PARA PENGEJEK DI AKHIR ZAMAN – oleh Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya 2 – Minggu, 25 November 2018)

YUDAS 1:17 – 19

Akhir-akhir ini sedang marak ejek-mengejek khususnya di media sosial dari orang yang mendukung dan yang tidak mendukung calon presiden tertentu, dan ejek mengejek ini kemudian cenderung meluas sampai menyinggung pada masalah keimanan. Alkitab banyak mencatat tentang pengejek-pengejek khususnya dari orang-orang yang tidak percaya atau yang menolak percaya kepada Yesus. Bicara soal pengejek konotasi kita pasti menunjuk kepada orang-orang yang pasti diluar iman kepada Yesus, apakah benar demikian? Mungkinkah ada pengejek yang justru muncul dari kehidupan orang percaya?  Mari kita lihat ayat pokok kita diatas mengenai para pengejek di akhir zaman ini.

“Tetapi kamu saudara-saudaraku yang kekasih, ingatlah akan apa yang dahulu telah dikatakan kepada kamu oleh Rasul-rasul Tuhan kita, Yesus Kristus. Sebab mereka telah mengatakan kepada kamu: Menjelang akhir zaman akan tampil pengejek-pengejek yang akan hidup menuruti hawa nafsu kefasikan mereka. Mereka adalah pemecah belah yang dikuasai hanya oleh keinginan-keinginan dunia ini dan yang hidup tanpa Roh Kudus.”

Yudas 1:17-19
Yudas yang menulis tentang hal ini, bukanlah Yudas Iskariot tetapi Yudas saudara Yakobus yang adalah saudara sekandung dari Yesus  dari pernikahan Yusuf dan Maria. Kita tahu bahwa Yesus dilahirkan bukan dari benih laki-laki (Yusuf) tetapi dari Roh Allah, setelah Yesus menjadi besar, maka Yusuf dan Maria dalam hidup pernikahan selanjutnya melahirkan beberapa anak dan salah satunya adalah Yudas, dalam Alkitab terjemahan lama (Bode) Yudas ditulis Yehuda.

Mengejek dalam pengertian umum dapat diartikan sebagai orang yang suka menghinakan; meremehkan; mengolok-olok, yang semuanya dilakukan melalui ucapan atau perkataan.

KRITERIA PENGEJEK
Yudas 1: 8b  “….Menjelang akhir zaman akan tampil pengejek-pengejek yang akan hidup menuruti hawa nafsu kefasikan mereka.”

Dari ayat di atas kita dapat mengetahui bahwa kriteria pertama adalah:
1). Orang yang fasik.
2).  Pemecah Belah
3). Hidup tanpa Roh Kudus, Yudas 1:19
Tetapi yang menjadi sumber dari ketiga kriteria itu adalah yang pertama : KEFASIKAN.

Fasik artinya orang yang tidak mengenal hukum. Bagi kita orang-orang yang percaya, Tuhan sudah memberikan hukum dan aturan kepada kita melalui firman-Nya.

 Yudas 1: 17 diawali dengan kata “..Tetapi kamu saudara-saudaraku yang kekasih.  Kata “Tetapi” untuk membedakan atau pembanding, maksudnya adalah pengikut Kristus cara hidupnya harus berbeda dengan orang duniawi yang tidak mengenal hukum Tuhan itu.

Yudas 1:18 – Menjelang kedatangan Tuhan akan tampil pengejek-pengejek.
Yes 53:3 – Yesaya menubuatkan bahwa kehadiran-Nya akan dijadikan bahan ejekan.
Matius 27:39-42 – Para imam dan orang Farisi mengejek Yesus

SIAPA SEBENARNYA YANG DIMAKSUD PENGEJEK-PENGEJEK OLEH YUDAS ITU?
Yudas 1:18 – Dikatakan bahwa menjelang akhir zaman akan “tampil“  Digunakan kata tampil atau muncul dengan kata lain, pada awalnya mereka adalah orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus. Tetapi karena mereka tidak bersungguh-sungguh di dalam Tuhan, dan hidupnya lebih dikuasai oleh keinginan duniawi dari pada Roh Kudus, mereka berbalik menjadi para pengejek. ( Bandingkan 1 Yohanes. 2:19)

Menjelang kedatangan Yesus, akan terjadi banyak kejatuhan karena kehilangan iman, 1 Yoh 2:18,19. Bahkan menjadi murtad dan anti terhadap Kristus (Anti Kris ). Jadi pengejek-pengejek di akhir zaman yang akan tampil justru adalah orang-orang yang tadinya percaya kepada Yesus, tetapi hidup mereka selanjutnya tidak bertahan dalam Kristus, tetapi keluar dari hukum Allah sehingga mereka berbalik menjadi para pengejek terhadap iman kepada Yesus.

