API PANTEKOSTA – oleh Pdt. Joseph Priyono (Ibadah Raya 3 – Minggu, 13 Mei 2018)

Kisah Rasul 2:1-4

Pendahuluan
Hari ini kita semua dikejutkan oleh berita pengeboman tiga gereja di Surabaya. Beberapa orang meninggal dan puluhan orang terluka, bahkan diantaranya adalah anak-anak. Sebagai sesama anggota tubuh Kristus, hati kita menangis, berduka atas kematian saudara-saudari kita. Orang-orang yang sedang menuju ke rumah Allah, datang untuk menyembah Tuhan, mereka datang untuk berbakti, tetapi menemui ajalnya.

Dimanakah Tuhan? Tidak sanggupkah Tuhan melindungi anak-anak-Nya? Mengapa Tuhan membiarkan mereka? Saya percaya Tuhan berkuasa untuk melakukan apapun juga. Tidak ada hal yang sukar bagi Tuhan. Jika Tuhan ijinkan hal ini terjadi tentu ada alasan khusus yang tidak mampu kita pahami. Saya yakin Tuhan pasti memiliki rancangan baik bagi mereka yang meninggal.

Jika kita menengok kepada kebenaran firman Allah, maka semua peristiwa yang terjadi saat ini bukan hal yang baru, sebab jauh sebelum hal ini terjadi firman Tuhan memberitahukannya. Dalam Yohanes 16:1,2 mengatakan:  “Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku. Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah.

Tentunya peristiwa ini bukanlah puncak kegenapan dari firman Tuhan, tetapi barulah awal dari seluruh penggenapannya hingga datangnya Tuhan Yesus Kristus. Artinya di hari-hari ke depan akan terjadi keadaan yang lebih hebat dan lebih mengerikan, sampai datangnya Antikristus. Oleh sebab itu, sebagai gereja Tuhan kita harus siap menghadapi keadaan-keadaan yang buruk yang akan terjadi di hari-hari ke depan. Iman kita mengharapkan perkara yang baik terjadi dalam diri kita, tetapi kita harus siap menghadapi hal-hal yang tidak kita inginkan.

Tuhan Yesus tahu betul tentang keadaan dunia di akhir zaman, untuk itulah Ia memberikan Roh Kudus untuk menjadi penolong bagi anak-anak-Nya. Menghadapi situasi dunia yang semakin jahat, kita membutuhkan pertolongan Roh Kudus, agar mampu bertahan ditengah kesulitan bahkan aniaya. Untuk itu marilah kita belajar tengan Roh Kudus yang memenuhi murid-murid di loteng Yerusalem.

Kisah Para Rasul 2:1-4
Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul disatu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, dimana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

Kepenuhan Roh Kudus di loteng Yerusalem ditandai dengan lidah-lidah api yang hinggap di kepala murid-murid. Ketika lidah-lidah api itu hinggap di kepala murid-murid, maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, sehingga masing-masing mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain. Mengapa kehadiran Roh Kudus digambarkan seperti api? Alkitab banyak menggambarkan kehadiran Tuhan sebagai api. Misalnya:

  • Keluaran 3:2 – Kehadiran Tuhan digambarkan sebagai semak duri yang menyala
  • Keluaran 13:21 – Allah tampak seperti tiang api yang menerangi perjalanan bangsa Israel diwaktu malam. (Kel. 14:14, 24)
  • Hakim-hakim 13:20 – Dihadapan Manoah dan istrinya, Tuhan menunjukan diri-Nya seperti nyala api yang naik ke langit dari mezbah.
  • Yehezkiel 1:4 – Yehezkiel melihat Allah seperti angin badai bertiup dari utara, dan membawa segumpal awan yang besar dengan “api yang berkilat-kilat”
  • Ulangan 4:24 – Sebab TUHAN, Allahmu, adalah api yang menghanguskan, Allah yang cemburu. (Ulangan 9:3; Ibrani 12:29)

Kebenaran tentang Api
Kehadiran Tuhan banyak digambarkan dengan api, tetapi api sendiri bukanlah Tuhan. Jadi jangan salah menilai bahwa Tuhan itu api dan api adalah Tuhan. Alkitab hanya memberi gambaran Tuhan seperti api. Mengapa Tuhan digambarkan seperti api? Marilah kita melihat beberapa kebenaran tentang api.

