PEMBAHARUAN MANUSIA BATINIAH, oleh Pdt. Hani Paulus (Ibadah Raya 2 – Minggu, 9 September 2018)

Pendahuluan
Sebelum kita membahas judul di atas, kita akan melihat terlebih dahulu mengenai Trinitas/ Tritunggal(Pengakuan Iman yang ke dua dari GPdI), dimana kita akan menyoroti tentang oknum Allah Anak, yang menjadi manusia Yesus, dimana Dia adalah 100% Allah dan 100% manusia (Pengakuan iman yang ke empat).

PENGAKUAN IMAN KE-2 GPdI
Kami percaya Allah Yang Maha Esa dan kekal dalam wujud Trinitas: “BAPA dan PUTERA dan ROH KUDUS”, (UI. 6:4; 1 Tim. 2:5; 1 Yoh. 5:7; Mat. 28:19), Keesaan namaNya yaitu: “TUHAN YESUS – KRISTUS”, (Kis. 2:36; 8:12; 10:48; Mat. 1:1; Why. 22:20-21; Kis. 19:5; 1 Ptr. 3:15).

TRITUNGGAL

Kata-kata Trinitas – Tritunggal memang tidak ada dalam Alkitab. Trinitas –Tritunggal adalah sebuah RUMUSAN/KONSEP untuk mendefinisikan seperti apa keberadaan Allah yang disebutkan dalam Alkitab, yaitu: Allah yang Esa (SATU) dalam 3 Pribadi ( Bapa, Anak/Putra, Roh Kudus ). 3 PRIBADI BUKAN MENUNJUK KEPADA 3 ORANG/ 3 ALLAH (1 ALLAH Dalam 3 Pribadi yang mutlak berbeda namun dalam kesatuan yang tak terpisahkan)

TRITUNGGAL/TRINITAS
Pandangan A.W.Tozer mengatakan bahwa di dalam Tritunggal ini:

  • Tidak ada yang lebih dahulu atau lebih kemudian,
  • Tidak ada yang lebih besar atau lebih kecil,
  • tetapi ketiga pribadi itu sama-sama kekal, bersama-sama, dan setara (A.W. Tozer: Mengenal Yang Maha Kudus; 1995: 35)

Contoh:
Dalam Perjanjian Lama pada kisah Penciptaan Langit dan Bumi.

  • Kejadian 1:1 – Pada mulanya Allah (Oknum 1-Bapa) menciptakan langit dan bumi.
  • Ayat 2,  Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah (Oknum ke-3-Roh Kudus)melayang-layang di atas permukaan air.
  • Ayat 3, Berfirmanlah (Oknum ke-2- Anak/Firman) Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi.

SIAPAKAH BAPA?
Pribadi ALLAH yang Esa. Disebut Bapa bukan karena jenis kelamin tetapi sebagai SUMBER (asal usul dari segala sesuatu), pemelihara segala sesuatu, pemberi, dan pembimbing – adalah pencipta segala sesuatu. 1 Kor 8:6, namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.

SIAPAKAH ANAK?
Disebut Anak bukan karena dilahirkan tetapi berasal (keluar dari Bapa), Yohanes 8:42, Ibrani 1:5. Anak = sang Firman (yang keluar dari mulut Allah). Yohanes 1:1,14 yang menjadi manusia (Gambar Allah yang dapat dilihat, Ibrani 1:3); Untuk mati sebagai manusia – menebus dosa (1 Petrus 3:18). Sehingga kemanusiaan Yesus di dunia adalah sebuah kombinasi dari ke-Allahan-Nya dan kemanusiaan-Nya. Dia Yesus 100% Allah; 100% manusia, hanya bedanya dengan manusia seperti kita adalah bahwa Yesus tidak sedikitpun berbuat dosa (Ibrani 4:15; 1 Pet 2:22).

BAGAIMANA DENGAN DIRI KITA?
Kita 100% manusia, namun bedanya dengan Yesus adalah bahwa kita masih sering jatuh dalam dosa. Kabar baiknya adalah bahwa didalam diri kita juga ada unsur ke-Allahan yaitu Roh Allah sendiri yang kita kenal dengan sebutan Roh Kudus.

Mari kita menyimak 2Korintus 4:16  – Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah (es’-o-then; from inside, baik roh maupun jiwanya) kami dibaharui dari sehari ke sehari. Perhatika gambar!

