PRINSIP HIDUP YANG BERKEMENANGAN (SERI 6) – GIAT DALAM PEKERJAAN TUHAN – oleh Pdt. Gideon S. (Ibadah Raya 3-Minggu, 8 Juli 2018)

1 KORINTUS 15 : 58
“Karena itu saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan, jerih payahmu tidak sia-sia.”

Dari ayat di atas kita dapat melihat ada 7 Prinsip hidup berkemenangan, yaitu:
1. Kasih (dua kali dibahas )
2. Berdiri teguh.
3. Jangan goyah.
4. Giatlah selalu.
5. Dalam pekerjaan Tuhan.
6.
Dalam persekutuan dengan Tuhan.
7. Jerih payahmu tidak sia-sia.

DALAM PEKERJAAN TUHAN
Inilah yang menjadi pokok bahasan yang kelima dalam seri keenam  7 Prinsip hidup berkemenangan.  Untuk menjadi orang Kristen yang berkemenangan, kita tidak boleh puas dengan cukup diselamatkan, selama kita masih hidup di dunia ini kita harus mengerjakan keselamatan kita dengan giat dalam pelayanan. Pelayanan yang mendatangkan pahala atau mahkota kemuliaan bagi kita, adalah pelayanan dalam pekerjaan Tuhan. Pelayanan sehebat apapun di luar koridor pekerjaan Tuhan akan sia-sia. Setiap orang percaya harus memiliki pengertian yang benar dalam hal ini.

Ada banyak orang berpendapat bahwa untuk melayani dan berbuat baik kepada orang lain tidak perlu menjadi orang Kristen.  Hal ini benar tidak salah, bahkan banyak orang yang di luar Tuhan lebih giat dan lebih baik dari orang Kristen. Tetapi mengapa harus giatnya dalam pekerjaan Tuhan, bukankah giat diluar Tuhan juga bermanfaat dan ada berkatnya? Pekerjaan, pelayanan, kebajikan/perbuatan baik di luar Tuhan, tidak akan  mendapatkan pahala apapun.  Untuk lebih jelasnya kita lihat bagaimana tingkatan perjalanan dari iman.

2 Petrus 1:5 “Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan.”

 Dari ayat ini kita melihat bahwa iman kepada Yesus adalah dasar dari perbuatan kebajikan atau perbuatan baik, yang selanjutnya terus ditambahkan kepada pengetahuan sampai pada puncaknya kepada kasih yang sempurna sama seperti kasih Yesus (2 Petrus 1:5). Inilah proses perjalanan pengiringan kita kepada Kristus. Segala sesuatunya dapat berpengaruh kedalam kehidupan kekal jika didasari iman kepada Yesus, di luar iman kepada Yesus sia-sia.

Contoh:  KORNELIUS, Kisah 10:1,2
“Di Kaisarea ada seorang yang bernama Kornelius, seorang perwira pasukan yang disebut pasukan Italia. Ia saleh, ia serta seisi rumahnya takut akan Allah dan ia memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Allah.”

Dari ayat tersebut kita dapat melihat daftar kebaikan yang luar biasa dari Kornelius yang jarang ditemukan dalam kehidupan orang kristen sekalipun.
1. Ia saleh.
2. Seisi rumahnya takut akan Allah.
3. Memberi banyak sedekah.
4. Senantiasa berdoa kepada Allah.

Namun semua hal yang baik dan positif yang dimiliki Kornelius yang juga rendah hati ini, hanya di sebut sebagai “orang yang mengamalkan kebenaran.” Perhatikan Kisah 10:35 : “Setiap orang dari bangsa manapun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya.” Karena Kornelius melakukan semuanya itu diluar pengenalan akan Yesus, tetapi Tuhan sangat berkenan kepada orang yang mengamalkan kebenaran, meski ia belum mengenal Yesus.

