kepada Yesus? Bila tidak siap dan tidak punya komitmen untuk rela kehilangan nyawa karena Yesus, (Luk 9:23; 17:33; 1 Yoh 3:16) berarti kita bukan dan tidak layak atau tidak memenuhi syarat untuk menjadi murid atau pengikut Yesus sejati.

Syarat menjadi pengikut Yesus yang sejati

  1. Mengasihi Yesus lebih utama dari pada ikatan hubungan keluarga dan bahkan nyawa sendiri.
    Kasih kepada Yesus adalah nomor satu dari apapun juga. Lebih dari Ikatan hubungan keluarga, mulai bapa; ibu kandung, istri (apalagi pacar), anak-anak, saudara-saudaranya laki-laki/ perempuan, bahkan nyawa kita sendiri harus ditempatkan pada nomor kesekian diban- dingkan dengan Yesus”.
  1. Rela Menderita Untuk Terus Mengikut Yesus
    Lukas 14:25 tentang orang yang berduyun-duyun ikut Yesus, mungkin hati mereka berharap Yesus akan berkata: “Kalau kamu mau jadi murid-Ku, kamu akan menerima kekayaan; kehormatan dan kemasyuran; dan kamu akan kujadikan orang yang hebat”. Tetapi yang Yesus katakan sebaliknya yaitu jikalau ada orang yang ingin menjadi murid-Ku: Ia harus memikul salibnya dan harus terus mengikut Yesus.
    Kata “memikul salib” di zaman Yesus (abad pertama), tidak seperti zaman sekarang yang dijadikan sebagai hiasan indah, dibuat kalung hiasan, juga symbol gedung gereja. Tetapi Salib dalam bahasa Yunani ditulis STAURO (Cross). Yesus disalib oleh pemerintah Romawi, salib dibuat dari Kayu kasar untuk menghukum mati bagi para penjahat. Orang yang dihukum mati dengan cara disalib, orang tersebut harus pikul salibnya sendiri sampai di tempat penyaliban. Pergelangan tangan dan kaki orang yang akan disalib, diikat pada kayu salib lalu dipaku pada salib. Dan orang yang disalib itu, menderita sampai mati secara perlahan-lahan dan bisa berlangsung berhari-hari.
    Dalam bahasa asli (Yunani) atau dari Bahasa Inggris, yang dimaksud adalah salibnya di sini, bukan salib yang Yesus pikul, tetapi salib kita sendiri yang harus kita pikul. Jadi ucapan Yesus dalam Lukas 14:27, artinya orang Kristen yang bersedia menanggung penderitaan oleh karena Yesus secara terus menerus. Lukas 9:22-26, lebih rinci dijelaskan arti jadi pengikut Yesus, yaitu bukan menjadi baik, suci dan benar selama 2 jam waktu kita ibadah di gereja. Tetapi 24 jam dalam sehari; 7 hari dalam seminggu, 30 hari dalam sebulan. Ketika diajak minum; diajak tidak jujur; diajak korupsi; diajak dusta; diajak senang-senang melakukan 1001 dosa, kita senantiasa berkata “Sekali Yesus tetap Yesus.”
    Kesimpulan
    Salib adalah menyalibkan (mematikan) semua keinginan diri atau membiarkan penderitaan  bagi daging kita!
  1. Komitmen
    Komitmen bahwa sampai akhir hidup, bersedia memberikan seluruh hidup bagi Yesus Kristus lebih dari apapun sampai akhir. Lukas 14:28-33, untuk menjelaskan tentang sikap pengikut Yesus yang sejati, Yesus berikan 2 perumpamaan, antara lain:
    – Orang yang akan membangun sebuah Menara
    – Orang yang akan maju berperang melawan musuh.

Merencanakan untuk membangun Menara atau Perang, orang yang bijak akan duduk membuat anggaran dan pertimbangkan matang! Supaya tidak menjadi bahan olok-olok dan cemoohan serta pergunjingan orang, sehingga tidak menjadi Kesaksian Baik. Pengikut Yesus Yang Sejati akan mempertimbangkan segala sesuatu yang akan diperbuat dan dikerjakan di hadirat Tuhan (Di bawah kaki Tuhan). Tuhan Yesus memberkati.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s