Jemaat Yang Menang Akan Duduk Bersama-sama Yesus di Atas TakhtaNya – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 7 Oktober 2018)

Wahyu 3:21

Pembahasan dua minggu lalu, sudah disampaikan bahwa jemaat Laodikia memiliki masalah yang besar dan serius. Sebab dari 7 Jemaat di Asia Kecil, jemaat di Laodikia adalah jemaat yang menghadapi masalah rohani yang paling berat dibandingkan jemaat-jemaat lainnya dan mereka harus menang atau mampu mengatasi kondisi rohani mereka yang buruk, yaitu:
1. Kemelaratan rohani
2. Kemiskinan rohani
3. Kemalangan rohani
4. Kebutaan rohani
5. Ketelanjangan rohani

Jika jemaat Laodikia tidak dapat mengatasi kelima masalah tersebut, mereka tidak akan didudukan bersama-sama dengan Yesus (ayat 21). Apakah yang dimaksud dengan duduk bersama dengan Yesus? Dan apa pentingnya duduk bersama Yesus di takhta Yesus?

Pada umumnya kita memahami bahwa gereja digambarkan seperti rumah, yaitu tempat dimana kita akan tinggal. Dalam Yohanes 14:2a kalimat “Banyak tempat tinggal”, dalam terjemahan bahasa inggris menuliskan “di rumah BapaKu, banyak rumah yang besar-besar dan indah.” Jadi di surga nanti ada rumah-rumah yang besar dan indah. Di tempat itulah kita akan duduk bersama dalam himpunan besar, dari segala suku bangsa, ras dan bahasa. Dan di dalam rumah yang besar itulah kita berhimpun dalam himpunan raya. Jadi bukan duduk secara harafiah melainkan bersama Yesus dalam kerajaanNya. Lalu apakah yang akan dilakukan selama orang percaya ada di Surga?

SUASANA DAN KEGIATAN DI SURGA
Wahyu 4 akan dapat menjelaskan seperti apa suasana dan kegiatan di Surga:

  • Wahyu 4:1, Yohanes melihat pintu terbuka dan rasul Yohanes diajak untuk naik ke satu tempat serta ditunjukkan apa yang akan terjadi sesudah semua orang kudus di surga.
  • WAHYU 4:2, Yohanes melihat sebuah tahta utama di Surga dan posisinya di tengah. Pada tahta itu ada seorang yang bernama Yesus. Sebab dalam ke esahan Allah, hanya satu pribadi yang nampak yaitu, Yesus. Dalam Yesus berdiam kepenuhan Allah. Dan oleh karena Allah menjadi manusia Yesus, maka Allah dapat menebus dosa manusia. IA pun bangkit dan naik ke surga. Naiknya Yesus di Surga dapat disaksikan oleh semua murid. Kita pun akan melihat Dia nanti dalam kemuliaanNya, duduk di tahtaNya, seperti rasul Yohanes melihat seorang yang duduk di tahta.
  • Wahyu 4:3, rasul Yohanes melihat keindahan dan kemuliaan Yesus yang digambarkan seperti permata. Dan ada pelangi yang melingkupi tahta tersebut.
  • Wahyu 4:4, ada 24 tua-tua yg menggunakan pakaian putih dan mahkota emas. 24 tua-tua (Kisah 2:42) adalah 12 murid Yesus yang bersama dengan Yesus saat berada di muka bumi. Mereka membagikan firman Tuhan tersebut. Sedang 12 lainnya adalah 12 rasul akhir zaman (Kolose 1:28). Jadi Tuhan akan memunculkan 12 rasul di akhir zaman serta membawa jemaat pada kesempurnaan.
  • Wahyu 4:5, kisah dalam ayat ini, mengingatkan kita akan peristiwa tentang bangsa Israel saat digunung Sinai (Keluaran 20). Dalam ayat 18,19 – pada saat itu, orang Israel ketakutan melihat kemuliaan Allah. Namun dalam Wahyu 4:5, kemuliaan Yesus tidak lagi menakutkan seperti di gunung Sinai melainkan kita akan bersukacita dalam kemuliaan Allah.

