PEMBUNUH RAKSASA – oleh Pdt. Joseph Priyono (Ibadah Raya 3 – Minggu, 23 September 2018)

1Samuel 17

1 Samuel 17:50
Demikianlah Daud mengalahkan orang Filistin itu dengan umban dan batu; ia mengalahkan orang Filistin itu dan membunuhnya, tanpa pedang di tangan.

Pendahuluan
Sosoknya tinggi besar, langkahnya menggetarkan bumi dan suaranyapun menggelegar bak halilintar membuat yang mendengarnya menjadi gemetar. Ya, itulah “Raksasa.” Raksasa bukanlah ilusi atau fiksi, ia nyata dan ada. Usianya setua zaman ini. Keberadaan raksasa pertama-tama dikisahkan oleh kitab Kejadian. Kejadian 6:4 mengatakan: “Pada waktu itu orang-orang raksasa ada di bumi, ……. inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan.” Raksasa juga muncul saat bangsa Israel hendak menduduki tanah Kanaan.

Ulangan  9:1-2
“Dengarlah, hai orang Israel! Engkau akan menyeberangi sungai Yordan pada hari ini untuk memasuki serta menduduki daerah bangsa-bangsa yang lebih besar dan lebih kuat dari padamu, yakni kota-kota besar yang kubu-kubunya sampai ke langit– suatu bangsa yang besar dan tinggi, orang Enak, yang kaukenal dan yang tentangnya kaudengar orang berkata: Siapakah yang dapat bertahan menghadapi orang Enak?”

 Kini raksasa itu hadir kembali menantang barisan tentara Israel (1 Samuel 17). Raksasa itu bernama: “GOLIAT” Suaranya menakutkan dan menggentarkan seluruh Israel, dari raja, tentara dan segenap umat Israel. Tak seorangpun berani menghadapinya, seluruh bangsa telah kehilangan keberanian dan nyali untuk berperang menghadapi Goliat. Untunglah, diantara seluruh pasukan tentara Israel hadir seorang anak muda, sang gembala domba ayahnya yang bernama Daud. Dengan penuh keyakinan dan keberanian, Daud maju bersama Tuhannya untuk menghancurkan Goliat. Dihadapan Daud, Goliat tumbang tanpa perlawanan.

Nama baru Raksasa
Saat ini kita tidak akan menemukan nama Goliat sebab ia sudah mengganti namanya. Goliat telah bermetamorfosis menjadi: ketakutan, keputusasaan, kegagalan, iri hati, dendam, penyakit, masalah, keluarga, keuangan, masalah anak-anak, kebencian, kemarahan, penderitaan dan lain-lain. Inilah raksasa-raksasa baru yang membayangi langkah kita. Raksasa itu berdiri di depan kita untuk menghentikan langkah kita bahkan menghancurkan hidup kita.

Kebenaran Raksasa dan Raksasa Kehidupan
Mungkin kita bertanya, mengapa ada raksasa?  Mengapa Tuhan mengijinan bahkan membebaskan kita menghadapi raksasa? Raksasa hadir bukan karena kebetulan atau kesalahan penciptaan. Raksasa ada karena Tuhan memiliki tujuan dan maksud khusus atas kehadirannya. Berikut ini beberapa keberanan tentang raksasa dan raksasa kehidupan.

1. Raksasa menunjukan siapa diri Anda sebenarnya.
Kehadiran raksasa dalam kehidupan adalah untuk menunjukkan siapa diri kita sebenarnya. Dari kisah perkelahian antara Daud dan Goliat, kita dapati bahwa ternyata orang yang paling berani bukanlah orang yang paling besar, paling kuat, paling hebat, paling pintar atau paling berpangkat. Seharusnya raja Saul, panglima perang, seluruh jendral Israel dan segenap prajurit adalah orang-orang yang paling berani, tetapi ternyata mereka ketakutan. Jadi siapa diri kita sesungguhnya akan nampak saat menghadapi raksasa. Besarnya raksasa yang Anda hadapi menunjukan kebesaran ukuran Anda.

