BERTUMBUH DALAM KASIH DAN PERKENANAN TUHAN – Oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Natal – Selasa, 25 Desember 2018)

Markus 1:11

PENDAHULUAN
Kalimat atau ucapan dalam Markus 1:11, merupakan perkataan Bapa di Surga bagi Yesus sebagai Anak yang dikasihi dan berkenan kepada-Nya. Kitapun sebagai pengikut Yesus, rindu untuk kita bertumbuh dalam kasih, sehingga hidup kita berkenan kepada Tuhan. Caranya adalah dengan Yesus harus lahir di hati kita, artinya percaya dan menerima Yesus dan mengalami kelahiran baru/pertobatan atau pembaharuan hidup. 2 Korintus 5:17 “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama, sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” Yang tidak alami pembaharuan roh dan jiwa, tidak bertumbuh dalam kasih dan kita tidak berkenan di hadapan Bapa.

SUDAH DIMULAI ZAMAN PERJANJIAN LAMA
Pertumbuhan rohani, jiwani dan jasmani sudah dirancang sejak Perjanjian Lama sampai Perjanjian Baru. Sebuah contoh dalam Perjanjian Baru, yaitu Saulus menjadi Paulus.  Kisah 9:1-19 ia seorang pembenci Yesus diubahkan dan bertumbuh menjadi Pemberita Injil. Sedang di Perjanjian Lama adalah Saul yang adalah Raja Israel. Allah memilih dan memberkati Saul dengan jabatan sebagai raja Israel, karena Allah ingin agar Saul menjadi berkat secara rohani, jiwani, jasmani bagi Israel dan bangsa lain.

1 Samuel 10:1 – Lalu Samuel mengambil buli-buli berisi minyak, dituangnyalah ke atas kepala Saul, diciumnyalah dia sambil berkata: “Bukankah Tuhan telah mengurapi engkau menjadi raja atas umat-Nya Israel? Engkau akan memegang tampuk pemerintahan atas umat Tuhan dan engkau akan menyelamatkannya dari tangan musuh-musuh di sekitarnya inilah tandannya bagimu, bahwa Tuhan telah mengurapi engkau menjadi raja atas milik-Nya sendiri.” Allah memilih Saul, karena Allah mau memakai Saul menjadi berkat yaitu menyelamatkan Israel. Begitu juga Allah memilih dan menyelamatkan kita karena Allah berkehendak memakai kita untuk menyelamatkan jiwa-jiwa bagi kemuliaan Yesus.

ALLAH LENGKAPI SAUL
Untuk menggenapi rencana Allah, Saul tidak langsung terjun ke medan perang dan memerangi musuh. Tetapi, ada beberapa pengalaman rohani yang Saul harus alami dalam hidupnya, antara lain:
1. Menjadi Ciptaan Yang Baru
1 Samuel 10:2-6 “Maka Roh Tuhan akan berkuasa atasmu; engkau akan kepenuhan bersama-sama dengan mereka dan berubah menjadi manusia lain.” Saul mengalami kepenuhan Roh seperti para nabi. Dan semua orang yang mengenalnya dari dahulu melihat dengan heran, bahwa ia bernubuat bersama-sama dengan nabi-nabi itu; lalu berkatalah orang banyak yang satu kepada lain: “Apakah gerangan yang terjadi dengan anak Kish itu? Apakah Saul juga termasuk golongan nabi?”

Saul menjadi pemimpin yang ideal:
Jabatan Saul adalah raja, tetapi sifat dan karakter Saul adalah sifat dan karakter nabi. Saul berubah menjadi manusia lain yaitu sifat dan karakter Saul berbeda dengan lainnya. Tuhan ingin memakai kita menjadi dampak bagi semua orang.

2. Rendah Hati – 1 Samuel 10:15,16
Ketika Saul pulang, Saul bertemu dengan pamannya yang menanyakan ucapan Samuel kepada Saul. Tetapi Saul menceritakan tentang keledai milik ayahnya yang hilang itu telah ditemukan. Ia tidak menceritakan tentang Samuel yang mengurapinya sebagai raja untuk dipuji sang paman. Tetapi Saul dengan rendah hati, ia menyimpan perkara itu.

