HARI RAYA PENTAKOSTA – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 20 Mei 2018)

Kisah Para Rasul 2:1-11

PENDAHULUAN
Hanya ada satu kisah yang menuliskan tentang Pentakosta. Berbeda dengan kisah Natal dan Paskah. Kisah tentang Pentakosta hanya tercatat dalam Kisah Para Rasul 2:1-11. Sesungguhnya ada 3 hari raya besar yang harus dirayakan oleh bangsa Israel, antara lain:

  • Hari Raya: Paskah, di Alkitab disebut sebagai hari raya roti tidak beragi.
  • Hari Raya: Pentakosta
  • Hari Raya: Pondok Daun

Perhatikan Tabel!

Dijelaskan dalam tabel bahwa segala tipologi dalam perjanjian lama sudah digenapi dalam perjanjian baru, yaitu sebagai berikut:

Sebagai orang percaya kita perlu mengetahui maksud ketiga hari raya tersebut. Namun khusus saat ini, akan berfokus pada hari raya ke-2, yaitu HARI RAYA PENTAKOSTA.

PENGGENAPAN HARI RAYA PENTAKOSTA, Kisah Para Rasul 2:1-11
Dalam Kisah Para Rasul 2:1-11, menuliskan bahwa orang Yahudi berkumpul merayakan Sukot (Pentakosta) di Bait Allah. Sedangkan murid-murid merayakan Pentakosta di kamar loteng, di kota Yerusalem. Menurut Kisah Para Rasul 2:2, ketika mereka berkumpul, mereka seperti mendengar bunyi  tiupan angin yang besar. Kisah Para Rasul 2:3, mereka melihat seperti lidah-lidah api hinggap di atas kepala mereka. Dan Kisah Para Rasul 2:4, murid-murid penuh Roh Kudus dan berkata-kata dalam bahasa lain (Bahasa Roh).

Timbul beberapa pertanyaan, yaitu mengapa Allah bertindak demikian kepada para murid di loteng Yerusalem? Apakah tujuan Tuhan memenuhi orang percaya dengan Roh Kudus? Apa mereka sekedar  berkata-kata dengan Bahasa Roh (Glosolalia)? Apakah tujuan Pentakosta?

Perlu diketahui bahwa Roh Kudus dicurahkan bukan sekedar untuk berkata-kata dalam Bahasa Roh atau (Glosolalia). Dalam Kisah Para Rasul 1:8, tujuan dipenuhi Roh Kudus adalah untuk menjadi SAKSI-KU (Yesus) di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi. Jadi Yesus karuniakan Roh Kudus bukan cuma untuk berglosolalia semata atau berkata-kata Bahasa Roh. Jika ada yang berpendapat bahwa Bahasa Roh adalah tanda mutlak (terekspresi) dalam orang yang penuh Roh Kudus, itu benar 100%. Tetapi yang menjadi tujuan utama murid-murid dipenuhi Roh Kudus (diberi KUASA) adalah untuk menjadi saksi Kristus .

MENJADI SAKSI KRISTUS
Murid-murid dipanggil, dipilih dan diselamatkan untuk jadi saksi Kristus dalam keluarga, masyarakat dan dimana saja kita berada. Sebagai bukti Kisah Para Rasul 2:6 “Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri.” Orang-orang Yahudi perantauan yang datang dari luar negeri untuk merayakan Pentakosta di Yerusalem berkerumun di sekitar tempat murid-murid berdoa. Kisah Para Rasul 2:9, mereka menjadi bingung dan terheran-heran ketika mereka mendengar murid-murid berdoa dengan bahasa-bahasa mereka yaitu bahasa orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia,  Frigia dan Pamfilia, Mesir, Libia, pendatang-pendatang dari Roma, orang Yahudi, orang Kreta dan orang Arab. Padahal murid-murid adalah orang Galilea yang tidak berpendidikan, apalagi belajar bahasa asing.

Jadi ketika umat Israel yang datang merayakan Hari Pentakosta melihat dan mendengar perkataan para murid, mereka tercengang. Sebab mereka mendengar murid-murid berdoa dan dalam doa murid-murid menceritakan:

PERBUATAN ALLAH YANG BESAR
Perbuatan Allah yang besar yaitu tentang Yesus, yang adalah Allah, rela menjadi manusia; mengorbankan diri-Nya di Salib sehingga setiap orang yang percaya diampuni dosanya dan diselamatkan.

