MENJADI JEMAAT YANG MENANG – Oleh: Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya 1 dan 2 – Minggu, 23 September 2018)

Matius 3:21

Jika diperhatikan dalam kitab Wahyu, Yesus memberikan nasihat yang sama kepada ketujuh jemaat yaitu dengan kalimat “barang siapa menang.” Jadi Yesus menuntut agar ketujuh jemaat harus menang. Tetapi menang dari seperti apa? Karena jemaat di kitab Wahyu memiliki spesifikasi yang kurang. Secara umum, kita memiliki kekurangan yang berbeda dan harus mengatasi setiap kelemahan tersebut. Dan jemaat Laodikia paling banyak kekurangnnya (ay. 17,18).

Lima Kelemahan Jemaat Laodikia :

  • Kemelaratan Rohani
  • Kemalangan Rohani
  • Kemiskinan Rohani
  • Kebutaan Rohani
  • Ketelanjangan Rohani  dan Kebutaan Rohani

Meskipun jemaat Laodikia kaya raya karena penghasilan yang sangat menunjang dari penjualan kain wol dan strategisnya wilayah Laodikia, namun secara rohani jemaat Laodikia memiliki lima kelemahan. Dan jemaat Laodikia harus mengatasi kelima masalah tersebut dan satu hal yang harus jemaat Laodikia atasi adalah masalah kebutaan rohani.

KEBUTAAN ROHANI
Secara fisik setiap orang memelihara kesehatan matanya. Tetapi tidak ada yang dapat mengetahui kebutaan rohani setiap orang dan ini kebutaan yang fatal. Dalam Mazmur 119:18 menerangkan bahwa pemazmur terhalang matanya, sehingga tidak dapat melihat keajaiban-keajaiban Taurat. Mata yang terhalang akan membuat seseorang kehilangan penglihatan tentang keajaiban firman Allah. Sekecil apapun penghalang akan sangat berpengaruh, contohnya seperti uang koin yang diletakkan di depan mata lalu dihadapkan ke matahari, itu akan menutup matahari yang besar. Sekecil apapun penghalang yang menutupi mata rohani seseorang, akan menutup banyak keajaiban firman Allah.

PENYEBAB KEBUTAAN ROHANI
Ada beberapa penyebab yang membuat kita tidak melihat kemuliaan Allah yaitu:
1. KETAKUTAN (2 raja-raja 6:8-23)
Dalam kisah tersebut dituliskan bahwa kerajaan utara sedang terjadi konflik dengan Aram dan setiap kali Aram menyerang pasti gagal sebab rencana mereka sudah diketahui oleh orang Israel karena ada Nabi Elisa. Itu sebabnya orang Aram datang menangkap Elisa. Ayat 15 – saat hamba Elisa melihat pasukan Aram, ia ketakutan tetapi Elisa tidak takut, sebab matanya terbuka. Itu sebabnya dalam ayat 17 – Elisa berdoa agar mata bujangnya terbuka, sehingga melihat tentara Allah menyertai mereka. Sebab Elisa melihat Allah menyertai dan membelanya.

Terkadang kita sebagai orang percaya memiliki pandangan seperti bujang Elisa yang lebih fokus pada penghalang. Padahal firman Allah katakan bahwa orang percaya ada dalam genggaman tangan Allah – Yohanes 10:37-29. Oleh sebab itu, jangan sampai ketakutan membuat kita tidak dapat melihat kemuliaan Tuhan seperti yang terjadi di Israel.

2. IMAN YANG TIDAK MURNI (Matius 14:22-23)
Sebagai orang percaya jangan sampai memiliki iman yang tidak murni, yang masih berpegang pada hal-hal diluar kristus. Dalam Matius 14:22-33, khusunya di ayat 25, menuliskan bahwa murid-murid Yesus mengalami badai angin. Faktanya, murid-murid terkejut dan berteriak-teriak karena berpegang kepada ajaran nenek-nenek tua atau takhayul (1 Timotius 4:7). Konon katanya jika ada sesuatu yang aneh di laut saat badai, mereka akan celaka. Itu sebabnya murid-murid berteriak karena takut akan mati. Sampai Tuhan Yesus mengatakan agar murid tenang dan jangan takut karena ada Yesus. Angin pusaran itu disebabkan karena angin yang bertiup dari utara ke selatan dicela-cela bukit. Jangan sampai mata terhalang karena berpegang pada ajaran nenek moyang. Solusinya, jika yang bukan dari firman Allah, harus dibuang bukan diwariskan kepada keturunan selanjutnya.

3. PERASAAN KECEWA (Lukas 24:13-16)
Satu kali dalam perjalanan ke Emaus kedua murid Yesus bercakap-cakap tentang peristiwa yang terjadi di Yerusalem dan dalam perjalanan mereka berjumpa Yesus, namun mereka tidak sadar akan kehadiran Yesus karena perasaan kecewa. Ayat 20, 21- kekecewaan mereka membuat mereka tidak melihat Yesus. Tetapi syukur kedua murid tersebut mendesak Yesus untuk singgah ke rumah mereka dan makan sehidangan dengan mereka sehingga mereka dipulihkan. Kekecewaan membuat kita semakin tidak melihat kemuliaan Tuhan. Solusinya: terima pribadi Tuhan Yesus dan Tuhan akan pulihkan. Sebab Yesus sudah memberikan diriNya, apa lagi yang kita butuhkan. Jadi untuk apa kecewa.

4. MELECEHKAN FIRMAN ALLAH (2 Raja-raja 6:24 – 7:20)
Kisah ini merupakan kelanjutan di poin pertama, yaitu kasus dengan Aram. Saat itu Israel bukan lagi dikepung tempat tinggal nabi Elisa melainkan ibu kota Israel yaitu Samaria. Orang Israel mengalami kelaparan. 2 Raja 7:1, seorang tentara penjaga pintu gerbang, saat mendengar ucapan nubuatan Elisa, tidak percaya dan membantah serta mengomentari ucapan Elisa. Alhasil ia mati diinjak-injak di pintu gerbang. Firman Tuhan selalu terjadi. Oleh sebab itu jangan remehkan firman Tuhan agar kita tidak binasa.

JANJI TUHAN
Dalam Alkitab (Firman Tuhan) terdapat 37.000 Janji Allah, meliputi janji agar jangan takut, janji keselamatan, janji berkat, dan pertolongan. Untuk dapat mengalami janji tersebut, Kita tidak hanya sekedar membaca dan mendengar janji Tuhan. Kita harus percaya dan nikmati, mengalami, merasakan semua yang Tuhan janjikan kepada kita. Amin…!!!

