MENGHADAPI RESIKO KARENA TUNDUK PADA KEHENDAK ALLAH – oleh Pdt. Yos Hartono, dari Yogyakarta (Ibadah Raya – Minggu, 23 Desember 2018)

Lukas 1:28-45

Lukas 1 mengisahkan tentang perjumpaan Maria dengan malaikat dan bagaimana resiko-resiko yang dihadapi Maria karena ketundukannya kepada kehendak Allah. Kisah ini juga menuliskan bagaimana Maria terkejut, terteror, gusar dan bingung ketika berjumpa dengan Malaikat (ayat 29).  Ia gemetar, sulit bicara karena shock. Meskipun Malaikat itu membawa kabar kelepasan bagi bangsanya, bahwa Juruselamat akan lahir lewat kandungannya dan juruselamat itulah yang akan membebaskan orang Isarel bukan hanya dari penjajahan romawi atau belenggu politis, , kesehatan dan ekonomi, tetapi juga dari penjajahan dosa, yang tak seorang pun dapat membebaskan diri. Respon Maria yang terkejut atau terteror sama seperti respon kita sebab kadang kitapun tidak tepat merespon sesuatu yang baik, malah bingung, berargumen dan memberikan banyak alasan (ayat 34).

Respon Maria merupakan respon yang manusiawi, sebab secara logika apa yang ia alami tidak masuk akal. Maria bertanya-tanya bagaimana ia dapat mengandung, sebab ia belum bersuami? Tidak masuk akal, tidak logis, tidak mungkin. Dan semua pertanyaan Maria adalah perwakilan manusia, yang bingung dan terus beragumen karena sesuatu yang tidak logis. Karena Manusia menjadi korban logika/pikiran, sehingga jika itu bertentangan dengan logikanya ia akan hilang damai sejahtra.

Benar bahwa pikiran manusia sudah menolong manusia menciptakan segala sesuatu yang memudahkan manusia dalam menuntaskan pekerjaan. Meski demikian hebatnya pikiran manusia, masih terbatas adanya dan banyak misteri. Jadi, jangan mengandalkan pikiran manusia kita, sebab ada banyak yang tidak dapat dijawab oleh pikiran manusia, apa lagi membaca pikiran tentang Allah.

Solusinya, kecerdasan logika atau cara berpikir manusia, kadang harus dijawab dengan hati dan iman.  Inilah juga menjawab malaikat dari maria, tentang kondisinya yang mengandung tanpa menerima benih dari laki-laki. Tetapi faktanya, yang tidak logis itu terjadi. Sebab itu natal ada karena Maria mengandung dan melahirkan bayi Yesus. Ketika Malaikat mendengar apa yang dikatakan oleh Maria, Malaikat memberitahu bahwa ini rencana Allah maka respon Maria harus dengan iman bukan logika manusia. Manusia secara hakekat disebut sebagai makhluk monoporlis (satu tetapi banyak dimensi). Jika demikian, maka pergunakan banyak dimensi yang sudah Tuhan berikan. Dimensi tersebut adalah:
1. Lahir Batin
Hal yang ada dalam diri manusia – ini susunan kodrati dalam bahasa alkitab Tubuh, jiwa dan roh

2. Sifat Kodrati
Mahluk individualis yang tidak peduli dimensi sosial. Dimensi ini tidak akan seimbang tanpa dimensi sosial.

3. Kedudukan kodrati

Dimensi tersebut harus bekerja dengan seimbang, dimana setiap dimensi saling memperlengkapi. Demikian saat Maria menggunakan pikirannya bahwa mustahil untuk mengandung tanpa pria, namun faktanya ia mengandung karena benih Roh Kudus, maka ia harus menundukkan logikanya kepada kehendak Allah bagi dirinya. Pemberitaan Malaikat kepada Maria menembus segala macam dimensi manusia. Sebab Allah sanggup laukan segala hal yang mustahil karena kuasa Allah melampaui hukum manusia.

Sebuah contoh alkitab yang bertentangan dengan hukum fisika, yaitu di 2 Raja-raja 6:1-6 – tentang kapak yang mengapung. Secara logika mana mungkin besi kapak mengapung, karena semua benda yang berat jenisnya melebihi berat jenis air akan tenggelam. Faktanya kapak itu mengapung karena bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Pakai logika untuk melaksanakan tugas, namun ada masa dimana kita lepaskan pikiran manusia dan datang pada Tuhan. Sebab hukum Allah-lah yang terbaik.