Hasilnya:

  • Dalam waktu singkat, 3.000 jiwa bertobat dan diselamatkan – Kisah Para Rasul 2:41
  • Jemaat hidup sesuai dengan doktrin (ajaran) rasul-rasul (Firman Allah) – Kisah Para Rasul 2:42
  • Jemaat alami mujizat dan tanda ajaib dinyatakan dalam jemaat – Kisah Para Rasul 2:43
  • Jemaat bersatu, tak ada roh perpecahan (blok-blokan) – Kisah Para Rasul 2:44
  • Jemaat saling bantu dan mengasihi menolong yang kurang dan lemah – Kisah Para Rasul 2:45
  • Jemaat disukai masyarakat, dan menjadi daya tarik bagi jiwa baru – Kisah Para Rasul 2:47

 Semua itu terjadi karena kuasa Roh Kudus, dan ketika orang-orang Yahudi mendengar murid-murid berdoa dalam kuasa Roh Kudus, muncul berbagai komentar:
1. Kagum, tetapi tidak mengerti
Kisah Para Rasul 2:12 Mereka semuanya tercengang-cengang dan sangat termangu-mangu sambil berkata seorang kepada yang lain: “Apakah artinya ini?”

 2. Mengolok-olok
Kisah Para Rasul 2:13 “Tetapi orang lain menyindir: “Mereka sedang mabuk oleh anggur manis.”
Ada yang memandang kepenuhan Roh Kudus dengan pandangan sinis dan mengolok-olok.

Melihat kondisi tersebut maka Petrus berdiri dan berkhotbah, Kisah Para Rasul 2:14-40. Petrus menjelaskan tentang apa yang pernah dinubuatkan oleh Daud, bahwa Tuhan akan mendudukkan seorang keturunan Daud yang akan meneruskan tahta Daud sebagai raja. Saat itu Daud menerima visi dari Tuhan bahwa Mesias akan dibangkitkan. Itu nyata dari ucapan Daud bahwa Yesus tidak ditinggalkan didalam dunia orang mati dan tubuh Yesus tidak mengalami kebinasaan melainkan  bangkit dan hidup kembali. Lalu di ayat 32, 33 – Petrus dan semua yang penuh Roh Kudus adalah saksi kebangkitan Yesus dan pada saat Yesus diangkat ke sorga, Yesus menerima Roh Kudus yang dijanjikan itu. Apa maksudnya Yesus menerima Roh Kudus?

Yesus diurapi menjadi Mesias yaitu saat dibaptis, tetapi pada saat Yesus diangkat ke sorga,  Yesus dilantik sebagai Imam, Nabi dan Raja, inilah saat dimana Yesus ditahbiskan. Jadi saat itulah Yesus dilantik di Sorga dan di Bumi. Maka bila iblis menuduh orang percaya, Yesus sebagai imam membela umatnya dari tuduhan iblis.

Apakah Hubungan antara Pelantikan Yesus dan Orang Percaya Penuh Roh Kudus?
Dalam Efesus 5:30, menjelaskan bahwa Kristus adalah kepala dan orang percaya adalah tubuh Kristus. Secara logika firman dalam perjanjian lama mengatakan seorang imam harus diurapi. Jadi minyak seorang imam yang diurapi di atas kepalanya pasti juga akan mengalir ke tubuhnya. Demikian pula minyak yang dituangkan ke kepala Kristus sebagai imam besar akan mengalir sampai kepada tubuh-Nya yaitu Gereja Tuhan. Itulah saat Pentakosta, dimana minyak dituangkan. Mazmur 133:1,2 – Perhimpunan jemaat yang sehati, sejiwa akan mendatangkan berkat.

MENGAPA KITA TURUT DIURAPI?
Roh Kudus adalah KUASA, kalau Yesus sebagai Kepala berkuasa, maka seluruh orang percaya, sebagai bagian Tubuh Kristus turut berkuasa. Kalau kepala memerintah, seluruh tubuh turut memerintah. Layaknya kepala dan anggota tubuh saling berkaitan, jika tidak maka stroke karena tidak ada hubungan. Kita harus bangun hubungan yang intim dengan Yesus sebagai Kepala. Efesus 4:16 “Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.” Dengan mengerti Efesus 4:16, kita akan mengerti makna Mazmur 108:13, jadi apapun yang kita alami dalam dunia ini mampu diatasi karena kuasa itu sudah ada didalam diri kita. Minta Roh Kudus dan jadilah gereja yang dewasa. Tuhan Yesus memberkati.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s