KEBAIKAN TUHAN – Oleh: Pdt. Brodland – USA (Ibadah Raya 2 dan 3 – Minggu, 16 September 2018)

Dalam Ulangan 2:36, menuliskan tentang sejarah kerajaan Israel yaitu tentang perjuangan mereka dan tidak ada yang terlalu kuat untuk melawan Israel karena Allah menyertai mereka. Itu terjadi di zaman perjanjian lama, sedang dalam perjanjian baru di 2 Korintus 2:14, setiap orang percaya ada dalam jalan kebenaran oleh karena Kristus. Dalam perjanjian lama mereka menang dalam segala kota, sedang dalam perjanjian baru, Tuhan Yesus terus membawa kemenangan bagi setiap orang percaya dan ini adalah jaminan yang luar biasa dalam Yesus.

Lima senjata kemenangan, yaitu:

  • Ucapan Syukur
    Dalam 2 Tawarikh 20:12 – Israel tidak memiliki jalan keluar kerena musuh terlalu besar dan membuat mereka panik. Tetapi meskipun musuh menghadang mereka, ada janji yang luar biasa dari Tuhan agar mereka tenang. Tuhan memberikan strategi untuk melawan musuh mereka, yaitu dengan mengambil suku Yehuda agar memuji Tuhan. Jadi mereka bukan berperang secara fisik dengan pedang, melainkan dengan puji-pujian sehingga semua musuh dikalahkan oleh karena pujian dan penyembahan. Ada kesukaan dan kegirangan, tetapi pihak musuh tidak dapat melawan pujian dan penyembahan yang dinaikkan oleh Yehuda sehingga bangsa Irael menang. Secara akal tidak mungkin menang karena pujian, tetapi firman Allah sudah sampaikan bahwa ada kemenangan dalam Tuhan. Pujian dan penyembahan sudah ada didalam diri setiap orang percaya.  Mazmur 35:10, pemazmur menuliskan “siapakah sama seperti Tuhan?.. bahwa Tuhan sanggup melepaskan dari musuh yang lebih kuat. Tantangan seperti apa yang kita hadapi saat sekarang ini? Apakah soal keuangan, kesehatan atau keluarga? Tetap berpegangan pada firman Tuhan, bahwa tidak ada yang mutahil bagi Tuhan yang sanggup memberi kemenangan.
  • Senjata Penyertaan Tuhan Bagi Gereja
    Dalam Markus 5, ada seorang yang kerasukan setan. Di ayat 5 dijelaskan bahwa tidak ada yang sanggup melepaskan orang yang kerasukan setan itu. Tetapi saat berjumpa dengan Yesus, ia sembuh – Markus 5:15. Didalam Yesus tidak ada benteng yang terlalu kuat bagi Allah yang memimpin dalam jalan kemenangan-Nya. Inilah Tuhan, Ia begitu baik bagi kita.
  • Undang Yesus Sehingga Kita Menang Dan Dipulihkan
    Dalam Kisah para rasul 27:34-35 – Rasul paulus memberikan harapan pada mereka yang akan binasa karena badai. Paulus percaya bahwa firman Tuhan pasti terjadi. Itu sebabnya Rasul Paulus memberikan kekuatan kepada orang-orang di kapal agar tenang dan memberikan firman Tuhan. Paulus menerima firman Allah, sehingga saat badai dan gelombang ia tetap kuat. Dalam keadaan mustahil, saat Tuhan Yesus hadir, semua akan selamat. Biarlah kita menerima firman Tuhan dan pegang firman Tuhan saat menghadapi badai, sehingga kita tetap kuat. Yohanes 6:64 – Hanya firman Tuhan yang memberikan kehidupan. Tuhan satu-satunya yang memberikan jalan keluar dan kekuatan.
  • Bangun Iman dan Dengarkan Firman Tuhan
    Dalam 2 Samuel 5:6,7, Daud diejek dan diremehkan bahwa Daud tidak mungkin menang. Sebab pertahanan mereka kuat, dan katakan orang cacat yang akan mengalahkan kalian. Tetapi yang terjadi adalah Daud menang (Ayat 9-10). Jangan bersandar pada kekuatan sendiri, melainkan kepada Tuhan karena tidak ada satu benteng yang kuat, untuk sanggup melawan.

KESIMPULAN
Yesaya 59:1, Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar. Biarlah kita bersandar pada firman Tuhan, yang selalu membawa kepada kemenangan. Pegang ayat ini, dalam menjalani hidup ada kemenangan dalam Yesus. Sebab itu kalahkan masalah dengan puji-pujian kepada Allah.

MENEROBOS WAKTU MERAIH MUJIZAT – Oleh: Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya 1 – Minggu, 16 September 2018)

Matius 15:21-28 

PENDAHULUAN
Kisah ini menjelaskan tentang peristiwa ketika Yesus dan murid-muridNya berada di Tirus dan dan Sidon. Tirus dan Sidon bukan wilayah Israel, tetapi wilayah asing, Matius 15:21. Maksud Yesus pergi ke Tirus dan Sidon adalah untuk mengasingkan diri dari orang banyak (orang Yahudi) yang secara terus-menerus mencari dan memburu Yesus.

PEREMPUAN KANAAN
Matius 15:22, “Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: “Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita.” Setibanya di Tirus dan Sidon, Yesus disambut perempuan Kanaan yaitu penduduk asli tanah Kanaan, menurut Markus 7:26 orang Yunani bangsa Siro-Fenisia. Perempuan ini adalah penduduk asli Kanaan, bersuami orang Yunani dari Siro-Fenisia.

Matius 15:23 “Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: “Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan       berteriak-teriak.” Ketika perempuan ini memohon dan berseru kepada Yesus, Yesus sama sekali tidak peduli akan seruan dan permintaan perempuan Kanaan itu. Bahkan murid-murid Yesus memberi saran agar Yesus mengusirnya, sebab perempuan itu mengganggu.

Matius 15:24, Yesus menolak permintaan perempuan tersebut dengan alasan firman Allah. Jawaban Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.”

