MAHANAIM ANNIVERSARY 29 TAHUN – Oleh: Rev. Dr. Steven Sos (Ibadah Raya – Minggu, 29 Juli 2018)

Yesaya 43:18,19

Dalam Yesaya 43:18-19, berisi suatu nubuatan yang berkuasa dan begitu kuat serta ada hal yang penting yang disampaikan didalamnya, bahwa ada kerinduan Allah yang akan disampaikan pada umatNya yaitu Allah memberikan rancangan yang terbaik. Kesetiaan Tuhan dinyatakan dalam perayaan ulang tahun Mahanaim. Setiap jemaat adalah suatu kesaksian, kesaksian bahwa Allah bekerja di Mahanaim dan setiap jemaat memiliki kesempatan untuk dipakai oleh Tuhan serta memberitakan kesaksian tentang bagaimana Allah memberkati setiap umat.

Soal perayaan ulang tahun, sesungguhnya itu adalah sebuah titik dimana seseorang mengakhiri suatu masa dan memulai suatu masa baru, artinya menggenapi tugas di tahun yang sebelumnya dan memulai tugas yang baru. Dalam perayaan ulang tahun, kita seperti seorang angkutan yang menghitung apa yang sudah dilakukan dan apa yang akan kita lakukan ke depan. Allah mengasihi Mahanaim dan mengasihi jemaat Mahanaim sebab Dia adalah Bapa yang baik dan merancangkan berlipat-lipat berkat di masa mendatang.

Ada banyak hal yang sudah terjadi dalam pelayanan kami. Tahun ini kami sekeluarga merayakan pelayanan yang ke-50 tahun. Beberapa waktu lalu kami merayakan ulang tahun ke-72 tahun pelayanan, tetapi hati saya bertanya apakah harus merayakan atau meratap. Sebab gereja dengan usia 72 tahun seharusnya sudah bermultiplikasi menjadi 10 gereja karena gereja yang sehat adalah gereja yang bertumbuh atau bermultiplikasi. Siklus perkembangan adalah normal dalam perkembangan apapun.

Dalam Filipi 3:13,14 – Rasul Paulus menuliskan bahawa ia tidak memperhatikan apa yang dibelakangnya dan mengarahkan apa yang dihadapannya serta berlari kepada tujuan, yaitu Tuhan Yesus Kristus. Di Mahanaim pasti ada jemaat yang sudah 29 tahun pelayanan di tempat ini, atau sudah ada sejak gereja ini berdiri. Ini adalah kesetiaan yang jemaat miliki, tetapi Rasul Paulus katakan bahwa ia belum mencapainya. Demikian halnya selama 29 tahun kita berjemaat di Mahanaim. Kita memposisikan diri seperti Rasul Paulus, yaitu tidak puasa dan terus bergerak ke depan dengan mendorong diri untuk melangkah ke depan.

Meskipun beberapa orang senang membicarakan masa lalu dengan merenungkan segala keberhasilan-keberhasilan, tetapi biarlah Mahanaim memandang ke depan dengan mengatakan Eben Haezer (sampai disini Allah sudah menolong serta Allah akan menolong). Itu sebabnya kita perlu Terhubung dengan sang pemilik masa depan yaitu Allah, bukan seperti istri Lot yang memandang ke belakang melainkan terus berlari ke depan.

Setiap perjalanan ada rencana-rencana, segala sesuatu kami persiapkan sebelum melayani dan melihat apa yang saya kerjakan akan berdampak kedepan. Oleh sebab itu, setiap kali datang beribadah padanglah kedepan, bahwa Allah akan mengerjakan hal yang luar biasa. Pandang kedepan bukan kebelakang. Jika ingin memandang ke belakang maka hanya ada satu hal yang kita lakukan seperti Musa, mengingat semua perbuatan Tuhan bahwa mereka dibebaskan dari semua musuh. Demikian kita datang beribadah setiap minggu dan ingat ke belakang atas keselamatan yang Tuhan sediakan. Hanya itu yang harus kita ingat di belakang yaitu sejarah keselamatan tentang perbuatan Tuhan.

Contoh lain adalah Daud, ketika ia berdosa ia mengingat hal yang dulu yaitu sukacita keselamatan yang dahulu ia miliki. Oleh sebab itu, bersukacitalah karena keselamatan yang Tuhan sudah berikan sehingga kita bersukacita kepada Tuhan. Mazmur 103:2,3 – Jika kita sekarang orang Yahudi, maka mereka akan berdiri dan memuji Tuhan karena ada sesuatu yang muncul dari dalam jiwanya bahwa jangan lupakan Tuhan. Selama 29 tahun Tuhan membuat kebaikan atas umatNya itu sebabnya kita bersorak dan bersukacita dan berkata puji Tuhan.. haleluya dan Puji Tuhan.

