MENANG ATAS GONCANGAN – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Paskah – Minggu, 1 April 2018)

Matius 26:32

PENDAHULUAN
Pada perayaan kematian Yesus, dalam Matius 26:31 dengan terus terang Yesus menjelaskan bahwa setiap orang percaya akan mengalami goncangan. Tetapi, Matius 26:32 Yesus teguhkan murid-murid agar mereka tidak takut, gelisah atau gentar menghadapi goncangan karena Yesus akan bangkit dan Yesus akan mendahului mereka ke Galelia. Apakah yang dimaksud dengan Yesus mendahului murid-murid ke Galelia? Sebelum kita bahas hal ini, kita perhatikan dahulu bagaimana keadaan murid-murid ketika mengalami goncangan sebelum Yesus bangkit atau disalibkan.

MURID-MURID DALAM GONCANGAN
Markus 14:43-52, saat Yesus bicara dengan murid-murid-Nya, Yudas datang dengan serombongan orang bersenjata untuk menangkap Yesus. Yudas mencium Yesus, sebagai isyarat untuk menangkap Yesus. Terjadilah keributan, sehingga seorang murid Yesus memotong telinga hamba Imam Besar. Dalam Markus 14: 43-52, setelah Yesus berdoa, ia bercakap-cakap dengan murid-murid-Nya. Ada sekumpulan orang datang dan menahan Yesus. Lalu murid Yesus bernama Yudas memberi tanda dengan mencium Yesus. Pada proses penangkapan Yesus, semua murid meninggalkan Dia dan melarikan diri.

TIDAK KEBAL GONCANGAN
Ketika goncangan datang semua murid itu meninggalkan Yesus dan melarikan diri. Tidak ada orang yang kebal goncangan, semuanya tergoncang dan meninggalkan Yesus. Apa yang murid-murid akan alami, kalau saat itu merupakan saat yang menentukan antara selamat atau binasa maka semua murid pasti binasa. Artinya bila bertahan dalam goncangan, maka akan selamat namun bila tinggalkan Yesus maka akan binasa! Semua binasa, karena semua meninggalkan Yesus.

AKIBAT GONCANGAN

  • Yudas Iskariot
    Dari dua belas murid Yesus, orang pertama yang digoncang adalah Yudas. Karena Yudas Iskariot, murid Yesus yang suka bersosialisasi. Tapi, Yudas tidak sanggup menghadapi goncangan, Matius 26:14-16. Puncaknya, Yudas tega mengkhianati Yesus di taman Getsemani. Sampai sekarang kebutuhan uang, masih menjadi alat yang efektif bagi iblis untuk menggoncang anak Tuhan di akhir zaman.
  • Petrus
    Ketika Petrus menghadapi goncangan, Petrus tidak sanggup mengalahkan perasaan takut dalam dirinya, sehingga Petrus memilih menyangkal Yesus dari pada mengaku Yesus. Tingkat penyangkalan Petrus semakin berat dan serius. Perhatikan, Matius 26:70 Petrus menyangkal dengan cara pura-pura tidak mengerti. Kata Petrus: “Aku tidak tahu, apa yang engkau maksud.” Matius 26:72, Petrus menyangkal Yesus dengan bersumpah, dan berkata: “Aku tidak kenal orang itu…” Matius 26:74 Petrus mengutuk dan bersumpah:“Aku tidak kenal orang itu”

Mengapa Petrus menyangkal Yesus? Petrus adalah model murid Yesus yang sombong rohani. Ia merasa dirinya paling rohani, paling hebat dibanding murid-murid lainnya. Yesus bernubuat goncangan yang akan dialami Petrus. Matius 26:33, Petrus menjawab-Nya: “Biarpun mereka semua tergoncang imannya karena Engkau, aku   sekali-kali tidak.”  Seharusnya Petrus berdoa: “Yesus tolong, aku tak berdaya, kuatkan aku…!!!”

  • Orang Muda
    Markus 14:51,52  “Ada seorang muda, yang pada waktu itu hanya memakai sehelai kain lenan untuk menutup badannya, mengikuti Dia. Mereka hendak menangkapnya, tetapi ia melepaskan kainnya dan lari dengan telanjang.” Melihat murid-murid lari meninggalkan Yesus, anak muda ini kecewa, sebab itu anak muda ini berusaha mengikut Yesus dan tak mau mengkhianati Yesus. Tapi ketika orang-orang berusaha menangkap dia, ia melarikan diri dengan bertelanjang (melepaskan kain lenannya).