TUJUAN YESUS DATANG KE DUNIA
Ucapan Yesus dalam Matius 15:24 yang mengatakan: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” Ini menjelaskan bahwa misi pertama tujuan Allah menjadi manusia di dalam wujud Tuhan Yesus Kristus, pertama-tama adalah untuk menyelamatkan bangsa Israel dari kebinasaan akibat dosa yang mereka lakukan. Dan misi yang kedua, setelah bangsa Israel selamat, bangsa Israel akan membagikan keselamatan itu bagi seluruh bangsa di dunia. Kata Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel (bangsa non Israel akan menerima dari Israel). Inilah janji Tuhan, yang dikatakan kepada Abraham dalam Kejadian 12:3c dan Kejadian 22:18. Sebab itu, perhatikan Matius 15:25 “Tapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: “Tuhan, tolonglah aku.” Inilah janji Tuhan, yang dikatakan kepada Abraham dalam Kejadian 12:3c dan Kejadian 22:18. Sebab itu, perhatikan Matius 15:25 “Tapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: “Tuhan, tolonglah aku.” Perempuan Kanaan itu bersikeras bahkan datang mendekat kepada Yesus sambil berkata: “Tuhan, tolonglah aku…” Yesus menjawab perempuan Kanaan itu dengan perumpamaan. Apakah bentuk dan arti dari perumpamaan itu? Matius 15:26, tetapi Yesus menjawab: “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing!” Ada yang artikan Yesus samakan “perempuan Kanaan ini sama dengan anjing!”

ROTI, ANAK DAN ANJING
Perumpamaan dalam Matius 15:26, Yesus berikan untuk menjelaskan makna dari Matius 15:24.

  • Roti -> Yesus, Yohanes 6:35
  • Anak-anak -> Umat Israel (anak-anak Abraham, Yohanes 8:39a.)
  • Anjing -> Non Yahudi, Kisah para rasul 10:1-29.

Arti perumpamaan yang Yesus berikan kepada perempuan Kanaan itu adalah Tuhan Yesus adalah Roti Kehidupan. Setiap orang yang percaya dan menerima Yesus, akan menerima hidup yang kekal, dengan urut sebagai berikut:

Roti (Keselamatan) Diberikan Bagi Anak-Anak Yaitu Umat Israel.
Setelah seluruh umat Israel kenyang (diselamatkan) maka tanggung jawab Israel adalah membagikan Roti Hidup yaitu Yesus kepada seluruh bangsa non Israel (kafir). Matius 15:27, Kata perempuan itu: “Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.” Dari Matius 15:25-27 dapat disimpulkan, bahwa perempuan Kanaan ini adalah non Israel, tetapi ia seorang yang mengerti firman Allah yaitu tentang siapa Yesus; mengerti peran Yesus, yaitu satu-satunya pemberi hidup kekal atau keselamatan bagi umat manusia. Ia mengerti birokrasi Allah (tahap-tahapan orang yang menerima keselamatan), yaitu:
1. Pertama diberikan bagi umat Israel. Setelah umat Israel kenyang (selamat)…
2. Keselamatan diberikan bagi orang-orang non Israel, melalui bangsa Israel.

Wanita tersebut juga memiliki mata rohani (pandangan iman) yang begitu tajam. Ketika Yesus sebagai Roti Hidup diberi kepada bangsa Israel, mereka bukannya menerima agar mereka hidup kekal melainkan umat Israel menyia-nyiakan; menghina; mengejek; menginjak-injak. Dan yang paling menyedihkan, mereka menolak dan menyalibkan Yesus, Roti Hidup itu di atas kayu salib. Inilah yang dikatakan rasul Paulus dalam Roma 11:11-15.

Jawaban Iman Perempuan Kanaan
Perumpamaan Yesus di ayat 26, dijawab perempuan Kanaan dengan iman dan dengan penuh keyakinan! Matius 15:27 Kata perempuan itu: “Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.” Artinya, walaupun belum tiba waktunya bagi perempuan Kanaan itu untuk menerima berkat dan anugerah, yaitu: keselamatan; kesembuhan; pertolongan; mujizat dan 1001 macam berkat yang ada dalam Tuhan Yesus Kristus. Tetapi, karena iman yang begitu kuat dan keyakinan yang begitu teguh, perempuan Kanaan ini memperoleh Roti yaitu Pribadi yaitu Yesus yang memberikan keselamatan, yaitu Kehidupan Kekal.

PENUTUP

  • Oleh iman, apa yang tidak mungkin menurut manusia, tetapi selalu mungkin bagi Allah.
  • Oleh iman, perempuan Kanaan mengalami mujizat, anaknya disembuhkan dan dilepaskan dari ikatan kuasa iblis.
  • Oleh karena iman, perempuan Kanaan sanggup menerobos waktu, sehingga bisa alami tangan mujizat Tuhan sebelum waktunya.

PEMBAHARUAN MANUSIA BATINIAH, oleh Pdt. Hani Paulus (Ibadah Raya 2 – Minggu, 9 September 2018)

Pendahuluan
Sebelum kita membahas judul di atas, kita akan melihat terlebih dahulu mengenai Trinitas/ Tritunggal(Pengakuan Iman yang ke dua dari GPdI), dimana kita akan menyoroti tentang oknum Allah Anak, yang menjadi manusia Yesus, dimana Dia adalah 100% Allah dan 100% manusia (Pengakuan iman yang ke empat).

PENGAKUAN IMAN KE-2 GPdI
Kami percaya Allah Yang Maha Esa dan kekal dalam wujud Trinitas: “BAPA dan PUTERA dan ROH KUDUS”, (UI. 6:4; 1 Tim. 2:5; 1 Yoh. 5:7; Mat. 28:19), Keesaan namaNya yaitu: “TUHAN YESUS – KRISTUS”, (Kis. 2:36; 8:12; 10:48; Mat. 1:1; Why. 22:20-21; Kis. 19:5; 1 Ptr. 3:15).

TRITUNGGAL

Kata-kata Trinitas – Tritunggal memang tidak ada dalam Alkitab. Trinitas –Tritunggal adalah sebuah RUMUSAN/KONSEP untuk mendefinisikan seperti apa keberadaan Allah yang disebutkan dalam Alkitab, yaitu: Allah yang Esa (SATU) dalam 3 Pribadi ( Bapa, Anak/Putra, Roh Kudus ). 3 PRIBADI BUKAN MENUNJUK KEPADA 3 ORANG/ 3 ALLAH (1 ALLAH Dalam 3 Pribadi yang mutlak berbeda namun dalam kesatuan yang tak terpisahkan)

TRITUNGGAL/TRINITAS
Pandangan A.W.Tozer mengatakan bahwa di dalam Tritunggal ini:

  • Tidak ada yang lebih dahulu atau lebih kemudian,
  • Tidak ada yang lebih besar atau lebih kecil,
  • tetapi ketiga pribadi itu sama-sama kekal, bersama-sama, dan setara (A.W. Tozer: Mengenal Yang Maha Kudus; 1995: 35)

Contoh:
Dalam Perjanjian Lama pada kisah Penciptaan Langit dan Bumi.

  • Kejadian 1:1 – Pada mulanya Allah (Oknum 1-Bapa) menciptakan langit dan bumi.
  • Ayat 2,  Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah (Oknum ke-3-Roh Kudus)melayang-layang di atas permukaan air.
  • Ayat 3, Berfirmanlah (Oknum ke-2- Anak/Firman) Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi.

