MAHKOTA SEBAGAI UPAH – oleh Pdt. JS. Minandar (Ibadah Raya 2 – Minggu, 24 Juni 2018)

Wahyu 3:11
“Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorangpun mengambil mahkotamu.”

PENDAHULUAN
Iman kepada Yesus menjadi jaminan bagi orang percaya untuk diselamatkan (masuk sorga) dan kita akan menerima upah atau pahala yang wujudnya adalah mahkota yang diberikan oleh Tuhan Yesus. Keselamatan tidaklah bergantung pada status sosial atau keburukan atau kejelekan kita di masa lalu. Keselamatan yang kita terima adalah tanpa syarat, karena keselamatan adalah pemberian dan kita hanya dapat menerimanya lewat iman kita kepada Yesus. Sebaliknya bagi yang menolak atau tidak percaya kepada Yesus akan binasa (masuk neraka). Dengan lain kata Keselamatan adalah karya (hasil kerja) Allah bukan karena usaha (hasil kerja) kita sebagai manusia. Ini merupakan ajaran yang sangat fundamental. Karena Yesus mengasihi kita maka Ia mengorbankan nyawa-Nya bagi kita. Dia menggantikan posisi kita, mati menanggung dosa kita agar kita tidak binasa melainkan beroleh hidup kekal (Yohanes 3:16; Efesus 2:8,9).

Ada seorang yang bertanya kepada saya, jika karena kasih-Nya, Yesus telah rela berkorban untuk menyelamatkan kita, apakah kita kemudian boleh dengan bebas berbuat dosa lagi? Karena pengampunan Yesus tersedia bagi kita? Ada ajaran yang mengajarkan demikian, sehingga dengan tegas saya jawab, tidak boleh! Seorang yang telah diselamatkan Yesus adalah orang yang percaya dan mengalami lahir baru, dimana hidup yang lama yang penuh dosa telah berlalu dan hidup yang baru telah datang (2 Korintus 5:17).

Bukti seorang yang telah lahir baru adalah ia membenci dosa, dan mengasihi kebenaran / kesucian.
“Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.”
Keselamatan yang Yesus kerjakan seharusnya membuat kita mengabdikan diri sepenuhnya kepada kebenaran.

UPAH – PAHALA (KEMULIAAN)
Kalau keselamatan kita terima secara cuma-cuma dengan iman, apakah upah atau pahala juga kita terima secara cuma-cuma? Tentu saja tidak sebab untuk mendapat upah atau mahkota kemuliaan, kita harus kerja (melayani), itu sebabnya saudara dihimbau agar tidak jadi jemaat penonton, melainkan melibatkan diri dalam pelayanan.

Agama yang diciptakan manusia memiliki konsep keselamatan yang berbanding terbalik dengan yang diajarkan firman Allah. Mereka mengajarkan bahwa perbuatan baiklah yang menghasilkan keselamatan. Konsep yang benar adalah sesuai dengan yang diajarkan firman Allah yaitu satu-satunya cara untuk selamat adalah dengan menerima pemberian Allah yaitu Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat.

Di sorga nanti orang yang melayani Yesus selama hidupnya akan menerima upah yaitu mahkota, tentu saja jumlah mahkota yang diterima bisa berbeda satu dengan yang lain. Namun ada juga orang yang masuk sorga namun tidak menerima mahkota sebab selama hidupnya tidak melayani Tuhan, seperti yang dialami penjahat yang disalib bersama Yesus.

PEGANGLAH YANG ADA PADAMU
Dalam Wahyu 3:11 “Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorangpun mengambil mahkotamu.”
Apa yang harus dipegang? Yang dimaksud Yesus adalah keselamatan. Modal yang kita perlukan adalah iman kepada Yesus.

“Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorang pun mengambil mahkotamu…!
Artinya, kita harus sungguh-sungguh pegang/pertahankan keselamatan yang telah kita terima. Kalau kita kehilangan iman, yaitu iman yang menjamin kita masuk sorga, maka kita bukan hanya kehilangan upah/ pahala yaitu mahkota, tetapi kita akan kehilangan yang paling utama yaitu keselamatan kekal. Kita tahu orang yang tidak diselamatkan, tempatnya bukan di sorga melainkan di neraka.

ALLAH TIDAK MEMBEDAKAN PELAYANAN
Kita yang percaya dan diselamatkan punya peluang untuk mendapat mahkota dari Tuhan, asal kita bersedia melayani Tuhan, dan Tuhan tidak membeda-bedakan orang yang mau melayani.

Beberapa Contoh :
Matius 10:42
“Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya.”

1 Korintus 3:8,9
“Baik yang menanam maupun yang menyiram adalah sama; dan masing-masing akan menerima upahnya sesuai dengan pekerjaannya sendiri. Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah.”

Paulus umpamakan jemaat, tempat kita melayani dalam dua gambaran, antara lain:

  • Ladang Allah
  • Bangunan Allah.

