Be The Change – oleh Pdt. Christian Jims, GPdI Green Betani Berau, Kalimantan Timur (Ibadah Raya 2 – Minggu, 17 Maret 2019)

Perubahan selalu terjadi dalam setiap diri seseorang. Seperti kesehatan, keuangan dan hubungan termasuk perubahan menjadi sama seperti Yesus. Pertanyaannya perubahan dimulai dari mana? Perubahan bukan dari fisik atau yang nampak, tetapi Roma 12:2 menuliskan bahwa perbuahan dimulai dari budi atau pemikiran atau pemahaman. Dalam bahasa asli dituliskan bahwa seseorang mengalami perubahan karena mengerti atau memahami. Dan perubahan itu akan terjadi permanen sebab mengalami dan melakukan. Sedangkan jika hanya mendengar tapi tidak memahami akan mudah hilang.

Jadi perubahan terjadi dari pikiran ini. Contohnya saya adalah orang tidak suka pete. Tetapi setelah memahami tentang kasiat pete, maka pemahaman saya sudah mulai berubah.  Maka saya mencoba mencicipi pete, awalnya tidak suka tetapi pemahaman atau pengertian tentang kasiat pete membuat saya berusaha untuk makan. Berjalannya waktu saya mulai menyukai makanan ini. Perubahan itu terjadi karena pemahaman saya sudah diubah.

Banyak area hidup ini tidak ada perubahan karena pikiran dan pengertian kita tidak berubah. Filipi 2:1-5, rasul Paulus menuliskan bahwa hendaklah kamu “menaruh”. Jadi kita harus menaruh pikiran Kristus dalam hidup kita supaya pikiran lama diganti pikiran Kristus sebab pikiran lama belum tentu berkenan dihadapan Tuhan. Tetapi ketika pikiran kristus ditaruh, semuanya akan baik.

Didalam otak besar ada pikiran dan diekpresikan dalam bentuk tindakan. Jadi apa yang ada di otak akan keluar juga, apa yang didalam akan keluar. Jadi ada barang, orang dan situasi hanyalah pemicu, misalnya ada orang yang lewat kuburan dengan ketakutan, namun ada yang tidak takut. Situasinya sama, tapi responnya berbeda sebab di otak sudah tersetting bahwa di kuburan ada hantu dan menakutkan. Sedang yang lain berpikir bahwa kuburan tidak memiliki efek apapun seperti tempat biasa. Atau ada orang yang marah langsung keluar kata makian dan hinaan. Sedang ada orang lain yang marah, ia tetap tenang dan diam. Mengapa? Karena pikiran sudah tersetting karena pola asuh dan lingkungan yang mengajarkan bahwa saat marah harus marah-marah. Jika ada pemicu yaitu barang, orang dan lingkungan maka yang buruk akan keluar.

Perhatikan gambar berikut

Dalam sistem otak kita ada Limbik yaitu otak kecik, amygdale adalah untuk menyimpan emosi dan datanya dari perkembangan seseorang dair kecil hingga dewasa. Sedang hippocampus adalah memori dari alamat, muka dan huruf. Segala yang kita ingat tersimpan disitu. Jadi bagian itu jangan terbentur keras sehingga hilang memori. Dan sebagainya. Menurut survey, isi dari sistem limbic umumnya negatif sebab dari kecil melihat dunia yang rusak dan berdosa dan semua negatif. Tanpa sadar yang buruk ini mengisi otak manusia.

Dalam Alkitab dituliskan ada 4 Jenis tanah:

  1. Tanah yang keras
  2. Berbatu-batu
  3. Bersemak duri
  4. Tanah yang baik

Yang jadi persoalan bahwa 95% mengendalikan seseorang. Contohnya, saya dibawakan satu kantong plastik telur. Lalu direbus dan masih panas telurnya. Saya nikmati dengan kecap manggie. Tetapi seberapa banyak ketika membaca kata telur, pikiran kita teringat telur ayam? Dan perlu diketahui bahwa telur itu adalah telur penyu bukan telur ayam. Saya tidak  mengatakan telur apapun itu, tetapi karena kita sering melihat telur ayam maka ketika mendengar kata Telur yang terbayang adalah telur ayam.

Berapa banyak kali kita salah menafsirkan ayat karena pikiran kita ini belum ditanggalkan dan ini membuat kita sulit alami perubahan ke hal-hal rohani. Seperti diawal sudah disampaikan, ambil pikiran Kristus dan kita letakkan. Ada aksi dari dalam diri kita juga.

CARA MENARUH PIKIRAN KRISTUS:
1.
Membuang batu-batu dan semak duri
Membuang batu kekecewaan atau dosa membuat firman tidak berakar maka harus mengakui dosa dihadapan Tuhan (1 Yoh 1:9,  Yak 5:16). Selanjutnya didoakan bersama hamba Tuhan.

2. Menanam kebenaran
Setelah dibersihkan maka tanah yang bersih itu harus digarap dengan melakukan disiplin rohani, yaitu Yosua 1:8:
a. Memperkatakan firman.
b. Merenungkan firman.
c. Lakukan Firman.
Ketika itu dilaksanakan maka kita akan berbuah dan berubah.

KESIMPULAN
Untuk seseorang mengalami perubahan ia harus merubah budinya yaitu dengan menaruh pikiran Kristus dan menanggalkan pikiran manusia atau pikiran dosa. Marilah kita membuang batu dan semak dosa dan mengisinya dengan firman kebenaran hingga kita menjadi serupa serta seg

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s