IMAN DAN PERBUATAN PENGIKUT YESUS YANG SEJATI – Oleh: Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 27 Januari 2019)

AMSAL 11:1

PENDAHULUAN
Minggu ini kita tidak melanjutkan pembahasan di minggu lalu, tetapi akan dibahas pada minggu mendatang. Dan khotbah minggu ini menjembatani kita untuk melanjutkan khotbah minggu lalu. Bahwa untuk menjadi “Pengikut Yesus Yang Sejati”, kita harus praktekkan Iman dan Perbuatan dalam kehidupan kita, sebab ada orang Kristen yang belum benar-benar memahami tentang iman dan perbuatan.

KESELAMATAN
Berbicara tentang keselamatan, Efesus 2:8,9 menjelaskan bahwa oleh kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usaha, tetapi pemberian Allah, bukan hasil pekerjaan: jangan ada orang yang memegahkan diri. Apakah maksud ayat tersebut bahwa orang Kristen tidak perlu berbuat baik, karena sudah diselamatkan? Tentu tidak. Sebab ada sebuah ajaran yang mengajarkan bahwa segala kesalahan kita sudah diampuni dan tidak perlu kita menjaga keselamatan dan mengaplikasikannya dengan perbuatan baik. Dengan alasan 1 Yohanes 1:7-9, bahwa jikalau kita akui dosa-dosa kita maka kita diampuni, sehingga dengan seenaknya hidup menurut apa yang dikehendaki. Sekalipun itu perbuatan jahat, Tuhan akan tetap ampuni serta tetap selamat. Apakah konsep keselamatan dalam Yesus (Firman Allah) yang diimani orang Kristen seperti itu? Itu sama sekali tidak benar.

TANGGUNG JAWAB
Sebagai orang percaya, keselamatan yang diberikan dengan cuma-cuma, harus kita kerjakan. Filipi 2:12 Rasul Paulus menuliskan kepada jemaat di Filipi bahwa mereka senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu rasul Paulus masih hadir; tetapi terlebih pula sekarang waktu dia tidak hadir bersama jemaat di Filipi. Bahwa mereka wajib mengerjakan keselamatan.

Mengerjakan Keselamatan
Maksud mengerjakan keselamatan bahwa setiap orang percaya harus menjaga neraca iman dan neraca perbuatan dalam hidupnya agar tetap seimbang. Apabila neraca hidupnya serong, itu adalah Kekejian. Kecuali, kisah hidup seperti penjahat di sebelah Yesus yang mati setelah percaya (Lukas 23:43). Tetapi pada kenyataannya kita masih hidup samapi sekarang. Itu sebabnya kita harus kerjakan keselamatan yang kita terima. Bukan sebaliknya hidup semena-mena.

Perhatikan perbandingan antara :
Non Kristen
Syarat masuk sorga tidak perlu beriman kepada Yesus tetapi dengan perbanyak ibadah; lakukan kebaikan; doa, berbuat amal, dan sebagainya. Kalau mati, selamat atau tidak? Sama sekali tidak. Sebab, keselamatan hanya di dalam Yesus, Yohanes 3:16; 14:6, Kisah para rasul 4:12.

Orang Kristen
Untuk diselamatkan harus (mutlak) percaya kepada Yesus. Tetapi keselamatan yang kita sudah terima dari Yesus, harus kita jaga dengan mempraktekkan IMAN dan dengan PERBUATAN sepanjang kehidupan kita. Mengapa demikian? Perhatikan nasihat Yakobus.

