MELAWAN KEKUATIRAN HIDUP – Oleh Pdt. Filmar Manoy (Ibadah Raya 3 – Minggu, 17 Februari 2019)

Matius 13:8-9

Ayat pokok menjelaskan tentang kisah seorang penabur, yang menaburkan benih dan jatuh di atas 4 jenis tanah. Jenis tanah tersebut adalah:
1. Tanah seperti di pinggir jalan
Ketika benih itu ditabur, datanglah burung sehingga tidak terjadi pertumbuhan karena gagal tumbuh. Ada orang yang mendengar Firman Tuhan tapi ia tidak paham karena iblis mencuri firman itu sehingga firman/ benih itu tidak tumbuh atau berdampak sehingga akhirnya benih/ firman itu hilang.

2. Tanah yang berbatu-batu
Benih yang jatuh di tanah itu bertumbuh tapi ketika cuaca panas, terik, benih itu menjadi layu. Terjadi pertumbuhan tapi tidak maksimal. Ini adalah gambaran dari orang yang senang mendengar firman Tuhan tapi ketika masalah datang orang itu menjadi murtad karena benih itu tidak bertumbuh dikarenakan tanahnya tipis.

3. Tanah yang penuh semak duri
Benih yang jatuh di tanah ini, benihnya tumbuh tapi terhimpit dengan semak duri sehingga benih itu mati. Semak duri itu adalah kekuatiran. Seringkali kita mendengarkan Firman Tuhan tapi sering kali pula kekuatiran menghimpit kita , membunuh iman kita sehingga iman kita tidak bertumbuh.

4. Tanah yang baik
Ketika benih itu ditaburkan, benih itu bertumbuh ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat. Ada dampak di tanah yang baik.

Kita tergolong pada tanah yang mana? Tentu kita menginginkan tanah yang ke-4. Apakah ketika kita sudah mempersiapkan tanah hati/ hidup kita dengan baik maka secara otomatis kita akan menerima berlipat ganda? Apakah setelah kita siapkan hidup yang terbaik apakah itu langsung menghasilkan buah? Jawabannya tidak. Ternyata di tanah yang baik masih ada persoalan.

PERSOALAN DI TANAH YANG BAIK
Matius 13:24-26 – Perumpamaan Tuhan Yesus tentang tanah yang baik

Si penabur benih itu tidur, datanglah penguasa kegelapan yang menaburkan benih lain di tanah yang baik itu, yaitu benih lalang. Lalang dan gandum tumbuh bersama. Otomatis benih gandung tidak akan tumbuh maksimal karena terhimpit benih lalang. Seperti tanah yang ke-3, yang penuh dengan semak duri, bisa jadi itu tumbuhan lalang. Lalang berbicara tentang kekuatiran hidup dan tipu daya kekayaan.

Kita meminta Tuhan taburkan benih yang baik dalam hati yang baik. Tapi jangan sampai kita kehilangan kewaspadaan/ tertidur/ lengah sehingga iblis menaburkan benih lalang yaitu benih kekuatiran hidup.

BENIH KEKUATIRAN HIDUP
Kekuatiran bisa melanda siapa saja. Iblis tahu kekuatiran dapat membunuh iman orang percaya. Itulah sebabnya iblis berkeliling mengaum-gaum mencari orang-orang yang tidak berjaga-jaga untuk menaburkan ‘benihnya’. Banyak orang kristen yang aktif ke gereja tapi masih kuatir dengan banyak hal. Jika kekuatiran itu dipelihara maka benih itu akan bertumbuh menjadi ketakutan dan terus bertumbuh menimbulkan stress. Jangan ikat iman kita dengan benih kekuatiran.

3 CARA UNTUK MELAWAN KEKUATIRAN
1.
Lawan dengan iman yang teguh, 1 Petrus 5:9
Jangan berdiam diri saja tapi lawan dengan iman teguh. Yesus pernah menegur kepada para murid, Matius 6:30. Rumput yang tidak berguna saja didandani dan dipelihara Allah, mengapa kita (anak Tuhan) harus bimbang/ kurang percaya? Kata ‘kurang percaya’ dalam bahasa inggris dipakai kata little faith (iman yang kecil). Kita tidak bisa mengusir kekuatiran jika iman kita kecil. Kita harus besarkan iman kita karena kita memiliki Allah yang luar biasa.Matius 6:31 – Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?

Orang yang kuatir itu sama dengan orang yang tidak mengenal Allah. Orang itu berupaya dengan kekuatannya sendiri, sehingga sewaktu-waktu ia akan mengalami depresi. Mengapa kita harus kuatir jika kita memiliki Allah yang tahu apa yang menjadi kebutuhan kita? Lepaskan kekuatiran kita sebab itu tidak berguna.

2. Mengingat akan kasih setia Tuhan dalam hidup kita, Mazmur 13:6
Pemazmur merasa kekuatiran menghimpit hidupnya sepanjang hari. Tapi ia menyadari untuk mengusir kekuatirannya dengan bernyanyi bagi Tuhan karena Tuhan baik baginya. Jika kita mengingat semua kebaikan Tuhan maka tidak ada tempat bagi kekuatiran. Orang yang melupakan kebaikan Tuhan, sering kali dihinggapi kekuatiran. Jika kita mengingat bahwa Tuhan itu baik buat kita tanpa kita sadari kita berharga di mata Tuhan.

Matius 10:29-31 – burung pipit yang tidak berharga dipelihara Tuhan, maka kita pun lebih berharga dari burung pipit dan pasti memelihara kita.

3. Miliki hati yang penuh syukur, Mazmur 37:4-5
Hati yang penuh syukur adalah hati yang bergembira karena perbuatan Tuhan dalam hidupnya. Hati yang bersyukur adalah hati yang Tuhan rindukan pada setiap orang percaya.

Jangan beri kesempatan pada Iblis, melainkan lawan dengan iman, ingat kasih Tuhan dan miliki hati yang penuh dengan syukur. Tuhan Yesus memberkati.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s