Orang yang melayani Tuhan digambarkan seperti seorang petani yang menabur dan menyiram benih yang ditanam. Banyak jemaat mengira bahwa pelayanan menabur dan menyiram benih firman Tuhan itu hanya tugas hanya hamba-hamba Tuhan! Namun sesungguhnya Firman Tuhan yang kita telah terima, kita bisa tabur kepada orang lain. Ketika kita berbicara tentang nilai-nilai firman Allah kepada orang lain, saat itu kita juga telah menabur. Ada upah yaitu mahkota yang Allah sediakan bagi yang sudah bekerja.

 MENYIRAM BENIH
Orang yang melayani Tuhan juga digambarkan sebagai orang yang menyiram, yaitu menyiram benih yang sudah ditaburkan. Benih itu sudah ditaburkan oleh gembala atau hamba Tuhan di gereja namun benih itu harus disiram. Benih yang disiram akan segar, tumbuh besar, kuat dan berbuah. Sebagai keluarga Allah, apakah yang kita perbuat bagi saudara-saudara seiman? Kita harus memperhatikan tentang ucapan kita. Lewat apa yang kita ucapkan sebenarnya kita sedang menyiram benih iman dalam diri orang lain. Karena itu perhatikan apakah kita mengeluarkan ucapan yang menyegarkan atau racun mematikan? Apakah ucapan kita membuat rekan kita bertumbuh imannya atau justru mematikan imannya? Apakah kita sudah menaruh perhatian kepada saudara seiman kita yang lemah dan memberi kekuatan atau sebaliknya? Ini bukan tanggung jawab hamba Tuhan semata melainkan semua anak Tuhan sebagai saudara seiman. Apa yang kita ucapkan haruslah seperti seorang yang sedang membangun bukan meruntuhkan. Paulus bergembira atas kedatangan Stefanus, Fortunatus dan Akhaikus yang memiliki ucapan yang memberi kesegaran bagi dirinya dan juga jemaat. (1 Kor. 16:17)

MENGHADAP TAHTA  PENGADILAN KRISTUS
Kita harus melayani karena kita semua akan menghadap tahta pengadilan Kristus. Inilah pendorong mengapa orang percaya melayani selama hidup di dunia ini.

2 Korintus 5:10 “Sebab kita semua harus menghadap tahta pengadilan Kristus, supaya setiap orang yang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.”

Ada orang yang mengajarkan bahwa pada saat Yesus datang kedua kali, semua orang termasuk yang percaya Yesus, harus menghadap tahta pengadilan Kristus untuk diadili dan dilihat perbuatannya baik atau jahat lalu Tuhan akan tentukan sorga atau neraka! Ini adalah ajaran Sesat! Bagi kita yang sudah terima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat tidak akan dihakimi lagi. Arti yang benar adalah saat Yesus datang kedua kali adalah :

  • Orang percaya yang sudah mati akan dibangkitkan dan yang hidup akan diubahkan lalu kita akan diangkat, menyongsong Tuhan di angkasa.
  • Di angkasa, kita akan menghadap tahta pengadilan Kristus, bukan untuk diadili, masuk sorga atau Tetapi…
  • Di hadapan tahta-Nya, Allah akan menentukan berapa besar pahala (berapa mahkota) yang akan kita terima. Dan…
  • Kita akan terima pahala (mahkota) atau tidak, hal itu ditentukan ber-asarkan pelayanan yang sudah kita lakukan, apakah pelayanan kita lakukan BAIK atau JAHAT.
  • Perbuatan pelayanan kita Baik atau Jahat disini, bukan masalah melakukan perbuatan kebaikan atau perbuatan kejahatan. Tetapi masalah MOTIVASI (tujuan atau maksud) kita dalam melayani atau melakukan sesuatu bagi Tuhan.

1 Korintus 3:10-15, motivasi seseorang melayani seperti bahan yang pakai dalam membangun sebuah bangunan:

  • Apakah pelayanan kita, kita buat dari bahan emas, perak dan batu permata -> dengan KASIH.
  • Atau apakah pelayanan kita, kita buat dari bahan kayu, rumput kering dan jerami -> tanpa KASIH.

MAHKOTA YANG AKAN KITA TERIMA

  1. Mahkota Kehidupan, Yakobus 1:12.
  2. Mahkota Yang Tak Dapat Binasa (Abadi), 1 Korintus 9:24-27.
  3. Mahkota Sukacita yaitu Kemegahan, 1 Tesalonika 2:19-20; Filipi 4:1.
  4. Mahkota Kebenaran, 2 Timo 4:5-8.
  5. Mahkota Kemuliaan, 2 Petrus 5:2-4.
  6. Mahkota Pemenang, Wahyu 3:11.
  7. Mahkota Kesetiaan, Wahyu 2:10b; 6:9.

Wahyu 4:9-11, tahta Yesus berada di tengah. Dan akan ada 12 tua-tua. Selain keselamatan, maka mahkota akan menentukan posisi (kita di ring berapa) kita duduk di hadapan tahta Yesus. Dalam memuji, menyembah Allah, kita akan melepas mahkota kita dan menaruh mahkota kita di hadapan Allah sebagai penghormatan bagi Tuhan Yesus Kristus.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s