LAUTAN KACA BAGAIKAN KRISTAL
Selanjutnya dalam Wahyu 4:6a, rasul Yohanes melihat ada orang-orang yang berkeliling tahta dan ada lautan kaca. Kata lautan jika dibandingkan dengan Wahyu 17:15 merupakan gambaran himpunan orang banyak. Jadi lautan adalah gambaran yang begitu mulia dan bercahaya tentang orang-orang percaya. Kumpulan tersebut merupakan ring/lingkaran selanjutnya dari ke 24 tua-tua. Apakah kita bisa memilih untuk menempati urutan lingkaran? Tidak, Yesuslah yang akan menempatkan kita ada di lingkaran ke berapa.

Karena begitu besarnya pertemuan raya tersebut, Rasul Yohanes gambarkan seperti lautan kaca. Lautan kaca seperti Kristal, bersih bening dan mulia karena mulia, suci, bercahaya. Bandingkan dengan Yesaya 64:6, sekarang hidup kita cacat. Namun dalam perhimpunan raya kita semua diubahkan. Jadi, karena demikian banyak dan tidak terhitung jumlahnya takhta di sekeliling takhta Yesus, Yohanes mengungkapkan jumlah orang percaya yang duduk di takhta dengan istilah: seperti hamparan air laut yang banyak dan sangat luas.

Jika digambarkan posisi atau bentuk kedudukan di surga nanti, maka akan tampak seperti gambar di bawah ini. Berbentuk lingkaran, semua orang akan memandang satu takhta. Setelah itu ada lingkaran kedua yang bersisi para tua-tua. Kemudian terus sampai pada tingkat-tingkat berikut yang banyaknya seperti lautan, kata rasul Yohanes.

 

 

 

 

 

 

MEMAKAI MAHKOTA
Selain perhimpunan besar orang percaya, seperti Kristal, mereka menggunakan mahkota pada kepala mereka. Ada dua jenis Mahkota, yaitu:
1. Mahkota keselamatan/kehidupan
Mahkota ini diterima gratis oleh karena pengorbanan Yesus, Efesus 2:8,9. Jadi mereka yang percaya kepada Yesus akan menerima mahkota yang pertama.

2. Mahkota pelayanan – Matius 10:42; 1kor 15:58.
Mahkota ini diperoleh dari pelayanan kita kepada Allah saat di muka bumi. Sebab itu jangan simpan talenta dan harta kita karena di surga semua itu tidak lagi berguna, melainkan pergunakan talenta dan kekayaan untuk melayani Tuhan sebab ada pahalanya. Karena setiap pelayanan untuk Tuhan tidak akan dilupakan.

Manfaat mahkota yang kita terima di surga nanti bukan untuk dipamerkan. Tapi untuk menyatakan sikap dan ekspresi dalam penyembahan di Surga.  Wahyu 4:6b, empat mahluk ini adalah pemimpin pujian dan penyembahan di hadirat Yesus. Dihubungkan dengan Yesaya 6;2. Dalam Wahyu 4:9, keempat mahluk tersebut memuji dan menyembah Tuhan. Saat keempat mahluk tersebut menaikan pujian maka hasilnya 24 tua-tua akan turun dri tahktanya serta melepas mahkotanya. Jangan sampai waktu kita di sorga, kita tidak memiliki mahkota sebab akan menempati posisi (duduk di takhta) paling belakang. Jika tidak memiliki mahkota, kita tidak turut ambil bagian melepas mahkota sebagai persembahan kita.

Demikian halnya jemaat Laodikia yang tidak bisa menang atas: Kemelaratan; Kemalangan; Kemiskinan; Kebutaan dan Ketelanjangan rohani, tidak akan mendapat  tempat (takhta kita) di sorga. Wahyu 3:11 “Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorangpun mengambil mahkotamu.”
Terus berpegang pada Yesus dan tetap setia. Tuhan Yesus memberkati.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s