JANGAN MEMBINASAKAN BAIT ALLAH -oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 18 November 2018)

Kolose 3:24,25

 PENDAHULUAN
Dalam khotbah minggu lalu, sudah dibahas tentang Kolose 3:23. Bahwa sebagai pengikut Kristus, agar kita melakukan segala sesuatu dengan sungguh-sungguh dan dengan motivasi seolah-olah seperti untuk Tuhan. Dan ruang lingkupnya yaitu:

  • Ayat 8, kepada istri-istri agar melaksanakan setiap tugas dengan sukacita dan seperti kepada Tuhan bukan kepada suami.
  • Ayat 19, suami-suami agar mengasihi istri seperti mengasihi Tuhan
  • Kepada anak agar taat kepada orang tua, karena didikan orang tua yang sudah diberikan dengan sungguh-sungguh.
  • Nasihat kepada bapak-bapak dalam status sebagai pemimpin agar melakukan dengan sungguh-sungguh setiap tanggung jawab.
  • Dan kepada hamba-hamba yaitu karyawan, agar melakukan segala sesuatu seperti untuk Tuhan. Dengan menghormati majikan dan pemimpin dan bukan bekerja baik saat dilihat majikan.

Jika semua tugas dan tanggung jawab dilakukan seperti ayat 23, maka hasilnya di Kolose 3:24, dari Tuhanlah kita akan menerima bagian/warisan sebagai upah. Asal melakukannya dengan sungguh-sungguh dan motivasi melakukannya untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Maka berkat Tuhan akan diberikan kepada mereka yang bekerja seperti untuk Tuhan. Contohnya, seperti Yusuf yang bekerja pada Potifar. Suatu ketika isteri Potifar bertujuan merusak masa depannya dan mimpinya menjadi mimpi kosong. Saat ia dimasukan dalam penjara, ia tetap kerjakan dengan sungguh-sungguh setiap tugas, meskipun sudah difitnah. Alhasil, meskipun Yusuf selama 13 tahun diuji, waktu Tuhan tidak pernah terlambat sampai akhirnya ia naik tingkat menjadi pemimpin.

Jadi jika kita kerjakan segala sesuatu dengan sungguh-sungguh untuk Tuhan dan bukan manusia maka genaplah apa yang dikatakan Yesus dalam Matius 25:40 bahwa kita akan menerima bagian atau warisan karena segala sesuatu yang kita perbuat tidak sia-sia. Dan inilah maksud Kolose 3:24b “Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.” Yaitu ketika kita memberi kepada orang yang membutuhkan (miskin), kita telah memberi kepada: Tuan kita à “YESUS.”

Sebaliknya Kolose 3:25, setiap kesalahan ada konsekwensi atau akibatnya yang harus kita pertanggungjawabkan. Tetapi ada kesalahan yang sangat serius, yang tidak boleh dilakukan oleh para “Pengikut Yesus” yaitu: MEMBINASAKAN BAIT ALLAH.

Ada hal yang tidak boleh kita lakukan dalam berjemaat atau berkomunitas yaitu, membinasakan bait Allah. Jangan lakukan kesalahan dalam berkomunitas, dari suami; istri; anak dan hamba. Perhatikan dalam 1 Korintus 3:16, dituliskan bahwa kamu adalah bait Allah.  Kata “KAMU” di ayat ini, bukan menunjuk “orang pribadi”, tetapi “JEMAAT” (Perhimpunan orang percaya yang ada di Korintus). Selanjutnya dikatakan Kamu adalah Bait Allah. Sedang kata “BAIT ALLAH”, dalam bahasa Yunani istilah “BAIT ALLAH” dipakai dua kata, yaitu: HIERON dan NAOS. Artinya, HIERON adalah Bait Allah secara umum (keseluruhan) dari pagar; halaman sampai tempat Maha Kudus. Sedang NAOS adalah Tempat Maha Kudus (Inggris: Mercy Seat – Takhta Kasih Karunia – Takhta Anugerah). Arti umum: tempat Allah bertakhta atau tempat Allah berhadirat (Allah tidak bertakhta di halaman, di ruang kudus, tetapi di NAOS – Tempat Maha Kudus).