SIAPAKAH BAPA?
Pribadi ALLAH yang Esa. Disebut Bapa bukan karena jenis kelamin tetapi sebagai SUMBER (asal usul dari segala sesuatu), pemelihara segala sesuatu, pemberi, dan pembimbing – adalah pencipta segala sesuatu. 1 Kor 8:6, namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.

SIAPAKAH ANAK?
Disebut Anak bukan karena dilahirkan tetapi berasal (keluar dari Bapa), Yohanes 8:42, Ibrani 1:5. Anak = sang Firman (yang keluar dari mulut Allah). Yohanes 1:1,14 yang menjadi manusia (Gambar Allah yang dapat dilihat, Ibrani 1:3); Untuk mati sebagai manusia – menebus dosa (1 Petrus 3:18). Sehingga kemanusiaan Yesus di dunia adalah sebuah kombinasi dari ke-Allahan-Nya dan kemanusiaan-Nya. Dia Yesus 100% Allah; 100% manusia, hanya bedanya dengan manusia seperti kita adalah bahwa Yesus tidak sedikitpun berbuat dosa (Ibrani 4:15; 1 Pet 2:22).

BAGAIMANA DENGAN DIRI KITA?
Kita 100% manusia, namun bedanya dengan Yesus adalah bahwa kita masih sering jatuh dalam dosa. Kabar baiknya adalah bahwa didalam diri kita juga ada unsur ke-Allahan yaitu Roh Allah sendiri yang kita kenal dengan sebutan Roh Kudus.

Mari kita menyimak 2Korintus 4:16  – Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah (es’-o-then; from inside, baik roh maupun jiwanya) kami dibaharui dari sehari ke sehari. Perhatika gambar!

  • Manusia jasmani kita akan terus merosot. Usia kita bertambah pendek, fisik kita bertambah lemah, daya tahan tubuh kita semakin menurun, ditambah berbagai masalah dalam kehidupan, sering kali kita mengalami ‘Tawar hati’. Tubuh manusia yang berdosa (1), dengan semua panca indra yang sudah tercemar, ikut mempengaruhi jiwa kita semakin kacau, labil dan seringkali ‘galau’. Apalagi roh manusia yang belum mengalami kelahiran baru, tidak aktif (Mode Sleep…zzz..zzz), tidak dapat berbuat apa-apa untuk mempengaruhi jiwa. Pada akhirnya kita selalu jatuh dalam berbagai-bagai dosa dan pencobaan.
  • Namun dari ayat kita kita dapat melihat bagaimana Rasul Paulus dapat mengatasi jasmaninya yang semakin merosot dengan tidak tawar hati. Kuncinya adalah bahwa batiniahnya diperbaharui dari sehari ke sehari. Batiniahnya mengalami pembaharuan sehingga mulai dapat menguasai dan mengendalikan jiwa untuk memerintahkan tubuh taat melakukan kehendak Tuhan.

  • Dan hasil pembaharuan yang dialami batinnya, membuat ia dapat berkata-kata dalam 2Kor 4:17- Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami. Kita tahu bahwa penderitaan Paulus tidaklah ringan. Dari semua Rasul Yesus, sepertinya dialah yang paling banyak mengalami aniaya dan penderitaan hidup karena melayani Tuhan, 2 Korintus 11:23-29.
  • Pada kesimpulan dari perjalanan hidup dengan batiniah yang sudah diperbaharui, Paulus memberikan sikap hidupnya yang selalu optimis untuk menghadapi kehidupan dan setiap kesulitan dan tantangannya. 2Kor 4:18  Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.

Pembaharuan manusia batiniah
Mari kita melihat dan mempelajari bagaimana rahasia pembaharuan batiniah yang dialami oleh Paulus dan kiranya juga menjadi bagian kita untuk mengalaminya.

2Kor 4:7 – Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.

Hal pertama yang harus diketahui adalah bahwa didalam diri kita anak-anak tebusan-Nya, Allah telah meletakkan sesuatu yang sangat berharga, milik Allah dalam diri manusia, yang disebut oleh Paulus adalah ‘Harta’. Jelas diri kita adalah seperti bejana tanah liat, namun didalamnya diletakkan sebuah ‘Harta’ oleh Allah sehingga oleh Harta tersebut, orang yang memilikinya memiliki kekuatan yang berlimpah-limpah untuk menghadapi kehidupan manusia yang semakin merosot dan tidak menjadi tawar hati. Harta tersebut adalah Roh Kudus dan Firman Allah.

Firman dan Roh Kudus inilah yang mengerjakan proses kelahiran baru dalam diri kita, sehingga roh kita diperbaharui semakin lama semakin kuat untuk dapat memengaruhi jiwa (Pikiran, perasaan dan kehendak) untuk memerintahkan tubuh agar taat dan melakukan setiap kehendak Tuhan.

Ada dua hal yang harus terus-menerus kita kenakan dalam batiniah kita, supaya batiniah kita terus mengalami pembaharuan dari hari ke hari.

  1. 2 Kor 4:10, Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami. 
  • Kita harus senantiasa membawa Kematian Yesus didalam tubuh jasmani kita. Supaya kehidupan Yesus juga semakin nyata dalam hidup kita.
  • Inilah bentuk penyangkalan diri dan memikul salib yang Yesus tawarkan. Resep ini adalah sebagai alat untuk menjadikan kita tetap rendah hati dan terus-menerus bergantung kepada Allah.
  • 2 Kor 12:10 – Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.
  1. 2 Kor 4:13  Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: “Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata”, maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata. 
  • Yang ke dua adalah memiliki roh iman, dimana kita harus berani mengatakan apa yang kita percayai. Mengatakannya berulang-ulang dengan keyakinan.
  • Roh iman akan memperbaharui batiniah kita, sehingga Tuhan akan memimpin iman kita terus bertumbuh pada kesempurnaan.
  • Ibrani 12:2, Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan, tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

Manusia lahiriah, semakin merosot, semakin tua, menurun fungsinya, melemah dan akhirnya mati, tetapi Manusia batiniah dibaharui dari sehari ke sehari = semakin mulia (Unsur Allah dimasukkan oleh Roh Kudus saat kelahiran baru, Yohanes 3:3,5). Selamat Menjalaninya

PRINSIP HIDUP YANG BERKEMENANGAN (SERI 7), Oleh Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya 1 – Minggu, 9 September 2018)

DALAM PERSEKUTUAN DENGAN TUHAN JERIH PAYAHMU TIDAK SIA-SIA

I KORINTUS 15:58 
“Karena itu saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan ! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan, jerih payahmu tidak sia-sia.”

