JEMAAT YANG MELAYANI, TAAT DAN SETIA – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 6 Mei 2018)

Wahyu 3:8
Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang  tidak dapat ditutup oleh seorang pun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.

PENDAHULUAN
Jemaat Filadelfia adalah jemaat yang menerima pujian dari Yesus, bahkan tidak ada satupun kritik atau celaan yang diberikan Yesus kepada jemaat Filadelfia. Keadaan Jemaat Filadelfia ini menggambarkan pengikut Yesus yang sejati atau sering kita istilahkan gereja sempurna. Ada berkat yang luar biasa yang diterima oleh jemaat Filadelfia. Salah satunya yang kita pelajari dari Wahyu 3:8 ini, dimana dikatakan bagi jemaat Filadelfia Tuhan telah membuka pintu yang tidak dapat ditutup oleh siapapun termasuk iblis atau kuasa kegelapan. Yang dimaksud pintu yang terbuka ini adalah segala janji dan berkat yang dicurahkan oleh Tuhan.

Apa sebenarnya rahasia yang dimiliki jemaat Filadelfia sehingga menerima berkat tersebut? Untuk mengetahuinya kita dapat melihat dalam ayat pokok kita dalam Wahyu 3:8.

a. “Aku tahu segala pekerjaanmu…”

Yang dimaksud pekerjaan disini bukanlah profesi, melainkan pelayanan yang dilakukan oleh jemaat Filadelfia kepada Tuhan. Paradigma pelayan Tuhan bukan hanya full timer atau ketua departemen. Semua orang percaya adalah pelayan Tuhan dan Tuhan melihatnya. Mulai dari kita meninggalkan rumah untuk berangkat ibadah adalah bentuk pelayanan. Saat kita tiba di gereja, saat mulai menyanyi dan menyembah itu juga adalah pelayanan, karena itu jangan remehkan pujian penyembahan karena Tuhan perhatikan. Saat kita duduk diam mendengar Firman juga merupakan pelayanan dimana kita memberi hati untuk diisi oleh Firman yaitu Allah sendiri. Datang ke gereja bukan dengan paradigma ingin diberkati melainkan ingin melayani Tuhan.

b. ”…namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.

Artinya Tuhan tidak berhenti hanya melihat sikap kita saat mendengar Firman Allah di gereja, melainkan terus memperhatikan bagaimana keseharian hidup kita paska mendengar Firman Allah. Apakah ada ketaatan terhadap kebenaran Firman Allah dalam hidup kita?

Kesimpulannya jika kita ingin memperoleh berkat “Tuhan membuka pintu dan tidak ada orang yang bisa menutupnya…”

  1. Perlihatkan pekerjaan/pelayanan yang kita kerjakan bagi Tuhan (Wahyu 3:8a)
  2. Menuruti firman Tuhan dan tidak menyangkal nama Yesus (Wahyu 3:8c)

Sebagai Gembala, saya sering kali memotivasi jemaat dengan mengatakan :

  • Jangan jadi penonton dalam jemaat, artinya semua jemaat harus ambil bagian dalam pelayanan.
  • Kristen bukan agama, karena dari bahasa aslinya disebut Christianos yang memahami sebagai orang yang mengikuti jejak Yesus (Firman Allah) dengan taat dan benar di hadapan Tuhan.
  • “Sekali Yesus Tetap Yesus!” Artinya jangan pernah kita menjadi murtad untuk alasan apapun.

MELAYANI
Bicara soal melayani kita sering mendengar banyak anak Tuhan berdalih “apa yang saya bisa lakukan? Saya hanya orang miskin, pendidikan rendah dan tidak punya keahlian”, dan sebagainya. Apakah ini sikap yang benar? Mari kita perhatikan kondisi jemaat di Filadelfia.