NASIHAT YAKOBUS
Yakobus 2:14-26 – “Iman Tanpa Perbuatan Mati”

  • Yakobus 2:14 , Yakobus bertanya “Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman padahal ia tidak mempunyai perbuatan?” Artinya, pengakuan kita, bahwa kita beriman kepada Yesus, menjadi tidak ada gunanya kalau kita tidak membuktikan iman kita dengan perbuatan kita.
  • Yakobus 2:15,16
    Yakobus memberikan sebuah ilustrasi tentang iman tanpa perbuatan sama dengan seorang yang memberikan ucapan, nasihat dan saran kepada orang miskin yang kedinginan dan kelaparan  namun tidak sama sekali memberikan apa yang ia perlukan. Semua ucapan dan nasihat itu tidak ada gunanya jika hanya berkata-kata namun tidak ada tindakan.
  • Yakobus 2:17
    Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.
  • Yakobus 2:20
    Itu sebabnya Yakobus memberikan teguran bahwa orang yang mengaku beriman kepada Yesus, tapi tanpa perbuatan adalah Kristen Bebal dalam pandangan Yesus.

Selanjutnya, berbicara tentang keselamatan surat 1 Korintus 6:20, memberi penjelasan karena iman, kita diselamatkan oleh korban Yesus di atas kayu salib. Dan tanggung jawab yang harus kita lakukan adalah:
MEMULIAKAN DENGAN TUBUH (PERBUATAN)
Memuliakan Tuhan dengan tubuh atau perbuatan kita, artinya selama kita hidup di dunia ini, hidup kita harus memuliakan Tuhan. Jadi pada saat kita percaya kepada Yesus, kita telah mengisi iman ke dalam neraca hidup kita. Tetapi tanggung jawab kita belum selesai. Selain iman, kita harus isi dalam neraca hidup kita perbuatan yang benar sesuai firman Allah, yaitu perbuatan yang memuliakan nama Tuhan dan bukan perbuatan yang mempermalukan nama Tuhan.

Perbuatan kita digambarkan dengan pakaian yang kita kenakan.
1. Perbuatan Yang Benar – Wahyu 19:8
Mengapa digambarkan pakaian? Dalam Matius 22:1-14, Tuhan Yesus memberikan perumpamaan, bahwa ada seorang Raja yang telah menyembelih lembu dan mengundang para tamu untuk menikmati pesta besar. Untuk menikmati pesta, tidak ada syarat, tamu undangan tinggal masuk dan nikmati pesta. Tetapi, para tamu undangan menolak dengan segala macam dalih (gambaran Umat Israel). Namun pesta harus berjalan, sebab hidangan sudah tersedia, maka diundang semua orang yang ada di jalan untuk masuk pesta  yang disediakan raja. Tetapi, sebelum pesta dimulai, raja memeriksa para tamu pesta yang hadir, apakah sudah kenakan pakaian pesta yang telah diberikan oleh Raja. Dan ditemukan ada orang yang tidak mengenakan pakaian pesta maka ia dibuang didalam tempat yang paling gelap.

Kisah tersebut sesungguhnya memberikan juga pengertian kepada kita bahwa setelah diselamatkan oleh karena beriman kepada Yesus, kita harus kenakan dan berdandan dengan pakaian yaitu, perbuatan kebenaran. Jika kita tidak memiliki pakaian tersebut, nasib kita akan sama dengan orang yang dibuang ke dalam tempat yang paling gelap, yaitu kebinasaan.

2. Perbuatan Baik
Selain pakaian kebenaran, kita harus kenakan pakaian perbuatan baik. Perhatikan Filipi 4:5 menuliskan biarlah kebaikan hati kita diketahui semua orang. Kebaikan hati hanya dapat dilihat dari perbuatan yang dilakukan. Sehingga kebaikan hati bisa: dilihat, didengar dialami, diterima dan dirasakan oleh saudara seiman, dan semua orang yang belum kenal Yesus,Galatia 6:9,10.

