JEMAAT YANG KUKASIHI KUTEGOR – Oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya Minggu, 26 Agustus 2018)

Wahyu 3:19
“Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!”

PENDAHULUAN
Beberapa minggu yang lalu sudah dibahas dalam Wahyu 3:18, bahwa Yesus menasihati jemaat Laodikia agar mereka membeli tiga hal yang tidak mereka miliki antara lain:

  • Emas yang murni, yaitu: iman yang sejati dan teruji
  • Pakaian putih, yaitu perbuatan atau kesucian hidup dan benar
  • Minyak pelumas mata, yaitu urapan Roh Kudus yang membuat mata rohani celik

Dan di ayat 19 yang akan dibahas tegoran dan hajaran serta nasihat sebagai wujud Kasih Yesus kepada  jemaat Laodikia agar jemaat Laodikia memiliki kerelaan hati untuk bertobat.

MOTIVASI YESUS
Dapat simpulkan bahwa jikalau Yesus menegur bahkan menghajar jemaat Laodikia dengan keras, itu bukan karena Yesus marah, benci kepada jemaat Laodikia, tetapi karena:
1. Yesus Mengasihi Jemaat Laodikia
Mazmur 117:2 “Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan Tuhan untuk selama-lamanya.” Kekuatan kasih dan kesetiaan Yesus kepada anak-anak-Nya, Yesus ekspresikan bukan hanya dengan memberkati dan memenuhi apa yang kita butuhkan. Tetapi Yesus ekpresikan kasih-Nya kepada anak-anak-Nya dengan cara menasihati; menegur bahkan menghajar, agar bertobat dan selamat dari kebinasan kekal.

2. Tidak menghendaki seorang pun hilang dan binasa
Matius 18:14 “Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorangpun dari anak-anak ini hilang.”

Ayat tersebut menerangkan jikalau ada jemaat yang ditegur, diingatkan bahkan dihajar oleh Tuhan antara lain dengan masalah, ujian, cobaan, kerugian dan sakit, semua itu Yesus ijinkan karena Yesus tidak mau jemaat atau kita terhilang dan binasa. Sebab itu janganlah kita sia-siakan kasih Yesus! Ingat Roma 11:22, ada saatnya Yesus menyatakan kemurahan-Nya kepada kita tetapi ada saatnya Yesus menyatakan kekerasan-Nya kalau kita tidak bertobat.

Dengan demikian betapa pentingnya sebagai orang percaya untuk menjaga tiga hal yang Yesus sampaikan kepada jemaat Laodikia, supaya jangan sampai hilang, yaitu:

  • Emas, yaitu iman yang murni dan iteruji
  • Pakaian putih, yaitu perbuatan benar dan kudus
  • Minyak untuk melumas mata (penglihatan rohani), yaitu urapan Roh Kudus.

Sebab kalau sampai tiga hal ini tidak ada dalam diri kita, kita akan terbuang selama-lamanya!

IBADAH YANG BENAR
Dari sejak masa Perjanjian Lama sampai Perjanjian Baru secara konsisten firman Tuhan mengajarkan kepada umat percaya untuk beribadah kepada Tuhan dengan benar dan sungguh-sungguh. Beribadah dengan benar dapat membuat kita tidak seperti jemaat Laodikia yang tidak memiliki:

  • Emas yang murni – artinya menjadi pengikut Yesus yang sejati, yang memiliki iman yang murni dan teruji dihadapan Yesus.
  • Pakaian putih – artinya cara hidup dan perbuatan yang kudus dan benar di hadapan Tuhan.
  • Minyak untuk pelumas mata– artinya hidup dalam urapan Roh Kudus sehingga mata rohani kita sehat dan cara kita melihat sesuai dengan cara pandangan Kristus melihat.

