PERJAMUAN KUDUS ADALAH PERINGATAN AKAN PENGAMPUNAN DAN PENEBUSAN DOSA – oleh Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya 3 – Minggu, 2 Desember 2018)

Kolose 1:13,14 – “Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita kedalam Kerajaan AnakNya yang kekasih; di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.”

Ayat pokok kita ini menjelaskan tentang keadaan kita sebelum dan sesudah kita ditebus melalui pengampunan dosa lewat korban Kristus. Korban Kristus yang akan kita peringati lewat perjamuan suci. Sebelumnya hidup kita dikuasai oleh kuasa kegelapan karena dosa, karena semua orang telah berbuat dosa. Roma 3:23“Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah“. Tetapi oleh kebesaran kasih Allah, kita telah dilepaskan dari kuasa kegelapan dan dipindahkan kedalam perlindungan kerajaan AnakNya (Yesus), melalui pengampunan dosa kita oleh darah Yesus di salib.

TENTANG DOSA
Dosa kalau dalam bahasa Indonesia memiliki pengertian yang sederhana yaitu memberontak / melawan Tuhan; tidak melakukan kehendak Tuhan ;  melakukan pelanggaran;  hidup dalam kegelapan/kejahatan;  hidup dalam ketidakbenaran. Dalam bahasa Yunani kata dosa memiliki arti yang lebih luas :

1. HAMARTIA (Kehilangan tanda)
Saat manusia diciptakan, manusia memiliki tanda Illahi yaitu Kemuliaan Allah, Roma 2:23.

Roma 3:23 – “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.” Ayat ini menjelaskan bahwa sebelumnya manusia memiliki tanda keIlahian dari Allah yaitu cahaya yang meliputi seluruh keberadaannya dan cahaya kemuliaan itu menjadi pakaiannya. Namun tanda kemuliaannya itu sirna ketika mereka jatuh kedalam dosa, untuk itulah manusia membutuhkan pakaian sebab mereka telanjang karena kemuliaan sebagai pakaiannya telah hilang. Sehebat, sekaya dan sepandai apapun manusia, tanpa kembali dipulihkan dari dosanya, ia sudah kehilangan tanda kemuliaan itu.

2. HAMARTEMA (Tidak menanggapi atau melawan hukum Allah).
Artinya tidak menanggapi atau melawan kebenaran firman Allah, meski sebenarnya ia tahu kebenaran itu. Markus 4:12 mengatakan “Supaya, sekalipun melihat, mereka tidak menanggap, sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti, supaya mereka jangan berbalik dan mendapat ampun.”  Mereka sengaja tidak mau menanggapi firman Tuhan.

3. PARAKOE (Ketidaktaatan; tidak mau mendengar).
Ibrani 2:2 “Sebab kalau firman yang dikatakan dengan perantaraan malaikat-malaikat tetap berlaku, dan setiap pelanggaran dan ketidaktaatan mendapat balasan yang setimpal.

Contoh:

  • Istri Lot, Kej 19:26.
    Istri Lot sudah diberi tahu dari sejak awal untuk mematuhi malaikat Tuhan ketika harus lari dari kota Sodom. Permintaan Tuhan tidak berat hanya satu dan mudah, jangan menoleh ke belakang. Lot dan kedua anaknya mematuhinya, tetapi istri Lot karena mungkin ada hal-hal yang tidak bisa ia lepaskan dari kota Sodom yang penuh dosa, ia melanggar perintah Tuhan dan menoleh ke belakang, ia binasa dengan cara yang terbilang unik, menjadi tiang garam.
  • Simson, Hakim 16:17.
    Simson adalah nasir Allah yang kekuatannya luar biasa, namun tewas juga dengan cara yang tidak umum sekalipun dalam perang. Ia tertimpa bangunan akibat memilih tidak mentaati aturan Tuhan atas dirinya sebagai nazir Allah.
  • Raja Saul, 1 Sam 15:9-11.
    Raja Saul dipilih oleh Allah sendiri sebagai orang yang rendah hati dan mentaati Tuhan, tetapi akhir hidupnya ia tewas dengan cara yang tidak kesatria. Ia bukan dibunuh oleh musuhnya dalam peperangan, tetapi bunuh diri.