JEMAAT FILADELFIA
Yesus berkata: “Aku tahu segala pekerjaanmu (pelayananmu)… Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa..”. Perhatikan kalimat “kekuatanmu tidak seberapa…” dalam terjemahan bahasa inggris adalah “Lack of power” dapat diartikan jemaat Filadelfia kurang memiliki kemampuan, atau ada dalam kondisi yang sangat terbatas. Tapi ini tidak menghalangi Tuhan untuk melihat, merasakan, menilai dan menikmati pelayanan dari jemaat Filadelfia. Jemaat Filadelfia adalah jemaat yang sangat sederhana tetapi dengan kemampuan yang terbatas itu mereka tetap melayani. Mereka tidak punya banyak talenta, tidak punya banyak harta, yang dimiliki jemaat ini hanyalah kerinduan untuk TAAT melakukan Firman Tuhan, yaitu MELAYANI Yesus! Jemaat harus memahami bahwa melayani bukanlah opsi melainkan sebuah perintah Firman Tuhan.

Sebuah pelayanan yang berkenan dimata Tuhan tidaklah ditentukan lewat berapa besar, banyak atau hebatnya pelayanan kita. Yang dinilai Yesus adalah kasih dan kesungguhan kita dalam melayani Dia. Untuk melayani, Yesus memberi contoh sederhana yang bisa dilakukan oleh siapapun, yaitu memberi segelas air putih (Matius 10:42). Nilai air segelas air tidaklah seberapa tapi jika dilakukan dengan kesungguhan sebagai pelayanan, maka Tuhan memperhatikannya. Mungkin ada hal-hal sederhana yang kita kerjakan dalam pelayanan dan ada orang yang memandang sebelah mata tapi ingat bahwa di mata Tuhan pelayanan kita berharga.

 UPAH BAGI YANG MELAYANI
Wahyu 3:8a “Lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorang pun.”

Disini kita melihat bahwa ada upah bagi orang yang taat dan melayani. Kita dapat melihat contoh dalam kisah Elia dan Janda di Sarfat (1Raj 17:7-24). Elia telah berdoa kepada Tuhan dan hujan tidak turun (Ayat 1-6). Allah kemudian memerintahkan Elia pergi ke sungai Kerit. Kata Kerit mengandung arti tempat pemurnian logam. Di sungai Kerit Elia dipelihara oleh Tuhan dengan mengutus burung gagak. Ini sebenarnya merupakan sindiran bagi umat Allah yang seharusnya bisa melayani Tuhan tapi tidak melakukannya, sehingga Tuhan pakai burung gagak untuk mengingatkan mereka. Elia kemudian diutus Tuhan ke Sarfat untuk menemui seorang janda. Sarfat berada di daerah Sidon, wilayah orang kafir (ayat 9). Ini juga sebuah sindiran karena umat yang tidak peduli akan pelayanan. Jangan sampai Tuhan pakai orang kafir untuk melayani Dia. Elia menuntut ketaatan pelayanan dari janda ini dengan meminta air dan dibuatkan roti (ayat 10-11). Janda menyampaikan keterbatasannya, apa yang dimilikinya bahkan tidak cukup untuk kelangsungan hidupnya dan juga anaknya (ayat 12). Sesungguhnya janda ini sedang diperhadapkan dengan pintu kematian. Disinilah ada perkataan atau firman yang disampaikan oleh Elia, ada tuntutan pelayanan dalam keterbatasan. Tetapi dalam keterbatasan janda ini belajar taat.

Siapakah Elia? Ini adalah sebuah gambaran. Arti nama Elia adalah Jehovah Is My God yaitu Jehovah Tuhanku (Yesus). Ketika janda ini ditantang untuk melayani dan mengutamakan Tuhan diatas kepentingan dirinya, Elia juga menyatakan janji Allah dan direspon dengan ketaatan janda sarfat ini (Ayat 14-15). Karena taat pada perintah “Jehovah Is My God” maka janda ini menerima janji Allah. Ada pintu kehidupan yang dibukakan. Konsep awal yang dimiliki janda sarfat adalah roti itu adalah menu terakhir ia bersiap menuju pintu kematian. Tapi karena taat dan melayani maka ada pintu kehidupan yang Allah bukakan baginya.

Iblis tidak senang jika kita melayani TUHAN. Dalam 1 Raja 17:17-24, Iblis berusaha menutup pintu hidup dengan membunuh anak janda sarfat ini, namun Elia (Jehovah is My God) datang membangkitkan anak itu.

Kalau kita melayani Tuhan, maka Ia membuka pintu bagi kita dan bila Allah yang membuka pintu itu, tidak ada seorangpun termasuk kuasa kegelapan yang bisa menutupnya. Haleluya!

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s