HAL KERAJAAN SORGA (2): DAMAI SEJAHTERA – oleh Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya 1 – Minggu, 10 Februari 2019)

Roma 14:17
“Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan suka cita oleh Roh Kudus.”

Suasana kerajaan sorga tidak hanya dapat dinikmati nanti kalau kita sudah sampai di sorga, tetapi juga di bumi ini selagi kita masih hidup. Perhatikan ajaran doa Yesus.

Matius 6:10 “…datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

Tuhan menghendaki bahwa suasana yang ada di sorga juga dapat dinikmati di bumi ini dan apa yang Tuhan kehendaki di sorga juga dapat terjadi di bumi. Tetapi jangan salah, suasana Kerajaan sorga di bumi ini, tidak dipengaruhi oleh perkara jasmani seperti makanan dan minuman. Suasana Kerajaan sorga dapat dinikmati melalui sikap hati yang memiliki sifat Kristus, yaitu kebenaran, damai sejahtera dan suka cita oleh Roh Kudus.

KEBENARAN
Kebenaran adalah faktor utama untuk menikmati suasana sorgawi. Diluar kebenaran tidak ada ketenangan dan kemerdekaan, yang ada adalah tekanan dan intimidasi dosa. Kebenaran sejati hanya ada dalam Yesus Kristus (sudah dibahas dalam bagian pertama).

DAMAI SEJAHTERA
Ini adalah hal kedua yang dapat dinikmati oleh setiap orang percaya, selain dari kebenaran yang Tuhan beri. Tetapi yang menjadi masalah adalah bagaimana kita dapat menikmati damai sejahtera di masa yang sukar ini.

2 Timotius 3:1 “Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.  Hari-hari terakhir adalah masa sekarang yang disebut dengan akhir zaman. Sebenarnya akhir zaman itu sudah terhitung sejak naiknya Yesus ke sorga dan berjanji akan kembali untuk kedua kalinya. Jadi sebenarnya dapat dikatakan bahwa kita ini hidup di era paling akhir dari akhir zaman.

Apa yang menjadikan masa sekarang ini sukar? Yang membuat sukar adalah terkikisnya komitmen kasih kepada Allah dan berbalik kepada kepentingan diri sendiri, sehingga standar kerohanian menjadi runtuh. Kita dapat lihat apa saja yang dapat membuat kesukaran di akhir zaman ini.

2 Timotius 3:2–5
Manusia akan mencintai dirinya sendiri; menjadi hamba uang; membual dan menyombongkan diri; menjadi pemfitnah; berontak terhadap orang tua; tidak tahu berterima kasih ; tidak memperdulikan agama ; tidak tahu mengasihi ; tidak mau berdamai ; suka menjelekkan orang ; tidak dapat megekang diri ; garang ; tidak suka yang baik ; suka mengkhianat ; tidak berpikir panjang ; berlagak tahu; lebih menuruti hawa napsu dari pada menuruti Allah; secara lahiriah menjalankan ibadah, tetapi pada hakekatnya memungkiri kekuatannya.

Itulah sifat-sifat  manusia di akhir zaman yang membuat sukar bagi kehidupan orang yang berpegang pada kebenaran firman Tuhan. Bagaimana mengatasi masa yang sukar ini ?

1. MENGENALI DIRI SENDIRI
Mengapa kita harus mengenal diri sendiri sebelum mengenal orang lain? Orang yang tidak dapat mengenai diri sendiri akan cenderung:  merasa dirinya sendiri yang paling susah, paling menderita, paling berat bebannya dalam hidup ini, ia tidak sadar bahwa orang lain juga mengalami hal yang sama, bahkan mungkin lebih berat dari yang ia hadapi .  Bagaimana dengan orang yang dapat mengenal dirinya sendiri? Orang percaya yang dapat mengenali dirinya sendiri: dapat mengendalikan dirinya. Percaya bahwa ia tidak sendiri, karena ada Tuhan yang menyertai. Ia juga sanggup untuk menguji dirinya sendiri.

2 Korintus 13:5 – “Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu?. Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji.

Orang percaya harus yakin dan teguh akan kepercayaannya kepada Tuhan. Ketidakyakinan akan penyertaan Tuhan dalam hidupnya, membuat banyak orang percaya gugur imannya.

Bagaimana mengenali ciri-ciri orang yang kenal diri?
a). Selalu mengucap syukur dalam segala hal, 1 Tes. 5:18.
Mengucap syukur atas dirinya, keluarganya, pekerjaannya, persoalan yang dihadapi dan sebagainya. Banyak orang sulit mengucap syukur karena tidak puas dengan keadaan dirinya, merasa tidak cantik, kurang ganteng, menyesal mengapa tidak lahir di keluarga kaya atau terpandang, tidak puas dengan pekerjaan yang dijalani dan selalu bersungut-sungut terhadap setiap masalah hidup yang dihadapi. Orang seperti ini jangankan dapat mengenal Allah, terhadap dirinya sendiri saja ia tidak dapat mengenal siapa dia sebenarnya.

