PRINSIP HIDUP YANG BERKEMENANGAN (SERI 5) – PENGIKUT KRISTUS YANG GIAT (Ibadah Raya 2 – Minggu, 17 Juni 2018 oleh Pdt. Gideon Santoso)

I KORINTUS 15:58
“ Karena itu saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan ! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan, jerih payahmu tidak sia-sia.”

Pendahuluan
Ayat ini dimulai dengan kalimat “ Karena itu…” artinya ayat ini menjadi kesimpulan dari apa yang dibicarakan dalam ayat-ayat sebelumnya, yaitu ayat 1-57.  Paulus sedang berbicara tentang apa yang dapat binasa dan apa yang tidak dapat binasa.  Paulus juga berbicara tantang apa yang akan terjadi kedepan kepada kehidupan setiap pengikut Kristus, yaitu tentang kebangkitan tubuh dan kemuliaannya.  Apa yang kita kerjakan saat ini, itu akan berpengaruh pada kehidupan yang dijanjikan Allah.  Untuk mendapat apa yang Tuhan janjikan, yaitu kemuliaan dalam kebangkitan tubuh kita, maka kita harus mengerjakan hidup yang berkemenangan. Untuk itulah Rasul Paulus menghimbau segeralah kerjakan dengan giat apa yang harus kita kerjakan didalam Tuhan, sebab waktunya sudah semakin singkat.

Keselamatan diberikan gratis oleh penebusan Yesus, tetapi untuk mempertahankan keselamatan dan juga pahala, itu tidak gratis tetapi diperlukan perjuangan.  Ada pepatah mengatakan lebih mudah seseorang untuk menerima keselamatan di dalam Yesus, dari pada mempertahankan keselamatannya itu.

7 PRINSIP HIDUP BERKEMENANGAN
“Karena itu saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan ! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan, jerih payahmu tidak sia-sia”  (1 Korintus 15:58 ).

Dari ayat di atas khususnya yang digaris bawahi, kita dapat mengetahui 7 prinsip tersebut, yaitu :
1. Kasih (dua kali dibahas )
2. Berdiri teguh
3. Jangan goyah
4. Giatlah selalu
5. Dalam pekerjaan Tuhan
6. Dalam persekutuan dengan Tuhan
7. Jerih payahmu tidak sia-sia.

GIATLAH SELALU
Ini merupakan prinsip yang ke-4 dalam urutan 7 prinsip hidup berkemenangan. Semua orang dapat memiliki rasa antusias atau giat dalam melakukan sesuatu, tapi jarang ada yang tetap pada posisi yang selalu giat.

Filipi 2:12 “Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat, karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir .”

Keselamatan yang kita peroleh dengan cuma-cuma dari Tuhan bukan otomatis mengunci hidup kita menjadi “Sekali selamat tetap selamat.”  Keselamatan itu harus dijaga dan dipertahankan dengan penuh tanggung jawab. Mengapa ? Lukas 22:31,32 “Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum, tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu.”

Keselamatan harus dikerjakan dengan giat, bukan hanya dipelihara dan dipertahankan saja tetapi juga dikerjakan dengan giat untuk menghasilkan buah bagi kemuliaan Tuhan melalui pelayanan. Sebab Iblis akan mencoba dengan berbagai cara untuk menggugurkan iman kita sehingga kehilangan keselamatan itu.

GIAT, didalamnya mengandung arti : rajin, terus-menerus,  semangat/antusias, bertanggung jawab.  Apa yang membuat antusias orang percaya menjadi pudar dan tidak lagi menjadi giat ? Roma 12:11, “Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.” Yang membuat kendor/redup semangat kita sehingga tidak lagi giat adalah padamnya nyala roh antusias kita.

Beberapa hal yang membuat padam api semangat/antusias :
1.
Kecewa
Yoh 6:66 – Banyak murid-murid Tuhan diluar 12 murid yang mengundurkan diri karena kecewa. Mereka kecewa karena Yesus menegur mereka yang hanya mementingkan makanan jasmani tanpa berpikir tentang makanan rohani yang dapat membawa kepada kehidupan kekal.

Yoh. 21 : 2,3 – Petrus dan murid-murid lainnya mengalami kekecewaan dan kembali kepada kehidupan lamanya sebagai penjala ikan. Mereka hilang semangat karena Yesus yang mereka harapkan ternyata mati disalib, tetapi mereka lupa bahwa Yesus mati untuk bangkit kembali. Kekecewaan dapat melanda siapa saja, kecewa terhadap pasangan, teman, gereja bahkan kecewa kepada pendetanya dan banyak kekecewaan lainnya.

2. Konflik
Konflik bisa terjadi karena benturan pendapat yang berbeda yang menimbulkan perbantahan. Jika tidak disikapi dengan kedewasaan rohani, iblis akan mengambil keuntungan untuk memecah belah dan memadamkan semangat pelayanan.

