BERTUMBUH JADI BARU – oleh Ps. Jeff Minandar (Ibadah Raya 1 – Minggu, 22 April 2018)

Sepanjang tahun ini Gembala kita mengambil tema “Bertumbuh” untuk GPdI Mahanaim Tegal. Suatu tema yang menantang disatu sisi, karena kita diharapkan untuk menunjukkan pertumbuhan, menjadi lebih besar, lebih matang, dan tentu saja salah satu karakteristik pertumbuhan yang sehat adalah berbuah!

Ketika menyiapkan apa yang akan saya sampaikan ke jemaat hari ini, yang terpikir di benak saya ada 2 hal. Pertama, tentu saja tentang pertumbuhan, namun yang kedua saya rasa juga tak kalah penting yaitu pembaruan. Keduanya kemudian menjadi fusi, dan lahirlah judul: “Bertumbuh Jadi Baru”.

Mengenai kedua hal ini saya rasa kita sudah sangat familiar. Pertumbuhan adalah perubahan dari kecil menjadi besar. Pembaruan adalah perubahan dari lama menjadi baru. Sederhana saja! Saya rasa definisi singkat barusan bisa membantu kita untuk membedakan keduanya.

Dalam Firman Tuhan sendiri jelas sekali Yesus meminta kita bertumbuh dan berbuah, seperti misalnya dalam perumpamaan di Lukas 13:6-9. Secara singkat, itu bercerita tentang pohon ara yang tumbuh di kebun anggur dari seorang pemilik kebun. Ketika ia mencari buah dari pohon itu, dia tidak menemukannya. Dia segera memerintahkan kepada pengurus kebun itu untuk menebangnya. Tetapi pengurus kebun itu menahan niat pemilik kebun ini, dengan berkata: “…biarkanlah dia tumbuh…, mungkin tahun depan ia berbuah…” (ayat 8-9).

Ada banyak interpretasi mengenai siapa pemilik kebun, siapa pengurus kebun, siapa yang dimaksud dengan kebun anggur, dan siapa yang dimaksud dengan pohon ara. Tetapi satu hal yang sangat jelas disitu adalah:

  1. Ada Waktu dimana Buah itu Menjadi Patokan Penilaian.

Kita semua memiliki modal dalam hidup ini, waktu, tenaga, kesehatan, dan lain sebagainya. Tetapi apa yang dihasilkan oleh apa yang kita miliki ini menjadi penilaian apakah kita berbuah atau tidak. Yohanes pembaptis pernah dengan keras menegur orang Farisi dan Saduki yang datang untuk dibaptis dengan perkataan: “…hasilkanlah buah yang sesuai…” Matius 3:9.

Sudahkah waktu, tenaga, kesehatan kita, kita gunakan untuk menghasilkan sesuatu bagi Tuhan. Anda mungkin berkata saya secara rutin membawa persembahan. Apakah Tuhan mau uang milik kita? Itu semua pada dasarnya milikNYA, karena IA pemilik segala sesuatu. Mazmur 95:4-5.

  1. Ketika Pertumbuhan Berarti Kesempatan Baru.

Ketika pengurus kebun berkata “…biarkanlah dia tumbuh…” itu bukan berarti pohon itu sudah selamat, akan ada masa dimana pemilik kebun itu akan datang untuk memeriksa apakah dari pohon itu dihasilkan buah. Banyak orang merasa kesempatan itu selalu ada, saya rasa kalau kita belajar dari apa yang disampaikan Gembala tentang Jemaat Filadelfia, pada Ibadah Raya minggu lalu, kita mengerti. Ada pintu atau jendela kesempatan yang akan ditutup. Jika kita hidup sekarang itu bukan karena Allah lalai, tetapi karena IA memberi kesempatan untuk bertobat. 2Petrus 3:9.

Kita masih punya kesempatan sekarang untuk berbuah. Salah satu buah Roh di dalam Galatia 5:22 adalah kebaikan. Ini kesempatan kita, kesempatan untuk berbuat baik. Galatia 6:9-10.

Mengenai sesuatu yang baru, banyak orang berpikir itu artinya sama sekali baru. Tetapi, dari perspektif pertumbuhan, saya melihat begini: sesuatu yang baru itu muncul saat yang lama bertumbuh jadi baru. Lihatlah pertumbuhan sebuah pohon, ketika ia bertunas dan masih kecil, orang tidak menghiraukannya. Tetapi jika selang beberapa waktu dan orang melihat batangnya yang besar, rantingnya, daunnya dan buahnya, bisa jadi mereka berkata bahwa itu pohon baru. Padahal sebenarnya itu adalah tunas pohon yang sama. Tetapi sekarang ia menjadi besar karena ada pertumbuhan, ada sesuatu yang baru, yang menjadi nampak.

Anda mungkin berpikir saya sudah terlambat untuk mengeluarkan hal-hal yang baru. Tapi tahukah kita bahwa Allah kita adalah Allah dari segala sesuatu yang baru. Wahyu 21:5. Bagi saya karya salib adalah kesempatan baru, dan kita selalu bisa bertumbuh menjadi sesuatu yang baru, ketika kita percaya pada salib itu. Pada suatu malam Allah memberikan kepada saya suatu gambaran jelas mengenai hal ini. IA menyediakan kesempatan baru bagi saya, dan tentu bagi Anda juga.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s