1 Tes. 5:18- “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah didalam Kristus Yesus bagi kamu.” Dari kallimat yang digaris bawahi, kita tahu bahwa sesungguhnya jika kita mengucapkan syukur dalam segala hal, kita bukan saja mempercayai Allah sepenuhnya, tetapi kita sedang masuk pada kehendak Allah. Dan kita tahu bahwa kehendak Allah selalu baik bahkan terbaik bagi kita, ada banyak perkara ajaib yang Tuhan berikan bagi kita.

b). Mencukupkan diri dengan apa yang ada.
Ibrani 13:5 – “Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.

Rasa cukup itu akan membawa kita pada ketenangan untuk menikmati semua yang Tuhan beri untuk dapat kita nikmati. Sebaliknya jika kita selalu merasa tidak puas dan tamak, kita akan terjebak pada keluhan dan persungutuan yang menjerumuskan pada perbuatan dosa. Orang yang korupsi, mencuri dan tidak jujur diawali dengan rasa tidak cukup. Ada dua jaminan menurut ayat tersebut bagi orang yang selalu bersyukur dan mencukupkan diri dengan apa yang Tuhan beri dan percayakan pada hidupnya:

  • “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau” :

Artinya Tuhan akan selalu campur tangan dengan semua yang terjadi dalam kehidupan orang yang selalu mengucap syukur dan mencukupkan dirinya dengan apa yang Tuhan berikan.  Allah tidak akan berpangku tangan melihat kesulitan dan tantangan yang dihadapi umat-Nya.

  • “Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau”

Ini adalah hal kedua yang sangat luar biasa, yang Tuhan kerjakan bagi orang yang dapat mencukupkan dirinya dengan apa yang Tuhan berikan. Tidak sekalipun Tuhan beranjak meninggalkannya, dimanapun kita berada disitu Allah ada. Semua yang kita alamai dan hadapi dalam kehidupan ini, disitupun Tuhan ada bersama kita. Siapa yang melawan kita itu berarti melawan Tuhan, sebaliknya siapa yang memberkati kita, ia juga memberkati Tuhan. Abraham dalam hidupnya juga mendapatkan jaminan yang sama dalam penyertaan Tuhan selama perjalanan hidupnya. Tuhan berfirman “Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau.” Kejadian 12:3.

MAWAS DIRI / WASPADA
Mawas diri terhadapa apa?  Dapat kita lihat dalam Mazmur 1:1 –  “Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasehat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh.” 

  • NASEHAT ORANG FASIK
    Ini adalah hal pertama yang harus diperhatikan. Jangan sampai dalam hidup ini kita dengarkan nasehat dari orang fasik. Orang Fasik adalah orang yang tidak kenal hukum, segala sesuatu pakai maunya sendiri dan tabrak semua aturan yang ada. Jangan dengarkan apa kata orang, tapi dengarlah apa kata firman Tuhan.
  • YANG TIDAK BERDIRI DIJALAN ORANG BERDOSA.
    Berdiri artinya adalah pendirian hidup orang berdosa. Sebagai orang percaya jangan ikut-ikutan pendirian hidup orang berdosa, pendirian mereka adalah menghalalkan segala cara yang penting menguntungkan. Firman Tuhanlah yang harus menjadi pijakan kehidupan kita, yang pasti tidak menyesatkan tetapi memberi arahan kepada berkat yang sesungguhnya.
  • YANG TIDAK DUDUK DALAM KUMPULAN PENCEMOOH
    Duduk disini artinya bersekutu.  Pencemooh adalah orang-orang yang sudah tidak dapat lagi dinasehati, tapi sudah terang-terangan melawan dan menolak serta mencemooh firman Tuhan. Jangan sampai kita bergaul apalagi bersekutu dengan mereka. Orang percaya punya pergaulan dan persekutuannya sendiri, yaitu sesama orang percaya.

Inilah tiga katagori golongan orang yang harus kita waspada dan kita hindari, untuk tidak bersekutu, berpendirian dan mendengar nasehat mereka. Sebaliknya kita harus lebih mendengar apa kata firman Tuhan, dan menuruti firman Tuhan.

Filipi 4:9 – “Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar, dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.

Semua yang telah kita pelajari, kita terima, kita dengar dari pengajaran hamba-hamba Tuhan, itulah yang harus kita kerjakan, maka damai sejahtera Tuhan akan menyertai kehidupan kita.  Dengan damai sejahtera menguasai dan memerintah dalam hidup kita, maka suasana sorga dapat kita nikmati, meski ditengah masa yang sulit ini. Jika damai sejahtera Tuhan menguasai kehidupan kita, maka tidak ada sesuatupun yang sukar yang tidak dapat kita atasi, karena suasana sorga di hati kita lebih kuat dari keadaan yang ada di bumi  ini. Dan kita akan disebut sebagai orang kristen yang “tetap tegar di masa yang sukar.”

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s