BAIT ALLAH – Oleh Bp. Bunyamin Widjanarko (Ibadah Raya 1 – Minggu, 30 September 2018)

Yesaya  66:1
Begini firman Tuhan :
“Langit adalah tahtaKu dan bumi adalah tumpuan kakiKu. Rumah apakah yang akan kamu dirikan bagiKu dan tempat apakah yang akan menjadi perhentianKu ?”

Allah tidak menganggap langit/bumi sebagai tempat tinggal/tempat kediamanNya. Dia juga tidak menganggap rumah jasmani, bait jasmani yang dibangun bagiNya oleh orang Israel sebagai tempat peristirahatanNya. Dalam Perjanjian Lama, kemah yang dibuat Musa hanyalah merupakan lambang persekutuan Allah dengan umatNya. Begitu pula bait Allah yang direncanakan oleh Daud dan dibangun oleh Salomo.

Namun dalam masa Perjanjian Baru, Allah tidak lagi berdiam dalam bagunan fisik seperti tabut perjanjian atau bait seperti milik raja Salomo. Melainkan Allah berdiam didalam diri setiap orang percaya (Ibrani3 : 6adan2  Kor  6 : 16b). Tempat yang didambakan Allah adalah hati kita, yaitu hati orang yang percaya kepada Yesus. Allah ingin memiliki satu tempat kediaman di alam semesta ini yang adalah pembauran antara Allah dengan manusia, sehingga menjadi satu tempat dimana Allah  dan manusia saling huni satu dengan yang lain (Yohanes 14:20; 1 Yohanes 4 ; 13a; Yohanes 15:4adan Efesus 2:22). Jika Allah berdiam didalam Gereja yaitu hidup orang percaya, maka yang Allah  kehendaki  adalah Gereja  yang  tidak  pasif,  tetapi  mempunyai  responsif  yang  besar  yaitu  memuji  dan  menyembah  Dia (Mazmur 22 : 4).

Alkitab berkata bahwa Allah ternyata  memilih untuk bersemayam  diatas  puji – pujian  umatNya. Dari  sini  kita  dapat  melihat bahwa  Gereja  yang  memuji dan menyembah Tuhan Yesus Kristus adalah hal yang Allah kehendaki. Bahkan di dalam Kitab Mazmur pasal dan ayat terakhir dengan jelas menyatakan perintah Allah untuk memuji Tuhan. Maz. 150:6  “Biarlah segala yang bernafas memuji  Tuhan! Haleluya!”

ARTI KATA
Kata “Mazmur”, dalam terjemahan Ibrani dituliskan MIZMOR artinya nyanyian dengan syair pujian yang dilantunkan oleh para nabi dalam setiap ibadah di Israel. Mazmur 102:19b, bangsa yang  diciptakan nantinya akan memuji – muji Tuhan. Legenda Yahudi mengisahkan, bahwa setelah Allah  melihat segala ciptaannya, sungguh amat baik, maka Ia memanggil semua malaikatNya dan  menanyakan pendapat mereka tentang hasil ciptaannya itu. Setelah mempertimbangkan semua  pekerjaan Allah yang ajaib itu, salah seorang malaikat berkata: “Satu-satunya yang tidak ada hanyalah  suara pujian kepada sang Pencipta”. Oleh sebab itu, Allah menciptakan musik dan musikpun  terdengar dalam bisikan angin, nyanyian burung, bahkan Allah memberikan pada manusia karunia dan kemampuan untuk menciptakan lagu – lagu pujian bagi Sang Raja yaitu Allah sendiri.

Dalam Yesaya  55 : 12b, menunjukan bagaimana bumi dan isinya juga memuji Tuhan:

  • Gunung – gunung serta bukit – bukit akan bergembira dan bersorak-sorai di depanMu
  • Dan segala pohon-pohonan di padang akan bertepuk tangan
  • Makhluk alampun dapat ditenangkan melalui suara musik

Contohnya, di India ada pawang ular yang dengan musiknya (Magudi) ular dapat tenang bahkan menari. Jadi jika ada diantara kita yang tidak merasa  :
1. Diciptakan untuk memuji Tuhan, Mazmur 102:19b
2. Dia bersemayam diatas pujian umatnya, Mazmur 22:4
3. Diperintah untuk memuji Tuhan, Mazmur 150:6