BENTUK EJEKAN
Ay. 18 – “Mereka hidup menuruti hawa nafsu kefasikan mereka.”
Mengejek Tuhan bisa dalam bentuk verbal (ucapan), tetapi juga dapat lewat perbuatan. Ejekan lewat perkataan (verbal). Tuhan Yesus menebus dan menyelamatkan kita adalah untuk memuliakan Tuhan, bukan untuk mengejek. Itulah sebabnya setiap kata yang terucap akan dipertanggungjawabkan dihadapan Tuhan.

Matius 12:36,37 – “Tetapi Aku berkata kepadamu. Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkan pada hari penghakiman. Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum.”

Yakobus 3:9 “Dengan lidah kita memuji Tuhan Bapa kita, dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah.”

Hati-hati dengan lidah kita, dengan perkataan kita bisa memuji Tuhan, tetapi dengan lidah yang sama kita juga bisa mengejek Tuhan. Banyak orang tidak menyadari bahwa dengan mengejek atau menghina kelemahan atau kekurangan orang lain sebenarnya kita sedang mengejek atau menghina Tuhan yang menciptakan orang itu. Tuhan pernah begitu marah kepada bangsa Israel karena perkataannya dianggap meremehkan kehadiranNya.

Maleakhi 3:13- “Bicaramu kurang ajar tentang Aku firman Tuhan. Tetapi kamu berkata : Apakah kami bicarakan di antara kami tentang Engkau?”

Umat Israel dinilai kurang ajar perkataannya oleh Tuhan, karena apa? Maleakhi 3:14 – Umat Israel meremehkan pertemuan ibadah, mereka menganggap ibadah itu adalah hal yang sia-sia tidak ada keuntungannya.  Hal ini membuat Allah marah karena dalam setiap pertemuan ibadah apapun baik indah raya, ibadah cabang, wadah, doa bahkan Kemah disitu Tuhan berhadirat sebab himpunan orang percaya itu adalah tempat kudusnya Tuhan (NAOS) dimana Tuhan hadir. Dua tiga orang saja yang berkumpul atas nama Tuhan, Yesus hadir ditengah-tengahnya. Jadi bagaimana mungkin umat Israel begitu sembrononya mengatakan ibadah itu sia-sia, tidak heran Tuhan mengatakan “Bicaramu kurang ajar tentang Aku” sebab mereka sudah mengejek Tuhan.

HUKUMAN TUHAN
Karena setiap perkataan kita akan dipertanggung jawabkan di hadapan Tuhan, sudah barang tentu para pengejek tidak akan luput  dari penghukuman Tuhan.  Hukuman tidak harus menunggu penghakiman Tuhan, tetapi hukumannya dapat terjadi juga selagi ia masih hidup di bumi.

Contoh:
Kisah 12:21-23 – Raja Herodes menghina Allah lewat perkataannya. Ia mati ditampar malaikat Allah.  Herodes dengan sombongnya berpidato sampai dipuja-puja sebagai suara Tuhan dan bukan suara manusia. Entah perkataan ejekan apa yang diucapkannya, mungkin karena begitu jahatnya omongannya terhadap Tuhan sehingga  Alkitab tidak menuliskannya, yang pasti jahat dan menista Tuhan sampai malaikat Tuhan turun dan menamparnya sampai mati itu pasti sudah sangat keterlaluan.

Tindakan kita juga dapat dinilai mengejek Tuhan, jika tahu hal yang dilarang Tuhan tetapi dengan sengaja kita melakukannya. Contoh Ananias dan Safira  dalam Kisah Rasul 5:1-11 – Mereka adalah aktifis jemaat mula-mula yang penuh dengan semangat melayani dan berkorban. Tuhan menghukum keduanya dengan mati seketika itu juga, saat mereka dinilai mendustai Roh Kudus dengan tidak mengatakan yang sebenarnya tentang uang hasil penjualan tanahnya yang janjinya diserahkan penuh. Tetapi mereka menahan sebagian uang itu dan mengatakan bahwa uang itu sepenuhnya bagi Tuhan.  Dusta mereka merupakan ejekan seolah-olah Tuhan dapat dipermainkan, akibatnya Tuhan hukum mereka seketika itu juga tewas didepan jemaat lainnya.

Sebagai pengikut Kristus yang baik, mari jaga hati dan ucapan kita, jangan sembrono mengucapkan kata-kata yang mencela atau menjelekkan orang lain apalagi yang menyangkut pekerjaan Tuhan. Belajarlah selain mengucap syukur ucapkanlah juga kata-kata berkat, yang memberi dorongan, penghiburan yang menguatkan orang lain. Tetap sabar dalam menghadapi perkataan orang lain yang mungkin menyakitkan hati dan jangan membalas yang jahat dengan hal yang jahat juga. Tetap dalam jalur kebenaran Tuhan supaya jangan kita masuk dalam golongan pengejek-pengejek di akhir zaman ini.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s