PRINSIP HIDUP YANG BERKEMENANGAN seri 4 – oleh Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya 1 – Minggu, 13 Mei 2018)

I KORINTUS 15 : 58
“Karena itu saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan ! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia”

Rasul Paulus sedang berbicara tentang bagaimana kita memiliki prinsip hidup yang berkemenangan dalam pengiringan kita kepada Tuhan. Semua hal yang harus dikerjakan untuk memperoleh kemenangan, Alkitab sudah memberitahukan semua, tinggal bagaimana kita bersikap dan bertindak dengan benar.

Dijelaskan dalam  I Korintus 15:58 – bahwa ada tujuh prinsip hidup berkemengan. Perhatikan kalimat yang digarisbawahi. “Karena itu saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan ! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia”

Yang pertama adalah “Kasih” dua kali sudah dibahas tentang Kasih. Yang ke-2 “berdirilah teguh”, inipun sudah dibahas.  Jadi sudah ada tiga bahasan, dan sekarang bahasan yang ke-4.

JANGAN GOYAH
Inilah pokok bahasan ke-4 yang akan kita pelajari bersama.  Untuk kita kuat dan tidak goyah, diperlukan stamina rohani yang kuat, karena banyak tantangan yang harus dihadapi. Selain dari stamina rohani yang kuat, diperlukan juga “Komitmen” untuk tidak mudah digoyahkan oleh  keadaan,  pendapat orang tentang kita, dan ajaran yang bertentangan dengan firman Tuhan. Keadaan atau situasi yang sulit dapat menggoyahkan iman kita, pendapat orang yang cenderung menghakimi kita juga dapat membuat iman seseorang menjadi goyah, dan yang saat ini sedang marak adalah ajaran yang bertentangan dengan firman Tuhan ini paling sering membuat orang jadi ragu dan hilang kepercayaannya kepada Tuhan.

Secara umun ada tiga unsur kehidupan manusia yang menjadi sasaran Iblis untuk menggoyahkan iman orang percaya, tiga unsur tersebut meliputi:  Tubuh, Jiwa, dan Roh manusia.  Apa dan bagaimana cara Iblis menggoyahkan ke tiga unsur tersebut ?

I. SISI JASMANI
Kita dapat belajar dari apa yang pernah dihadapi Tuhan Yesus tentang hal ini. Peristiwanya ditulis dalam Matius 4:1- 11.  Pada ayat 1-2 – Oleh Roh Allah Yesus dibawa ke padang gurun untuk dicobai Iblis, setelah berpuasa 40 hari dan 40 malam. Iblis datang dan mencobai Yesus melalui unsur kebutuhan jasmaniNya.

Matius 4:3 – “Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: “ Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti“

Roti adalah makanan, yang merupakan kebutuhan jasmani/tubuh. Sepintas anjuran dan permintaan Iblis tidak ada salahnya dengan apa yang dimintakan Iblis untuk Yesus kerjakan, karena Iblis tahu benar bahwa Yesus memiliki kuasa untuk melakukannya. Tetapi anjuran Iblis itu memiliki tujuan untuk menggoyahkan komitmen Yesus agar keluar dari kehendak Bapa. Jika Yesus mengubahkan batu menjadi roti, maka Yesus sudah menyalahgunakan kuasa-Nya diluar tujuan dan kehendak Bapa di Sorga, dan jika itu dikerjakan maka Yesus menjadi sama dengan Hawa yang menuruti anjuran Iblis dari pada tetap berkomitmen pada perintah Allah. Pola yang sama Iblis akan terapkan juga kepada semua orang percaya, tidak sedikit yang goyah bahkan gugur imannya, karena godaan kebutuhan jasmani. Iblis akan pengaruhi pikiran kita untuk gunakan hak kita (pedang kekuasaan yang Tuhan berikan kepada kita yaitu hak kita untuk bertindak) untuk mendapatkan yang kita butuhkan meski itu bertentangan dengan kehendak Tuhan.

DARI BATU MENJADI ROTI
Roti tidak berasal dari batu, tetapi Iblis ingin batu itu menjadi roti. Apa maksudnya? Iblis mau kita berbuat ilegal, dengan cara yang tidak sesuai dengan firman Tuhan, untuk mendapatkan makanan jasmani. Sebagai pengikut Tuhan yang sejati, apapun yang terjadi mengenai kebutuhan jasmani kita, tetaplah kokoh dengan cara dan aturan Tuhan. Jangan sampai digoyahkan oleh godaan Iblis untuk mendapatkan dengan mudah, tetapi melanggar firman Tuhan. Bagaimana Tuhan mengatasiNya ?

Matius 4:4 – Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis; Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”

Tuhan menjawab dengan berpegang kepada firman Allah, sebagai sumber kehidupan yang sejati, karena semua alam ciptaan Tuhan yang sudah tertulis dalam kitab Kejadian, termasuk makanan, asalnya dari firman Tuhan, bukan dari bebatuan. Kalimat “Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi “dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah”. Ini juga berbicara tentang dua jenis makanan.
1). Makanan jasmani.
Makanan jasmani ( Roti, nasi, dll ) hanya dapat mempertahankan hidup manusia selama 70-80 th (Maz 90:10). Sesudah itu manusia mati.

2). Makanan Rohani.
Makanan ini adalah firman Tuhan, makanan inilah yang dapat menghidupi manusia sampai kekal.

