HAL KERAJAAN ALLAH – oleh Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya 2 – Minggu, 13 Januari 2019)

Roma 14:17
“ Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan suka cita oleh Roh Kudus.”

Bagian awal ayat ini mengatakan “Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman….” Dalam Roma 14, Paulus membahas tentang jangan saling menghakimi dan menjadi batu sandungan, dalam masalah ini adalah soal makanan. Paulus menasehati kita, agar jangan sampai pekerjaan Tuhan dirusakkan hanya karena meributkan masalah jasmani yang bersifat sementara yaitu makanan dan minuman. Nasehat yang kedua jangan menghakimi saudara seiman. Betapa seringnya kita tanpa sadar sering menghakimi orang lain dengan penilaian yang salah. Sering kita menilai orang lain dari cara orang bertepuk tangan, cara makan dan kesukaan seseorang, kemudian kita menganggapnya tidak rohani, tidak alkitabiah hanya karena cara dan kesukaan yang berbeda dan tidak umum. Ada hal yang lebih penting yang harus dikejar dari pada meributkan semuanya itu, yaitu Kerajaan Allah.

Berbicara tentang Kerajaan Allah, ada yang berpikir Kerajaan Allah itu nanti, dinikmati kalau sudah sampai di Sorga bukan di bumi. Benarkah demikian? Kerajaan Allah memang ada di Sorga, tetapi suasana sorga dapat dinikmati di bumi ini.  Roma 14:17 – “Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan suka cita oleh Roh Kudus.” Ada tiga prinsip pelayanan untuk menikmati Kerajaan Allah: Kebenaran ; Damai sejahtera dan Suka cita oleh Roh Kudus. Jika pengiringan dan pelayanan setiap orang percaya berpegang pada tiga prinsip ini, maka menurut Roma 14:18 – “Karena barang siapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia.”

 KEBENARAN
Hal yang pertama adalah Kebenaran. Kebenaran menjadi hukum dan undang-undang sekaligus menjadi gaya hidup dan budaya warganya untuk menikmati semua fasilitas Kerajaan Allah. Matius 6:33 – “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya.”  Kata “Carilah” adalah kata kerja berkesinambungan, artinya Terus-menerus mencari dengan cara memusatkan perhatian pada nilai-nilai rohani dari Kerajaan Allah. Sebagai contoh Matius 13:45 “Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah.” Seperti seorang pedagang yang dengan tekun terus-menerus mencari mutiara yang berharga sampai didapatkannya. Bagi manusia nilai tertinggi yang paling berharga dan harus dicari adalah : Keselamatan, yang diindentikan dengan Kerajaan Sorga.

DAN KEBENARANNYA
Bagaimana dengan kebenaran, bukankah tidak ada manusia yang benar dihadapan Allah? Roma 3:23, memang tidak ada manusia yang benar, yang ada adalah manusia yang dibenarkan oleh Tuhan, melalui iman percaya pada penebusan darah Yesus, Roma 3:24,28.  Oleh penebusan Kristus di salib, kita yang percaya dan menerima dikuduskan dan dibenarkan. Posisi inilah yang harus didapatkan. Dibenarkan karena pengampunan inilah yang dapat membawa orang ke dalam Kerajaan Sorga, inilah kebenaran dari orang yang akan mendapatkan Kerajaan sorga, karena tanpa pengampunan melalui penebusan darah Yesus, tidak ada satupun orang yang benar dan orang yang masih berada dalam ketidakbenaran karena dosa tidak mungkin dapat mencapai Kerajaan sorga. Semua warga Kerajaan sorga adalah orang-orang benar dan kudus, karena tanpa kekudusan tidak seorangpun yang dapat melihat Tuhan, Ibrani 12:14.