HAL-HAL DIMASA LALU
Masa lalu dapat menjadi musuh yang sangat menyakitkan, ada orang-orang yang berusaha tidak ingat lagi masa lalu. Ada seorang pengusaha yang tegap dan kasar pembawaannya. Karena karakternya yang keras, ia tidak memiliki sekretaris yang menetap dan ada banyak dokumen yang bertumpuk di mejanya. Suatu kali ia menggaji seorang sekretaris, bahwa ia tidak akan berhenti dari pekerjaan dan membuat semua menjadi benar serta melihat perusahan menjadi baik. Tetapi ia tidak mau membuang dokumen lama dan membiarkan foto copynya. Ini yang jadi masalah, ada kita menyimpan fotocopy masa lalu kita. Sadari bahwa Tuhan sudah membuat masa depan yang penuh dengan harapan. Jadi masa lalu ada untuk menunjukan siapa kita sekarang. 1 Korintus 15:10, oleh karena kasih karunia Allah aku bekerja dan bekerja lebih lagi. Kita secara pribadi menyatakan suatu pernyataan “aku ada sebagai mana ada karena kasih karunia Allah kepadaku dan kasih karunia itu tidaklah sia-sia.” Paulus bersukacita atas perbuatan Tuhan hanya karena ia tidak merasa puas dengan prosesnya, ia melakukan lebih lagi bagi Tuhan. Baiklah kita evaluasi diri apakah kita sudah bertumbuh dan memberikan kepada Tuhan lebih lagi serta bangkit serta keluar dari zona nyaman dan bergerak keatas.

Ada seorang bernama Yusuf yang tercatat di kitab Kejadian. Ia memiliki masa lalu yang penuh penderitaan, kesukaran dan kesedihan. Saat ia memiliki anak ia memberinya nama Manasye dan Efraim. Manasye (Ibrani) artinya melupakan/tidak mengingat dan Efraim (Ibrani) artinya berbuah. Jadi Yusuf menyadari jika ia tidak lupakan masa lalunya, ia tidak akan pernah berbuah/ bertumbuh. Jadi untuk bertumbuh dalam Yesus maka seseorang harus memutuskan/ melupakan masa lalu yang Tuhan tidak kehendaki. Jika masa lalu tidak dilupakan, maka kita tidak akan maju ke depan sebab masa lalu menarik diri kita ke belakang sehingga kita tidak bisa maju.

Filipi 3:13, Allah ingin kita sadar bahwa ada hal yang Tuhan sedang lakukan dalam hidup setiap jemaat, asalkan jemaat melakukan perintah Tuhan. Ulang tahun Mahanaim ke-30 akan lebih megah dan baik karena tidak terpaku dengan masa lalu, melainkan bergerak ke depan dan menjangkau jiwa. Kita perlu mengingat keselamatan yang datang dari Tuhan. Sukacita keselamatan itu mendorong kita untuk menceritakan perbuatan yang Tuhan kerjakan.

Sebelum kita datang beribadah minggu depan, ada seseorang yang perlu mendengarkan kabar baik serta memberitakan keselamatan. Mungkin saja itu pertama kali mereka mendengar firman. Memenangkan jiwa adalah hal yang paling menyenangkan sebab kita bergerak lebih jauh. Tetapi siapakah kita? Apakah kita salah satu dari 21 gereja di kota Tegal? Variasi gereja di Tegal? Bukan ! Seharusnya kita dikenal sebagai terang seperti kota yang terletak di atas bukit.

Orang tidak akan ke geraja jika tidak pernah tahu ada gereja, itu sebabnya kita harus bergerak dan dikenal oleh masyarakat kota Tegal sebab gereja tidak dapat menolong dan memberkati jika tidak dikenal. Kita harus membiarkan kuasa Tuhan bekerja supaya seluruh kota Tegal melihat bahwa Tuhan memberkati gereja Mahanaim dan gereja ini memberikan kelepasan. Gereja yang sehat akan memberitakan injil. Kita adalah laksar Kristus dan Tuhan sudah perlengkapi dengan kuasa Roh Kudus.

APA YANG KITA LAKUKAN DENGAN GENERASI MUDA (MILENIAL)
Perkara yang mudah untuk menjangkau generasi tua tetapi bagaimana menjangkau generasi muda? Bagi generasi muda hal rohani itu penting tetapi bukan dengan cara yang tradisional. Tetapi ada banyak anak muda yang menyia-nyiakan masa muda sebab tidak fokus dengan generasi muda. Dan banyak anak muda yang lebih kecil persentasenya dari generasi tua. Jika tidak dijangkau maka tidak akan ada gereja di tahun depan. Berdoalah bagi generasi berikut bahwa Tuhan akan selamatkan generasi muda. Tuhan akan kerjakan hal-hal yang baru bagi gereja Tuhan. Kita butuh hal-hal baru karena Tuhan yang lakukan itu sudah bergerak terlebih dahulu. Gereja Tuhan ada di depan, terhubunglah dengan Tuhan dan lihat apa yang terjadi di depan. Terus maju jemaat Mahanim dan bergerak dalam pengurapan Roh Kudus.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s