Jadi atasi rasa takut dengan percaya kepada janji dan firman Allah, tanggalkan pikiran manusia dan percaya kepada Allah. Ada garansi firman Allah “jangan takut”. Para gembala yang dijumpai oleh malaikat juga dipesankan oleh malaikat untuk jangan takut, sebab Tuhan sudah bekerja. Persoalan selalu ada, dengarkan firman Allah sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.

PENYERAHAN MARIA
Setelah sekian banyak argumen dan logika, akhirnya Maria tunduk pada Malaikat, ia percaya serta berserah pada Allah. Misteri tak terjawab, maka ia pakai hatinya untuk percaya sehingga di ayat 38 dituliskan “Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.” Maria pasrah dan menyerah, tidak perlu stress dan pasrah serta berkata “jadilah sesuai kehendakmu”. Ini yang membuat Tuhan senang dengan kita percaya dan berserah pada Dia yang ciptakan semua. Jangan bantah firman Allah, melainkan sadar diri seperti Maria.

PERJALANAN SELANJUTNYA
Perhatikan Lukas 1:39-45,  ketika Maria pasrah kepada kehendak Allah. Kehidupan Maria terus berlanjut, dan Maria memiliki kehidupan yang luar biasa. Dalam perikop ini sangat nampak bagaimana saat Maria kunjungi Elisabeth di pegunungan Yudea yang jaraknya yang cukup jauh. Dan ada 2 peristiwa yang mengikuti Maria, yaitu hidup Maria berdampak manfaat bagi Elisabeth dan kedua adalah resiko. Jadi ketika ada titik temu bersama dengan Tuhan, dalam kekristenan tetapi ada 2 hal yang terjadi bersamaan, yaitu resiko dan manfaat. Inilah yang dihadapi oleh Maria ketika ia tunduk kepada titah Allah.

RESIKO DAN MANFAAT
Resiko:
1. Maria diejek
Karena tidak ada yang tahu bahwa Maria sudah bertemu dengan Malaikat. Memang tidak tertulis jelas pengalaman ini, namun pasti Maria hadapi. Secara manusia Maria menghadapi konflik batin karena orang di sekitarnya. Inilah resiko Maria, dibutuhkan kekuatan untuk menghadapinya.

2. Ancaman hukum taurat tentang wanita yang mengandung.
Bahwa wanita yang mengandung tanpa suami akan dirajam dengan batu

3. Berjalan dari Nasaret ke Bethlehem untuk sensus
Ini adalah perintah Kaisar Romawi bahwa mereka harus sensus ke tempat semula atau tempat lahir. Perjalanan dapat mencapai 2 – 3 hari, Maria menunggangi keledai dalam kondisi hamil tua.

4. Melahirkan di kandang domba
Maria dan Yususf tidak mendapat tempat menginap yang layak sehingga mereka menginap di kandang domba yang terletak di dalam goa.

5. Dikunjungi para gembala
Saat Yesus lahir, para gembala yang adalah starta terendah di Israel datang melihat Bayi Yesus. Gembala adalah golongan yang dianggap rendah bahwa tidak layak menerima status masyarakat (KTP).

Inilah latar belakang  natal yang sebenarnya bahwa ada orang-orang yang rela mengambil resiko untuk lahirnya juruselamat. Jadi natal adalah moment dimana kita rela memikul resiko saat tunduk dan percaya Yesus, resiko berbeda-beda yang akan kita hadapi karena iman kepada Yesus. Jadi ikut Yesus tidak selalu kelimpahan materi, sebab ada resiko. Jadi bertahanlah saat resiko datang.

Manfaat
Dampak atau manfaat ketaatan Maria, bahwa kehadiran Maria membuat Elisabeth penuh Roh Kudus. Elisabeth bernubuat tentang Maria, bahwa Maria diberkati dari antara wanita lainnya. Allah memberikan hak istimewa pada Maria. Demikian juga kita akan menjadi berkat bila hidup dalam ketaatan dan ketundukan pada Tuhan.

KESIMPULAN
Bila kita taat pada Tuhan dan berserah maka kita akan menjadi berkat bagi siapapun. Meskipun ada resiko, tetap percaya firman Allah. Tanggalkan logika dan andalkan Tuhan, sebab pikiran manusia terbatas adanya. Minta Tuhan menguatkan jika ada resiko dan bersyukurlah kepada Tuhan. Sebab bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s