Filipi 2:14 “Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantah.” Persungutan dan perbantahan sering terjadi karena ketidakpuasan, tidak puas dengan kebijakan, tidak puas dengan pembagian tugas dan banyak hal tentang ketidakpuasan. Untuk dapat menggenapi nasehat Paulus  untuk tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantah, maka  setiap anak Tuhan harus memiliki roh penundukkan diri terhadap otaritas di atasnya. Yesus sebagai Allah tunduk pada otoritas orang tuanya ketika Ia menjadi manusia, demikian juga dalam pelayanan Yesus selalu tunduk pada otorita Bapa-Nya meski dalam ke Allahan kedudukan-Nya setara dengan Allah.  Seseorang yang sulit untuk tunduk pada otoritas yang memimpinnya akan mudah tersulut konflik dan roh pemecah belah sehingga memadamkan kemurnian semangat pelayanannya.

3. Penderitaan / Tekanan
Yohanes pembaptis sempat pudar semangatnya pionirnya ketika alami tekanan dan penderitaan di penjara. Ia meragukan ke-Mesias-an Yesus sehingga mengutus muridnya untuk mempertanyakanNya, apakah benar Dia Mesias yang selama ini dinantikan, atau masih menuggu yang lain  (Lukas. 7:18-20).

Petrus murid Tuhan yang paling berani, rontok keberaniannya dan semangatnya ketika menghadapi tekanan. Ia menyangkal Tuhan sampai tiga kali.  Petrus tidak mampu hadapi penderitaan dan aniaya seperti  yang dialami Yesus, Matius 26:69-75.

4. Intimidasi dan Ancaman
Elia Nabi besar ternama, yang mampu menurunkan hujan dan api dari langit, seketika lenyap keberanian dan kepercayaannya ketika menghadapi intimidasi dan ancaman dari wanita Izebel (I Raja 19). Ternyata tidak ada orang yang kebal goncangan mulai dari jemaat awam sampai selevel nabi besar seperti Elia. Intimidasi dan ancaman dapat menghancurkan semangat dan rasa percaya diri dalam pelayanan.

5. Direndahkan / Diremehkan
1 Timotius 4:12 “Janganlah seorangpun  menganggap engkau rendah  karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.

Pada dasarnya tidak ada seorangpun yang mau diremehkan atau direndahkan meskipun ia seorang yang miskin, tetapi merendahkan dan meremehkan merupakan sejata yang efektif Iblis untuk meluluhlantakan semangat orang percaya dalam mengiring Tuhan.

Dari ayat di atas, Rasul Paulus menunjukkan kepada kita beberapa hal orang dapat dihormati atau sebaliknya dapat diremehkan. Orang dapat jadi teladan, dihormati atau malah sebaliknya dapat diremehkan dari perkataannya (ucapannya), kelakuannya atau tingkah lakunya, dalam kasihnya baik kepada Tuhan dan sesama, dalam kesetiaannya dan terakhir dalam kesuciannya, baik secara moral , maupun integritasnya jujur dan dapat dipercaya.  Apapun akibat yang membuat semangat pengiringan dan pelayanan kepada Tuhan menjadi pudar harus segera diatasi. Jika hal ini dibiarkan sampai berlarut, akan berakibat lebih fatal lagi.

 Wahyu 3:16 “Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.”

Kondisi yang lebih parah dari semangat yang pudar dan tidak lagi giat bagi Tuhan, adalah suam-suam kuku, tidak panas, tidak dingin dan dimuntahkan Tuhan. Dimuntahkan artinya dikeluarkan dari bagian tubuh Kristus, tidak lagi menjadi bagian dari tubuh Kristus.

NYALAKAN KEMBALI  APIMU
Bagaimana kita dapat mengalami pemulihan untuk kembali giat mengerjakan keselamatan kita di dalam Tuhan?  Kita dapat melihat kembali apa yang dikatakan Yesus kepada Simon Petrus.

Lukas 22:31,32 “Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum, tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu.”

a. Insaf
Artinya menyadari bahwa selama kita diam dalam tubuh jasmani ini dan selama kita masih hidup dalam dunia ini, kita selalu menghadapi banyak tantangan, perbedaan selalu ada, benturan akan selalu ada, namun semua itu merupakan proses pendewasaan rohari kita, melatih kita untuk tetap berpegang kepada aturan dan kebenaran Tuhan, ibarat besi menajamkan besi. Tidak ada yang sempurna dalam kehidupan manusia semua punya kelebihan tetapi semua juga ada kekurangannya.

b. Berdoa
Minta hikmat dan kebijaksanaan Tuhan dalam menyikapi semua yang kita hadapi.

c. Kuatkanlah
Sebelum menguatkan orang lain yakinlah bahwa kita terlebih dulu sudah menang dan kuat menghadapi masalah apapun kita tetap kuat, giat dalam Tuhan. Kuatkanlah saudara-saudara yang lain untuk tetap tegar dan giat di dalam Tuhan.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s