APAKAH YANG KAMU CARI? Seri – 23, Datang dan Tinggal Bersama (Ibadah Raya 2-Minggu, 22 April 2018)

Yohanes  1 : 35-39

Yohanes 1:39
Ia berkata kepada mereka: “Marilah dan kamu akan melihatnya. “Merekapun datang dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia; waktu itu kira-kira pukul empat.

Pendahuluan
Kita sudah membahas prinsip-prinsip pemuridan yang dilakukan Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya. Untuk menjadi murid Yesus yang sejati mereka harus tinggal bersama dengan Yesus. Mengapa murid-murid harus tinggal bersama dengan sang rabi?

  1. Pengikut MENGETAHUI (to know) tetapi MURID : MENJADI (to be)

Lukas 6:40
Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya.

Tujuan pemuridan Tuhan Yesus adalah membentuk semua orang yang mengikuti-Nya menjadi seperti Dia. Mereka tidak sekedar tahu tentang Yesus tetapi mereka menjadi seperti Yesus. Seorang murid bukan orang yang “to know’ tahu tentang tetapi “to be” menjadi seperti. Sayangnya banyak orang Kristen yang hanya puas tahu tentang Yesus tetapi hidupnya tidak menjadi seperti Yesus. Sadarilah setiap kita dipanggil bukan sekedar tahu tentang Yesus, lebih jauh menjadi seperti Yesus. Sebab itu jangan berhenti pada “mengetahui” bergeraklah menjadi seperti Yesus. Amin!

  1. Pengikut MENGAMBIL KEPUTUSAN tetapi MURID : BERKOMITMEN

Pertobatan adalah langkah awal dimana seseorang mengambil keputusan untuk mengikut Yesus sebagai Tuhan dan juru selamatnya. Biasanya pada langkah ini dibarengi dengan keputusan untuk meninggalkan hidup lama dan memulai hidup baru. Ini adalah langkah yang radikal seorang pengikut Yesus, tetapi harus diiringi dengan sebuah komitmen. Sebab keputusan tanpa komitmen adalah kebohongan. Pertobatan adalah keputusan, kesetiaan adalah komitmen. Seorang pengikut mengambil keputusan, tetapi seorang murid berkomitmen untuk tetap setia sampai garis finis. Seorang murid bukan sekedar menjadikan Tuhan Yesus yang pertama tetapi satu-satunya dalam hidupnya. Sekali Yesus tetap Yesus.

  1. Pengikut MENJALIN HUBUNGAN tetapi MURID : MEMBANGUN KEINTIMAN

Tuhan Yesus menghendaki agar setiap orang percaya tidak hanya terhubung dengan Yesus, tetapi berhubungan intim dengan pribadi-Nya. Yesus ingin hubungan dengan anak-anak-Nya bukan hubungan biasa atau basa-basi tetapi hubungan yang akrab, intim dan mendalam antara seorang Bapa dan anak-Nya.

Pembahasan lebih detail ketiga prinsip di atas dapat Bapak, Ibu, Sdr/i dapat lihat di Mahanaim Magazine atau website gereja. Sekarang kita akan pelajari prinsip yang keempat dalam pemuridan yang dilakukan Tuhan Yesus.

  1. PENGIKUT Fokus HASIL, MURID Fokus PROSES

Inilah alasan mengapa murid harus tinggal bersama sang guru. Seorang murid tidak dihasilkan secara spontan, tetapi melalui proses panjang.

Tanda-tanda Seorang Pengikut yang Hanya Fokus kepada Hasil.

  1. Seorang Pengikut Mencari Kemudahan

Yohanes 6:2
Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia, karena mereka melihat mujizat-mujizat penyembuhan, yang diadakan-Nya terhadap orang-orang sakit.

Inilah gaya atau ciri seorang pengikut, ia datang kepada Yesus karena ada mujizat. Seorang pengikut selalu mencari kemudahan dan menjauhi kesulitan. Jika kekristenan kita hanya mencari kemudahan itu berarti kita adalah seorang pengikut dan bukan murid.

  1. Seorang Pengikut Mencari Jalan Pintas

Markus 10 : 35 – 37
Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, meminta kepada Yesus agar diperkenankan duduk di sebelah kanan dan di sebelah kiri kelak dalam kemuliaan Tuhan.

Pengikut itu identik anak-anak yang hanya mencari kesenangan dan jalan pintas. Yakobus dan Yohanes merasa dekat dengan Yesus, langsung potong kompas, minta duduk sebelah kanan dan di sebelah kiri kelak dalam kemuliaan Tuhan.

