JANGAN SAMPAI TIDAK MASUK “TANAH PERJANJIAN” – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 16 Desember 2018)

Ibrani 3:7-11 

PENDAHULUAN
Ibrani 3:7-8 “Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus:”Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman pada waktu  pencobaan di padang gurun…”  Ayat ini merupakan tulisan Musa yang dikutip oleh Rasul Paulus dalam Mazmur 95:7b-8, “Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya! Janganlah keraskan hati-mu seperti di Meriba, seperti pada hari di Masa di  padang gurun.”

Tujuan Rasul Paulus mengutip tulisan Musa adalah untuk mengingatkan kepada Israel Rohani betapa pentingnya kita menjalani kehidupan menuju tanah Perjanjian yaitu kerajaan Allah. Karena itu akan menentukan bagaimana hasilnya. Jangan sampai tidak masuk ke tanah perjanjian, seperti yang dialami oleh orang Israel jasmani sewaktu dipadang gurun.

Musa tidak berkata “BESOK”, tetapi berkata “HARI INI!” yang artinya: tidak dapat ditunda lagi sebab mungkin saja besok, lusa, ataukah minggu depan sudah terlambat untuk melaksanakannya, sebab sudah tidak ada kesempatan lagi. Oleh sebab itu, jikalau firman Allah mengingatkan, menegur dan menasihati, jangan ditunda lagi bahkan mengeraskan hati (Ibrani 3:7-8). Maksud “Jangan keraskan hatimu” adalah jangan tolak firman Allah, jangan acuhkan/cuek firman Allah, dan jangan sampai tidak melakukan  firman Allah. Juga jangan terus hidup dalam dosa dan tidak mau bertobat! Mengapa tidak dapat ditunda? Karena geramNya akan seperti pada waktu pencobaan di padang gurun yaitu sewaktu di Masa dan Meriba.

Memang Tuhan adalah adil, panjang sabar; murah hati dan lemah lembut. Tetapi ada saat di mana Tuhan tidak mengulur-ulur waktu dan tidak memberi kesempatan lagi kepada manusia. Jadi segera bertobat dan berhenti berbuat dosa. Roma 11:22a  “Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya!”

KEGAGALAN BANGSA ISRAEL
Betapa penting respon yang benar atas peringatan dan nasihat Rasul Paulus. Dalam 1 Korintus 10:1-10, Paulus ingatkan kekerasan bangsa Israel, yang membuat mereka tidak masuk Tanah Perjanjian yaitu tanah Kanaan. Bangsa Israel gagal masuk tanah Kanaan bukan karena kekurangan fasilitas. 1Korintus 10:1-4, Allah menyediakan Fasilitas bagi bangsa Israel dalam perjalanan masuk ke tanah yang dijanjikan Tuhan (tanah Kanaan) dengan menyediakan semua kebutuhan makan, minum, pakaian, kesehatan dan kemenangan atas musuh-musuh mereka. Tetapi selanjutnya di ayat 5, bangsa Israel gagal sampai ke tanah Kanaan dan sebagian besar bangsa Israel tewas di padang gurun. Jadi bukan karena kekurangan fasilitas mereka gagal, melainkan karena mereka mengeraskan hati di hadapan Allah sehingga mereka tidak mau dengar firman Tuhan dan tidak mau bertobat.

DOSA DAN PELANGGARAN ISRAEL
Dosa apakah yang dilakukan oleh bangsa Israel di mata Tuhan sehingga mereka tidak masuk tanah kanaan? 1 Korintus 10:6-10, dituliskan bahwa ada 5 dosa yang dilakukan bangsa Israel, yang menyebabkan Israel gagal masuk tanah perjanjian yang Tuhan janjikan, antara lain :
1. Menginginkan Yang Jahat
1 Korintus 10:6 “Semuanya ini telah terjadi sebagai contoh bagi kita untuk memperingatkan kita, supaya jangan kita menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang telah mereka perbuat.”

Keinginan jahat seperti apa yang dilakukan bangsa Israel sehingga mereka tidak sampai di Tanah Perjanjian yaitu Kanaan? Bilangan 11:4-6 mencatat bahwa bangsa Israel menginginkan hal-hal yang dahulu mereka nikmati di Mesir yaitu menu Mesir. Mereka mengungkapkan semua kepada Musa tentang Mesir. Jadi orang Israel tidak dapat melepas hal-hal yang dahulu mereka nikmati di Mesir dan mengeluh kepada Musa.

