KEMERDEKAAN YANG SEJATI – oleh Pdt. Daud Situntun, Dari GPdI Agape Tigaraksa Banten (Ibadah Raya 3 – Minggu, 19 Agustus 2018)

Yohanes 8:36

Pada umumnya, kemerdekaan berarti bebas dari penjajahan secara fisik. Tetapi kemerdekaan sejati bukan hanya bebas dari penghambaan secara fisik, melainkan juga kebebasan dalam bagian roh, jiwa dan tubuh seseorang. Kemerdekaan secara jasmani atau fisik, sudah diperjuangkan oleh para pahlawan di masa lampau dengan kekuatan yang mereka miliki. Tetapi kemerdekaan rohani tidak dapat diusahakann oleh manusia sebab apa yang diusahakan manusia untuk terbebas dari dosa akan sia-sia/percuma. Satu-satunya yang dapat membebaskan manusia menurut Yohanes 8:36 adalah Tuhan Yesus bukan manusia, melainkan yang tidak berasal dari dosa, sebab Yesus memang tidak mengenal dosa.

Dalam Yohanes 1:29 – Yesus menebus dosa dunia bukan hanya kepada beberapa orang, melainkan seluruh isi dunia. Dan kita yang sudah bebas dari jajahan dosa karena iman kepada Yesus, tugasnya adalah bersaksi kepada mereka yang belum mengerti dan mengenal Tuhan Yesus, jangan hanya ingin menyelamatkan diri sendiri karena Yesus membayar setiap jiwa dengan nyawa.  Pembebasan manusia sepenuhnya adalah pemberian atau karunia dari Allah lewat penebusan darah Yesus di salib, sama sekali tidak ada usaha manusia. Lain halnya dengan kemerdekaan secara fisik, yang diusahakan oleh manusia. Efesus 2:8, keselamatan diberikan dengan cuma-cuma (kasih karunia) maka wajib hukumnya untuk menyampaikan kepada kerabat dan relasi bahwa Kemerdekaan sejati dari Yesuslah yang dapat membawa manusia kepada kehidupan yang kekal.

Sekarang bagaimana orang percaya dapat memelihara dan mempertahankan kemerdekaan? Yaitu dengan menjaga diri dari yang jahat. Yohanes 8:32-kebenaran dihubungkan dengan kemerdekaan, artinya hidup orang percaya ditaklukkan didalam kebenaran. Yohanes 17:17 – firman Allah menguduskan setiap orang yang mengikuti kebenaran. Jangan takut melakukan firman, takutlah kepada dosa dan pelanggaran. Jika kita kembali hidup dalam ketidakbenaran, maka sama dengan kita kembali lagi kepada dosa dan kehilangan kemerdekaan.

Kolose 3:5 – matikan dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nasu jahat dan sebagainya. Karena semua dosa berpotensi dalam diri seseorang.

Jika diperhatikan, kata “matikan” mengandung arti seperti seseorang menebang pohon yang besar, tetapi setelah beberapa saat muncul tunas-tunas baru dan tugas kita adalah petik tunas itu atau patahkan setiap kali tumbuh. Tunas –tunas adalah tunas-tunas dosa, jangan biarkan menjadi pohon besar lagi setelah itu baru ditebang. Tidaklah mudah untuk dapat mematikan tunas-tunas dosa, perlu perjuangan dan komitmen, sebab itu kita sebagai orang percaya memerlukan penolong untuk menopang. Yohanes 14:16,17 – Roh kebenaran itu diam didalam kita. Roh kebenaran adalah Roh kudus. Penolong ini yang memampukan kita tetap didalam kemerdekaan. Roh kudus mampu menembus apapun yang tidak dapat kita tangani.

KESIMPULAN
Kemerdekaan sejati adalah bebas dari perhambaan dosa dan terus dipertahankan dengan hidup dalam kebenaran firman Tuhan melalui pertolongan kuasa Roh Kudus. Inilah pentingnya kita untuk selalu dipenuhi dengan Roh Kudus. Tuhan Yesus memberkati.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s