BERIMAN TAPI TAK BERBUAT BAIK
Diatas sudah dijabarkan betapa penting keselamatan dikerjakan. Sebuah contoh tentang orang yang mengaku beriman, tapi tidak lakukan perbuatan benar dan perbuatan baik yaitu raja Saul. Riwayat hidup raja Israel – Saul dalam 1 Samuel 10:1-24. Pasal ini menerangkan tentang awal kehidupan Saul yang baru, perhatikan:

  • 1 Samuel 10:6, Saul diubahkan menjadi menjadi manusia lain – Karakter Saul diubahkan oleh Tuhan.
  • 1 Samuel 10:10-11, Jabatan Saul adalah raja, tetapi kelakuan Saul, kelakuan nabi.
  • 1 Samuel 10:13-16, Saul, tidak sombong tetapi rendah hati.
  • 1 Samuel 10:27, Saul, tidak mudah tersinggung, (bisa menguasai diri).
  • 1 Samuel 11:12, Saul tak dendam, tidak menyimpan kesalahan orang dalam hatinya. Dan memiliki roh pengampunan. Saul profil orang yang dilahirkan baru, yang lama telah berlalu dan yang baru telah datang, 2 Korintus 5:17. Namun Saul tidak mengisi neraca hidupnya dengan perbuatan kebenaran dan perbuatan kebaikan.
  • 1 Samuel 13:8,9, Saul tidak taat pada perintah Tuhan. Saul tidak taat janji (tidak sabar) Saul bertindak lancang.
  • 1 Samuel 15:19,20, kembali Allah uji ketaatan Saul. Allah memerintahkan agar Saul menumpas Agag, raja Amalek dan seluruh rakyatnya. Tetapi, Saul kembali tidak taat kepada Tuhan. Saul tidak menumpas tuntas, Saul selamatkan Agag dan lembu-lembu tambun. Galatia 5:19-21.
    Sebab itu 1 Samuel 18:6-9, Dalam diri Saul tumbuh perasaan: iri hati; benci; curiga yang berujung niat jahat untuk membunuh Daud, yang sudah diurapi Tuhan. 1 Samuel 19, sehingga Daud harus melarikan diri jauh dari hadapan dari Saul. 1 Samuel 19:4-6, Yonatan, anak Saul menasihati Saul bahwa Daud bunuh Goliat dengan mempertaruhnya nyawanya demi Saul dan rakyat Israel. Dan Saul sadar sebentar tetapi Saul kumat lagi.
  • 1 Samuel 24:11-23, Saul berusaha mencari Daud untuk membunuh Daud. Tapi Daud ingatkan Saul, sebenarnya Daud bisa bunuh Saul. Dan dengan tulus Daud mengatakan bahwa ia mengasihi Saul dan tidak ada niat untuk membunuh Saul. Saul sadar, ia pulang, tetapi tidak ada satupun yang baik yang Saul perbuat.
  • 1 Samuel 26:2, kembali Saul berniat membunuh Daud. Tetapi, karena kelelahan, Saul dan 3000 tentaranya tidur nyenyak. Daud datang melihat Saul, tersedia tombak tertancap di tanah dan sebuah kendi. Daud mengambil kendi untuk bukti, bahwa yang ada di hati Daud bukan kejahatan, tetapi kebaikan.

Perhatikan, Orang yang mengaku percaya, tetapi tidak mengisi neraca hidupnya dengan perbuatan kebenaran dan kebaikan, akhir hidupnya seperti Saul à TRAGIS. 1 Samuel 28:6, Allah tutup pengampunan dan jalan keselamatan bagi Saul (Saul tidak bisa lagi menghampiri Allah). 1 Samuel 28:7, Saul lari kepada kuasa penguasa kegelapan yaitu Iblis lewat jasa seorang dukun. Dan 1 Samuel 31:4-6, Saul mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Orang yang mengakhiri hidup seperti Saul tempatnya di Neraka yang kekal.

PENUTUP
Kita telah menerima keselamatan dengan cuma-cuma, karena iman kepada Yesus. Tanggung jawab kita adalah harus pelihara keselamatan yang kita sudah terima dengan cara melakukan hidup benar, yaitu melakukan perbuatan kebenaran dan perbuatan kebaikan.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s