KASIH KARUNIA MEMBAWA DAMAI SEJAHTERA – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 24 Februari 2019)

Kolose 1:1-2

Pendahuluan
Surat kepada Jemaat di Kolose merupakan salah satu dari 14 surat Rasul Paulus. Salah satu ciri surat-surat Paulus bahwa ia selalu memulai dengan ucapan salam. Contohnya surat Kolose yang akan dibahas hari ini. Ada hal yang menarik dari salam Rasul Paulus kepada jemaat Kolose, dari ucapan Salam kepada Jemaat Kolose.

SALAM PAULUS YANG PERTAMA
Rasul Paulus menuliskan “Dari Paulus, rasul Kristus Yesus, oleh kehendak Allah….” Hal ini menjelaskan bahwa kerasulan Paulus bukan datang dari kemauannya melainkan atas kehendak Allah dalam hidupnya. Mengapa demikian? Jika kita perhatikan riwayat hidup Paulus yang dulu bernama Saulus, sangat bertentangan dengan kehendak Yesus. Saulus terkenal sebagai penganiaya bahkan pembunuh orang Kristen. Tetapi dalam perjalanannya ke Damsyik untuk membunuh pengikut Yesus, Tuhan menjumpai dan mengubah hidupnya menjadi alat pilihan bagi Tuhan (Kisah rasul 9:13-15). Namanya diubah menjadi Paulus dan ia  dipilih secara khusus untuk memberitakan tentang Yesus kepada bangsa-bangsa lain, bahkan bagi raja-raja.

Perhatikan kata “Alat” dalam bahasa asli, dituliskan “bejana”. Jadi kehidupan Rasul Paulus digambarkan seperti bejana. Kehidupan bejana hidup Paulus yang lama  hanya berisi kebencian untuk membunuh semua orang Kristen,  tetapi kemudian bejana itu menjadi wadah yang Allah isi dengan kebenaran dan kebaikan sehingga Paulus dapat memenangkan banyak orang bagi Tuhan. Berbicara tentang bejana, tentu kita ingat kisah pernikahan di Kana. Pada masa itu, Tuhan Yesus meminta pelayan untuk mengambil bejana pembasuhan kaki lalu mengisi dengan air baru. Bejana yang berfungsi untuk mencuci kaki dan tangan, Tuhan Yesus merubah air yang ada dalam bejana menjadi anggur yang terbaik sehingga banyak orang diberkati (Yohanes 2:6-10).

Tuhan pun ingin mengubah bejana kehidupan kita yang dulu terisi oleh hal-hal yang tidak baik diubahkan sehingga bejana hidup kita dapat terisi dengan hal-hal baik sehingga menjadi berkat bagi banyak orang. Di akhir zaman ini Tuhan sedang mencari orang-orang yg mau membuka bejana hatinya bagi Tuhan.

SALAM PAULUS YANG KEDUA
Selanjutnya salam Paulus yang kedua adalah “kepada saudara-saudara yang Kudus dan yang percaya dalam Kristus”.

Kalimat terdebut memberikan perngertian kepada setiap kita orang-orang yang percaya kepada Yesus disebut orang kudus. Gelar ini bukan pemberian institusi gereja atau manusia melainkan diberikan oleh Tuhan Yesus sendiri sebab:
1. Darah Yesus
Oleh darah Yesus kita dikuduskan (Wahyu 1:5b). Saat kita terima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, semua dosa dalam diri kita dibersihkan oleh darah Yesus. Artinya semua dosa masa lalu sudah dilupakan oleh Yesus. Oleh sebab itu, biarlah kekudusan hidup harus dijaga, baik roh, jiwa dan tubuh kita.

2. Firman Tuhan (Yohanes 15:3)
Pekerjaan Firman Allah menjadikan kita kudus seperti seorang anak hilang yang dipulihkan statusnya sebagai anak. Namun apakah artinya dikuduskan oleh Firman Allah? Apakah saat seseorang datang ke gereja dan mendengar Firman Allah lalu secara otomatis menjadi kudus? Tentu saja tidak. Aplikasinya adalah ketika kita mendengar Firman Allah dan bertobat maka saat itu kita dikuduskan oleh Firman. Contoh Firman yang membahas tentang dosa masa lalu orang-orang Korintus yang terikat dengan dosa cabul, penyembahan berhala, zinah, banci, pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu, yang membuat mereka tidak mendapat bagian dalam kerajaan Allah (1 Korintus 6:9-10). Tetapi setelah mendengar Firman Allah dan bertobat maka mereka dikuduskan (1 Korintus 6:11). Artinya saat kita mendengar Firman Allah kemudian bertobat maka kita dikuduskan oleh Firman Allah. Mengingat setiap Firman yang kita dengar akan mencegah kita melakukan dosa. Berkat Allah akan kita alami bila kita ijinkan firman Allah menyucikan kita dan wujud berkat itu adalah “Kasih Karunia.”

