APAKAH YANG KAMU CARI? Seri – 22 “Datang dan Tinggal Bersama” (Ibadah Raya 1 – Minggu, 8 April 2018 oleh Pdt. Joseph Priyono)

Yohanes 1:39
Ia berkata kepada mereka: “Marilah dan kamu akan melihatnya.
” Merekapun datang dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia; waktu itu kira-kira pukul empat.

Pendahuluan
Mengapa banyak orang kristen tidak mengalami pertumbuhan iman? Karena banyak orang yang yang hanya senang menjadi pengikut tetapi tidak mau menjadi murid. Mereka tua di gereja tetapi tidak pernah menjadi dewasa. Tua itu pasti, tetapi dewasa adalah pilihan. Untuk menjadi tua, kita tidak perlu melakukan apa-apa, waktu akan menghantar kita menuju penuaan. Menjadi dewasa membutuhkan upaya dan usaha membangun diri dari hari ke hari hingga menjadi dewasa didalam Tuhan.

Tuhan Yesus mengundang dua orang murid Yohanes yang mengikutiNya dari belakang bukan untuk menjadikan mereka sebagai pengikut tetapi seorang murid. Itulah sebabnya sejak hari itu mereka tinggal bersama dengan Yesus. Apakah perbedaannya menjadi seorang pengikut dan seorang murid?

  1. Pengikut Mengetahui (to know) tetapi Murid: Menjadi (to be)

Lukas 6:40
Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya.

 Menjadi seorang murid Tuhan bukan sekedar mengetahui tentang Tuhan, tetapi menjadi seperti Yesus. Sayangnya banyak orang kristen puas karena mengetahui tentang Tuhan, bahkan bangga kalau makin banyak tahu firman Tuhan. Banyak orang kristen bermegah diri, karena telah lulus kelas pendalaman alkitab dari tingkat pertama hingga akhir. Itu baik, tetapi persoalannya adalah apakah pengetahuan alkitab yang banyak membuat kita semakin menyerupai Yesus? Kekristenan bukan masalah seberapa banyak kita tahu firman tetapi seberapa banyak kita menyerupai Yesus. Semakin banyak firman yang kita tahu, seharusnya membuat kita semakin “persis” dengan Yesus. Ingatlah! Seorang murid dipanggil untuk menjadi sama dengan gurunya.

  1. Pengikut Mengambil Keputusan tetapi Murid Berkomitmen

Perbedaan kedua antara pengikut dan murid adalah “Seorang pengikut mengambil keputusan, tetapi seorang murid berkomitmen. Mengambil keputusan adalah langkah awal menjadi pengikut Yesus. Seseorang harus memutuskan dulu dalam dirinya untuk meninggalkan hidup lama dan mempercayakan dirinya sepenuhnya didalam kuasa Tuhan Yesus. Tetapi keputusan tanpa komitmen adalah sia-sia dan kebohongan. Firman Tuhan berkata: orang yang bertahan sampai kesudahannya yang akan selamat. Pertobatan itu keputusan, tetapi kesetiaan adalah komitmen. Pertobatan dan percaya harus dibarengi kesetiaan hingga akhir. Jadi tidak sekedar mengambil keputusan tetapi kita harus berani mengambil komitmen. Komitmen artinya bukan sekedar menjadikan Yesus yang pertama dalam hidup kita, Yesus harus menjadi yang satu-satunya.

  1. Pengikut Menjalin Hubungan tetapi Murid Membangun Keintiman.

Seorang murid dari rabi Yahudi selalu tinggal bersama gurunya. Bukan saja tinggal, mereka juga akan selalu mengikuti kemanapun sang guru pergi. Hal ini dimaksudkan agar antara sang guru dan murid tidak sekedar terhubung tetapi membangun keintiman. Tuhan merindukan hubungan dengan anak-anaknya bukan hubungan yang ala kadarnya, basa-basi, ataupun biasa-biasa, lebih dari itu Ia merindukan keintiman seperti keintiman antara Bapa, Anak dan Roh Kudus. Tuhan ingin hubungan yang akrab dengan anak-anakNya.

Tanda-tanda seorang penjalin hubungan

a. Mengikut Yesus dari Jauh
Luk 22:54
Lalu Yesus ditangkap dan dibawa dari tempat itu. Ia digiring ke rumah Imam Besar. Dan Petrus mengikut dari jauh.

Inilah tanda seorang penjalin hubungan, ia mengikut Yesus dari jauh. Seorang penjalin hubungan akan selalu menjaga jarak dengan Yesus. Mengikut Yesus kalau menyenangkan tetapi menghindari penderitaan. Seorang penjalin hubungan rajin ke gereja, aktif ibadah tetapi tidak sungguh-sungguh melakukan firman Tuhan. Ia senang dengan acara gereja tetapi tidak mendalam. Seorang penjalin hubungan puas sebagai penonton gereja dan menikmati pelayanan dari gereja tetapi mengindari korban dan persembahan.

b. Mengikut Yesus karena Berkat, Kesenangan dan Keuntungan
Yoh 6:66
Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.

