PENGIKUT YESUS YANG SEJATI MEMULIAKAN YESUS – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 4 November 2018)

Wahyu 6:14-17

PENDAHULUAN
Pada khotbah minggu lalu, dalam Wahyu 6:15,16 menuliskan bahwa raja; pembesar; perwira; orang kaya; penguasa dan hamba, mengalami ketakutan dan mencari mati pada waktu materai berikutnya dibukakan. Tetapi, kalau saja mereka percaya dan jadi Pengikut Yesus Yang Sejati, mereka pasti tidak panik, takut dan putus asa sehingga memilih mati seperti yang tercatat dalam Wahyu 6. Sebaliknya, mereka akan hidup dan menikmati janji Tuhan yang dicatat dalam Mazmur 91:7-10. Mereka hanya menontonnya karena malapetaka tidak akan menimpa dan tulah tidak  akan mendekat. Sebab Mazmur 91:12 mengatakan Tuhan akan perintahkan  malaikat-Nya menjaga Pengikut Yesus Yang Sejati.

PENYEBAB DARI PUTUS ASA
Kepanikan merupakan hal yang manusiawi dan bila kepanikan tersebut sampai membuat orang lebih memilih mati daripada hidup, tentu ada penyebabnya, yaitu:

  • Mereka tidak percaya Yesus.
  • Mereka tidak tahu tentang Yesus
  • Sebab, jikalau mereka percaya dan menjadi Pengikut Yesus Yang Sejati, hidup mereka berada dalam jaminan tangan Yesus, tangan Bapa.

Seperti kesaksian tentang ibu gembala yang ada di pantai barat daerah Tompe, ketika terjadi bencana di Palu. Mereka melihat saat gelombang Tsunami datang, ada seorang pria yang berdiri mengangkat tangan, seolah menahan Tsunami tersebut sehingga arah gelombangnya berbelok ke teluk Palu. Banyak masyarakat melihat dan ia katakan bahwa orang percaya yang ada di Tompe, yakin bahwa pria tersebut adalah Tuhan Yesus. Oleh perlindungan Tuhan, tidak ada yang mengalami bencana Tsunami. Inilah bukti, bahwa firman Tuhan itu nyata bahkan saat materai ke enam dibukakan.

HARUS BERSAKSI
Oleh sebab itu, sebagai orang percaya yang hidup di akhir zaman, kita harus:

  • Membangun iman kita, sampai kita mencapai level Pengikut Yesus Yang Sejati yaitu kasih
  • Menjadi Saksi Kristus, sudah banyak orang percaya yang tidak melaksanakan tugas ini yaitu bersaksi tentang nama Yesus.

Dalam Wahyu 6, banyak orang panik dan takut bahkan mereka berseru agar gunung menimpa mereka. Mereka tidak memanggil Yesus, mungkin karena tidak ada yang memberitakan tentang Yesus kepada mereka. Sebab orang menjadi percaya karena mendengar kesaksian firman Allah, namun bagaimana mereka percaya jika tidak ada yang memberitakannya (Roma 10:14)? Oleh karena itu, mereka menjadi takut dan panik bahkan berharap mati karena mereka tidak mengetahui bahwa ada perlindungan didalam Tuhan Yesus kecuali kita sebagai orang percaya melaksanakan tugas kita yaitu memberitakan injil yang adalah karakteristik  pengikut Kristus yang sejati.

PENGIKUT YESUS YANG SEJATI
Dalam Alkitab, ada satu figur pengikut Yesus yang sejati. Ingatkah pembahasan awal kita dimulai dari Yohanes 1:35-51? Pada saat itu, Yohanes Pembaptis sedang  berdiri dengan dua muridnya. Dan ketika Yohanes pembabtis melihat Yesus melewatinya, ia berkata: “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia!”Ketika kedua murid itu mendengar apa yang dikatakan Yohanes pembabtis, mereka mendengar ucapan gurunya lalu keduanya meninggalkan Yohanes Pembaptis (gurunya) dan menjadi pengikut Yesus. Dan dijelaskan Yohanes 1:40, salah seorang dari keduanya yang mendengar perkataan Yohanes lalu mengikut Yesus adalah Andreas, saudara Simon Petrus (Inilah saat mereka berdua tinggalkan Yohanes Pembaptis dan menjadi murid Yesus). Setelah Andreas percaya dan menjadi murid Yesus, keselamatan tidak Andreas nikmati sendiri, melainkan Andreas bagikan keselamatan itu kepada keluarga dan saudara kandungnya yaitu Petrus.

Jadi keistimewaan Andreas adalah:
1. Selalu membawa jiwa-jiwa baru kepada Yesus dan orang-orang yang Andreas menangkan dan bawa kepada Yesus, dipakai dengan luar biasa oleh Yesus.
Contohnya: Petrus (saudara Andreas), dipakai Yesus dengan luar biasa.
– Kisah Para Rasul 2:41, satu kali Petrus khotbah, 3.000 jiwa selamat.
– Kisah Para Rasul 10, Keluarga Kornelius, perwira kerajaan Italia dibawa dan diselamatkan Yesus.
– Menulis surat 1,2 Petrus yang menjadi dasar ajaran Gereja.

2. Rendah Hati
Dalam Yohanes 6:8,9 mengisahkan tentang Yesus memberi makan 5000 orang laki-laki. Jadi setelah berkhotbah, Tuhan Yesus perintahkan murid-muridNya agar memberi makan orang banyak itu. Salah satu murid Yesus bereaksi, yaitu Filipus. Saat ia melihat kondisi yang terjadi pada saat itu, Filipus mulai menghitung berapa dana yang ada di kas. Dan dana kas yang ada sebesar 200 dinar. Secara jasmani tidak akan cukup, walaupun setiap orang diberi sepotong kecil dari roti-roti. Tetapi diam-diam, Andreas membawa seorang anak kecil dan di tangannya ada 5 roti dan 2 ekor ikan. Dengan rendah hati Andreas berkata: “tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini…?” Jadi Andreas merasa bahwa apa yang ia lakukan tidak ada artinya tanpa campur tangan Yesus. Ia berikan dengan kerendahan hatinya. Alhasil, semua orang kenyang dan dipuaskan bahkan bersisa 12 bakul.

3. Memuliakan Yesus
Yohanes 12:20-22, mengisahkan tentang orang-orang Yunani yang menemui Filipus untuk dapat  bertemu Yesus. Kata “Yunani” menggunakan kata Hellenas, artinya orang Yunani asli. Sebab ada orang Yunani pendatang. Mereka berasal dari Israel, namun sudah lupa dengan bahasa mereka disebut Hellenas Star. Namun Filipus memberitahukan hal ini kepada kepada Andreas. Maka Andreas dan Filipus membawa dan menyampaikannya pula hal itu kepada Yesus. Yohanes 12:23,“Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan!”

PENUTUP
Dari sini kita bisa mengambil kesimpulan bahwa Andreas adalah “Pengikut Yesus Yang Sejati”. Karena ia:
1. Mengasihi kaum keluarga dan saudaranya
2. Membimbing anak-anak untuk memberi diri bagi Yesus
3. Mengasihi semua orang termasuk orang yang diluar Kristus.

Biarlah ciri khas pengikut Yesus yang sejati nampak bukan hanya saat kita datang ibadah melainkan ada buah-buah yang dihasilkan sehingga nama Yesus dipermuliakan.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s