Contoh lain seorang yang mencari jalan pintas adalah Saul. Ketika ia sedang terjepit karena negerinya dikepung musuh, ia mencari pertolongan melalui seorang dukun.

1 Samuel 28:7
Lalu berkatalah Saul kepada para pegawainya: “Carilah bagiku seorang perempuan yang sanggup memanggil arwah; maka aku hendak pergi kepadanya dan meminta petunjuk kepadanya.” Para pegawainya menjawab dia: “Di En-Dor ada seorang perempuan yang sanggup memanggil arwah.”

  1. Menghindari Kesulitan

Mat 7:13
Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya;

Tuhan Yesus telah berkata terus terang kepada pengikut-Nya bahwa untuk menjadi pengikut-Nya mereka harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Yesus setiap hari. Tetapi seorang pengikut selalu menghidari kesulitan dan memilih jalan yang lebar. Jalan Tuhan terkadang bukan yang tercepat, bukan pula yang termudah tetapi pasti yang terbaik. Seorang pengikut sejati ia akan menapaki jalan yang sempit sebab ujungnya menuju kemuliaan.

BAHAYA HANYA FOKUS KEPADA HASIL
Jika kekristenan kita hanya berfokus kepada hasil akhir, kita akan terjebak dalam bahaya rohani yaitu:

a. Menilai Tuhan Berdasarkan Peristiwa.
Jika peristiwa yang kita alami baik, diberkati, sehat dan untung kita berkata: Tuhan baik. Sebaliknya jika peristiwa yang terjadi adalah kesusahan, penderitaan, sakit, kita menilai Tuhan tidak baik.

b. Menghalalkan Segala Cara.
Dalam Kej. 27 kita melihat orang yang fokus kepada hasil akhir ia menghalalkan segala cara untuk mendapat berkat. Yakub gunakan cara licik untuk memperoleh berkat kesulungan.

MURID : Dibentuk Melewati PROSES
Saat Tuhan Yesus mengundang dua orang murid Yohanes Pembaptis untuk mengikuti-Nya itu berarti Ia mengundang mereka untuk mengikuti seluruh prosesnya.

Seorang murid dihasilkan melalui proses, tempaan dan pembentukan dari hari ke hari yang berlangsung seumur hidup. Berhenti menjalani proses berarti berhenti mengembangkan diri. Mengapa harus melewati proses?

  1. TUHAN Memiliki Standar Tertentu.

Setiap sekolah memiliki standar dan kriteria murid yang dihasilkan. Di sekolah umum kita mengenal istilah KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Seorang murid dinyatakan lulus sekolah jika nilai yang dicapai melampui atau sama dengan nilai KKM. Demikin juga seorang murid Yesus, ia dinyatakan lulus jika memenuhi standar yang ditentukan oleh Tuhan Yesus. Apakah standarnya?

a. Menurut Apa yang Baik pada Pemandangan Penjunan
Yeremia 18:4
Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya.

Ukuran yang telah ditentukan adalah menurut apa yang baik pada pemandangannya yaitu pemandangan penjunan bukan pemandangan kita. Itulah sebabnya Tuhan mengijinkan segala kesulitan, bencana, kesukaran dan sakit kita alami sebab yang Dia menginginkan bejana yang seperti diinginkan hati-Nya.

b. Mengikuti TELADAN-NYA
Yohanes 13:15
sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.

Tuhan Yesus ingin agar setiap murid mengikuti teladan-Nya. Untuk itulah mereka tinggal serumah dengan sang guru agar mereka tidak hanya mendengarkan ajaran-Nya terlebih mereka mengikuti telandan-Nya. Di depan mata murid-Nya, Tuhan Yesus memperagakan gaya hidup kerajaan Allah agar diikuti oleh murid-murid-Nya.

c. Serupa Kristus
Roma 8:28
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Kebanyakan dari kita menyukai ayat 28 ini. Kita mempercayai bahwa Tuhan merangkai segala peristiwa untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. Tetapi apakah kita tahu untuk tujuan apakah Tuhan mengijinkan segala sesuatu terjadi? Tujuannya adalah ayat 29 yaitu serupa dengan gambaran Anak-Nya.

Roma 8:29
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.

Proses tidak pernah mengkhianati hasil! Selama kita mengikuti prosesnya, kita akan mendapatkan hasilnya. Selamat memasuki proses Tuhan sebagai murid Tuhan. GBU. KJP!!

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s