Yohanes 6:27 – “Bekerjalah bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal,yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu, sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.”   Dari jawaban Yesus ini dapat kita simpulkan, bahwa apapun yang terjadi dalam kehidupan kita yang menyangkut hal jasmani, tetaplah berpegang dan jangan keluar dari aturan firman Tuhan.  Jangan sampai iman kita digoyahkan dengan mengejar dan mengutamakan perkara jasmani yang sementara, sehingga kita justru kehilangan hal yang kekal.

Kita dapat melihat beberapa contoh dalam alkitab :

  • HAWA – Hawa jatuh dalam dosa karena makanan yaitu memakan pohon pengetahuan baik dan jahat yang dilarang Tuhan.
  • ESAU – Esau kehilangan hak kesulungannya yang istimewa sebagai waris kasih karunia Allah yang harusnya diturunkan kepadanya hilang berpindah tangan gara-gara nafsunya (rasa lapar) akan makanan kacang merah yang dimasak Yakub adiknya.
  • RAJA SAUL – Ia ditolak Tuhan dari kedudukannya sebagai Raja Israel karena melanggar firman Tuhan dengan menyisakan lembu domba yang gemuk-gemuk yang seharusnya dimusnahkan saat Ia beperang dengan Amalek.
  • YUDAS ISKARIOT – Karena tamak akan uang yang selalu berhubungan dengan kebutuhan jasmani, Yudas sampai menjual Tuhan dan gurunya sendiri.
  • ANANIAS dan SAFIRA, Roh Kudus tidak memberi kesempatan kepada mereka karena keduanya langsung tewas di hadapan jemaat, akibat berdusta tentang uang persembahan yang dibawa kepada Tuhan lewas Rasul Petrus. Karena kebutuhan jasmani, iblis membuat mereka kukuh dan berdusta kepada Tuhan.

II. SISI JIWANI
Matius 4:5,6 – “Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bumbungan Bait Allah, Lalu berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan  malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.”

Iblis menempatkan Yesus dibumbungan Bait Allah. Rupanya Iblis dapat mengkondisikan siapa saja untuk mengoyahkan iman orang percaya, demikian juga Yesus dikondisikan Iblis dengan ditempatkan dibumbungan Bait Allah. Apa tujuan Iblis, membawa Yesus naik kemudian disuruh menjatuhkan Diri-Nya ke bawah?  Iblis ingin menggoyahkan sisi jiwa Yesus agar meninggikan diri-Nya, bahwa Ia juga memiliki jaminan dan kuasa seperti yang tertulis dalam firman Tuhan yang dikutip oleh Iblis (Maz. 91 : 11,12).

Tidak sedikit orang percaya yang kehilangan loyalitasnya kepada Tuhan dan gerejanya dengan mencoba membuktikan dirinya bahwa ia mampu. Iblis menggunakan firman Tuhan, untuk mencoba menggoyahkan sisi jiwa Yesus untuk terjerat kepada roh kesombongan, dengan menolak otoritas Bapa-Nya di Sorga. Bagaimana Tuhan mengatasinya ?

Matius 4:7 – “Yesus berkata kepadanya: “Ada pula tertulis: Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu.”
Ini menunjukkan bahwa keseluruhan Alkitab merupakan penuntun dan landasan bagi iman.  Jangan menggunakan dasar firman Tuhan untuk melakukan tindakan yang menyimpang dari tujuan yang sebenarnya. Tindakan pongah/sombong dengan melakukan diluar tujuan yang sebenarnya dari firman itu adalah tindakan mencobai Allah. Dan inilah roh Iblis yaitu kesombongan dan pemberontakan.

III. SISI ROHANI
Matius 4:8-9 – Iblis membawa Yesus ke atas gunung, memperlihatkan semua kerajaan dunia dengan kemegahannya. Kemudian ditawarkan kepada Yesus, dengan satu syarat yaitu menyembah Iblis. Sasaran Iblis menyerang sisi roh adalah menggoyahkan komitmen kita untuk menyembah Tuhan beralih kepada Iblis.

Tawaran yang disodorkan adalah kekayaan duniawi, kedudukan atau jabatan, serta kekuasaan. Tidak sedikit yang terjerat hal ini, bukan hanya goyah imannya tetapi meninggalkan Tuhan dan menjadi hamba Iblis. Bagaimana Tuhan mengatasinya?

Matius 4:10- “Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti.”  Menghadapi hal ini Tuhan tegas dengan mengusir Iblis dari hadapan-Nya. Kalau sudah berbicara tentang penyembahan kita harus tegas menolak untuk menyembah apapun, selain Tuhan Yesus karena hanya Dialah yang patut kita sembah. Mencuri kemuliaan dan hormat bagi Tuhan untuk dirinya sendiri adalah termasuk dosa stadium roh.  Kalimat “Menyembah dan Berbakti” adalah dua hal yang saling berkaitan. Karena hanya orang yang berbakti dengan sungguh-sungguhlah yang dapat menyembah Tuhan dengan tulus. Penyembah-penyembah Tuhan yang sejati, akan terlihat dalam ketaatannya untuk beribadah.

Apa kunci kemenangan kemanusiaan Yesus terhadap semua serangan Iblis yang mau menggoyahkan-Nya? Hidup-Nya senantiasa dipenuhi Roh Kudus.  Hal yang sama juga kita perlukan untuk kita juga menang tidak tergoyahkan menghadapi godaan dan serangan Iblis,  oleh kuasa Roh Kudus. Mintalah Roh Kudus untuk memenuhi kehidupan kita, karena Roh Kudus sudah dijanjikan untuk setiap orang percaya untuk menang dan tak tergoyahkan dalam iman.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s