Jubah lenan adalah pakaian yang diperoleh lewat proses upacara. Pada khotbah beberapa minggu lalu, sudah dijelaskan bahwa seorang imam harus punya 2 jubah:

  • Jubah lenan berwarna putih
  • Jubah indah berwarna-warni

1 Petrus 2:9, orang percaya juga adalah Imam-imam yang berkerajaan. Jangan sampai karena ketakutan kita lari meninggalkan Yesus dan meninggalkan jubah lenan (keselamatan).

Dalam Alkitab ada beberapa referensi mengenai makna bertelanjang, yaitu:

  • Kejadian 2:25, makna bertelanjang adalah kehilangan Kemuliaan.
  • Yesaya 20:4, makna bertelanjang merupakan penghinaan
  • Kisah Rasul 19:16, makna bertelanjang adalah kalah

Jadi konotasinya tidak baik. Tetapi mengapa anak muda itu lari? Karena anak muda ini tidak bertahan, karena dia ingin mengikut Yesus dengan cara mengandalkan kekuatannya, ia berpikir ia tetap bisa ikut Yesus dan mencoba bertahan meskipun murid-murid lain sudah lari. Setiap kita tidak mungkin sanggup ikut Yesus dengan mengandalkan: kekuatan, jabatan, kedudukan, kekayaan dan uang.

  • Keluarga Kleopas – Lukas 24:13-33
    Kleopas dan istri ialah murid Yesus, mereka mengasihi dan rindu mengikut Yesus, sehingga mereka putuskan untuk pindah dari Emaus ke Yerusalem. Tetapi, ketika Yesus disalib, mereka mengalami goncangan, sehingga mereka memutuskan meninggalkan Yesus pergi dari kota Yerusalem kembali ke Emaus. Kleopas meninggalkan Yesus ketika mengalami goncangan karena tidak berpegang pada firman Allah (Lukas 24:25) sehingga mereka tergoncang dan gagal.

Sebagai pengikut Yesus yang sejati, untuk menjadi kuat dan bertahan, dan  menjadi orang yang terpilih dan menjadi pengikut Yesus sejati kita perlu memperhatikan Matius 26:32 dan Yohanes 21:1-14. Dituliskan setelah iman dan komitmen para murid terpuruk karena goncangan yang mereka alami, membawa mereka kembali pada kehidupan lama. Petrus menjadi pelopor pertama. Tetapi Yohanes 21:4-6, pada saat murid-murid gagal karena tidak mendapat seekor ikan pun, ternyata Yesus sudah mendahului murid-murid-Nya ke Galilea dan menunggu mereka di pantai danau Tiberias. Di sana Tuhan Yesus memberkati murid-murid secara jasmani (Jala yang kosong dipenuhi berkat) Tetapi  Yesus memberkati murid-murid dengan berkat rohani.

Yohanes 21:15-19, Yesus memulihkan Petrus yang putus asa; tidak ada harapan, akibat goncangan yang telah membuat Petrus terpuruk. Tetapi, apakah hanya Petrus saja yang Yesus nasehati; kuatkan dan pulihkan?

KEBANGKITAN YESUS
Dalam Markus 14:32 Yesus berkata: “Akan tetapi sesudah Aku bangkit…” Ayat ini menjelaskan bahwa kebangkitan Yesus mendatangkan kemenangan bagi murid-murid-Nya atas segala bentuk goncangan yang murid-murid alami.

Apakah kebangkitan yang Yesus maksudkan? Dalam Roma 8:11 menuliskan bahwa Yesus bangkit oleh :

  • Kuasa Bapa yang sanggup membangkitkan Yesus
  • Yesus adalah Allah yang sanggup bangkit dari kematian
  • Sesuai Roma 8:11, Yesus bangkit oleh Kuasa Roh Kudus yang bekerja di dalam-Nya.

Apabila Roh Kebangkitan, yaitu Roh Kudus ada dalam diri kita, maka kita jadi “Pengikut Yesus Yang Sejati”, yang tak tergoncangkan. Contoh: Kisah 5:41 “Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus.” Mereka berani karena mereka sudah mengalami kebangkitan rohani. Jadilah pengikut Yesus yang sejati dan tetap berdaya tahan. Tuhan memberkati.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s