Kemanakah ribuan orang yang telah menikmati roti mujizat yang dibuat Yesus? Bukankah tiga hari terakhir mereka mengiring Yesus? Mengapa sekarang satu persatu mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia? Jawabannya karena mereka adalah seorang penjalin hubungan dan bukan seorang murid. Seorang penjalin hubungan hanya mencari berkat, kesenangan dan keuntungan tetapi tidak siap menderita bagi Dia. Orang-orang ini mengikut Yesus karena roti, tetapi tidak siap menerima roti hidup yang menyelamatkan jiwa mereka. Mereka hanya mencari kesenangan tetapi menghindari kesulitan. Mereka mengikut Tuhan hanya ingin mendapatkan manfaat dan keuntungan semata. Ikut Tuhan hanya cari mujizat tetapi menolak sang pemberi mujizat. Seorang murid lebih tertarik kepada pribadi-Nya lebih dari segala sesuatu yang diperbuat-Nya. Seorang murid tidak mencari kesembuhan tetapi penyembuh-Nya, bukan pemberian-Nya tetapi sang pemberi-Nya.

c. Lebih Memperhatikan Tampilan Lahiriah dari pada Rohaniah
Matius 23:27
Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran.

Seorang pengikut fokusnya hanya hal-hal lahiriah. Ia suka mendandani yang diluar tetapi lupa mengurus hati. Seorang pengikut lebih mempertimbangkan penilaian manusia dari pada penilaian Allah. Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat adalah contoh nyata dari seorang pengikut. Mereka sibuk dengan ritual dan tampilan keagamaan, tetapi tidak sibuk dengan urusan hati. Mereka seperti kuburan yang nampak dari luar putih bersih tetapi dalamnya penuh kotoran dan tulang belulang.

Seorang Murid Membangun Keintiman
Berbeda dengan seorang pengikut, seorang murid menjalin hubungan dengan sang guru. Seorang Murid memilih untuk melekat dan menjadi seperti gurunya. Mengapa seorang murid harus membangun keintiman dengan sang guru?

a. Keintiman Menghasilkan Pengenalan
Yohanes 10:14
Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku

Mengetahui dan mengenal adalah dua hal yang berbeda. Mengetahui tentang Tuhan berbeda dengan mengenal Tuhan. Kita mungkin mengetahui tentang presiden Jokowi, tetapi apakah kita mengenalnya? Banyak orang Kristen hanya tahu tentang Tuhan tetapi tidak mengenalnya. Mengapa bisa demikian? Karena tidak ada keintiman. Buah dari keintiman adalah pengenalan. Jadi jika kita tidak intim dengan Tuhan maka kita tidak akan mengenalNya.

Firman Tuhan berkata: “Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku” Inilah keintiman! Keintimam adalah pengenalan antara dua pribadi secara timbal balik. Gembala mengenal domba-dombanya, sebaliknya domba-dombanya juga mengenal gembala. Pengenalan yang demikikan hanya tercipta melalui keintiman bukan sekedar terhubung.

Bagaimana kita bisa mengenal Tuhan dengan benar, kalau kita tidak membangun keintiman dengan pribadiNya. Coba masing-masing kita cek diri kita. Apakah kita memiliki kebiasaan membaca dan merenungkan firman Allah setiap hari? Adakah kita sediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan dalam doa? Inilah penyebabnya mengapa banyak orang kristen tidak mengenal Tuhan dengan benar. Ternyata mereka hanya terhubung dengan Tuhan tetapi tidak ada keintiman. Sekaranglah saatnya membangun keintiman dengan Tuhan agar memiliki pengenalan yang benar pula.

b.Keintiman Menghasilkan Iman
Ibrani 11:17 – 19
Keintiman menghasilkan pengenalan, pengenalan menghasilkan iman. Semakin intim kita akan semakin kenal, jika kita semakin kenal maka kita akan semakin percaya. Jadilah inilah hubungan antara keintiman, pengenalan dan iman. Ketiganya saling berkaitan dan mempengaruhi satu dengan lainnya. Contohnya adalah Abraham. Abraham adalah pribadi yang intim dengan Tuhan. Sejak dipanggil keluar dari Ur-kasdim, ia disetiap tempat ia senantiasa membangun mezbah bagi Tuhan. Keintimannya dengan Allah melahirkan pengenalan, kemudian dari pengenalan itu membuahkan kepercayaan penuh kepada Allah. Itulah sebabnya Abraham tidak segan-segan mengorbankan Ishak kepada Allah sebab Ia mengenal-Nya dan mempercayai-Nya bahwa Allah berkuasa membangkitkan Ishak sekalipun dari kematian.

Berapa lama kita sudah menjadi orang Kristen? Apakah iman kita bertumbuh? Apakah rasa kuatir kita makin berkurang? Apakah kita memiliki damai sejahtera dalam menjalani kehidupan dari hari kehari? Jika jawaban atas semua pertanyaan itu adalah ya, itu berarti kita makin mengenal-Nya dan mempercayai. Tetapi jika jawabannya “tidak” jangan-jangan kita hanya seorang penjalin hubungan, kita tidak memiliki keintiman dengan Tuhan. Ingatlah, tingkat kepercayaan kita tergantung keintiman kita dengan DIA.

c. Keintiman Menginginkan Tuhan Lebih dari Segalanya
Mazmur 73:25,26
Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi. Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya.

Hasil akhir dari keintiman dengan Tuhan adalah menginginkan pribadi-Nya lebih dari segala-galanya. Daud menyadari akan hal ini. Keintimannya dengan Tuhan telah membawanya mengenal dan mempercayai-Nya lebih dari segala harta yang dimiliki dan kedudukannya sebagai raja. Baginya, Tuhan adalah harta terbesar yang ia miliki. Tuhan memberkati, KJP!!

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s