KUASA PUJIAN dan PENYEMBAHAN KEPADA TUHAN – oleh Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya 3 – Minggu, 30 September 2018)

Mazmur 22:4
“Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel.”

Ayat ini merupakan mazmur yang ditulis oleh raja Daud. Dalam ilham Roh, Ia mengungkapkan bahwa Allah itu bersemayam di atas puji-pujian. Kata “Bersemayam” memiliki beberapa pengertian: Berdiam/ tinggal didalam; berhadirat dan juga dapat berarti bertahta di atas puji-pujian umatNya. Yang menarik disini adalah bahwa ternyata Allah tidak hanya berdiam dan bertahta di Sorga saja, tetapi Ia tertarik juga untuk berhadirat di atas puji-pujian orang Israel (Orang-orang percaya).

Apa yang Tuhan kerjakan ketika berdiam di atas puji-pujian kita kepada-Nya ?
1. Tuhan menikmati dan disenangkan dengan puji-pujian yang dinaikkan dengan hati yang tulus untuk mengagungkan Dia.
Yang dapat menyenangkan Tuhan bukanlah harta kita, kemampuan kita atau kedudukan kita, Allah tidak membutuhkan itu tetapi bagaimana kita dapat mengagungkanDia, menaikkan syukur dengan pujian dan penyembahan kita dari dasar hati kita yang tulus atas apa yang Tuhan telah berikan kepada kita itu.

2. Melepaskan kuasa dan otoritas-Nya untuk keperluan orang yang memuji dan menyembah-Nya.
Allah tidak hanya menikmati pujian penyembahan umat-Nya saja, tetapi di atas pujian itu Ia bertindak dengan kuasa dan otoritas-Nya untuk kepentingan umat yang menyembah-Nya.

KUASA ALLAH DALAM PUJIAN DAN PEMYEMBAHAN
Apa saja yang Tuhan kerjakan dengan kuasa dan otoritasnya di atas pujian umat-Nya?
1. Kuasa kegelapan dilumpuhkan.
Maz 149: 6-9 “Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka, dan pedang bermata dua di tangan mereka. Untuk melakukan pembalasan terhadap bangsa-bangsa, penyiksa-penyiksa terhadap suku-suku bangsa, untuk membelenggu raja-raja mereka dengan rantai, dan orang-orang mereka yang mulia dengan tali-tali besi, untuk melaksanakan terhadap mereka hukuman seperti yang tertulis, itulah semarak bagi semua orang yang dikasihi-Nya. Haleluyah.”

Penyiksa-penyiksa suku bangsa dan yang membelenggu dengan rantai dan tali besi terhadap bangsa-bangsa dalam ayat ini yang dimaksud adalah kuasa Iblis. Kuasa puji-pujian kepada Tuhan mampu melumpuhkan dan menghancurkan belenggu Iblis itu.

Dalam Kisah Rasul 16:25-26 – Paulus dan Silas karena Injil Tuhan mereka dipenjarakan dengan rantai dan belenggu, tetapi ketika tengah malam mereka menyanyi dan memuji Tuhan sehingga terjadi goncangan hebat dan belenggu mereka seketika itu terlepas. Kuasa puji-pujian sebenarnya sudah Tuhan tanamkan sejak anak-anak sebagai senjata untuk membungkam intimidasi iblis.

Maz 8:3 – “Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kau letakkan dasar kekuatan karena lawanMu, untuk membungkam musuh dan pendendam.”

Kita tahu dari sini bahwa, selain Nama YESUS, ternyata puji-pujian juga merupakan dasar kekuatan untuk membungkamkan musuh (iblis). Dalam ayat ini dipakai kata “membungkamkan”, mengapa kata ini yang dipakai ? Membungkam itu hubungannya dengan  mulut dan dari mulut keluar profokasi atau intimidasi.