  • Manusia jasmani kita akan terus merosot. Usia kita bertambah pendek, fisik kita bertambah lemah, daya tahan tubuh kita semakin menurun, ditambah berbagai masalah dalam kehidupan, sering kali kita mengalami ‘Tawar hati’. Tubuh manusia yang berdosa (1), dengan semua panca indra yang sudah tercemar, ikut mempengaruhi jiwa kita semakin kacau, labil dan seringkali ‘galau’. Apalagi roh manusia yang belum mengalami kelahiran baru, tidak aktif (Mode Sleep…zzz..zzz), tidak dapat berbuat apa-apa untuk mempengaruhi jiwa. Pada akhirnya kita selalu jatuh dalam berbagai-bagai dosa dan pencobaan.
  • Namun dari ayat kita kita dapat melihat bagaimana Rasul Paulus dapat mengatasi jasmaninya yang semakin merosot dengan tidak tawar hati. Kuncinya adalah bahwa batiniahnya diperbaharui dari sehari ke sehari. Batiniahnya mengalami pembaharuan sehingga mulai dapat menguasai dan mengendalikan jiwa untuk memerintahkan tubuh taat melakukan kehendak Tuhan.

  • Dan hasil pembaharuan yang dialami batinnya, membuat ia dapat berkata-kata dalam 2Kor 4:17- Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami. Kita tahu bahwa penderitaan Paulus tidaklah ringan. Dari semua Rasul Yesus, sepertinya dialah yang paling banyak mengalami aniaya dan penderitaan hidup karena melayani Tuhan, 2 Korintus 11:23-29.
  • Pada kesimpulan dari perjalanan hidup dengan batiniah yang sudah diperbaharui, Paulus memberikan sikap hidupnya yang selalu optimis untuk menghadapi kehidupan dan setiap kesulitan dan tantangannya. 2Kor 4:18  Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.

Pembaharuan manusia batiniah
Mari kita melihat dan mempelajari bagaimana rahasia pembaharuan batiniah yang dialami oleh Paulus dan kiranya juga menjadi bagian kita untuk mengalaminya.

2Kor 4:7 – Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.

Hal pertama yang harus diketahui adalah bahwa didalam diri kita anak-anak tebusan-Nya, Allah telah meletakkan sesuatu yang sangat berharga, milik Allah dalam diri manusia, yang disebut oleh Paulus adalah ‘Harta’. Jelas diri kita adalah seperti bejana tanah liat, namun didalamnya diletakkan sebuah ‘Harta’ oleh Allah sehingga oleh Harta tersebut, orang yang memilikinya memiliki kekuatan yang berlimpah-limpah untuk menghadapi kehidupan manusia yang semakin merosot dan tidak menjadi tawar hati. Harta tersebut adalah Roh Kudus dan Firman Allah.

Firman dan Roh Kudus inilah yang mengerjakan proses kelahiran baru dalam diri kita, sehingga roh kita diperbaharui semakin lama semakin kuat untuk dapat memengaruhi jiwa (Pikiran, perasaan dan kehendak) untuk memerintahkan tubuh agar taat dan melakukan setiap kehendak Tuhan.

Ada dua hal yang harus terus-menerus kita kenakan dalam batiniah kita, supaya batiniah kita terus mengalami pembaharuan dari hari ke hari.

  1. 2 Kor 4:10, Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami. 
  • Kita harus senantiasa membawa Kematian Yesus didalam tubuh jasmani kita. Supaya kehidupan Yesus juga semakin nyata dalam hidup kita.
  • Inilah bentuk penyangkalan diri dan memikul salib yang Yesus tawarkan. Resep ini adalah sebagai alat untuk menjadikan kita tetap rendah hati dan terus-menerus bergantung kepada Allah.
  • 2 Kor 12:10 – Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.
  1. 2 Kor 4:13  Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: “Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata”, maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata. 
  • Yang ke dua adalah memiliki roh iman, dimana kita harus berani mengatakan apa yang kita percayai. Mengatakannya berulang-ulang dengan keyakinan.
  • Roh iman akan memperbaharui batiniah kita, sehingga Tuhan akan memimpin iman kita terus bertumbuh pada kesempurnaan.
  • Ibrani 12:2, Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan, tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

Manusia lahiriah, semakin merosot, semakin tua, menurun fungsinya, melemah dan akhirnya mati, tetapi Manusia batiniah dibaharui dari sehari ke sehari = semakin mulia (Unsur Allah dimasukkan oleh Roh Kudus saat kelahiran baru, Yohanes 3:3,5). Selamat Menjalaninya

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s