IBADAH DAN MELAYANI DENGAN KASIH – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 25 Maret 2018)

Wahyu 3:1,2

 Wahyu 3:1 “Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Sardis: Inilah firman Dia, yang memiliki ketujuh Roh Allah dan ketujuh bintang itu; Aku tahu segala pekerjaanmu; engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati!

Wahyu 3:2  Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati, sebab tidak satu pun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku.”

PENDAHULUAN
Ini adalah pembahasan terakhir tentang Jemaat di Sardis. Motivasi kita dalam beribadah dan melayani haruslah berdasarkan kasih. Jemaat Sardis terlihat beribadah dan melayani tetapi Yesus berkata tidak menerima apa-apa dari apa yang mereka lakukan. Ini menjadi pelajaran bagi kita agar jangan sampai ibadah dan pelayanan kita sama seperti jemaat di Sardis.

KEMAHATAHUAN YESUS
Yesus berkata “Aku tahu segala pekerjaanmu” artinya Tuhan kita maha tahu. Ia dapat melihat dan menilai ibadah serta pelayanan kita. Mulai dari motivasi kita ketika berangkat dari rumah sampai kita tiba di gereja dan beribadah. Di manapun kita berada, Yesus juga ada dan Ia tahu keadaan kita baik hati, jiwa dan tubuh kita, sebab Yesus memiliki ketujuh Roh Allah. Ini bukan berarti Allah memiiki 7 Roh melainkan bicara tentang bilangan sempurna. Artinya baik pengetahuan dan penglihatan-Nya sungguh sempurna sehingga Dia tahu segalanya.

TEGURAN YESUS
Dalam pandangan Yesus yang maha tahu Jemaat sardis dikatakanEngkau dikatakan hidup, padahal engkau mati!” Disini secara tegas Yesus menegur jemaat di Sardis, karena Jemaat Sardis itu memang ada secara fisik dan terlihat giat melayani, tetapi di mata Yesus, jemaat Sardis tidak berbuat apa-apa. Mengapa bisa demikian? Sebab ibadah dan pelayanan yang mereka lakukan tidak bersumber dari hati, melainkan hanya kekuatan emosi atau fisik semata. Sebab itu, di ayat 2 Yesus berkata: “Tidak satu pun dari pekerjaan-mu Aku dapati sempurna dihadapan Allah-Ku”.  Jangan sampai kita aktif sepanjang minggu dengan kegiatan-kegiatan ibadah, memuji Tuhan; dengar firman Tuhan;  melayani; berkorban tetapi dilakukan secara emosi semata, bukan lahir dari hati yang sungguh-sungguh sehingga dimata Yesus, ibadah kita sia-sia, bahkan kita seperti tidak beribadah.

IBADAH DAN MELAYANI YANG BENAR
Kita harus beribadah dengan cara yang benar, sehingga ibadah kita tidak menjadi sia-sia, sebaliknya berkenan kepada Tuhan. Mari kita pelajari  dalam I Korintus 3:11-15.

1.  YESUS ADALAH DASAR YANG BENAR
1 Korintus 3:11 “Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.”

Satu-satunya dasar ibadah dan pelayanan yang benar dan berkenan kepada Tuhan adalah di atas dasar Tuhan Yesus Kristus. Ketika kita melayani dengan dasar mengasihi Yesus maka dimata Yesus ibadah kita tidak sia-sia melainkan seperti dupa yang berbau harum.

Oleh karena jatuh dalam dosa manusia dipastikan akan binasa. Manusia mencari cara lewat agama-agama untuk bisa selamat, tetapi satu-satunya dasar manusia untuk selamat adalah kasih karunia Allah lewat pengorbanan Putra-Nya (Yesus).

KESELAMATAN DAN DASAR IBADAH/PELAYANAN YANG BENAR

Gambar 2. Kita adalah orang yang menyambut pengorbanan Yesus sehingga kita sudah ada pada dasar yang benar untuk selamat dan juga untuk beribadah atau melayani Tuhan. Ketika kita setia melayani di atas dasar yang benar ini maka kelak kita akan menerima pahala di sorga. Di luar Kristus, ibadah seperti apa pun tidak akan berkenan dan  tidak akan pernah sampai kepada Allah (tidak selamat).

2. MOTIVASI YANG BENAR DALAM IBADAH DAN PELAYANAN
1 Korintus 3:12 “Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput  kering atau jerami.”

