WAKTUNYA SUDAH SANGAT SINGKAT – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Sulung – Minggu, 6 Januari 2019)

PENDAHULUAN
Bersyukur jika kita berada di tahun 2019,  tahun yang baru dan kesempatan baru bagi kita. Tetapi hal ini juga menyadarkan kita, bahwa paket waktu berkurang atau jatah waktu yang Tuhan berikan kepada kita makin berkurang 1 tahun. Keuangan dan kekayaan dapat kita hitung dan perkirakan namun waktu hidup tidak dapat diperkirakan. Kita perlu firman Tuhan untuk menasihati kita.

NASIHAT FIRMAN TUHAN
Dalam Efesus 5:15,16 dituliskan “Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada karena hari-hari ini adalah jahat.”

Ada beberapa nasehat firman Tuhan yang dapat kita temukan dalam Efesus 5:15-16, yaitu:

* PERHATIKAN DENGAN SAKSAMA
Kalimat “Perhatikan dengan saksama” dalam bahasa Yunani ditulis AKRIBOS. Sedang dalam bahasa Inggris dituliskan Walk Circumspectly. Artinya berjalan dengan teliti dan hati-hati atau dengan sempurna dalam menjalani hidup kita. Jika dahulu kita pernah bertobat namun kembali hidup dalam dosa, firman Allah menasehati agar kembali memperhatikan dengan saksama kehidupan ini. Tahun 2018 mungkin dengan sembrono mempergunakan waktu, tetapi memasuki tahun 2019 kita harus Walk Circumspectly – melangkah dengan teliti, tapak demi tapak sesuai dengan firman Allah. Seperti arti kata “KRISTEN” dari kata CHRISTIANOS, yang artinya “mengikuti jejak langkah yang Yesus tinggalkan secara presisi, teliti dan saksama, yaitu “Firman Allah.”

Sebuah contoh dalam Kisah Rasul 18:26 , bahwa ada seorang anak muda bernama Apolos, ia mulai mengajar dengan berani di rumah ibadat Yahudi atau non Yahudi (berhala). Tetapi setelah Priskila dan Akwila mendengar tentang keberaniannya, mereka membawa Apolos ke rumah mereka dan dengan teliti menjelaskan kepada Apolos tentang jalan Allah, yaitu Firman Allah. Jadi kita perlu jalani hidup dengan teliti sesuai Jalan Allah (firman Allah) jangan sampai melenceng dari tapak kaki Tuhan Yesus sehingga hidup kita seperti orang Arif bukan bebal. Inilah poin berikutnya:

* JANGAN SEPERTI ORANG BEBAL TETAPI SEPERTI ORANG ARIF
Nasehat firman Allah yang kedua adalah kita menjalani hidup seperti orang arif. Sebab manusia tidak mengetahui tentang waktu, jadi perlu untuk kita gunakan kesempatan ini hidup seturut firman Tuhan. Namun terkadang tanpa kita sadari, kita sering melakukan perbuatan orang bebal. Seperti apakah yang dimaksud orang Bebal? Menurut Amsal 18:2a, orang bebal adalah orang yang tidak suka kepada pengertian. Jadi salah satu perbuatan orang bebal adalah “Tidak Suka” kepada pengertian. Untuk mengerti kata “tidak suka kepada pengertian”, perhatikan kembali Kisah Para Rasul 18:24-28 bahwa Apolos adalah seorang hamba Tuhan muda ia sangat mahir soal firman Allah, dan berani bersaksi  tentang Yesus. Tetapi Apolos hanya tahu tentang baptisan Yohanes Pembaptis. Ketika Priskila dan Akwila melihat Apolos, mereka terpanggil untuk membimbing Apolos, agar Apolos mengerti jalan Allah (firman Allah). Dengan hati tulus dan bijak Apolos menerima sepenuhnya firman Allah yang disampaikan  oleh Priskila  dan Akwila. Hasilnya di Kisah Para Rasul 18:27, Apolos menjadi hamba Tuhan yang sangat berguna bagi jemaat di Akhaya (Yunani). Sehingga Kisah Para Rasul 18:28, Apolos dapat membuktikan kepada orang Yahudi, bahwa Yesus adalah Mesias dari Kitab Suci (Perjanjian Lama). Dapat disimpulkan bahwa Apolos dengan rendah hati, tulus dan bijaksana, Apolos menerima didikan tentang jalan firman Allah sehingga ia mampu mengajarkan kepada orang-orang yang belum paham firman Allah. Apolos termasuk orang yang bijak. Setiap minggu kita mendengar firman Allah dan jika kita bijak seharusnya mempraktekkan apa yang sudah kita dengarkan. Seperti Apolos menerima dengan sepenuhnya, ia tidak sok pintar namun ia benar-benar menerimanya. Maka di ayat selanjutnya ditemukan bahwa Apolos sangat berguna bagi jemaat Yunani dan bagi jemaat Korintus ia adalah pengkhotbah favorit.

