PEMBUNUH RAKSASA MEMBELA KEHORMATAN TUHAN DAN BUKAN MENCARI KEHORMATAN DIRI SENDIRI (Seri PEMBUNUH RAKSASA) – oleh Pdt. Joseph Priyono (Ibadah Raya 3- Minggu, 9 Desember 2018)

Kehidupan yang kita jalani tidak pernah sepi dari raksasa-rakasasa kehidupan. Kita akan menemukan raksasa-raksasa disepanjang jalan yang kita lalui. Di sisi kiri atau kanan, di depan atau di belakang raksasa-raksasa bermunculan untuk menghambat laju perjalanan kita bahkan menghentikan dan menghancurkan langkah kita. Raksasa memang akan selalu ada, tetapi berita baiknya adalah bahwa kita dapat mengalahkan raksasa-raksasa tersebut. Dari kisah perkelahian antara Daud dan Goliat, membuktikan bahwa raksasa bisa dikalahkan. Daud seorang gembala, anak yang masih muda, bersama Tuhannya ia maju membunuh Goliat sang raksasa.

Beberapa waktu yang lalu kita sudah pelajari rahasia kemenangan Daud melawan Goliat.

  1. Pembunuh raksasa memilih mendengar suara Tuhan, bukan suara lawan.
  2. Pembunuh raksasa memilih memandang Tuhan bukan lawan.
  3. Pembunuh raksasa memilih siapa yang menyertai bukan siapa yang dihadapi.
  4. Pembunuh raksasa memilih memperkatakan kemenangan bukan kekalahan.

Saat ini kita akan memperlajari kunci kemenangan Daud yang kelima.

5. Pembunuh raksasa memilih membela kehormatan Tuhan dari pada mencari kehormatan diri sendiri.

 Inilah rahasia kemenangan Daud. Ia dapat mengalahkan Goliat karena peperangannya ditujukan untuk membela kehormatan Tuhan bukan kehormatan diri sendiri.

Mari kita perhartikan perkataan Daud.

1Sam 17:26  Lalu berkatalah Daud kepada orang-orang yang berdiri di dekatnya: “Apakah yang akan dilakukan kepada orang yang mengalahkan orang Filistin itu dan yang menghindarkan cemooh dari Israel? Siapakah orang Filistin yang tak bersunat ini, sampai ia berani mencemoohkan barisan dari pada Allah yang hidup?”

1Sam 17:45  Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu.

1Sam 17:46  Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah,

1Sa 17:47  dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran dan Iapun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami.”

Dari perkataan Daud ini, kita dapat menyimpulkan bahwa keberanian Daud maju berperang melawan Goliat karena ia ingin membela kehormatan Tuhan. Daud tidak rela, Goliat menghina dan mencemooh Allah Israel. Bagi Daud menjunjung tinggi harga diri Tuhan, lebih penting dari pada mencari penghargaan diri sendiri.

Kuasa Rasa Hormat
Dalam kehidupan yang kita jalani “Rasa Hormat” adalah kunci pembuka kehidupan. Kehidupan akan berjalan dengan baik kalau setiap orang memiliki rasa hormat.

Abraham Maslow adalah seorang psikolog asal Amerika Serikat, seorang pelopor psikologi humanistik mengajarkan teori hirarki kebutuhan manusia yang lebih dikenal dengan “Piramida Maslow.” Menurutnya bahwa salah satu kebutuhan manusia adalah rasa hormat atau dihormati. Bagi orang yang kebutuhan fisiknya belum terpenuhi, orang mengabaikan rasa hormat. Baginya yang penting bisa makan, tidak peduli dihormati atau tidak. Tetapi jika kebutuhan fisik sudah terpenuhi, lalu kebutuhan rasa aman juga sudah terpenuhi dan kebutuhan sosialnya terpenuhi, barulah seseorang memerlukan pemenuhan rasa hormat.

Namun, jauh sebelum Maslow mengemukankan teorinya, Tuhan sudah mengetahuinya lebih dahulu bahwa manusia memerlukan rasa hormat. Oleh sebab itu kepada manusia Allah memerintakan agar saling menghormati.

