MENGALAMI TUHAN DALAM IBADAH – oleh Pdt. Hani Paulus (Ibadah Raya 3 – Minggu, 22 April 2018)

Kejadian 28:16-17 (TB)
Ketika Yakub bangun dari tidurnya, berkatalah ia: “Sesungguhnya TUHAN ada di tempat ini, dan aku tidak mengetahuinya.”
Ia takut dan berkata: “Alangkah dahsyatnya tempat ini. Ini tidak lain dari rumah Allah, ini pintu gerbang sorga.”

 

Banyak kali saat beribadah, keadaan kita juga seperti Yakub dalam pengalamannya bersama dengan Tuhan. Dia baru mengetahui dan menyadarinya bahwa Tuhan ada ketika Tuhan berbicara kepadanya. Sebenarnya Tuhan ada di sana namun ia tidak menyadarinya.

Sangat disayangkan jika kita beribadah, kita tahu Tuhan ada, namun tidak pernah mengalami kehadiran-Nya. Tanpa mengalami kehadiran-Nya, ibadah kita menjadi kosong dan sia-sia. Bukankah setiap kali kita beribadah, kita merindukan berkat Tuhan? Dalam beribadah kita memberikan waktu, tenaga, materi, alangkah baiknya jika kita juga mengalami berkat dari kehadiran-Nya.

Dimanakah letak kesalahannya? Apakah para Hamba Tuhan atau Worship Leader dan Singers atau pemain musik kurang kuat menghadirkan Tuhan di tengah-tengah jemaat atau karena keadaan yang seperti Yakub, Tuhan ada di dekatnya namun tidak menyadarinya.

Masalah utamanya juga dipemahaman bahwa ketika kita beribadah, kita ingin diberkati, baik dalam pekerjaan, pergumulan hidup ataupun jodoh. Disinilah letak kekurangannya yaitu kita lebih merindukan berkat-berkat-Nya daripada pribadi-Nya. Dengan demikian banyak kali kita menilai bahwa diberkati atau tidaknya diri kita selama beribadah itu karena keadaan, suasana, situasi yang tidak mendukung.

Saya percaya Tuhan senang memberkati umat-Nya seperti janji-Nya kepada setiap orang yang beribadah. Tetapi alangkah baiknya ketika kita menyadari bahwa Tuhan sudah memberkati kita sepanjang minggu bahkan setiap hari. Sudah seharusnya di ibadah Raya, saatnya kita melakukan pengucapan syukur, berterima kasih atas semua pertolongan Tuhan yang sudah kita alami.

Percayalah ketika kita mencari pribadi-Nya, kehendak-Nya, perkenanan-Nya maka semua berkat-berkat-Nya juga akan ditambahkan.

Bagaimana Mengalaminya?
Milikilah kesadaran akan kehadiran-Nya bahwa TUHANlah yang lebih merindukan untuk berjumpa dengan diri kita.

Manusia Terdiri dari Tubuh, Jiwa dan Roh.
Tubuh adalah Kesadaran kita akan lingkungan atau tubuh fisik kita. Semakin kesadaran akan tubuh kita baik, semakin cakap kita mengatur hal yang terbaik bagi kesehatan tubuh kita. Kita dapat mengatur pola istirahat kita, mengatur apa yang patut kita konsumsi dan mana yang harus kita hindari.

Jiwa adalah kesadaran tentang diri kita, siapakah kita. Semakin kita menyadari keberadaan diri kita, semakin kita cakap dalam mengatur kesehatan emosi kita.

Roh kita adalah kesadaran kita tentang Tuhan. Semakin kuat kesadaran kita tentang Tuhan, semakin cakap bagaimana kita memahami kebutuhan roh kita dan bagaimana menjaga kesehatan roh kita. Kita akan mampu lebih mempercayai Tuhan, meyakini janji-Nya saat menghadapi setiap pergumulan hidup. Yang pasti kesadaran akan Tuhan, akan memengaruhi pertumbuhan rohani kita dan memberikan kepada kita hati yang takut akan Dia.

Bagaimana Prosesnya?

  1. Kita Perlu Menyadari bahwa Tuhan Ada Dimana Saja.

Seperti kisah Yakub yang ada di Padang belantara, hanya beralaskan batu beratapkan langit namun Tuhan ada di sana berjumpa dengannya.

  1. Kita Perlu Menyadari bahwa Tuhan Juga Ada Ketika Kita sedang Sendirian.

Pengalaman Yesaya bahwa banyak kali ketika ia masuk ke dalam bait Allah, dia tidak menyadari Allah hadir di sana. Barulah saat matinya raja Uzia, dan saat dia mengalami pergumulan yang berat, kesadaran akan Tuhan yang kuat muncul dan tiba-tiba ia melihat Tuhan hadir. Hal itu membawa terobosan besar di dalam dirinya, sebuah pertobatan. Dia baru menyadari bahwa dia adalah seorang yang najis bibir. Demikian juga dengan kita, ketika berjumpa dengan Tuhan, seharusnya kita juga langsung menyadari dimana letak kekurangan kita. Allah dengan tepat menunjukkannya saat kita berjumpa dengan-Nya.

  1. Menyadari Kehadiran-Nya diantara Dua dan Tiga Orang.

Tuhan hadir dalam persekutuan yang kecil seperti di dalam kemah namun banyak kali kita juga tidak menyadari-Nya sehingga saat KeMah pun ada yang berkata bahwa hanya buang waktu dan sia-sia. Tetapi jika kesadaran akan Tuhan itu kuat, kita pun akan sangat diberkati ketika kita berkumpul dengan rekan-rekan kita walau hanya dua atau tiga orang.

  1. Menyadari Tuhan Ada Saat Kita Beribadah kepada-Nya.

Kesadaran Tuhan hadir membuat cara kita beribadah pun akan berbeda, cara kita menyanyi, memuji Tuhan, menyembah-Nyapun akan berbeda. Para pemain musik memainkan alat musiknya juga akan berbeda. Jika ada orang baru yang hadir melihat dan merasakan hadirat Tuhan mereka pun akan mengakui bahwa Tuhan Allah ada di tengah-tengah kita.

Itu sebabnya kita perlu membangun ibadah dimana kesadaran kita kuat akan kehadiran-Nya. Itu sebabnya setiap jemaat perlu mempersiapkan dirinya sebelum beribadah sehingga cara kita bernyanyi dan menyembah Tuhan akan memberkati orang lain. Jika kita adalah seorang pelayan yang sedang bertugas, cara kita melayani pun akan berbeda. Orang akan melihat Tuhan melalui pelayanan kita. Marilah kita membangunnya sampai orang baru pun mengakui bahwa benar Tuhan Allah hadir bersama dengan kita. Tuhan Yesus memberkati

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s