Dalam 1 Petrus 5:8 “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.” Auman mulut singa yang digambarkan sebagai Iblis inilah yang sering mengintimidasi orang percaya untuk dijatuhkan imannya. Untuk menghadapi kuasa kegelapan dan intimidasi Iblis, tidak dibutuhkan senjata fisik, tetapi dengan kuasa Allah, dan kuasa Allah itu dapat terjadi dalam hidup kita salah satunya melalui pujian-pujian dan penyembahan kita. Dengan puji-pujian dan penyembahan kita kepada Tuhan itu akan membungkam mulut Iblis yang suka menuduh dan mengintimidasi kita  (2 Korintus 10:4).

2. Allah mengambil alih peperangan kita dengan berperang ganti kita.
Dalam 2 Taw. 20:1-30 – Dikisahkan bahwa Raja Yosafat dari Yehuda mendapat serangan dari Moab dan Amon yang memiliki kekuatan jauh dibanding pasukannya. Yosafat menjadi takut dan ia mencari Tuhan. Melalui nabi Tuhan diberitahukan kepada Yosafat bahwa Allah mendengar doanya dan akan menolongnya. Ketika tiba hari peperangan itu, Yosafat tidak segera memerintahkan pasukannya menyerang tetapi justru diperintahkannya untuk semuanya memuji dan mengagungkan Tuhan. Sementara pujian itu dinaikkan kepada Tuhan, maka Tuhan dengan kuasa-Nya membuat kacau barisan musuh sehingga dibuatnya bani Moab dan Amon justru saling membunuh. Yosafat tidak perlu lagi berperang tetapi tangan Tuhanlah yang berperang terhadap musuh-musuhnya dengan Kuasa-Nya.

3. Menerima Inspirasi Allah.
2 Raja 3:15 “Maka sekarang, jemputlah bagiku seorang pemetik kecapi, pada waktu pemetik kecapi itu bermain kecapi, maka kekuasaan Tuhan meliputi dia.” Dalam ayat ini dikisahkan bahwa Raja Yosafat memohon petunjuk kepada Nabi Elisa yang sebenarnya enggan untuk melayani karena Yosafat bersekutu dengan raja Yoram, anak Ahab yang jahat di mataTuhan. Karena Elisa merasa tidak mendapat ilham apapun dari Tuhan, maka ia minta seorang pemetik kecapi memainkan kecapinya memuji Tuhan. Pada saat pujian kecapi itu dimainkan maka Tuhan bertahta diatas pujian itu dan berfirman kepada Elisa mengenai apa yang harus Elisa katakan.

Tuhan dapat berbicara tidak saja lewat khotbah, tetapi juga lewat pujian yang dimainkan dengan musik. Lewat musik yang dimainkan untuk memuliakan-Nya, Tuhan dapat memberikan inspirasi dan jalan keluar untuk masalah yang kita hadapi. Untuk itu jangan bersungut-sungut dalam menghadapi masalah apapun, tetapi naikkanlah pujian bagiTuhan, maka Ia akan bertindak untuk menolong kita dengan cara-Nya yang ajaib.

4. Menarik jiwa-jiwa datang kepada Yesus.
Yoh. 12: 2; Maz. 40:4 “dan Aku apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang dating kepada-Ku.” (Yoh 12:32)

Ketika Tuhan ditinggikan lewat pujian dan penyembahan, maka kuasa-Nya akan menarik banyak orang untuk datang kepada-Nya. Itulah sebabnya dalam setiap ibadah selalu dimulai dengan pujian dan ditutup dengan puji-pujian juga.

Menarik datang kepada Tuhan, yang ditarik bukan saja orang lain, tetapi juga sang pemuji itu sendiri ia ditarik kedalam hadirat Tuhan untuk mengalami kuasa-Nya. Naikkanlah pujian dan penyembahan kepada Tuhan dengan kesungguhan hati dalam ibadah maupun dalam kehidupan kita, maka kita akan menikmati kuasa dan hadirat-Nya yang ajaib.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s