Perintah menghormati:

  • Menghormati Tuhan (Ulangan 32:3  Yosua 7:19;  1Timotius 1:17 )
  • Menghormati orang tua (Kel. 20:12; 5:16; Mat 15:4; Mar 7:10; Eph 6:2)
  • Menghormati Pemerintah ( 13:1 1Pet. 2:17)
  • Menghormati setiap orang (1Pet. 2:17; 12:10)

Pengaruh rasa hormat
Rasa hormat dapat mempengaruhi beberapa variabel psikologis dalam diri seseorang, seperti:
a. Komitmen
Komitmen dalam keanggotaan maupun hubungan ditentukan dari rasa hormat. Seberapa besar rasa hormat yang kita miliki, maka sebesar itu juga komitmen yang kita tunjukan.

Contoh: Keanggotaan gereja/organisai: Kita akan bertahan menjadi anggota organisasi selama kita masih menghormati organisasi tersebut. Hubungan suami istri: Komitmen terhadap pasangan ditentukan rasa hormat kepada pasangan. Hubungan dengan Tuhan: rasa hormat kepada Tuhan, menentukan komitmen kita kepada firmanNya. Kehilangan rasa hormat kepada pribadiNya membuat kita abai terhadap firmanNya.

b. Konflik
Rasa hormat sangat dibutuhkan dalam mencegah maupun mengatasi konflik. Pada budaya masyarakat timur, saat individu kurang menunjukkan rasa hormat kepada orang-tuanya, intensitas konflik atau adu argumentasi, antara anak dan orang-tua, cenderung lebih sering dibandingkan jika anak menunjukkan rasa hormatnya kepada orang-tua.

c. Perilaku
Rasa hormat menentukan perilaku. Perlakukan kita kepada seseorang atau barang tergantung rasa hormat yang kita berikan. Semakin dihormati semakin diperlakukan baik.

d. Kuasa
Kuasa sejati tidak dilahirkan dari jabatan atau kedudukan tetapi kepada rasa hormat. Seseorang dapat memiliki kedudukan atau jabatan tapi tidak memiliki kuasa jika kehilangan rasa hormat. Dalam ilmu kepemimpinan yang diajarkan oleh John Maxwell, ada lima tingkat kepemimpinan yaitu:

1.Posisi atau Jabatan
Pada level ini adalah, “orang lain mengikuti karena keharusan.” Pengaruh dimiliki karena berdasarkan jabatan, artinya ada keharusan.

2. Hubungan atau Perkenanan
Kepemimpinan berdasarkan pada hubungan dengan orang lain. Orang lain mengikuti Anda karena mereka menginginkan, Anda menyukai dan memperlakukan orang lain seakan-akan bernilai dan mengembangkan pengaruh dengan modal hubungan baik tersebut.

3. Produktifitas atau Hasil
Pada tingkat ini, pemimpin memperoleh pengaruh dan kepercayaan karena produktifitas Anda sebagai seorang pemimpin. Berapa dan apa kontribusi Anda pada tim Anda.

4. Reproduksi  – Mengembangkan Orang Lain
Para pemimpin menjadi besar dan berpengaruh bukan karena kekuasaan mereka, tetapi karena kemampuan untuk memberdayakan orang lain.

5. Rasa Hormat atau Respect
Ini adalah tingkatan tertinggi dalam kepemimpinan sekaligus sebagai puncak kepemimpinan. Pemimpin dalam tingkat ini, akan tetap memimpin sekalipun tidak menduduki jabatan.  Kepemimpinan ini terjadi karena rasa hormat.

Jika dalam hubungan sosial rasa hormat begitu penting, apalagi dalam hubungan kita dengan Allah. Rasa hormat memiliki peranan yang sangat penting.

Wahyu 4:10-11
maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata:
“Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan.”

 Apakah yang dimaksud rasa hormat?
Rasa hormat artinya memberi/menaruh nilai kepada sesuatu atau seseorang. Seberapa besar kita menaruh nilai, maka sebesar itulah kita memberikan penghormatan. Sikap hormat tidak ditentukan oleh apa dan siapa yang kita hormati, karena sikap hormat tidak sama dengan rasa takut atau segan. Sikap hormat tidak dipaksakan oleh kekuatan eksternal, tetapi diberikan oleh kita. Contoh: Ada istri yang memberikan sikap hormat kepada suami karena rasa takut, takut disebut kurang baik atau takut karena suaminya galak. Ini bukan rasa hormat yang sesungguhnya. Rasa diberikan dari hati yang tulus tanpa ketakutan dan paksaan.