* PERGUNAKAN WAKTU YANG ADA
Poin selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah “Pergunakan Waktu Yang Ada” sebab waktu ini sangat singkat. Dalam terjemahan King James Version menuliskan “Redeeming the time” artinya tebuslah waktu. Artinya jika selama ini kita gunakan waktu untuk memuaskan nafsu; melakukan dosa; melakukan kejahatan; melakukan ketidakbenaran. Mulai saat ini, kita pakai waktu untuk  menebus waktu-waktu yang kita sia-siakan dengan cara: AKRIBOS – Walk Circumspectly yaitu menjalani hidup sesuai firman Allah dengan teliti langkah demi langkah, hari, minggu, bulan, tahun kita jalani hidup yang berkenan kepada Tuhan.

* KARENA HARI-HARI INI JAHAT
Maksud “hari-hari yang jahat” karena waktu yang singkat ini bukan hanya milik manusia melainkan iblis juga punya waktu yang pendek dan tidak lama lagi akan dihukum. Jadi dia berusaha merusak dan menghancurkan manusia. Wahyu 12:12  “….Karena Iblis telah turun kepadamu, dalam geramnya yang dahsyat, karena ia tahu, bahwa: waktunya sudah singkat.”

WAKTU IBLIS YANG SINGKAT (PERHATIKAN GAMBAR)

Ada tiga kali Iblis dicampakan, yaitu:
1. Wahyu 12:9 – Iblis dicampakkan sebelum masa 3,5 tahun dan memberikan kuasa kepada Antikristus.
Sekarang iblis dapat naik turun Surga dengan bebas untuk menuduh orang percaya dan Yesus sebagai pembela bagi orang percaya adalah hakim bagi kita dan iblis akan memberikan kuasa kepada Antikritus. Oleh karena itu iblis berusaha menjatuhkan orang benar.

2. Pencampakkan kedua adalah saat perang Harmagedon – Wahyu 20:2-3
Iblis dimasukkan dalam lobang Maut. Lalu 1000 tahun damai dan setelah berakhir maka iblis dilepaskan lagi untuk menyesatkan orang percaya, namun iblis akan dibinasakan.

3. Inilah pencampakkan yang ke tiga, Wahyu 20:14 – dicampakkan dalam api kekal yaitu Neraka.
Jadi kita sekarang digaris akhir karena iblis tahu waktunya sudah sangat singkat. Oleh sebab itu gunakan waktu dengan baik sehingga tidak keliru dalam melangkah.

Siapakah sasaran Iblis? Menurut Matius 24:24 “…sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.” Jadi sasaran iblis adalah orang pilihan, jika mereka hanya percaya karena mujizat-mujizat maka mereka mudah terseret dan binasa oleh karena Nabi Palsu serta Mesias Palsu. Didalam 2 Korintus 11:2-3, Iblis mengincar orang-orang pilihan yaitu calon-calon mempelai Kristus. Oleh karena itu Rasul Paulus merasa kuatir agar jangan sampai jemaat yang dilayani kehilangan kesetiaan Kristus yaitu kehilangan AKRIBOS. Sehingga jalan hidupnya tidak sesuai dengan jejak langkah Yesus yaitu Firman Allah. Ini dapat terjadi kepada siapapun, sebab itu jejaki langkah hidup dengan sungguh-sungguh di tahun 2019 agar tidak terseret.

* AGAR TIDAK TERSERET
Inilah tujuan kita hidup sesuai firman Tuhan adalah jangan terseret dan jangan melekat kepada dunia ini. Firman Allah mengingatkan jangan hati kita melekat kepada dunia ini. Artinya jangan bergantung pada dunia ini. Lukas 17:32 “Ingatlah akan isteri Lot!” Apa maksudnya…? Isteri Lot, hatinya sangat melekat kepada dunia ini sehingga tangan malaikat yang menuntun isteri Lot tidak bisa membuat isteri Lot untuk bergerak maju. Seruan malaikat ternyata tidak bisa menahan isteri Lot untuk tidak menatap ke depan sehingga ia menjadi tiang garam. Setiap kali hamba-hamba Tuhan menyampaikan firman Tuhan, mereka seperti malaikat yang menarik kita untuk bergerak maju, tinggal bagaimana respon kita.

ANTIKRISTUS MENGUASAI DUNIA
Setelah Iblis dicampakkan ke bumi, Wahyu 13:4, Iblis akan serahkan: kekuatan; tahta dan kekuasaannya kepada Antikristus. Dengan itu Antikristus akan taklukkan semua kekuatan, takhta dan kuasa dunia ini, di bawah kekuasaan Antikristus. Bukan hanya manusia yang akan takluk di bawah kekuasaan Antikristus tetapi semua kekayaan manusia dan dunia akan berada di bawah kekuasaan Antikristus.

Mari berilah waktu untuk Tuhan dan lakukan firman Allah dengan sungguh-sungguh serta berikan apa yang ada untuk mempermuliakan Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s