LEMBAH KEKELAMAN DIPAKAI TUHAN MEMBENTUK UMAT-NYA – oleh Pdt. Ronald E. Mussu dari Jakarta (Ibadah Raya 3 – Minggu, 27 Mei 2018)

MAZMUR 23:1-6

Dalam Mazmur 23, merupakan pengakuan Daud terhadap perbuatan Tuhan dalam hidupnya. Ia ingat bagaimana Tuhan membawa dia dari seorang peternak domba hingga menjadi seorang raja. Daud merasakan bahwa Tuhan seperti seorang gembala yang menuntun dan menyertainya dalam segala situasi, dan Daud katakan bahwa ia tidak kekurangan apa yang baik dari Tuhan. Perhatikan Mazmur 23:1-3, bahwa semua berisi berkat-berkat Tuhan atas umatnya.

Betapa menyenangkan menjadi orang percaya, sebab ada berkat Tuhan yang selalu menyertai. Tetapi perhatikan dalam Mazmur 23:4, bahwa dalam pengiringan akan Tuhan juga ada masalah. Daud mengistilahkan dengan “lembah kekelaman”. Lembah kekelaman adalah tempat yang menakutkan dan menyeramkan bagi domba, artinya lembah kekelaman bukan tempat berkat.

Dalam Filipi 4:12, Rasul Paulus juga mengalami lembah kekelaman, ia menuliskan bahwa ia telah belajar tentang kelimpahan, kekurangan dan penderitaan. Tidak semua berjalan mulus, ada kekurangan dan tantangan. Jika demikian, tidak menutup kemungkinan kita pun akan melewati lembah kekelaman. Apakah tujuan lembah kekelaman?

TUJUAN LEMBAH KEKELAMAN
Tujuan lembah kekelaman adalah:
1. Untuk Merendahkan Hati Seseorang
Contohnya, umat Israel. Dalam Ulangan 8:2 menuliskan bahwa Tuhan membawa umat Israel mengitari pada gurun selama 40 tahun. Tujuannya, agar umat pilihan Allah yang tegar tengkuk memiliki kerendahan hati. Mengapa perlu kerendahan hati? Dalam 2 Taw 26:4, seorang raja yaitu Uzia, ia menjadi seorang yang tinggi hati, sampai meninggalkan Tuhan karena sombong. Manusia sangat rentan dengan dosa kesombongan. Dosa kesombongan merupakan dosa yang tidak nampak. Itu sebabnya Tuhan kadang membawa umatNya yaitu orang percaya ke dalam lembah kekelaman, supaya tetap rendah hati.

Contoh lainya adalah Rasul Paulus. Perhatikan dalam 2 Korintus 12. Meskipun Rasul Paulus seorang yang dipercayakan banyak hal, tetapi Tuhan menjaga hatinya dengan membawa dia dalam lembah kekelaman. Rasul Paulus memberi istilah “duri dalam daging”. Rasul Paulus sudah berdoa agar duri tersebut disingkirkan tetapi tidak terjadi. Itu membuat Rasul sadar, bahwa semua pemberian yang ia terima adalah kasih karunia Allah bukan karena kehebatannya. Lembah kekelaman membuat hati kita terjaga yaitu memiliki hidup yang rendah hati.

2. Lembah Kekelaman Menuntun Agar Kembali kepada Ketetapan-ketetapan Tuhan.
Mazmur 119:67, Daud ungkapkan bahwa lembah kekelaman membawa ia kembai ke rel firman Allah. Tuhan tidak pernah merancangkan hal buruk bagi manusia dengan tujuan agar manusia hidup dalam ketetapanNya. Tetapi Tuhan memakai setiap hal buruk dalam hidup untuk membawa kita kembali ke jalur firman Tuhan.

KESIMPULAN
Allah senang memberkati umat-Nya, tetapi juga membentuk umat-Nya dalam lembah kekelaman supaya hidup dalam kerendahan hati dan hidup dalam ketetapan-ketetapan-Nya. Kita butuh Tuhan dalam hidup ini. Mazmur 23:5,6 – lembah kekelaman bukanlah tempat yang menakutkan bagi orang yang hidup dalam penyertaan Tuhan. Raja Daud sadar akan keberadaan Tuhan, membuat ia berani melewati lembah kekelaman. Segala perkara dapat ditanggung dalam Yesus. Hanya Yesus yang sanggup menolong. Yesaya 41:10 – ada Tuhan yang menyertai. Ketakutan dan kebimbangan tidak berkuasa atas seseorang yang hidup dalam penyertaan Tuhan. Jika saat ini kita berada dalam lembah kekelaman, jangan takut dan bimbang. Tuhan ingin memproses kita sehingga kita manjadi rendah hati dan hidup dalam firman Allah.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s