KESATUAN TUBUH KRISTUS – oleh Pdt. Kornelius Abraham, Banten – Tanggerang Selatan (Ibadah Raya I – Minggu 12 Agustus 2018)

Yohanes 17:20-23

Tuhan Yesus berkata, bahwa bukan hanya kepada para murid Yesus berdoa tetapi untuk semua orang yang percaya kepada Yesus. Jadi para murid sudah mengerjakan tugas untuk memberitakan injil dan kita orang percaya akhir zaman yang mendapat hasil dari perjuangan mereka. Tujuanya adalah kita menjadi satu didalam Yesus dalam iman. Gereja menerima kemuliaan yang sama yang diberikan Bapa kepada Yesus lewat Roh Kudus. Inilah kerinduan Allah bagi gerejaNya yaitu kesempurnaan dalam kemuliaanNya. Meskipun sekarang gereja sudah berjuang untuk mencapai kesatuan antar denominasi tetapi mustahil untuk dapat mencapainya tanpa kehadiran Allah.

Dalam 1 Korintus 15:50-58 – menyatakan tentang kedatangan Tuhan Yesus kedua kali, dan dijelaskan bahwa darah dan daging tidak akan mendapat bagian dalam kerajaan sorga. Tidak mungkin gereja menjadi satu secara denominasi tetapi gereja menjadi satu karena firman Allah bukan denominasi. Oleh sebab itu, gereja harus disempurnakan dalam Kristus. Yohanes 17:22 – Yesus berdoa agar gereja menerima kemuliaan yaitu kemuliaan Bapa. Kita ketahui bahwa pada masa pentakosta pertama dalam Kisah Rasul 2, gereja mendapat hujan awal yaitu kemuliaan Sorgawi dan terus dicurahkan sampai Tuhan Yesus datang.

Pemberian Roh Kudus kepada gerejaNya merupakan wujud kasih Allah. Dalam Matius 5:44 – Tuhan Yesus berbicara tentang kasih Bapa dan hanya oleh kasihlah gereja menjadi sempurna. Kata kasih menurut bahasa asli, mengandung empat tingkatan yaitu: Kasih Eros, kasih phileo, kasih storge dan kasih agape. Merurut 1 Korintus 13, kasih agape-lah yang membawa kita kepada kesempurnaan.

Kasih itu akan menumbuhkan kita untuk mencintai Allah dan bertumbuh dalam pengenalan pribadiNya yang sempurna. Matius 13:19-23, ada 4 tanah hati yang mencerminkan kasih manusia dan sasaran hati itu harus sampai kepada tanah hati yang baik yaitu menghasilkan buah. Jika kasih kita akan Allah dan firmanNya terus bertumbuh serta hidup dalam Roh Kudus, tanpa disadari bahwa kekrsitenan kita mencapai kepada kesempurnaan.

Yehezkiel 47:1-5, tingkat kepenuhan Roh Kudus – ada 4 level yang juga harus dicapai yaitu 1000 hasta yaitu semata kaki dan naik 1000 sehasta lagi, yaitu semata kaki, terus selutut, sepinggang dan penuh semuanya hingga berenang. Ini merupakan gambaran tentang tingkat kepenuhan Roh kudus dalam gereja Tuhan. Bahayanya, jika kekristenan kita tidak bertumbuh maka akan mudah  tersesat. Oleh sebab itu, kita harus berjuang terus sampai gereja menjadi sempurna sehingga dapat menikmati kemuliaan yang sempurna dalam kerajaan Allah. Sebab pada akhir zaman akan muncul Antrikris yang memimpin dunia ini dalam keinginan daging. Jika hidup kekristenan kita mencapai level percaya saja dan tidak dipenuhkan dengan Roh Kudus dan dipimpin oleh Roh Kudus maka dengan mudah menjadi pengikut Antikris.

Efesus 4:11-16, Roh Kudus juga memberikan gereja 5 jawatan yaitu, Rasul, Nabi, Penginjil, Gembala dan Pengajar. Kelima jawatan ini akan menuntun gereja kepada kesempurnaan lewat pelayanan mereka. Dan sikap kita harus ada perubahan hidup dengan melakukan firman Allah yang murni yang sudah kita terima dari kelima jawatan tersebut hingga menjadi seperti kepala yaitu, Kristus. Pentingnya pertumbuhan dalam gereja asal setiap anggota jemaat bergerak didalam kewajibannya.

RINTANGAN MENCAPAI KEPENUHAN KRISTUS
Untuk mncapai kepenuhan Kristus tentu ada tantangan yang akan kita hadapi. Dalam Ibrani 12:14, kekecewaan dan tawar hati adalah rintangan yang akan dihadapi gereja Tuhan dan levelnya hingga mencapai akar pahit. Kata “kepahitan”, dalam Wahyu dituliskan dengan istilah “Apsintus”. Apsintus ini akan jatuh ke bumi dan memahitkan bumi, hal ini mengandung arti bahwa banyak orang yang akan meninggalkan Tuhan kerena akar pahit. Tetapi jika rintangan tersebut dapat diatasi oleh gereja Tuhan, maka kita dapat mencapai gereja yang sempurna. Kuncinya adalah berpegang pada salib Kristus, sebab oleh salib Kristus kita menjadi sempurna bukan oleh perbuatan kita yang kudus tetapi oleh salib Kristus kita berhak menerima janji Allah. Oleh salib kita menjadi satu bukan karena denominasi melainkan oleh Kasih Allah lewat AnakNya yang tunggal dan memberikan Roh kudus yang menuntun serta karunia-karunia yang akan menolong gereja Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s