Mesir merupakan gambaran hal-hal duniawi. Jika diartikan ke masa kini, orang Israel ini sama dengan orang percaya yang tidak lepas dengan dosa-dosa melainkan tetap menginginkan hal-hal duniawi yang bertentangan dengan kehendak Allah. Sesungguhnya, Pengikut Yesus Yang Sejati, adalah orang yang telah meninggalkan dosa-dosa masa lalunya. Jadi kalau kita masih punya keinginan untuk mencicipi dosa masa lalu dan kita melakukannya, kita akan seperti Israel yang tidak masuk tanah perjanjian yaitu Kanaan sorgawi.

2. Penyembah Berhala
1 Korintus 10:7 “supaya jangan kita menjadi penyembah-penyembah berhala, sama seperti beberapa orang dari mereka, seperti ada tertulis: “Maka duduklah bangsa itu untuk makan dan minum; kemudian bangunlah mereka dan bersukaria”.

Perhatikan Keluaran 32:1-6. Setelah bangsa Israel keluar dari Mesir, seharusnya bangsa Israel beribadah hanya kepada Allah. Sebab itulah tujuan Allah membawa mereka keluar dari Mesir. Tetapi, mereka malah menyembah berhala. Mereka melihat orang Mesir yang menyembah berhala, menyembah patung yang kelihatan oleh mata. Bangsa Israel pun menginginkan hal yang sama. Mereka ingin menyembah Allah yang dapat dilihat. Itulah sebabnya, ketika Musa naik ke gunung Sinai dalam waktu yang lama, mereka meminta untuk dibuatkan patung dari emas. Mereka rela mempersembahkan kekayaan yang mereka dapat dari majikan mereka di Mesir, untuk dijadikan patung berhala. Padahal Tuhan bermaksud menggunakan kekayaan bangsa Israel untuk membangun mezbah Allah dan peralatan lainnya. Jika demikian maka kitapun harus berhati-hati. Kita harus menjauhkan diri dari semua bentuk penyembahan berhala/kepercayaan apapun. 1 Korintus 10:20 – orang yang menyembah berhala sama dengan bersekutu dengan roh-roh jahat yang menunggangi berhala.

3. Melakukan Percabulan
1 Korintus 10:8   “Janganlah kita melakukan percabulan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga pada satu hari telah tewas dua puluh tiga ribu orang.”  Perbuatan cabul seperti apa yang dilakukan oleh bangsa Israel? Bilangan 25:1-5, pada saat itu Balak seorang raja Moab yang takut melihat bagaimana kemenangan Isarel maka ia membayar Bileam untuk mengutuki Isarel. Alhasil usahanya gagal, sebab bukan kutuk yang keluar melainkan berkat. Melihat usahanya gagal, maka Bileam memberikan ide kepada Balak dengan memanfaatkan gadis-gadis Moab untuk datang ke perkemahan orang Israel dan menggoda mereka bahkan sampai berzinah dengan orang Israel. Melihat kondisi tersebut, Tuhan begitu geram kepada orang Israel. Sampai akhirnya ada seorang anak muda yang bertindak, sehingga tulah berhenti atas Isarel. Jadi ada orang-orang  Israel yang berzinah ditewaskan di padang gurun dan tidak sampai di tanah Kanaan .

Secara rohani, kita tahu bahwa Iblis ingin melemahkan kekuatan orang Kristen melalui dosa percabulan sehingga mereka meninggalkan Tuhan dan binasa. Mungkin bukan percabulan jasmani, tetapi percabulan rohani. 1 Korintus 6:9,10 – orang cabul tidak akan masuk kerajaan Allah.

Demikian 3 kegagalan Isarel masuk tanah Kanaan dan masih ada 2 lagi kegagalan Isarel yang akan dibahas pada minggu-minggu berikutnya.

KESIMPULAN
Ingat pesan Tuhan, jika Tuhan sudah berfirman. Ikuti dan jangan tunda, jika menunda maka kita akan gagal masuk tanah Kanaan. Kiranya Tuhan menolong setiap kita untuk dapat hidup sesuai kehendakNya. Tuhan Yesus memberkati.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s