Sebab itu Yesus berkata Matius 18:20 “Sebab di mana dua  atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di  tengah-tengah mereka.” Yesus hadir bukan di gedung, tapi Dia hadir dalam himpunan orang  yang percaya kepada Yesus. Himpunan itu menjadi Naos-Nya Allah, yaitu tempat Allah berhadirat. Jadi sebagai pengikut Yesus JANGAN BINASAKAN BAIT ALLAH karena Tuhan Yesus ada dalam himpunan orang benar.

Hal ini berkaitan erat dengan Kolose 3:25 “Barangsiapa berbuat kesalahan, ia akan menanggung kesalahan nya itu. Karena Tuhan tidak  memandang orang.” Artinya kita jangan sampai berbuat salah terhadap NAOS, di mana kita membinasakan Bait Allah, yaitu telah membinasakan: “Persekutuan Jemaat”. Karena 1 Korintus 3:17 “Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah ialah kamu.”

Cara membinasakan Bait Allah, bukan dengan merusak gereja melainkan dengan tidak sadar ucapan; perilaku; sikap dan perbuatan, telah membinasakan: NAOS Tempat Maha Kudus Allah, dengan cara :

  • Merusak Persekutuan Jemaat
  • Merusak Rohani Jemaat.

MEMBINASAKAN
Kata “Membinasakan”, dalam bahasa Yunani: PTHIERO, artinya mengotori, menodai, mencabuli, merusakkan. Jika ada yang membinasakan bait Allah, Allah tidak akan diam, dan akan buat perhitungan kepada orang tersebut. Oleh sebab itu, sebagai pengikut Yesus harus punya komitmen yang kuat dan bertindak hati-hati. Jangan sampai karena ucapan, perilaku; perbuatan; sikap kita; kita binasakan bait Allah. Sebab jika ada orang yang  membinasakan bait Allah, Allah tidak akan tinggal diam, sebaliknya Allah akan bertindak dan membuat perhitungan.

JEMAAT SECARA INDIVIDUAL
Ketika orang percaya berkumpul bersama dalam ibadah, persekutuan jemaat menjadi tempat Maha Kudus Allah (Naos) bagi Allah. Dan setelah selesai ibadah, kita tetap harus berjaga-jaga dan berhati-hati agar kita tidak rusakkan bait  Allah yaitu tubuh kita.  1 Korintus 6:19 “Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh kudus yg diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, dan bahwa kamu bukan   milik kamu sendiri?”

Tubuh disini adalah hidup pengikut Yesus adalah bait Roh Kudus, NAOS atau Tempat Maha Kudus Allah, di mana Allah bertahta dalam diri kita. Artinya, kita yang telah ditebus oleh darah Yesus dan diselamatkan, kita harus menjaga hidup kita kudus. Sehingga Yesus tetap bertakhta di dalam diri (hidup) kita, sehingga bertumbuh menjadi serupa dengan Yesus atau jadi Pengikut Yesus Yang Sejati.

KESIMPULAN
Dapat disimpulkan bahwa, Tuhan Yesus berdiam dalam himpunan orang percaya yaitu dalam ibadah Raya, keMah maupun dalam doa-doa bersama. TuhanYesus juga berdiam dalam diri setiap pengikut Yesus. Oleh sebab itu, biarlah kehidupan kita terus dijaga agar kita tidak membinasakan bait Allah yaitu himpunan orang percaya dan membinasakan bait Allah yaitu tubuh kita dengan hidup tidak benar. Kiranya Allah Roh Kudus menolong setap kita agar berkomitmen untuk menjadiberkat bagi orang lain dan terus bertumbuh dalam pengenalan akan Kristus. Tuhan Yesus memberkati

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s