Dalam kehidupan kristen, raksasa hadir untuk menunjukan kemurnian iman. Segala ujian, pencobaan dan tantangan iman adalah jalan menuju kedewasaan dan peningkatan kekuatan otot-otot rohani.

1 Petrus 1:7
Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu–yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api–sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.

2. Raksasa adalah alat Tuhan untuk membawa kita kepada peluang dan kesempatan yang lebih besar.
Kehadiran raksasa tidak pernah dimaksudkan untuk menghancurkan hidup kita. Raksasa hadir untuk melatih dan mempersiapkan kita kepada tingkat yang lebih tinggi. Bisa jadi Daud akan tetap menjadi gembala domba jika saja ia tidak pernah bertemu dengan Goliat. Justru karena perjumpaannya dengan raksasa Goliat, telah menghantarnya ke tahta kerajaan.

Goliat adalah kendaraan yang akan membawa ke masa depan, semakin besar raksasa yang kita hadapi semakin besar pula kesempatan kemenangan yang kita alami. Jadi beranikanlah diri untuk menghadapi raksasa, karena raksasa-raksasa itu yang akan melemparkan kita kepada kesempatan dan kemenangan yang lebih besar.

3. Pembunuh raksasa tidak dimulai sebagai “pembunuh raksasa.”
Seorang pembunuh raksasa tidak dihasilkan dalam waktu sekejap. Membutuhkan proses panjang untuk dapat menjadi pembunuh raksasa dan biasanya tidak dimulai dengan membunuh raksasa. Sebelum membunuh Goliat, Daud lebih dahulu membunuh singa dan beruang (1 Sam. 17:34). Kemenangan Daud membunuh singa dan beruang telah membawanya untuk membunuh raksasa Goliat. Kesuksesan besar di hari depan selalu dihasilkan dari kesuksesan kecil dari hari ke hari. Kemenangan-kemenangan kecil setiap hari adalah tumpukan batu-batu yang akan membangun rumah kemenangan di masa depan. Jadi, menangkanlah peperangan harian Anda, karena itu akan membawamu menghadapi Goliat kehidupan.

PEMBUNUH RAKSASA
Dalam hidup ini tidak mungkin menghindari raksasa. Raksasa akan selalu ada dalam perjalanan kita. Bagaimana menjadi pembunuh raksasa?
1).  Memilih mendengar suara TUHAN dari pada suara LAWAN
1 Sam 17:10, 11
Pula kata orang Filistin itu: “Aku menantang hari ini barisan Israel; berikanlah kepadaku seorang, supaya kami berperang seorang lawan seorang.“ Ketika Saul dan segenap orang Israel mendengar perkataan orang Filistin itu, maka cemaslah hati mereka dan sangat ketakutan.

Suara teriakan Goliat memekakan telinga dan mengecilkan kekuatan orang-orang yang mendengarnya. Sampai-sampai raja Saul dan seluruh pasukan menjadi cemas dan ketakutan. Tetapi tidak dengan Daud. Ia memang mendengar suara itu. Keras! tajam! dan mengancam! Tetapi tidak membuatnya cemas dan menakutkan, mengapa? Daud memilih mendengar suara Tuhan dari pada suara lawan. Telinganya diarahan kepada apa yang Tuhan katakan bukan apa yang lawan suarakan. Hidup kita tidak ditentukan oleh apa kata orang, kata pakar, kata ahli, kata dokter dll, tetapi oleh apa yang dikatakan Tuhan. Sebab itu dengarlah apa yang dikatakan Tuhan bukan yang dikatakan manusia. Mendengar perkataan orang, membuat kita lemah dan takut tetapi mendengar perkataan Tuhan menghasilkan iman dan keberanian. Bukankah Roma 10:17 berkata: Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.” Jadi, sekali lagi: “dengarlah yang Tuhan katakan bukan yang orang katakan.”

Dalam kitab Injil dikisahkan bahwa ada seorang wanita yang sakit pendarahan selama 12 tahun. Berbagai cara telah ia coba untuk menyembuhkan sakitnya, tetapi ternyata semuanya sia-sia saja. Hartanya telah dihabiskan untuk mengobatinya namun kesembuhan tak kunjung datang, sampai ia mendengar berita tentang Yesus.

