JANGAN HANYUT DIBAWA ARUS – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya 1,2 – Minggu, 2 Desember 2018)

IBRANI 2:1-4

Dalam kehidupan ini, sebagai orang percaya ada banyak hal yang harus diperhatikan dan diselaraskan dengan firman Tuhan. Jika kita meneliti Ibrani 2:1-4, kelima hal tersebut adalah:

1. Ibrani 2:1 – Kita harus lebih teliti memperhatikan apa yang kita dengar
Nasihat pertama yang perlu diperhatikan bahwa gereja masa kini akan diperhadapkan dengan arus yang begitu kuat, arus yang mampu menghanyutkan dan menyeret setiap orang percaya kepada kebinasaan. Kuatnya arus membuat kapal tersebut hanyut dan keluar dari jalur pelayaran, kandas dan kemudian terdampar.  Kapal tersebut merupakan gambaran tentang kehidupan setiap pribadi, bahwa dalam hidup kekristenan kita tantangan kekristenan tidak semakin berkurang melainkan terus meningkat. Dan jika seseorang sampai terbawa arus tersebut hingga kapal kehidupannya kandas, maka ia akan bertanggung jawab kepada Tuhan. Apakah penyebab seseorang dapat kandas dalam pengiringannya kepada Tuhan? Menurut Ibrani 2:1 karena kurang teliti dan memperhatikan serta mendengar firman Allah.

Ketelitian dalam mendengar firman Tuhan adalah hal yang penting karena hidup kita seumpama kapal dan kitalah sedirilah nahkodanya. Jika dalam menjalani kehidupan rohani tidak dengan teliti mendengarkan dan merenungkan firman Tuhan, maka kita akan mudah terseret dengan arus yang membawa pada kebinasaan. Oleh sebab itu, betapa pentingnya kita merajinkan diri beribadah kepada Tuhan dengan penuh kesungguhan dan kerinduan sebab dalam ibadah kita mendengar dan merenungkan firman Tuhan. Dan jika firman Tuhan didengar dengan sungguh-sungguh dan dimengerti maka akan mudah untuk mempraktekannya. Mengapa harus bersungguh-sungguh? Perhatikan poin ke dua.

2. Ibrani 2:2 – Sebab Tuhan akan memberikan pembalasan setimpal dengan perbuatan kita.
Tiap pelanggaran dan ketidaktaatan ada konsekuensinya yaitu balasan yang setimpal dari Tuhan. Dalam Keluaran 19:1-25, menceritakan bahwa Tuhan ingin berbicara kepada umat-Nya, seperti seorang pendeta dengan jemaatnya. Tetapi saat itu, Isarel takut menghadap Allah, mereka meminta agar Musa saja yang berbicara kepada Allah dan menyampaikan kepada mereka. Dan melalui hamba-hamba Tuhan, firman Tuhan disampaikan. Namun berjalannya waktu, setelah kematian Yesus di kayu salib, firman Allah bukan hanya dapat disampaikan oleh utusan Allah atau hamba Tuhan/nabi. Tetapi jemaat juga dapat meyampaikan firman Allah. Dalam Kisah Para Rasul 7:51-53, Tuhan memakai Stevanus, yaitu Diaken, untuk memberitakan firman Tuhan kepada orang Yahudi di zamannya.

Tetapi orang Yahudi menolak pemberitaan Stevanus, kemudian membunuhnya. Akibatnya, tahun 70 M – Jendral Titus serta tentaranya membinasakan orang Yahudi dengan cara mengepung kota Yerusalem. Namun karena cukup lamanya tidak ada perintah, maka Jendral Titus menyerang Yerusalem. Dan orang Yahudi yang selamat adalah mereka yang menerima firman Tuhan yang disampaikan oleh Stevanus, mereka sudah menyingkir. Dan mulai sejak itu, orang Yahudi tidak memiliki negara dan oleh Dewan PBB 1998, tidak memiliki tanah kediaman sekian lama.  Semua itu terjadi akibat dari menolak firman Allah.