Tetapi setidak – tidaknya ada 4 alasan kita memuji dan memyembah Tuhan:
a. Keselamatan yang kita peroleh karena percaya kepada Yesus Juru Selamat membuat kita memuji Dia.(1 Tawarikh 16 : 35)
b. Karena belas kasihNya yang kekal (Mazmur 106:1)
c. Karena pujian mempunyai kuasa untuk mengubah keadaan–keadaan yang terburuk menjadi kemenangan bagi Tuhan(Mazmur 59:17– 8). Contoh, Rasul Paulus di penjara  16 : 25 – 34.
d. Karena memuji dan menyembah Allah akan menjadi bagian dari hidup kita kelak di surga (Wahyu 4: ; Mazmur 150:6)

INTROSPEKSI :
Apabila kita mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilanNya, betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukannya bagi orang–orang Kudus, kita memeriksa diri, siapakah kita  sehingga Tuhan mengingat–ingatnya? Namun Tuhan membuatnya hampir sama seperti Allah, dan  telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.

Lalu apa yang harus kita lakukan selain memuji dan memuliakan Tuhan dengan sesembahan  kita?
Keadaan dunia sekarang :

  • Adanya Sodom Gomora abad 21
  • Pembakaran Alkitab secara terbuka di Uganda
  • Perzinahan diijinkan di Afrika Selatan
  • Amerika meresmikan perkawinan sejenis
  • Amerika membuka tempat ibadah untuk setan secara terbuka
  • Canada memungkinkan BESTIALITY (Seks dengan  binatang)
  • Spanyol mengijinkan film porno di sekolah SMU dan Universitas
  • Otorisasi pelacuran dibawah umur

Tentunya Kerajaan Surga sangat menderita dengan hal–hal itu, dan untuk maksud melawan kekuatan besar itu umat Kerajaan harus selalu lakukan pujian dan penyembahan sebagai kekuatan Ilahi yang digunakan Tuhan untuk melawan kekuatan jahat tersebut. Itulah sebabnya Gereja Perjanjian Baru mulai  sekarang  harus dengan giat mengajarkan Pujian dan Penyembahan yang benar menurut Firman Allah.

MEMUJI DAN MENYEMBAH TUHAN
Memuji Tuhan adalah pernyataan kita tentang kebaikan Tuhan dan keajaiban Tuhan. Contoh: Keluaran 15:1–21, Nyanyian Musa ketika Musa memimpin umat Israel keluar dari Mesir, mereka  memuji–muji tentang kedasyatan Allah dalam pembebasan Israel tersebut.

Menyembah Allah adalah persekutuan kasih dengan Allah, seperti halnya hubungan kasih antara pria dan wanita. Pada saat kita menyembah, kita menjadi satu dengan Allah, tenggelam dalam kasih setiaNya yang tidak berkesudahan dan kasih yang tiada bandingannya. Pujian mendahului  Penyembahan, hanya dengan pujian yang mempersiapkan kita masuk Ruang Maha Kudus di tengah – tengah awan kemuliaan.

Pelajaran Tentang Jalan  Rajawali  di Udara
Sebelum rajawali terbang tinggi dia akan mengepak– ngepakan sayapnya dahulu  sampai ketinggian 25.000 kaki. Setelah sampai pada ketinggian yang diinginkan, dia akan meluncur dengan anggun. Sungguh pemandangan yang penuh keanggunan. Demikian halnya, pujian itu seperti kepakan sayap Rajawali – apabila dirasa sudah sampai ke Tahta Allah Bapa, di Ruang Maha Kudus, kita akan  berhenti dari segala kegiatan dan beristirahat di dalam Dia (Ibrani 4:10). Seperti Maria yang telah memilih bagian yang terbaik, yang mengisyaratkan penyembahan (Lukas 10:38 – 42). Ini adalah tempat Rahasia yang Maha Tinggi (Mazmur 91:1). Jadi, aplikasi Pujian muncul sebagai akibat dari sukacita keselamatan yang didapati dari Tuhan (Mazmur  51:4 – Hab. 3:18).

Hadirat Allah melalui Roh Kristus datang untuk berdiam didalam orang–orang kristen yang sudah dibasuh oleh darah Kristus (Roma 8:9).Yaitu orang–orang yang tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh. Oleh sebab itu, pujian dan penyembahan merupakan suatu ekspresi yang  mengalir dalam bentuk kata–kata yang berasal dari mata air keselamatan di dalam diri kita (Yesaya 12:3). Jadilah seorang pemuji dan penyembah.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s