Mar 5:27,28
Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya. Sebab katanya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”

 Berita tentang Yesus yang berkuasa menyembuhkan segala penyakit, telah membangkitkan imannya untuk datang menjamah jubahNya. Sekalipun usaha ini tidaklah mudah karena adanya hukum adat dan hukum agama yang melarang seorang wanita yang sakit lelehan mendekat kepada orang lain, namun karena percaya akan berita tentang Yesus, wanita ini terus bergerak maju untuk menjamah jubahNya. Akibatnya sakit yang sudah 12 tahun menyiksa dirinya disembuhkan. Haleluya, Puji Tuhan!!

2). Memilih MEMANDANG TUHAN dari pada  MEMANDANG LAWAN Kisah Rasul 2:25
Sebab Daud berkata tentang Dia: Aku senantiasa memandang kepada Tuhan, karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.
Goliat memang nyata! Ia ada di depan mata. Sosoknya tinggi besar dan menyeramkan! Ukurannya diatas rata-rata orang normal. Semua orang yang melihatnya pasti ketakutan. Daud matanya melihat Goliat, tetapi mata hatinya memandang Tuhan yang lebih hebat, lebih besar dari Goliat yang di depannya.

Hari ini apa yang kita alami? Adakah Goliat sedang menghadang kita? Jadilah seperti Daud memilih memandang Tuhan dari pada melihat Goliat. Sebesar apapun masalah yang kita hadapi, fokuskan untuk memandang Tuhan yang dahsyat dan ajaib. Sekuat apapun Goliat menyerang kita, Tuhan Yesus lebih kuat, sebesar apapun Goliat menantang kita, Tuhan Yesus lebih besar. Dia melebihi Goliat manapun yang kita hadapi.

Setelah melewati masa sukar karena kekejaman tentara Nazi, akhirnya Corrie Ten Boom berkata demikian:

Jika Anda melihat kepada dunia, Anda akan merasa sesak
Jika Anda melihat kedalam diri Anda, Anda akan menjadi tertekan
Tapi jika Anda memandang TUHAN, Anda akan menemukan KELEGAAN

3). Tidak peduli SIAPA YANG DIHADAPI, tetapi SIAPA YANG MENYERTAI
1 Samuel 17:45
Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kau tantang itu.”

Bagi Daud, tidak penting sebesar ataupun sekuat apakah Goliat itu, baginya yang penting bukan siapa yang dihadapi tetapi siapa yang menyertai. Daud yakin jika Tuhan yang menyertai, tidak ada kekuatan apapun yang dapat menandinginya.

Dalam kehidupan ini, kemenangan-kemenangan yang kita alami bukan dihasilkan kerena kehebatan dan keahlian kita, tetapi karena penyertaan Tuhan. Jika Tuhan dipihak kita, tidak ada satu kuasa apapun dapat menghentikan langkah kita.

Alkitab memberikan banyak sekali contoh kemenangan karena penyertaan Tuhan, misalnya:
a. Daud
1 Samuel 18:14
Daud berhasil di segala perjalanannya, sebab TUHAN menyertai dia.

b. Yusuf
Kejadian 39:2
Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu.

c. Bangsa Yehuda
2 Tawarikh 32:7
“Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Janganlah takut dan terkejut terhadap raja Asyur serta seluruh laskar yang menyertainya, karena yang menyertai kita lebih banyak dari pada yang menyertai dia.

d. Orang Percaya
Roma 8:31
Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?

Goliat apa yang sedang Anda hadapi? Tegakkanlah kepalamu, biarlah tatapan mata kita tetap tertuju kepadaNya dan dengarlah suaraNya. Majulah tepat dipusaran medan pertempuran karena Dia yang menyertai kita lebih hebat, lebih kuat, lebih dahsyat dan lebih berkuasa atas segala-galanya. Majulah dengan gagah berani wahai para pembunuh raksasa karena kemenangan telah ada di tangan kita. Tuhan memberkati. !! KJP

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s