Jika sekarang kita beribadah namun tidak dengan sungguh-sungguh mendengar firman Allah, melainkan tertidur, main handphone dan lain sebagainya maka kita sama dengan menolak firman Allah. Dan orang Kristen yang demikian akan mudah terseret arus. Solusinya adalah kita harus perbaiki cara beribadah kita, supaya kita benar-benar menjadi orang yang menghargai firman Allah dan menjadi jemaat yang kokoh serta berdaya tahan.

3. Ibrani 2:3 – Akibat menolak firman Allah
Rasul Paulus mengingatkan, “Bagaimana mungkin kita bisa luput dari kebinasaan kalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang besar?” Perhatikan, Firman Tuhan diberitakan kepada kita untuk mengingatkan kita agar kita tidak DIBINASAKAN tapi DISELAMATKAN. Dan kita yang hidup di zaman Perjanjian Baru (Kasih Karunia) adalah orang-orang yang istimewa atau orang-orang yang besar.  Sebab Tuhan menjadikan kita umat yang Istimewa. Perhatikan dalam Lukas 7:31, tentang Yohanes pembabtis.

Jika diperhatikan dalam perjalanan waktu, manusia yang hidup di zaman Perjanjian Lama tidak ada sosok seperti Yohanes Pembaptis yang hidup di zaman perjanjian lama dan perjanjian baru. Ia memberitakan tentang Yesus yang datang untuk menghapus dosa. Yohanes pembabtis telah mati sebelum Yesus dipermuliakan di atas kayu salib. Bagi orang  percaya yang hidup setelah Yesus disalib, mereka akan mendapat kemuliaan yang lebih besar dari Yohanes, sebab dosa-dosa mereka telah ditebus setelah kematian Yesus di kayu salib. Karena zaman Taurat orang dibenarkan jika melakukan hukum Taurat, sedang zaman kasih karunia orang dibenarkan karena Kristus dan tidak ada yang sia-sia bila dikerjakan untuk Yesus.

Untuk lebih jelas, kita dapat memperhatikan table berikut :

Begitu beratnya syariat Taurat, sehingga tidak ada yang dapat melakukannya. Karena aturan taurat, jika seseorang melakukan satu kesalahan maka semua aturan yang benar terhitung salah. Contoh seperti soal ujian sekolah. Satu salah maka 9 dianggap benar. Taurat tidak demikian, satu salah maka sembilan yang lain juga terhitung salah. Sedang zaman kasih karunia, hal paling kecil yang dilakukan seseorang berdasarkan iman kepada Yesus diperhitungkan benar. Itu sebabnya Yesus katakan apa yang kecil di kerajaan Allah lebih besar kemuliaannya dari Yohanes Pembabtis. Sebab itu jangan main-main dengan firman Allah, sebaliknya semakin sungguh-sungguh mendengar firman Tuhan. Bobot firman ibadah raya tidak lebih hebat dari ibadah kemah atau ibadah  wadah. Sebab itu, hargai firman Tuhan.

PENUTUP
Semakin derasnya arus, semakin juga kita kokoh didalam Yesus. Inilah waktunya untuk kita:
1. Rajinkan dan giatlah beribadah – Ibrani 10:25.
Iblis bekerja keras untuk menyeret orang percaya dengan menyodorkan berbagai-bagai dosa. Jadi, jika ada firman yang keras kita terima dari hamba Tuhan, bukan kita melawan mereka melainkan karena mereka mengasihi kita (Galatia 4:16,17).

2. Merenungkan firman Allah
Merenungkan artinya jika kita melakukan segala sesuatu sesuai dengan kehendak Allah dan dalam nama Tuhan Yesus dengan iman dan keyakinan yang teguh maka jika semua dilakukan, kita bukan jadi orang yang menolak .

3. Praktekan firman Tuhan – Kolose 3:23
 Apapun yang kita lakukan, lakukan dengan segenap hati seperti untuk Tuhan dan kerjakan dengan hati yang penuh kasih.

Tuhan kiranya menolong dan memampukan kita untuk hidup dalam kehendakNya. Tuhan Yesus memberkati.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s