JEMAAT LAODIKIA – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 1 Juli 2018)

WAHYU 3:14,15

PENDAHULUAN
Laodikia adalah kota yang terkenal di zamannya. Ada tiga ciri khas dari kota Laodikia yang membuat kota ini terkenal, yaitu:
1. Pusat Perbankan
2. Produksi Kain Wol Laodikia indah, lembut dan hitam keunguan.
3. Sekolah Kedokteran (Zeuxis dan Aleksander Filalethes).

Mentalitas Masyarakat Laodikia
Mental dan watak orang Laodikia sombong, karena secara umum orang Laodikia kaya, sebab secara umum pendapatan mereka besar. Pada tahun 61M, 31 tahun sesudah kematian Yesus, kota Laodikia diguncang oleh gempa yang hebat sehingga hancur. Namun penguasa kota menolak semua bantuan karena mereka merasa diri kaya dan mampu membangun kota Laodikia kembali. Prinsip hidup orang Laodikia, pantang ngemis (minta mengemis bantuan) kepada siapapun.  Selain itu orang-orang Laodikia juga sangat bangga dengan kecantikan dan ketampanan mereka sehingga mereka punya obsesi yang sama yaitu ingin dikagumi semua orang. Dan hal tersebut mempengaruhi kehidupan Jemaat. Jemaat yang seharusnya jadi teladan yang baik bagi mereka yang belum kenal Yesus, namun yang terjadi sebaliknya.  Masyarakat Laodikia (orang yang tidak mengenal Yesus) yang mempengaruhi jemaat.

BERDAMPAK KEPADA JEMAAT
Kemakmuran, kesejahteraan dan kemapanan hidup, membuat rohani jemaat Laodikia merosot.  Karena jemaat Laodikia lebih mengutamakan jasmani daripada rohani sehingga sikap mereka keji di mata Tuhan. Amsal 11:1b  “Neraca serong adalah kekejian bagi Tuhan…”. Jemaat lebih utamakan hal duniawi ketimbang yang rohani sehingga neraca mereka menjadi serong. Jemaat Laodikia bukan model “Pengikut Yesus Yang Sejati”. Pengikut Yesus Yang Sejati rela mengorbankan atau kehilangan materi bahkan mengorbankan nyawa untuk mendapat yang kekal. Jangan sampai keselamatan dan kebenaran itu hilang berlalu karena fokus kepada hal duniawi. Dalam alkitab ada daftar Pahlawan Iman. Ibrani 11:4-32, dimulai dari Habel sampai Samuel. Ibrani 11:36-40, tidak sedikit tokoh iman yang menyerahkan nyawa demi yang kekal. Secara fisik mereka tidak dapat hal materi karena Allah  menyediakan sesuatu yang lebih baik. Pada akhirnya Tuhan Yesus tegur, karena jemaat lebih peduli dengan materi.

Dalam Wahyu 3:15, ada 3 hal yang Tuhan Yesus sampaikan, yaitu (3 hal yang kita bahas tentang jemaat di Laodekia):
1. Aku Tahu Segala Pekerjaanmu
Yesus tahu kesungguhan kita dalam membangun rohani kita. Yesus melihat apakah kita mengutamakan nilai-nilai rohani dibandingkan nilai jasmani dalam hidup kita.

2. Engkau tidak dingin dan tidak panas
Kondisi jemaat di Laodikia, sama persis dengan kondisi alam, situasi dan lingkungan kota Laodikia, berkaitan dengan keadaan air di Laodikia. Perlu Saudara ketahui, kota Laodikia tidak memiliki sumber air. Untuk kebutuhan air, penduduk Laodikia bergantung kepada kota Hierapolis, di utara dan kota Kolose, di selatan.

  • Air dari Hierapolis mengalirkan air panas
  • Air dari Kolose mengalirkan air dingin

Ketika kedua sumber air ini bertemu atau bercampur di kota Laodekia. Air panas bercampur dengan air dingin. Air berubah menjadi: “suam-suam kuku.

Gambar:

Perhatikan gambar sebelah kiri, yaitu peta dari Laodikia dan sebelah kanan adalah gambar saluran air yang menggunakan batu. Betapa banyak biaya yang dikeluarkan karena pembuatan saluran air ini bukan hanya satu saluran.

Kondisi Rohani Jemaat Laodikia
Bukan hanya mental dan gaya hidup penduduk yang berpengaruh kepada jemaat. Tetapi keadaan alam Laodikia berpengaruh kepada rohani jemaat di Laodikia, yang suam-suam kuku.

Makna Rohani:
Air dari utara (dari atas) artinya: kekayaan, nilai-nilai rohani dari Allah (firman Allah/Roh Kudus).  Sedangkan air dari selatan (dari bawah) artinya, Kekayaan-nilai-nilai jasmani, materi atau duniawi.

Contoh: Yohanes 4:13,14 – Air dari atas (utara) adalah air yang Yesus janjikan, membawa keselamatan (kekal). Sedangkan air dari sumur (bawah) adalah hal-hal jasmani duniawi, (sementara). Arti Rohani, Memenuhi kebutuhan air dari bawah (sandang, pangan, papan). Tidak salah! Tetapi, demi air dari bawah (kebutuhan jasmani dan hal duniawi) perempuan Samaria korbankan Air Dari Atas (iman, kebenaran dan moral). Tetapi ketika Yesus memperkenalkan diri-Nya sebagai Air Dari Atas, perempuan Samaria terima Yesus. Sebagai wujud pertobatannya, perempuan Samaria meninggalkan buyung (air dari bawah). Dan Yesus memakai perempuan Samaria menjadi Seorang Penginjil.

Berbeda dengan Ananias dan Safira, Kisah 5:1-11. Mereka adalah anak Tuhan di Yerusalem yang setia dan mengasihi Tuhan, Kisah 2-4. Hati mereka seperti air mendidih, sehingga seluruh jemaat berlomba-lomba untuk melayani Tuhan, Kisah 2:44-47. Semangat melayani dalam diri Yusuf, menular kepada Ananias dan Safira, sehingga mereka mendeklarasikan kerinduannya untuk berkorban (melayani Tuhan), Kisah 5:1-11. Setelah tanah hati mereka berubah menjadi uang, air dari atas (kasih Allah) yang tulus dan jujur serta semangat berkorban dalam diri Ananias dan Safira dirusakkan oleh air dari bawah yaitu keinginan akan uang dan hal duniawi. Akhirnya, Ananias dan Safira bukan hanya mencampur-adukkan ‘Air Dari Atas dan air dari bawah’. Mereka membuang air dari atas: kasih ilahi; kejujuran; kebenaran dan ketulusan lalu   menukarnya dengan air dari bawah: kebohongan; kepalsuan dan kejahatan.

3. Aku Akan Memuntahkan Engkau Dari Mulut-Ku
Melayani Yesus haruslah dengan kasih yang sungguh-sungguh; tulus; murni; jujur dan dengan motivasi yang benar. Kita merespon ucapan Yesus di salib, Yohanes 19:28c, ketika Yesus berkata: “Aku haus!”

Sebaliknya, yang dilakukan Ananias dan Safira adalah seperti memberi anggur asam yang memuakkan Yesus sehingga Yesus muntahkannya! Orang yang dimuntahkan, keadaannya seperti Ananias dan Safira – tidak ada harapan. Karena itu, hiduplah dalam Tuhan. Jangan suam-suam kuku tetapi tetap teguh dalam kebenaran firman Tuhan.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s