  Dari ayat pokok kita ini, kita dapat melihat ada Tujuh prinsip hidup berkemenangan yaitu seperti yang digarisbawahi :  Kasih ; Berdiri teguh ; Jangan goyah ; Giatlah selalu; Dalam pekerjaan Tuhan ; Dalam persekutuan dengan Tuhan ; Jerih payahmu tidak sia-sia.  Bagian yang ke-6 dan yang ke-7 inilah yang menjadi topik bahasan yaitu “dalam persekutuan dengan Tuhan, jerih payahmu tidak sia-sia.”

Kata yang dipakai untuk  “Persekutuan” dalam bahasa Yunani : KOINONIA  yang berasal dari kata dasar KOINOS yang berarti lazim atau umum, artinya berkaitan kebersamaan. Kata lain yang sering dihubungkan dengan Koinonia adalah Koinonos. Persekutuan dengan Tuhan dalam ayat yang kita bahas ini adalah KOINONOS yang artinya adalah  Sekutu Tuhan atau kawan sekerja.  Persekutuan kita dengan Tuhan posisinya adalah kita yang lemah bersekutu dengan yang berkuasa dan kuat yaitu Tuhan. Kita menjadi hamba Tuhan.  Sebagai hamba kita harus mengikuti ketentuan dan aturan Tuhan, dan ada upah bagi yang berjerih lelah mengerjakan pekerjaan Tuhan.  Setiap orang yang percaya akan penebusan dosa melalui korban Kristus, masuk dalam persekutuan dengan Tuhan ( 1 Kor 1:9).

Dasar untuk menjadi sekutu Allah dilihat dari 7 prinsip hidup berkemenangan dimana ada 5 hal yaitu :
1. Kasih, 1 Yoh 4:8
“Barang siapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.”
Kasih adalah dasar pertama untuk menjadi sekutu Allah dan oleh karena kasih Allah-lah manusia dipersekutukan dengan Allah melalui korban penebusan dosa. Setiap orang yang menerima kasih Allah lewat penebusan Kristus, merekalah yang disebut orang-orang yang mengenal kasih sebab Allah adalah kasih.  Orang yang diluar Tuhan yang tidak percaya, tidak mendapat bagian dalam persekutuan dengan Allah, sebab tidak mengenal kasih Allah.

2. Berdiri teguh, 2 Tim 2:19
Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya ialah Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya, dan setiap orang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan.”

Berdiri teguh disini adalah komitmen untuk meninggalkan kejahatan yaitu hidup lamanya dan menjadi pengikut Tuhan yang setia. Tuhan mengenal milik kepunyaan-Nya melalui keteguhan iman orang yang ditebus-Nya. Tidak mungkin Tuhan tidak dapat bersekutu dengan orang yang mendua hatinya.

3. Jangan goyah, Efesus 6:10
“Akhirnya, hendaklah kamu kuat didalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.”
Jangan goyah! Hanya pengikut Tuhan yang dipenuhi oleh kuasa Roh-Nya yang mampu menghadapi tantangan apapun dan tidak dapat digoyahkan meskipun nyawa menjadi taruhannya. Tuhan ingin orang yang bersekutu dengan-Nya yang akan mengerjakan pekerjaan Tuhan di bumi ini, yaitu orang-orang yang  berani dalam hikmat Tuhan bukan pengecut yang mudah digoyahkan.

4. Giat selalu, Roma 12:11
“Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.”

Giat selalu, menunjuk kepada roh yang antusias, yang selalu siap untuk melayani Tuhan. Melayani Tuhan bukan karena dipengaruhi situasi hati dan keadaan, tidak bersungut-sungut atau terpaksa tetapi dengan suka cita karena yang dilayani adalah Tuhan yang lebih dulu melayani dan mengasihinya.

5. Dalam pekerjaan Tuhan, 1 Kor 16:10
Dalam pekerjaan Tuhan artinya semua yang kita kerjakan adalah dari Tuhan, kepada Tuhan dan bagi kemuliaan Tuhan. Jangan ambil hormat bagi diri sendiri dan jangan curi kemuliaan Tuhan untuk membanggakan diri karena semua yang kita miliki adalah dari Tuhan termasuk hidup kita. Kita hanya pengelola bukan pemilik, semua adalah milik Tuhan. Semua yang kita kerjakan dalam pekerjaan Tuhan dan bagi kemuliaan Tuhan, jerih payah kita tidak sia-sia, sebab Tuhan menyediakan upah/pahalanya bagi kita.

JERIH PAYAHMU TIDAK SIA-SIA
Kita yang percaya bukan sekedar ditebus, diselamatkan dan menjadi sekutu Tuhan saja, tetapi ada tugas untuk kita yaitu melayani pekerjaan Tuhan.  Semua jerih payah kita dalam melayani Tuhan ada upah atau pahalanya.  Keselamatan jiwa setiap orang percaya diterima secara gratis oleh kasih karunia Tuhan (Ef 2:8-9).  Untuk mendapatkan pahala dari Tuhan tidak gratis, tetapi harus ada usaha yang dikerjakan oleh setiap orang yang sudah menerima keselamatan.

MOTIVASI YANG BENAR
Meski jerih payah kita pasti mendapatkan pahala, tetapi bukan tanpa aturan. Yang menentukan kita mendapatkan pahala adalah bagaimana motivasi kita dalam berjerih payah melayani Tuhan.

Contoh Matius 7:22-23
“Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan mujizat demi nama-Mu juga?”

Dalam ayat ini ada tiga pelayanan yang spektakuler yang diungkapkan dihadapan Tuhan yaitu Bernubuat ; Mengusir setan  dan Mengadakan mujizat. Ini adalah pelayanan-pelayanan yang luar biasa yang banyak dikejar oleh pelayan Tuhan. Apa jawaban Tuhan terhadap pernyataan mereka yang mengkalim telah melakukan tiga pelayanan yang hebat ini ?

Matius 7:23  “Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata : Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Reaksi Tuhan sangat mengejutkan mereka bukan saja tidak mendapatkan upah dari jerih lelah pelayanan mereka, tapi malah tidak dikenal sama sekali oleh Tuhan. Mengapa hal ini bisa terjadi? Masalahnya pada motivasinya yang tidak berkenan kepada Tuhan.  Dari mana kita tahu motivasinya?

Perhatikan kalimat “Bukankah kami.” Mereka mencanangkan apa yang telah mereka kerjakan dalam pelayanan mereka. Kata mencanangkan dalam KBBI, artinya mempermaklumkan didepan umum (dengan memukul canang). Kata lainnya mempropagandakan. Mereka merasa bahwa menyembuhkan orang sakit, mengusir setan dan mengadakan mujizat adalah prestasi pelayanan mereka, jasa mereka, yang pantas mendapat penghargaan. Mereka lupa bahwa yang mengerjakan semua itu adalah Tuhan, mereka cuma alat.  Mereka ingin diakui Tuhan dengan pekerjaan yang sebenarnya bukan mereka yang kerjakan. Inilah yang dipandang Tuhan sebagai yang melakukan kejahatan.