1) API adalah KUASA
Api adalah kuasa. Untuk membakar ribuan hektar lahan gambut di Kalimantan atau Sumatera, tidak perlu obor, tetapi cukup puntung rokok yang menyala. Rumah-rumah atau gedung-gedung yang besar terbakar bukan karena api yang besar pula tetapi cukup bunga api konsleting listrik. Ini bukti bahwa api adalah kuasa. Biar kecil ia memiliki kuasa untuk membakar dan menghanguskan.

Kisah Rasul 1:8
Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan diseluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

Roh Kudus adalah kuasa yang diberikan Tuhan Yesus bagi gereja-Nya. Firman-Nya berkata: “Tetapi kamu akan menerima kuasa….”
Berbicara tentang kuasa ada tiga kata dalam Alkitab tentang kuasa:

a. Exousia : Kuasa dalam Arti HAK/WEWENANG (Yoh 1:12)
Saat kita percaya kepada Yesus, kita diberi hak/kuasa/wewenang sebagai anak Allah. Dengan demikian, seorang anak berhak untuk menikmati segala fasilitas dari bapanya. Jika kita anak pak Lurah, kita akan menikmati fasilitas kelurahan, anak pak Camat menikmati fasilitas kecamatan,  dan jika kita anak Presiden, kita akan menikmati fasilitas Presiden. Nah, jika kita anak Allah, sadarkah saudara bahwa kita memiliki hak, kuasa dan wewenang untuk menikmati fasilitas kerajaan Allah? Kata yang sama juga dipakai dalam Matius 8:13

Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.

Perwira ini sadar bahwa Yesus memiliki kuasa/kewenangan untuk menyembuhkan hambanya yang sakit karena Dia Anak Allah. Oleh sebab itu baginya tidak perlu Yesus datang, cukup berkata sembuh maka hambanya akan sembuh.

b. Kratos : Kuasa dalam Arti Kekuasaan dalam Pemerintahan.
Yohanes 19:10 – 11
Maka kata Pilatus kepada-Nya: Tidakkah Engkau tahu, bahwa aku berkuasa untuk membebaskan Engkau, dan berkuasa juga untuk menyalibkan Engkau?” Yesus menjawab: “Engkau tidak mempunyai kuasa apapun terhadap Aku, jikalau kuasa itu tidak diberikan kepadamu dari atas.”

c. Dunamos/Dunamis : Power/Kuasa /Kekuatan
Kisah Rasul 1:8
Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

Kata kuasa dalam ayat ini digunakan kata: Dunamos/Dunamis, dari kata ini muncul kata Dinamit atau Dinamo. Jadi Dunamos artinya adalah kuasa atau kekuatan untuk melakukan hal-hal yang adikodrati. Contoh: Markus 5:30  – Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada “tenaga” yang keluar dari diri-Nya, lalu Ia berpaling ditengah orang banyak dan bertanya: “Siapa yang menjamah jubah-Ku?” Kata “tenaga” dipakai kata Dunamos yaitu kuasa atau kekuatan yang menyembuhkan perempuan yang sakit pendarahan.

Keberhasilan dalam pelayanan selalu berkaitan api, tidak pernah terjadi dengan metode, program atau sistem. Dalam sebuah proses, sistem, metode program memang dapat meningkatkan kehidupan, tetapi kuncinya adalah api itu sendiri. Tanpa api, sistem tersebut tidak ada gunanya. Tetapi, apabila ada api, metode dan sistem dapat saja menjadi sangat efektif. Jadi masalah terpenting bagi kita bukanlah semata-mata mengadakan penggantian sistem dan metode, tetapi  “mengupayakan” adanya api yang diperlukan untuk terjadinya pertumbuhan. Contohnya adalah gereja mula-mula. Mereka tidak memiliki metode, sistem, program tetapi memiliki api. Orang-orang biasa tetapi dengan kuasa yang luar biasa.