3. Memiliki Penguasaan Diri
Setelah diurapi sebagai raja, Samuel memperhadapkan Saul kepada rakyat Israel, dan ia disambut sukacita dan seruan: “Hidup raja!!!”,1 Samuel 20:14. Tetapi ada sekelompok orang yang menghina dan merendahkan Saul. 1 Samuel 10:27, Tetapi ia (Saul) pura-pura tuli. Jadi Saul tidak mempedulikan mereka yang memandang rendah dirinya, ia menguasai dirinya begitu rupa. Meskipun mereka mengejek dan menghina Saul secara terang-terangan dan dengan sangat kasar. Saul tidak merasa sakit hati sebaliknya Saul pura-pura tidak mendengar.

 4. Memiliki Roh Pengampunan
1 Samuel 10:1, salah satu tanda seorang raja diurapi Tuhan adalah ia sanggup menyelamatkan umat Allah dari tangan musuh. Dan itu dinyatakan ketika seorang bernama Nahas, orang Amon mengancam akan mencungkil mata kanan orang Israel yang ada di Yabesy Gilead dan memperbudak mereka. Namun 1 Samuel 11 mengisahkan bagaimana Saul sanggup menyelamatkan Israel dari musuh (Nahas) sebagai bukti bahwa Saul sah sebagai raja Israel yang diurapi. Hal baik yang dilakukan oleh Saul, telah membangkitkan ingatan rakyat Israel akan ucapan orang dursila yang telah menghina Saul. Mereka datang berusaha mencari orang dursila dengan maksud untuk membunuh orang-orang dursila tersebut , 1 Samuel 11:12. Perhatikan tindakan Saul dalam 1 Samuel 11:13 – Tetapi kata Saul: “Pada hari ini seorang pun tidak boleh dibunuh, sebab pada hari ini Tuhan telah mewujudkan keselamatan  kepada Israel.”

SAUL TIDAK MENJADI BERKAT
Saul bertumbuh dalam hal rohani, jiwani dan jasmani (materi). Dan Saul telah melayani dan menjadi berkat dengan menyelamatkan orang Israel yang tinggal di Yabesh Gilead. Tetapi mengapa sifat dan karakter Saul berubah menjadi jahat, bengis, kejam, iri hati, tidak ada belas kasih dan sombong? Mengapa hidup Saul berubah dan tidak menjadi BERKAT…? Saul berubah menjadi jahat dan tidak jadi berkat karena Saul tidak mencari Tuhan. Pada mulanya Tuhan sudah merancangkan yang baik tetapi Saul tidak dapat memelihara kerohaniannya. 2 Samuel 1:21, ayat ini menjelaskan kehidupan Saul menjadi hancur karena ia tidak memelihara apa yang sudah ia kerjakan dalam hidupnya.

Sebelum perang, seluruh tentara Israel naik ke gunung Gilboa untuk menyegarkan diri; melatih diri untuk perang dan meminyaki perisai, pedang, tombak, anak panah dengan  minyak urapan. Tetapi, yang diperbuat Saul, 1 Samuel 28:4b, saat Saul naik ke Gilboa dan mengumpulkan tentara Israel untuk berperang melawan Filistin, Saul ketakutan. Saul berusaha mencari Tuhan, tetapi Tuhan tidak berkenan ditemui.  Saul minta pertolongan seorang dukun dari Endor. Samuel menyesali potensi Saul, karena Saul tidak memelihara kasih Allah dengan ibadah; doa; cari Tuhan dan urapan Roh Kudus.

PENUTUP
Kalau kita ingin diberkati  dan menjadi berkat, rajinlah ibadah dan hiduplah dalam doa dan urapan Roh Kudus.  Kita akan diubahkan dari hari ke hari menjadi berkat secara rohani, jiwani dan jasmani. Tuhan akan pakai kita menjadi berkat bagi orang lain. Sebaliknya, walaupun kita punya segalanya, tetapi kalau hati kita kering tanpa kasih dan urapan, kita bagaikan padang gurun yang kering (tidak menjadi berkat). Tuhan Yesus memberkati kita semua.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s