Lalu sikap seperti apakah yang Tuhan kehendaki dalam kita melayani Tuhan ?
Kita lihat dalam Lukas 17:7-10
“Siapa di antaramu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan!. Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum. Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya ? Demikianlah jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata : Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna, kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.”

Dari ayat ini kita tahu bahwa Tuhan mengingatkan  dalam persekutuan kita dengan Tuhan, posisi kita adalah hamba. Jika Tuhan tidak memakai kita, kita ini bukan siapa-siapa karena kita adalah hamba-hamba-Nya. Jika kita sekarang ini ada dalam pelayanan Tuhan, itu bukan karena kita bisa atau hebat tetapi karena Tuhan yang berkenan memakai kita. Untuk itu lakukanlah apa yang menjadi perintah Tuhan sebagai mitra kerja dalam pelayanan Tuhan.  Jangan ambil kemuliaan Tuhan. Tetap rendahkan diri di kaki Tuhan dan bersyukurlah karena Tuhan mau pakai kita dalam pekerjaannya Tuhan. Peganglah prinsip pelayanan Kerajaan Tuhan.

Tiga hal prinsip pelayanan Kerajaan Allah, Roma 14:17-18.
Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan suka cita oleh Roh Kudus. Karena barang siapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia.”

3 Prinsip pelayanan Kerajaan Allah itu adalah :

  • Kebenaran – Firman. Tuhan adalah kebenaran, 17:17
  • Layanilah Tuhan dengan berpegang kepada kebenaran firman-Nya, bukan pada kebenaran diri sendiri.
  • Damai sejahtera – Tidak ada kepahitan – Ibrani 12:15

Damai sejahtera disini adalah tidak ada ganjalan dalam hati yaitu kepahitan, kebencian, iri hati terhadap yang lain sehingga menimbulkan akar yang pahit dalam kehidupan. Orang seperti ini tidak dapat melayani dengan damai sejahtera tetapi justru akan menimbukan kerusuhan dalam pelayanannya dan mencemarkan banyak orang seperti yang tertulis dalam ayat acuannya. Dan menurut surat Ibrani 12:15 – Orang-orang yang memiliki akar kepahitan adalah orang-orang yang suka menjauh dari kasih karunia Allah. Indikasinya adalah jarang ibadah, tidak suka bersekutu dalam doa sehingga ia jauh dari hububungan dengan Tuhan, tetapi muncul langsung dalam pelayanan karena sudah dijadwal dalam tugas. Hasilnya dapat ditebak tidak ada damai sejahtera.

  • Suka cita oleh Roh Kudus

Suka cita oleh Roh Kudus adalah suka cita yang murni, tidak dibuat-buat tetapi lahir dari hati yang mengasihi Tuhan. Sekecil apapun tugas yang dipercayakannya, dilakukan dengan suka cita dan antusias, tanpa persungutan, tanpa perbantahan tetapi dilakukan dengan hati yang bersyukur.

Bagaimana Tuhan menilai jerih lelah kita dalam pekerjaan Tuhan dan memberikan upahnya ?
Perhatikan  Matius 25:20-22. Perumpamaan tentang orang yang menerima talenta.
“Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta katanya. Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat aku telah beroleh laba lima talenta. Maka kata tuannya itu kepadanya : Baik sekali perbuatanmu itu hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar : Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.”

 Perhatikan dalam ini, tidak ada satupun prestasi yang disebutkan meski ia telah mendapatkan keuntungan buat tuannya.  Tetapi yang dinilai adalah “Yang baik dan setia.”  Jadilah mitra kerja Allah dalam pelayanan “ YANG BAIK dan SETIA , maka sekecil apapun yang Tuhan percayakan atau sekecil apapun yang dapat kita lakukan bagi Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia. Tuhan memberkati.

B-DRAMA ; oleh Ps. Jeff Minandar (Ibadah Raya 3 – Minggu, 9 September 2018)

Selamat sore menjelang malam untuk Bapak/Ibu/Saudara/i yang terkasih di dalam nama Tuhan. Sungguh hari-hari, atau minggu-minggu, atau bahkan bulan-bulan terakhir ini begitu banyak hal yang terjadi, baik di kehidupan pribadi, pekerjaan atau pelayanan, dan bahkan di kehidupan sosial-bermasyarakat-bernegara kita.

Begitulah hidup berjalan kadang ada hal-hal yang di luar kuasa kita. Ini seperti apa yang dituliskan oleh nabi Yeremia di Yeremia 10:23. Sehingga apa yang terjadi dalam hidup kita mungkin sekali terjadi di luar ekspektasi kita.  Apakah ada disini yang ekspektasinya menikahi Miss Universe tetapi pada akhirnya menikah dengan Miss Pekauman? Itu Bahasa belandanya “Mislukt” artinya tidak sesuai dengan yang kita mau.

Begitu banyak drama terjadi di hidup kita bukan? Baik secara pribadi kita rasakan, atau sesuatu yang kita saksikan terjadi di depan mata kita. Inilah yang mendorong saya mengambil tema “B-DRAMA”. Ini bukan K-Drama, atau telenovela, juga bukan Bollywood Drama. B-Drama yang saya maksud adalah Biblical Drama.

Tahukah Anda bahwa Alkitab kita itu seperti TV Portabel. Semua drama ada dan tercatat di Alkitab. Bayangkan dimulai dengan kisah ajaib seperti “magic”, dari tidak ada menjadi ada, Kejadian 1. Kemudian ada drama romantis pertama yang dikenal manusia, drama Adam dan Hawa, Kejadian 2:18-24.

Kalau saya boleh “breakdown” sedikit tentang Kejadian 2:18-24, Anda bisa belajar tentang konsep mencari pasangan, baik Anda pria atau wanita.