Selanjutnya keselamatan (Kerajaan Allah) yang kita peroleh harus terus dikerjakan sampai akhir. Filipi 2:12a – “Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat, karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar….” Keselamatan yang diindentikan dengan Kerajaan Allah itu harus dikerjakan artinya harus dijaga dan dipelihara dengan sungguh-sungguh sampai akhir hidup kita. Kesungguhan dalam mengerjakan keselamatan kita itu diungkapkan dengan dua hal yaitu dengan “Takut dan Gentar.” Mengapa dengan takut dan gentar ? Karena keselamatan kita itu masih bisa hilang, Iblis dengan segala tipu dayanya terus mencoba mengugurkan iman kita. Takut karena menyangkut hidup kita dalam kekekalan. Gentar kalau hilang kita binasa.

Dimasa yang semakin singkat ini, Iblis akan terus berusaha menghancurkan iman orang percaya sebanyak mungkin sehingga kehilangan keselamatannya dengan berbagai cara, antara lain:

  • PENYESATAN

Penyesatan dapat melalui Nabi palsu, Mat 7:15; 24:11 – Ciri khas dari pelayanan nabi adalah bernubuat, nabi palsu akan menyesatkan banyak orang dengan nubuat-nubuatnya yang palsu, Guru-guru palsu, 2 Petrus 2:1.

– Guru pekerjaannya adalah mengajar, guru-guru palsu akan mengajarkan hal-hal yang tidak sesuai dengan kebenaran firman Tuhan. Kalau toh mengajarkan firman, hanya separuh kebenaran firman tidak sepenuh kebenaran.

– Mesias palsu, Mat 24:24 – Mesias palsu atau Kristus palsu akan muncul dan mengadakan banyak mujizat dan tanda ajaib, untuk menyeret orang-orang pilihan Allah untuk disesatkan.

– Rasul palsu. 2 Kor. 11:13 – Rasul palsu akan menuntun dan mengarahkan benyak orang kepada banyak hal yang bertentangan dengan firman Tuhan.

  • GODAAN

Kekayaan dan kenikmatan dunia menjadi alat Iblis untuk menjatuhkan iman banyak orang percaya. Tidak sedikit orang yang meninggalkan Tuhan karena ingin cepat kaya, dan kenikmatan dunia yang membuat orang terlena dan terjerat kembali dalam kehidupan yang berdosa.

  • ANIAYA

Aniaya dapat dalam bentuk Dikucilkan, Yoh.12:42a ; Dicela ; Diitnah dan Aniaya fisik, Mat. 5:11. Semua ini akan dihadapi orang-orang percaya di akhir jaman. Setiap orang percaya harus berjuang untuk memelihara dan mempertahankan keselamatannya.

Selanjutnya bagaimana kita mengerjakan hidup kita yang sudah dikuduskan oleh Tuhan? Cari terus kebenaran Tuhan. Yohanes 17:17 – “Kuduskanlah mereka dalam kebenaran, firman-Mu adalah Kebenaran.”  Hidup dalam dalam kebenaran (Firman Allah) itulah yang akan menjaga kekudusan kita. Firman Tuhan adalah konsumsi utama kita yang akan terus menguduskan kehidupan setiap orang percaya. Untuk hidup dalam kebenaran, kita tidak mengandalkan kekuatan sendiri, tetapi dipimpin juga oleh Roh Kebenaran, yaitu Roh Kudus. Yoh 16:13, Roh Kudus akan memampukan kita untuk hidup dalam kebenaran dan taat dalam kebenaran. Hidup dalam ketaatan kepada Kebenaran itu juga akan menyucikan kita dan memampukan kita untuk hidup dalam kasih,1 Petrus 1:22. Selanjutanya, Hidup dalam kebenaran akan membuat setiap orang percaya merdeka dari intimidasi dosa. Yoh. 8:31-32. Rom, 3:23-24. Inlah salah satu bentuk dari suasana sorga yang dapat kita nikmati di bumi, yaitu kemerdekaan yang sejati karena Kebenaran.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s