Bicara soal cara ibadah yang benar, dalam Yosua 8:30-35 menerangkan tentang cara Ibadah yang benar dan berkenan. Perhatikna, nama YOSUA atau Yehoshua, dalam Perjanjian Baru dituliskan YESUS artinya Allah Penyelamat atau Juru Selamat. Yosua inilah yang membawa bangsa Israel masuk ke dalam tanah Kanaan. Sedangkan Musa, yang merupakan gambaran Taurat yang tidak bisa membawa bangsa Israel ke Tanah Perjanjian. Pada zaman gereja, tanah perjanjian merupakan gambaran tentang janji-janji Allah untuk membawa gerejaNya kepada kesempurnaan. Tetapi hanya Yesus yaitu penyelamat, yang dapat membawa ke Tanah Perjanjian yaitu janji Allah untuk membawa gereja atau orang percaya kepada kesempurnaan yang sejati.

Untuk lebih dalam, kita perhatikan tahap-tahap Yosua membangun mezbah sebagai berikut:

  • Yosua 8:30, Yosua mendirikan mezbah bagi Tuhan
    Artinya ibadah yang benar dan berkenan yang membawa kita menjadi Pengikut Yesus yang sejati hanya ada di dalam Tuhan Yesus Kristus.
  • Yosua 8:31, Mezbah yang dibangun untuk menyembah Tuhan terbuat dari batu-batu yang tidak dipahat.
    Mezbah adalah lambang hati kita. Hati yang berkenan kepada Allah dalam ibadah, doa dan penyembahan adalah hati yang murni, bukan hasil rekayasa, dibuat-buat – Ibrani 10:22. Kalau ibadah kita, dilakukan dengan hati yang murni, tulus ikhlas – ibadah tidak akan sia-sia, sebaliknya kita akan memiliki (1) iman yang murni; (2) hidup yang benar dan kudus dan (3) Urapan Roh Kudus akan memenuhi hati kita sehingga mata rohani menjadi terang.
  • Yosua 8:32, Di atas batu mezbah
    Artinya setiap kali kita beribadah dan mendengar firman Tuhan, kita harus tulis/ukir firman Tuhan itu di batu loh hati dengan sungguh-sungguh sehingga benar-benar kehidupan kekristenan kita berkenan kepada Allah seperti berpakaian putih. Hal ini tampak dari ucapan; cara hidup; perbuatan; tingkah laku; dan apapun yang pikirkan, semuanya kudus, benar dan berkenan kepada Tuhan karena semuanya bersumber dari hati yang diisi oleh firman Allah.
  • Yosua 8:33, Hubungkan dengan Ulangan11:29. Hal ini sangat berkaitan dengan Yosua 8:34
    Hal ini memberi pengertian bahwa Firman Tuhan yang harus diterima oleh jemaat yang membuat hidup jemaat benar dan berkenan kepada Tuhan adalah firman Allah yang lengkap, murni dan seimbang yaitu firman Allah yang dari satu sisi memberitakan Kasih karunia; Kemurahan; Pengampunan dan berkat, dan di sisi lain firman Allah tentang akibat dosa; kejahatan; kutuk dan akibat-akibat lain dari perbuatan yang tidak berkenan.

Kesimpulannya adalah mezbah yang berkenan kepada Allah bukanlah seperti bentuk batu secara fisik melainkan kehidupan kita sebagai orang percaya menjadi mezbah. Dipersembahkan denganhati yang kudus, murni dan berkenan kepada Allah melalui ketaatan akan firman Allah yang untuh yaitu tentang kasih karunia dan hukuman akibat dosa. Inilah firman Allah yang menjadikan jemaat kaya dengan Emas yang telah diuji dengan api, yaitu iman yang murni dan teruji. Pakaian putih, yaitu jemaat yang hidup dan perbuatan benar dan kudus. Matanya terang karena penuh dengan Minyak Urapan yaitu Roh Kudus sehingga kita menjadi pelayan yang dapat dipercaya seperti rasul Paulus ingin menjadi pelayan yang dipercaya di hadapanTuhan (I Korintus 4:2). Tuhan Yesus memberkati.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s