  1. Pasangan itu bukan tujuan pertama hidup kita. Mengerti mengenai ini akan menghindarkan Anda menghabiskan hidup menyesali yang sudah lewat, bahkan melukai diri sendiri karena seseorang yang Anda anggap “belahan jiwa” Anda. Tujuan pertama Anda adalah menikmati yang Tuhan sudah berikan, ayat 16, sambil menjaga diri tidak melanggar ketetapan-ketetapanNYA, ayat 17.
  2. Akan ada waktunya ketika Tuhan mengingatkan Anda, “tidak baik kalau manusia seorang diri saja…,” ayat 18. Inisiatifnya dari Tuhan, bukan dari Anda, atau dari lingkungan Anda.
  3. Allah pertama bergerak, kemudian baru Anda bergerak, ayat 19. Jadi ada usaha Anda, tetapi kemudian preferensi itu ada di dalam diri Adam, ayat 20. Tidak ada istilah bukan jodoh, semua adalah preferensi untuk berkomitmen. Ingat tentang segitiga: “PassionCompassionCommitment.”
  4. Ada waktu dimana Tuhan membawa pasangan Anda di hadapan Anda dan Anda berkata “Ini dia…,” ayat 21-23. Saya percaya itu kembali lagi ke preferensi, dan tentu saja konsekuensi ada di tangan Anda. Jangan ulangi kesalahan Adam yang melempar kesalahan di Kejadian 3:12.
  5. Menjadi pasangan berarti menjadi independen, tetapi bukan berarti arogan, Kejadian 2:24. Anda akan meninggalkan orang tua Anda, orang tua Anda juga harus berani memberi kepercayaan pada anak Anda yang sekarang sudah dewasa.

Baiklah cukup tentang drama Adam dan Hawa, ada drama apalagi di Alkitab? Saya sampaikan ini supaya Anda punya opini berbeda tentang Alkitab. Apalagi kita di bulan-bulan terakhir juga sedang “bertumbuh lewat pengetahuan (Firman)”.

Berikut kisah-kisah drama dalam Alkitab:

  • Pembangunan proyek monumental. Kejadian 11:1-9.
  • Pengejaran (86) dari seorang pemimpin yang labil. Keluaran 14:1-31.
  • Perselingkuhan dan “pmp” (pren makan pren, maksudnya pengkhianatan). 2Samuel 11:1-27.

(Sebelum poin berikut penting untuk melihat dan belajar dari sikap Daud meresponi kesalahannya di 2 Samuel 12:13-25).

  • Pengorbanan yang tidak masuk akal, Matius 26, Yohanes 12 (minyak yang mahal), 1Petrus 1:19.

Seluruh ketidakmampuan manusia untuk menebak itu, yang membuat kita membutuhkan Tuhan lebih dari DIA membutuhkan kita. Saya akan menutup B-Drama ini dengan kisah Yusuf di Kejadian 37, 39-41 dan bagaimana ia menutup seluruh kitab Kejadian dengan ayat yang begitu menggetarkan saya sampai sekarang, Kejadian 50:20. Saya rasa ini pesan Allah untuk Anda di masa-masa seperti sekarang.

Ada satu pujian yang begitu memberkati saya tentang pujian kepada Allah di tengah ketidakmampuan kita untuk menebak perubahan di sekitar kita: Even When It’s Hurt (Hillsong United).

Take this fainted heart
(Ambillah hati yang takut ini)

Take these tainted hands
(Ambillah tangan yang ternoda ini)

Wash me in your love
(Basuh aku dalam KasihMU)

Come like grace again
(Datang tunjukkan anugerahMU lagi)

Even when my strength is lost
(Bahkan saat kekuatanku hilang)

I’ll praise you
(Kupuji Engkau)

Even when I have no song
(Bahkan saat tiada lagu lagi)

I’ll praise you
(Kupuji Engkau)

Even when it’s hard to find the words
(Bahkan saat begitu sulit kata terucap)

Louder then I’ll sing your praise
(Lebih keras lagi Kupuji Engkau)

I will only sing your praise
(Aku hanya akan memujiMU)

Take this mountain weight
(Ambilah segunung beban ini)

Take these ocean tears
(Ambillah selaut tangisan ini)

Hold me through the trial
(Pegang aku melewati ujian)

Come like hope again
(Datang tunjukkan harapan lagi)

Even when the fight seems lost
(Bahkan saat aku terlihat kalah)

I’ll praise you
(Kupuji Engkau)

Even when it hurts like hell
(Bahkan saat sangat sakit rasanya)

I’ll praise you
(Kupuji Engkau)

Even when it makes no sense to sing
(Bahkan saat tidak masuk akal untuk memuji)

Louder then I’ll sing your praise
(Lebih keras lagi Kupuji Engkau)

I will only sing your praise
(Aku hanya akan memujiMU)

I will only sing your praise
(Aku hanya akan memujiMU)

I will only sing your praise
(Aku hanya akan memujiMU)

I will only sing your praise
(Aku hanya akan memujiMU)

And my heart burns only for you
(Dan hatiku membara hanya untukMU)

You are all you are all I want
(KAU lah segala yang kuinginkan)

And my soul waits only for you
(Jiwaku menanti hanya untukMU)

And I will sing till the morning has come
(Dan ku’kan menyanyi hingga pagi menjelang)

Lord my heart burns only for you
(Tuhan, hatiku membara hanya untukMU)

You are all you are all I want
(KAU lah segala yang kuinginkan)

And my soul waits only for you
(Jiwaku menanti hanya untukMU)

And I will sing till the miracle comes
(Dan ku’kan menyanyi hingga mujizat terjadi)

I will only sing your praise
(Aku hanya akan memujiMU)

I will only sing your praise
(Aku hanya akan memujiMU)

I will only sing your praise
(Aku hanya akan memujiMU)

Even when the morning comes
(Bahkan hingga pagi menjelang)

I’ll praise you
(Kupuji Engkau)

Even when the fight is won
(Bahkan saat aku telah menang)

I’ll praise you
(Kupuji Engkau)

Even when my time on earth is done
(Bahkan saat waktu hidupku telah habis)

Louder then I’ll sing your praise
(Lebih keras lagi Kupuji Engkau)

I will only sing your praise
(Aku hanya akan memujiMU)

AKU BERDIRI DI MUKA PINTU SAMBIL MENGETUK – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 2 September 2018)

Wahyu 3:20

Begitu besar kasih Tuhan Yesus kepada jemaat Laodikia sehingga tidak menginginkan jemaat Laodikia mengalami kebinasaan. Jemaat Laodikia yang melarat, telanjang dan buta sehingga membuat Tuhan Yesus ingin memuntahkannya. Itu sebabnya Tuhan Yesus menasihati dan menegur jemaat Loadikia agar merelakan diri untuk bertobat. Jemaat Laodikia seperti barang yang akan diperbaiki, harus dibongkar dan dibetulkan. Pada gereja masa kini, cara Tuhan bekerja bagi jemaat Laodikia juga menjadi model kita beribadah, bahwa dalam jam-jam ibadah kita hendaknya bukan sekedar datang tetapi siap untuk dibentuk lewat ibadah melalui kebenaran firman Tuhan. Tuhan Yesus ingin memperbaiki jemaat, Yesus berdiri dan mengetok untuk masuk dan perbaiki kehidupan jemaatNya.

