AKU BERDIRI DI MUKA PINTU SAMBIL MENGETUK – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 2 September 2018)

Wahyu 3:20

Begitu besar kasih Tuhan Yesus kepada jemaat Laodikia sehingga tidak menginginkan jemaat Laodikia mengalami kebinasaan. Jemaat Laodikia yang melarat, telanjang dan buta sehingga membuat Tuhan Yesus ingin memuntahkannya. Itu sebabnya Tuhan Yesus menasihati dan menegur jemaat Loadikia agar merelakan diri untuk bertobat. Jemaat Laodikia seperti barang yang akan diperbaiki, harus dibongkar dan dibetulkan. Pada gereja masa kini, cara Tuhan bekerja bagi jemaat Laodikia juga menjadi model kita beribadah, bahwa dalam jam-jam ibadah kita hendaknya bukan sekedar datang tetapi siap untuk dibentuk lewat ibadah melalui kebenaran firman Tuhan. Tuhan Yesus ingin memperbaiki jemaat, Yesus berdiri dan mengetok untuk masuk dan perbaiki kehidupan jemaatNya.

Perhatikan kalimat “Lihat .. Aku berdiri dimuka pintu sambil mengetuk”. Ucapan Yesus ini menunjukan bahwa jemaat Laodikia tidak dalam keadaan bersama-sama dengan Yesus alias terpisah sebab Yesus berdiri di muka pintu dan hendak masuk. Jadi jemaat Laodikia mungkin setiap minggu beribadah tetapi dalam ibadah mereka, Yesus tidak hadir dalam ibadah, melainkan ada diluar ibadah. Padahal Yesus berjanji dalam Matius 18:20, Tuhan Yesus seharusnya ada dalam persekutuan bersama orang percaya. Jadi jika Yesus ada diluar, bukan karena Tuhan Yesus tidak berkenan hadir tetapi karena Tuhan Yesus tidak dipersilakan masuk oleh Jemaat Laodikia. Jangan sampai Yesus ada di luar dan tidak bersama-sama dalam ibadah jemaat Mahanaim.

Dalam Matius 18:16, Tuhan Yesus meminta opini tentang siapakah diriNya dan Petrus mengakui bahwa Yesus bukan jelmaan tetapi Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup. Matius 18:17-18, ungkapan Petrus adalah inspirasi iman yang berasal dari Allah, yang mengakui Yesus adalah Tuhan. Artinya, jemaat hendaknya mendasarkan iman seperti Petrus yaitu diatas dasar iman yang kuat. Oleh sebab itu, jika kita mengaku Yesus adalah Tuhan, maka kita membangun iman kita diatas dasar yang kokoh yaitu iman dalam Tuhan Yesus Kristus bukan gereja dibangun di atas Petrus.

Perhatikan kalimat selanjutnya dari Wahyu 3:20 “Jikalau ada orang yang mendengarkan suaraKu”. Suara Tuhan Yesus dapat didengarkan lewat firman Allah. Lewat firman Allah ada teguran dan nasihat untuk kehidupan kita. Jika Tuhan masih menegur, maka Tuhan masih mengasihi kita. Seperti raja Daud, seorang yang dekat Tuhan. Mazmur 28:1, Daud merasa hubungan akrab dengan Tuhan ia gambarkan seperti gembala menuntun domba-domanya.  Meskipun demikian dekatnya Daud dengan Tuhan, ia meminta agar Tuhan menegur dia dan jangan berdiam diri sebab jika Tuhan berdiam diri, ia merasa seperti orang yang mati. Ibrani 12:6-7, Tuhan menghajar orang yang dikasihiNya dan menyesah orang yang diakui sebagi anak. Ayat 8, tetapi anak gampangan adalah anak yang tidak diurus dan dibiarkan. Jadi jika Tuhan masih menegur lewat suara firman Allah, Tuhan sayang kepada kita agar tidak binasa.