Menghormati Tuhan
Menghormati Tuhan artinya kita memberikan nilai yang tinggi, yang utama, yang mulia kepada Tuhan. Apakah kenyataannya saat ini? Apakah gerejaNya sedang memberikan nilai yang tinggi? Apakah kita sedang memberikan rasa hormat kepada Tuhan. Menurut saya gereja sudah mulai kehilangan rasa hormat kepada Tuhan, itulah sebabnya gereja mengalami kemunduran dan kemandulan. Gereja kehilangan ketajaman, gereja menjadi tumpul tanpa kuasa. Mengapa semuanya ini terjadi? Karena gereja kehilangan rasa hormat. Ketiadaan rasa hormat akar hilangnya kuasa.

Mari kita melihat akibat ketiadaan rasa hormat kepada Tuhan.
1. Hilanganya kemuliaan Tuhan.
1Sam. 4:21  Ia menamai anak itu Ikabod, katanya: “Telah lenyap kemuliaan dari Israel” –karena tabut Allah sudah dirampas dan karena mertuanya dan suaminya.”

Pada waktu itu bangsa Israel sedang berperang melawan bangsa Filistin. Ketika bangsa Israel maju berperang dengan Filistin, mereka kalah telak, empat ribu orang tewas di medan pertempuran. Mereka berfikir kekalahannnya disebabkan karena tabut Tuhan tidak ada ditengah-tengah mereka. Akhirnya mereka memerintahkan orang-orang mengambil tabut Tuhan dari Silo. Ketika tabut Tuhan ada ditengah-tengah pertempuran ternyata mereka juga kalah, bahkan tabut Tuhan dirampas bangsa Filistin.

Tabut perjanjian adalah lambang kehadiran Tuhan. KehadiranNya seharusnya memberikan kemenangan kepada bangsa Israel, tetapi ternyata kehadiran tabut Tuhan tidak memiliki pengaruh apa-apa kepada bangsa Israel. Mengapa hal ini terjadi?

  • Para imam tidak menghormati Tuhan
    1Sa 2:12  Adapun anak-anak lelaki Eli adalah orang-orang dursila; mereka tidak mengindahkan TUHAN,
  • Lebih menghormati manusia daripada Tuhan.
    1Sam. 2:29  Mengapa engkau memandang dengan loba kepada korban sembelihan-Ku dan korban sajian-Ku, yang telah Kuperintahkan, dan mengapa engkau menghormati anak-anakmu lebih dari pada-Ku, sambil kamu menggemukkan dirimu dengan bagian yang terbaik dari setiap korban sajian umat-Ku Israel?

2. Menerima kutuk
Mal. 2:2 – Jika kamu tidak mendengarkan, dan jika kamu tidak memberi perhatian untuk menghormati nama-Ku, firman TUHAN semesta alam, maka Aku akan mengirimkan kutuk ke antaramu dan akan membuat berkat-berkatmu menjadi kutuk, dan Aku telah membuatnya menjadi kutuk, sebab kamu ini tidak memperhatikan.

3. Melenyapkan Mujizat, Markus 13:53-58
Ayat 57-58  berkata: “Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: “Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya.” Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ.” Mengapa tidak percaya? Karena tidak hormat? Mengapa tidak hormat? Karena mereka mengenal Yesus sejak dari kecil di Nazaret. Akibatnya di kampungnya sendiri tidak banyak mujizat yang dibuat oleh Yesus.

Bentuk-bentuk sikap tidak menghormati Tuhan.

  1. Tidak mempercayai perkataanNya.
  2. Tidak melakukan perintahNya.

1Samuel 2:30
Sebab itu–demikianlah firman TUHAN, Allah Israel–sesungguhnya Aku telah berjanji: Keluargamu dan kaummu akan hidup di hadapan-Ku selamanya, tetapi sekarang–demikianlah firman TUHAN–:Jauhlah hal itu dari pada-Ku! Sebab siapa yang menghormati Aku, akan Kuhormati, tetapi siapa yang menghina Aku, akan dipandang rendah.

 Ini adalah hukum Allah “siapa yang menghormati Aku, akan Kuhormati”. Daud menghormati Tuhan, akibatnya Tuhan menghormatinya dengan memberikan kemenangan atas Goliat. Hormatilah Tuhan maka Tuhan akan memberikan kehormatanNya kepada kita. Tuhan memberkati. KJP!

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

1 Response to PEMBUNUH RAKSASA MEMBELA KEHORMATAN TUHAN DAN BUKAN MENCARI KEHORMATAN DIRI SENDIRI (Seri PEMBUNUH RAKSASA) – oleh Pdt. Joseph Priyono (Ibadah Raya 3- Minggu, 9 Desember 2018)

  1. bayuulu says:

    Keren😊😊😊😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s