Perhatikan kalimat “Lihat .. Aku berdiri dimuka pintu sambil mengetuk”. Ucapan Yesus ini menunjukan bahwa jemaat Laodikia tidak dalam keadaan bersama-sama dengan Yesus alias terpisah sebab Yesus berdiri di muka pintu dan hendak masuk. Jadi jemaat Laodikia mungkin setiap minggu beribadah tetapi dalam ibadah mereka, Yesus tidak hadir dalam ibadah, melainkan ada diluar ibadah. Padahal Yesus berjanji dalam Matius 18:20, Tuhan Yesus seharusnya ada dalam persekutuan bersama orang percaya. Jadi jika Yesus ada diluar, bukan karena Tuhan Yesus tidak berkenan hadir tetapi karena Tuhan Yesus tidak dipersilakan masuk oleh Jemaat Laodikia. Jangan sampai Yesus ada di luar dan tidak bersama-sama dalam ibadah jemaat Mahanaim.

Dalam Matius 18:16, Tuhan Yesus meminta opini tentang siapakah diriNya dan Petrus mengakui bahwa Yesus bukan jelmaan tetapi Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup. Matius 18:17-18, ungkapan Petrus adalah inspirasi iman yang berasal dari Allah, yang mengakui Yesus adalah Tuhan. Artinya, jemaat hendaknya mendasarkan iman seperti Petrus yaitu diatas dasar iman yang kuat. Oleh sebab itu, jika kita mengaku Yesus adalah Tuhan, maka kita membangun iman kita diatas dasar yang kokoh yaitu iman dalam Tuhan Yesus Kristus bukan gereja dibangun di atas Petrus.

Perhatikan kalimat selanjutnya dari Wahyu 3:20 “Jikalau ada orang yang mendengarkan suaraKu”. Suara Tuhan Yesus dapat didengarkan lewat firman Allah. Lewat firman Allah ada teguran dan nasihat untuk kehidupan kita. Jika Tuhan masih menegur, maka Tuhan masih mengasihi kita. Seperti raja Daud, seorang yang dekat Tuhan. Mazmur 28:1, Daud merasa hubungan akrab dengan Tuhan ia gambarkan seperti gembala menuntun domba-domanya.  Meskipun demikian dekatnya Daud dengan Tuhan, ia meminta agar Tuhan menegur dia dan jangan berdiam diri sebab jika Tuhan berdiam diri, ia merasa seperti orang yang mati. Ibrani 12:6-7, Tuhan menghajar orang yang dikasihiNya dan menyesah orang yang diakui sebagi anak. Ayat 8, tetapi anak gampangan adalah anak yang tidak diurus dan dibiarkan. Jadi jika Tuhan masih menegur lewat suara firman Allah, Tuhan sayang kepada kita agar tidak binasa.

MEMBUKA PINTU
Sekarang apa tindakan kita atau respon kita terhadap firman Allah? Kata “membuka pintu”, ini dilakukan saat kita dengarkan firman Tuhan, sebab jika kita dapat membuka pintu atas janj-janji Tuhan, maka Yesus akan masuk dan mendapatkannya. Hasilnya janji-janji Tuhan dapat kita nikmati karena sang sumber ada disana yaitu Yesus.

Sebuah kisah tentang Raja Edward VII, Raja Inggris (tahun 1901 – 1910). Raja Edward dengan istrinya sedang pergi berjalan-jalan di pedesaan. Tiba-tiba istrinya terpeleset dan kakinya terkilir. Isteri raja Edward bergelayut  sambil berjalan ke sebuah rumah sederhana. Raja Edward mengetuk pintu rumah itu. Dari dalam rumah terdengar sebuah jawaban: “Siapa di sana..?” Raja menjawab: “Ini Edward! raja Inggris. Izinkan aku masuk.” Pemilik rumah berteriak dari dalam “Cukup kelakarmu itu. Pergilah!” (Raja Edward shock mendengarnya. Dia mengetuk pintu untuk kedua kali. Terdengar suara keras dari dalam: “Apa yang kamu inginkan?” Raja Edward menjawab: “Saya katakan kepadamu bahwa saya raja! Ini Edward, rajamu! Ijinkan saya masuk!” Dari dalam, pemilik rumah marah dan berteriak sambal maki-maki. Lalu buka sedikit pintu rumahnya untuk lihat apakah benar raja? Ketika tahu itu benar raja Edward, pemilik rumah itu menundukkan badannya dalam-dalam lalu meminta maaf, mempersilahkan raja dan ratu masuk rumahnya. Lalu ia mencari bantuan untuk menolong sang ratu. Setelah tua dan tak bisa bekerja, pekerjaan yang dilakukannya hanya bisa berkunjung ke tetangga yang ada di sekitar rumahnya. Setiap ia akan mengakhiri kunjungannya ia bercerita pengalamannya… “Hampir saja aku tidak mengijinkan raja masuk ke rumahku.”

PENUTUP
Kalau dunia tidak mau membuka hati sebab mereka tidak percaya bahwa Yesus adalah Raja, kita bisa mengerti. Tapi, ada orang Kristen yang membiarkan Yesus di luar dan tidak ijinkan Yesus masuk untuk membenahi, mengubah dan memimpin hidupnya. Oleh sebab itu, jika kita taat dan dengar firman maka kita akan layak menyongsong Tuhan Yesus kedua kali. Yesus ingin mendapatkan kita dan makan sehidangan dengan kita, Wahyu 19:6-10.

  • Ayat 6, kalau kita mengundang Yesus masuk dalam hati, maka…
  • Ayat 7, kita dilayakkan menyongsong kedatangan Yesus sebagai Mempelai Laki-laki.
  • Ayat 8, walaupun keadaan kita seperti jemaat Laodikia, yang melarat, malang, miskin, buta dan telanjang, tapi karena kita mengundang Yesus masuk dalam hati kita, maka kita akan dipulihkan Tuhan.
  • Ayat 9, kita bukan jadi orang yang dibuang dari hadapan hadirat Yesus.

Seperti 5 Gadis Bodoh yang tidak dikenal Yesus. Mereka disebut pembuat kejahatan, sehingga dimasukkan ke dalam kegelapan yang paling gelap. Tetapi Kita disebut Yesus sebagai “Pengikut Yesus Yang Sejati”, sang  “Mempelai Perempuan Kristus”, yang akan menikmati “Perjamuan Kawin Anak Domba dalam Kemuliaan-Nya.”

Jangan keraskan hati kita, persilakan Tuhan Yesus masuk dan kita akan menikmati perjamuan makan bersama Dia dalam kerajaan kekal. Tuhan Yesus memberkati.