Kisah Rasul 4:13
Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus.

2 Korintus 10 : 3, 4
Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi, karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng.

Jika kuasa api pentakosta bekerja dalam gereja-Nya maka demonstrasi kuasa Allah akan terjadi sehingga Markus 2:12  akan terulang kembali. Dan orang itupun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: “Yang begini belum pernah kita lihat.”

2). Api Menerangi
Keluaran 13:21
TUHAN berjalan di depan mereka, pada siang hari dalam tiang awan untuk menuntun mereka di jalan, dan pada waktu malam dalam tiang api untuk menerangi mereka, sehingga mereka dapat berjalan siang dan malam.

Kebenaran yang kedua tentang api adalah api selalu menerangi. Sebagai sifat dasarnya api akan selalu memancarkan terang. Ketiadaan terang itulah yang menyebabkan kegelapan. Api adalah terang. Dimana ada terang kegelapan sirna.

Yohanes 1:5
Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.
Demikian halnya dengan Roh Kudus, Ia adalah terang yang menuntun kita berjalan dalam kebenaran.

Yohanes 16:13
Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

Selain menerangi, terang akan menyingkapkan yang tersembunyi.

Luk 8:16-17
“Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau menempatkannya di bawah tempat tidur, tetapi ia menempatkannya di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah dapat melihat cahayanya. Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan.”

Contoh: Kisah Ananias dan Safira (Kisah Rasul 5). Mereka berpikir dapat menyembunyikan diri dari rasul Petrus tentang hasil penjualan tanah mereka, tetapi mereka tidak dapat mendustai Roh Kudus. Yang tidak dilihat dan diketahui manusia, semuanya terbuka jelas dibawah kuasa Roh Kudus. Sebab itu jangan coba-coba mendustai-Nya.

3). Api Menguduskan
1Petrus 4:12 
Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.

Para tukang pandai emas tahu benar fungsi api dalam memurnikan perak atau emas. Api membersihkan emas dari sanga, sehingga menghasilkan emas yang murni. Salah satu fungsi Roh Kudus adalah menyucikan hidup kita dari segala kecemaran dunia. Roh-Nya akan selalu membawa hidup kita kepada kekudusan Ilahi.

PERANGI API DENGAN API
Efesus 6:16
Dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat.

Senjata Iblis adalah api. Dengan api kesakitan, api penderitaan, api kesusahan, api kemarahan, api kebencian, dll, Iblis akan menyerangan anak-anak Tuhan. Untuk itu kita harus melawannya dengan api Tuhan. Bagi mereka yang penuh kuasai api Tuhan, orang-orang yang penuh dengan Roh Kudus, mereka datang memadamkan panah api dari setan, bahkan panah api yang dipanaskan tujuh kali sekalipun. Contohnya adalah Sadrakh, Mesakh dan Abegnego (Daniel 3). Dapur api yang dipanaskan tujuh kali tidak sangup membakar mereka karena mereka dipenuhi dengan kuasa Roh Kudus.

Penutup
Apa yang terjadi saat ini dengan teror bom dimana-mana adalah bagian dari upaya iblis untuk mengirimkan panah apinya kepada umat-Nya. Panah api ketakutan sedang iblis bidikan untuk menyerang jantung pertahanan gereja. Apakah Anda takut? Ingatlah Roh Kudus bukan roh ketakutan, tapi Roh yang memberikan kekuatan dan keberanian kepada kita.(2Tim 1:7) Oleh sebab itu mintalah kuasa Roh-Nya memenuhi hidup kita. Tuhan memberkati. KJP!

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s