MEMBUKA PINTU
Sekarang apa tindakan kita atau respon kita terhadap firman Allah? Kata “membuka pintu”, ini dilakukan saat kita dengarkan firman Tuhan, sebab jika kita dapat membuka pintu atas janj-janji Tuhan, maka Yesus akan masuk dan mendapatkannya. Hasilnya janji-janji Tuhan dapat kita nikmati karena sang sumber ada disana yaitu Yesus.

Sebuah kisah tentang Raja Edward VII, Raja Inggris (tahun 1901 – 1910). Raja Edward dengan istrinya sedang pergi berjalan-jalan di pedesaan. Tiba-tiba istrinya terpeleset dan kakinya terkilir. Isteri raja Edward bergelayut  sambil berjalan ke sebuah rumah sederhana. Raja Edward mengetuk pintu rumah itu. Dari dalam rumah terdengar sebuah jawaban: “Siapa di sana..?” Raja menjawab: “Ini Edward! raja Inggris. Izinkan aku masuk.” Pemilik rumah berteriak dari dalam “Cukup kelakarmu itu. Pergilah!” (Raja Edward shock mendengarnya. Dia mengetuk pintu untuk kedua kali. Terdengar suara keras dari dalam: “Apa yang kamu inginkan?” Raja Edward menjawab: “Saya katakan kepadamu bahwa saya raja! Ini Edward, rajamu! Ijinkan saya masuk!” Dari dalam, pemilik rumah marah dan berteriak sambal maki-maki. Lalu buka sedikit pintu rumahnya untuk lihat apakah benar raja? Ketika tahu itu benar raja Edward, pemilik rumah itu menundukkan badannya dalam-dalam lalu meminta maaf, mempersilahkan raja dan ratu masuk rumahnya. Lalu ia mencari bantuan untuk menolong sang ratu. Setelah tua dan tak bisa bekerja, pekerjaan yang dilakukannya hanya bisa berkunjung ke tetangga yang ada di sekitar rumahnya. Setiap ia akan mengakhiri kunjungannya ia bercerita pengalamannya… “Hampir saja aku tidak mengijinkan raja masuk ke rumahku.”

PENUTUP
Kalau dunia tidak mau membuka hati sebab mereka tidak percaya bahwa Yesus adalah Raja, kita bisa mengerti. Tapi, ada orang Kristen yang membiarkan Yesus di luar dan tidak ijinkan Yesus masuk untuk membenahi, mengubah dan memimpin hidupnya. Oleh sebab itu, jika kita taat dan dengar firman maka kita akan layak menyongsong Tuhan Yesus kedua kali. Yesus ingin mendapatkan kita dan makan sehidangan dengan kita, Wahyu 19:6-10.

  • Ayat 6, kalau kita mengundang Yesus masuk dalam hati, maka…
  • Ayat 7, kita dilayakkan menyongsong kedatangan Yesus sebagai Mempelai Laki-laki.
  • Ayat 8, walaupun keadaan kita seperti jemaat Laodikia, yang melarat, malang, miskin, buta dan telanjang, tapi karena kita mengundang Yesus masuk dalam hati kita, maka kita akan dipulihkan Tuhan.
  • Ayat 9, kita bukan jadi orang yang dibuang dari hadapan hadirat Yesus.

Seperti 5 Gadis Bodoh yang tidak dikenal Yesus. Mereka disebut pembuat kejahatan, sehingga dimasukkan ke dalam kegelapan yang paling gelap. Tetapi Kita disebut Yesus sebagai “Pengikut Yesus Yang Sejati”, sang  “Mempelai Perempuan Kristus”, yang akan menikmati “Perjamuan Kawin Anak Domba dalam Kemuliaan-Nya.”

Jangan keraskan hati kita, persilakan Tuhan Yesus masuk dan kita akan menikmati perjamuan makan bersama Dia dalam kerajaan kekal. Tuhan Yesus memberkati.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s