Apapun bentuk Ibadah dan pelayanan yang kita lakukan diatas dasar Kristus, diumpamakan seperti orang yang membangun rumah.  Masalahnya dalam membangun (ibadah dan melayani), bahan apa yang kita gunakan? Paulus mengilustrasikan dua golongan bahan yang digunakan dalam membangun ibadah dan pelayanan yaitu :

  • Bahan yang terbaik : Emas, perak dan batu permata
  • bahan yang rapuh atau tidak berkualitas: Kayu, rumput kering dan jerami

Bahan-bahan ini bukan bicara soal materi (seberapa banyak yang diberi) melainkan Motivasi, yaitu alasan atau dasar yang mendorong kita dalam beribadah dan melayani Tuhan. 

  • MOTIVASI YANG BENAR (Emas; perak dan batu permata)

Yang dimaksud membangun dengan Emas, Perak, Batu Permata adalah Motivasi melayani karena “KASIH”. Ketika bernyanyi, memberi persembahan, berkorban atau melayani harus lahir dari hati yang mengasihi Tuhan.

  • MOTIVASI YANG SALAH (Kayu, rumput kering dan jerami)

Sedangkan membangun dengan bahan dari Kayu, rumput kering dan jerami, adalah ibadah dan pelayanan yang tidak berkualitas karena didasari dengan “Motivasi” yang salah, yaitu dengan terpaksa, untuk kebanggaan diri, pamrih dan lain-lain.

3. TUHAN AKAN MENILAI DAN MEMBERI PAHALA
1 Korintus 3:13 “Sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api.”

Semua ibadah dan pelayanan yang kita buat bagi Tuhan kelak akan dinilai dan diberi pahala oleh Tuhan.

a). Kapan Tuhan akan Menilai Kita?
Semua motivasi kita akan terlihat waktu Tuhan menilai kita. Dan saat itu disebut “pada hari Tuhan” artinya setelah Yesus datang kedua kali yaitu sebelum Kerajaan 1000 tahun damai. Kita akan menyongsong Tuhan di angkasa (saat itulah ibadah dan pelayanan kita akan dinilai oleh Tuhan).

b). Cara Tuhan Menilai
Dikatakan: “Sebab ia akan nampak dengan api…” Artinya ibadah dan pelayanan kita akan dinilai oleh Tuhan dengan “Api”. Api yang dimaksud bukan api ujian atau pencobaan. Yang dimaksud adalah seperti tertulis dalam Wahyu 1:14 dikatakan mata Yesus bagaikan nyala api. Mata  Yesus sanggup melihat sampai ke batin kita apa motivasi kita saat ibadah dan melayani.

“Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah.” (1 Korintus 3:14)

Apabila ibadah dan pelayanan kita tahan uji, (berkualitas) karena kita lakukan dengan motivasi yang benar, yaitu: KASIH maka kita akan menerima UPAH/PAHALA.

 

“Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api. (1 Korintus 3:15)

Apabila ibadah dan pelayanan kita tidak berkualitas (terbakar), karena motivasi kita salah. Artinya kita akan mengalami kerugian!

Ibadah dan pelayanan yang kita lakukan, walau kecil dan sederhana, bila kita lakukan dengan kasih kita akan terima upah, yaitu pahala kemuliaan dari Tuhan Yesus. Sebaliknya bila ibadah dan pelayanan yang kita lakukan dengan motivasi yang salah, kita tidak akan mendapat upah (Pahala/Kemuliaan), semua yang kita kerjakan akan menjadi sia-sia, terbakar habis seperti kayu, rumput kering dan jerami.

 

JEMAAT SARDIS

Wahyu 3:1,2 “Aku tahu segala pekerjaanmu; engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati! Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati, sebab tidak satu pun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna  di hadapan  Allah-Ku.”

Artinya Jemaat di Sardis rajin beribadah dan senang melayani tetapi ibadah dan pelayanan mereka, bukan karena dasar kasih. Mereka lakukan dengan motivasi salah: kebanggaan; roh persaingan; terpaksa bukan dengan hati rela. Orang seperti ini memang akan selamat karena sudah percaya kepada Yesus (1 Korintus 3:15). Tapi, ia telah menyia-nyiakan pahala yang seharusnya ia terima, yaitu “mahkota kemuliaan”.

KESIMPULAN

Mari kita mengintrospeksi diri kita, biarlah yang kita kerjakan menjadi persembahan yang berbau harum di hadapan Tuhan karena motivasi kita dalam beribadah dan melayani adalah kasih, sehingga kelak kita pun beroleh pahala yaitu mahkota kemuliaan.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s