Contoh lain, Markus 12:28-34, tentang penilaian Yesus terhadap seorang ahli Taurat.  Dijelaskan dalam ayat ini, ada seorang ahli Taurat yang menanyakan hukum yang terutama kepada Yesus. Dan Yesus menjawab tentang hukum terutama itu, pertama kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini. Lalu kata ahli Taurat  itu kepada Yesus, Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu bahwa Dia esa dan tidak ada yang lain kecuali Dia. Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban sembelihan (Ay. 30-33).  Mendengar jawaban ahli Taurat itu apa tanggapan Yesus ?

Markus 12:34a – “Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadaNya : “ Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah…”

Jika Kornelius disebut sebagai orang yang mengamalkan kebenaran, Ahli Taurat itu disebut bijaksana karena mengerti hukum kebenaran.  Statusnya cuma “Tidak jauh dari Kerajaan Allah” tetapi tidak untuk masuk ke dalamnya. Apa artinya? Artinya adalah semua kebajikan, kesalehan dan doa Kornelius, dan juga pengetahuan tentang kebenaran dari ahli Taurat, tidak berfaedah bagi mereka dalam kekekalan, karena  di luar iman kepada Yesus. Bagaimana hal ini bisa terjadi?  Mari kita lihat kembali dasar kehidupan yang memiliki nilai kekekalan.

2 Petrus 1:5
“Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan,dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan.”

 Yang menjadi dasar yang kuat adalah iman yang benar di dalam Yesus untuk melakukan kebajikan, pengetahuan dan sampai kepada kasih yang sempurna (2 Petrus 1:6). Jadi dapat disimpulkan bahwa: Semua kebajikan, kesalehan, penguasaan diri dan ketekunan Kornelius di luar iman kepada Yesus adalah sia-sia, tidak membawa dampak apapun dalam keselamatan dan kekekalan, demikian juga dengan pengetahuan tentang kebenaran yang dimiliki ahli Tauratpun menjadi sia-sia. Itulah sebabnya khususnya bagi Kornelius, Tuhan mengutus Petrus untuk menginjili Kornelius  sekeluarga untuk mengerti dan percaya Yesus sebagai Tuhan yang harus mereka percayai dan imani, setelah itu barulah giatnya Kornelius selanjutnya didalam pekerjaan Tuhan memiliki nilai kekekalan dan pahala.   Giat di dalam pekerjaan Tuhan artinya giat dalam pekerjaan yang dilandasi iman yang tertuju kepada Yesus, karena jerih lelah dalam pekerjaan yang baik diluar iman dan kepercayaan kepada Yesus akan sia-sia. Yohanes 14:6- Menjelaskan bahwa tidak ada seorangpun sampai kepada Bapa tanpa melalui Yesus .

Jika tidak berdampak pada keselamatan atau kekekalan bagi yang diluar iman kepada Yesus bagaimana dengan di bumi apakah sia-sia juga?  Jawabnya tidak . Mereka yang melakukan pekerjaan baik di luar iman kepada Yesus, berlaku hukum tabur tuai, Galatia 6:7. Apa yang mereka tabur juga akan mereka tuai.  Hukum tabur tuai berlaku di bumi, kebaikan yang mereka tabur akan mereka nikmati juga di bumi, makanya mereka juga diberkati, tetapi setelah kematian mereka tetap binasa, jangankan dapat pahala, selamat saja tidak karena diluar iman kepada Yesus. Tetapi bagi orang yang ada di dalam Kristus, mereka menerima balasan di bumi dan pahala atau mahkota kekekalan di sorga. Mengetahui kebenaran ini, seharusnya setiap orang percaya di dalam Yesus harus lebih giat melayani pekerjaan Tuhan.  Sekecil atau sesederhana apapun yang dapat kita kerjakan di dalam Tuhan ada pahala/upahnya di bumi dan di sorga. Matius 10 : 42- meski hanya secangkir air sejuk saja jika hal itu diberikan karena pekerjaan Tuhan, maka Tuhan memperhitungkan upahnya.

Mari saudaraku sekalian, janganlah jadi orang percaya yang nganggur, layanilah Tuhan menurut kapasitas yang dapat saudara kerjakan bagi Tuhan, jangan sia-siakan waktu yang ada untuk meraih pahala sorgawi yang Tuhan sudah sediakan.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s