3. Nama Yesus
Nama Yesus menguduskan kehidupan kita dalam segala hal. Asal pekerjaan yang kita lakukan sesuai dengan kehendak Allah bukan untuk kepentingan diri sendiri.

4. Roh Kudus
Roh Kudus adalah pribadi Allah yang tinggal dalam diri orang percaya dan mengingatkan setiap kita apabila kita hidup keluar dari kehendak Allah. Roh kudus akan mengingatkan kepada diri kita akan firman Allah. Bila kita taat maka kita hidup dalam kekudusan.

SALAM PAULUS YANG KETIGA
Bagian ketiga dari salam Paulus “kasih karunia…” Kasih karunia dalam terjemahan KJV berbunyi grace be unto you, artinya anugerah menjadi bagian kita. Apa anugrah yang dimaksud? Ini berbicara tentang keselamatan. Jadi urutannya adalah ketika kita menerima keselamatan secara cuma-cuma (kasih karunia) maka kita memperoleh damai sejahtera sehingga tidak ada lagi ketakutan atau kecemasan.

Sebagai pengikut Yesus yang sejati secara terus-menerus mengijinkan: Darah Yesus, Firman Tuhan , Nama Yesus, Roh Kudus untuk menyucikan kehidupan kita. Dimana pun kita berada biarlah terus mengingat keempat hal tersebut sehingga kita dimampukan untuk hidup kudus dan terhindar dari jerat dosa dan tetap ada dalam kasih karunia Allah. Dengan demikian maka kita bukan sekedar bergelar orang kudus melainkan hidup dalam kekudusan. Setelah kita mempotensikan keempat hal tersebut dalam hidup kita maka kita memperoleh damai sejahtera. Yaitu kehidupan yang bebas dari ketakutan, kegelisahan atau gentar terhadap iblis yang berusaha meneror siang malam karena kita yakin bahwa sorga sudah menjadi jaminan bagi kita.

Iblis adalah penuduh seolah keselamatan yang Yesus kerjakan belum tuntas. Wahyu 12:10, yang dimaksud dari ayat ini adalah iblis berusaha mendakwa atau mengintimidasi kita dengan dosa-dosa masa lalu  tetapi iblis bungkam dan dikalahkan karena darah Yesus, Firman, Nama Yesus , Roh Kudus telah menyucikan kehidupan kita.

Ada beberapa contoh :
1. Imam besar Yosua
Masa lalu imam Yosua dikatakan seperti puntung yang ditarik dari api. Dia digambarkan memakai pakaian yang kotor, berbicara tentang hidup lama yang penuh dosa, tetapi Tuhan kemudian menguduskan dan melayakkan dia untuk kembali melayani Tuhan. Apa yang dialami oleh Imam besar Yosua menggambarkan kehidupan kita yang ditebus dan diselamatkan oleh Tuhan Yesus Kristus, sehingga kita yang dikuduskan hidup dalam kelimpahan damai sejahtera dan sukacita (Zakaria 3:1-10).

2. Anak yang hilang (Lukas 15:13-22)
Anak bungsu yang meninggalkan bapanya dan hidup dalam dosa mengalami kemelaratan. Dalam keadaan tidak berdaya ia mengingat akan rumah bapanya dan memutuskan untuk kembali. Dengan perasaan cemas dan takut ia melangkah kembali ke rumah bapanya, ketika bapanya melihat anak yang hilang itu kembali maka dengan segera ia berlari menyambut, memeluk anak itu, memberi pakaian yang baru, cincin, kasut dan keadaannya dipulihkan. Inilah kasih karunia sehingga ketakutan anak itu hilang digantikan dengan damai sejahtera.

KESIMPULAN
Hendaklah kita bersyukur sebab oleh Kasih dan AnugrahNya kita dapat menikmati damai sejahtera. Dan pergunakan keempat perangkat yaitu Darah Yesus, Nama Yesus, Firman Allah dan Roh Kudus untuk memampukan kita berjalan dalam kehendak Allah yang sempurna sampai menjelang kedatanganNya yang kedua kali. Tuhan Yesus memberkati.

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s