4. ANOMIA (Kejahatan)
Dalam2 Kor 6:14 – Ditulis kedurhakaan dan dalam 1 Yoh 3 : 4 ditulis  melanggar hukum.

Sebagai pengikut Yesus yang sejati, mampu tetap berdiri diatas kebenaran, walaupun semua orang di lingkungannya melakukan pelanggaran.  Seperti Lot yang tetap ada dalam kebenaran meski ia tinggal di kota Sodom yang berdosa, Kej. 13:12,13. Lot menderita batinnya karena setiap hari ia hidup ditengah-tengah masyarakat yang berdosa, tetapi ia bertahan hidup dalam kebenaran.

2 Petrus 2:7 “Tetapi Ia menyelamatkan Lot orang yang benar, yang terus-menerus menderita oleh cara hidup orang-orang yang tak mengenal hukum dan yang hanya mengikuti hawa nafsu mereka saja.” Bahayanya dosa kedurhakaan jika sudah merajalela, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.

Mat 24:12 “Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.”

5. PARANOMIA (Kebebalan).
Menunjuk kepada orang yang keras hati; tidak mau diberi tahu/dinasehati. Contoh Bileam (2 Petrus 2:16) dan Firaun (Kej 7-8).  Kedua tokoh ini berulang kali diperingatkan oleh Tuhan, dari paling lembut sampai dengan keras Tuhan peringatkan, hati mereka tetap bebal dengan mengeraskan hatinya menolak peringatan Tuhan.

6. PARABASIS (Pelanggaran)
Secara harafiah artinya melewati batas.  Garis batas Tuhan bagi kita tegas yaitu Firman Allah, yang tidak boleh dilanggar. Israel melanggar hukum yang justru mereka banggakan yaitu Taurat, Roma 2:23. Sehingga sebagian besar dari mereka tidak dapat memasuki tanah perjanjian, tetapi ditewaskan Tuhan di padang gurun.

7. PARAPTOMA (Kesalahan)
Secara harafiah artinya kejatuhan. Kejatuhan dalam penerapannya adalah kejatuhan karena hidupnya tidak benar; Tidak jujur; Tidak setia.

Contoh:

  • Simson, Hakim 16 – Meski Ia seorang nazir Allah tetapi hidupnya tidak menuruti kebenaran.
  • Ananias dan Safira, Kisah 5 – Mereka tidak jujur dalam membawa korban persembahan.
  • Yudas Iskariot – Tidak setia, ia mengkhianati Yesus karena tamak akan uang.

Semua manusia tidak ada yang luput dari daftar tujuh dosa tersebut dan tidak ada satupun yang dapat mengatasi dosanya. Satu-satunya yang dapat mengurus dosa manusia adalah Yesus Kristus lewat pengorbananNya di kayu salib, yang mati bagi penebusan dosa kita.

Melalui penebusan darah Yesus yang mulia, kita menjadi suatu umat yang besar atau istimewa dihadapan Tuhan dalam kerajaan-Nya yang kekal. Lukas 7:28 “Aku berkata kepadamu: Di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak ada seorang pun yang lebih besar dari pada Yohanes, namun yang terkecil dalam Kerajaan Allah lebih besar dari padanya.”

Mengapa yang terkecil dalam kerajaan Allah disebutkan lebih besar dari Yohanes pembaptis ? Yohanes pembaptis adalah benar ia orang besar yang diutus Allah mendahului juru selamat, tetapi ia tidak alami penebusan dosa oleh darah Yesus. Ia memang ada dalam kerajaan Allah tetapi tidak lebih besar dari orang-orang yang telah menerima penebusan oleh darah yang mahal, kudus, tak bercela dari Putra Allah Yesus Kristus Tuhan. Jadi betapa berharganya kita bagi Tuhan, yang telah menerima penebusan darahNya. Melalui perjamuan suci kita diingatkan, bahwa dosa kita telah ditebus dan kita menjadi milik Tuhan dan berhak menerima kemuliaan yang lebih besar dari Yohanes pembaptis. Tuhan Yesus memberkati.

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s