HAL KERAJAAN SURGA BAGIAN 3: SUKA CITA OLEH ROH KUDUS – oleh Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya 2 – Minggu, 31 Maret 2019)

Roma 14:17
“Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan suka cita oleh Roh Kudus.”

Pendahuluan
Kita sudah mendapat pengertian bahwa suasana Kerajaan surga dapat kita nikmati selagi kita ada dalam dunia ini bukan cuma nanti kalau sudah di surga. Tetapi hal Kerajaan surga sama sekali tidak dipengaruhi oleh perkara jasmani (makanan dan minuman). Karena suasana Kerajaan surga tercipta dengan adanya : Kebenaran, Damai Sejahtera dan Suka cita oleh Roh Kudus. Orang percaya menjadi benar karena dibenarkan oleh penebusan darah Yesus, dosa kita dihapuskan sehingga kita menjadi orang-orang yang dibenarkan. Jadi sebenarnya tidak ada orang yang benar, yang ada adalah orang-orang yang telah dibenarkan oleh penebusan darah Yesus. Sebagai orang-orang yang benar, maka kita harus hidup dalam kebenaran, yaitu melakukan segala perintah firman Tuhan, karena firman Tuhanlah sumber kebenaran  yang dapat mengkuduskan kehidupan orang percaya untuk tetap menjaga hidupnya dalam kebenaran. Yoh. 17:17.

Damai sejahtera akan menjadi penanda atau ciri khas dari orang yang hidup dalam kebenaran, karena damai sejahtera tidak akan mungkin ada dalam hidup orang yang diluar kebenaran, sebab hati nuraninya akan terus menuduhnya. Jika dalam hidupnya masih ada kebencian, kepahitan dan dosa-dosa lain tidak mungkin dapat hidup dalam damai sejahtera, ibils akan terus mengintimidasi kehidupannya lewat hati nuraninya dengan tuduhan-tuduhan dosa yang belum diselesaikan.

Kisah 24:16 – “Sebab itu aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia”

Dalam hidupnya Paulus menjaga hati nuraninya yang tulus dengan selalu hidup dalam kebenaran firman Tuhan, baik terhadap Tuhan maupun kepada sesama manusia. Kepada Tuhan tidak ada lagi dosa yang tersembunyi semua diselesaikan, kepada sesama manusia Ia sudah bebas dari kebencian, amarah apalagi dendam. Paulus telah menyelesaikan semuanya dengan pengampunan sebagaimana ia juga telah diampuni dosanya. Paulus menjadi orang yang benar-benar merdeka, tidak lagi ada intimidasi dosa maupun kepahitan terhadap sesamanya, maka damai sejahteralah ia, damai kepada Allah dan manusia. Setiap orang percaya harus masuk dalam taraf kehidupan rohani yang seperti ini.

SUKA CITA OLEH ROH KUDUS
Selanjutnya orang yang hidup dalam kebenaran, bukan saja mengalami damai sejahtera tetapi juga suka cita oleh Roh Kebenaran yaitu Roh Kudus.  Yohanes 16:13a – “Sebab apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran,Ia akan memimpin kamu kedalam seluruh kebenaran…..”   Orang yang hidup dalam kebenaran, akan mengalami damai sejahtera dan oleh Kuasa Roh Kudus sebagai Roh Kebenaran akan melengkapinya dengan suka cita.

Kebenaran, damai sejahtera dan suka cita oleh Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya inilah yang akan membawanya masuk dalam suasana Kerajaan Allah. Ia akan dengan mudah menjumpai Allah sang pemilik Kerajaan surga.  Bagaimana caranya ?

PUJIAN DAN PENYEMBAHAN
Orang yang hidup dalam kebenaran, damai sejatera oleh Roh Kudus dapat menjumpai Allah lewat pujian dan penyembahannya kepada Allah. Yohanes 4:24 – “Allah itu Roh dan barang siapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”

Allah itu Roh, tidak dapat dihampiri dengan perkara jasmaniah tetapi  harus dengan roh kita. Roh manusia yang bagaimana yang dapat menjumpai Allah dalam pujian dan penyembahannya? Yaitu roh manusia yang sudah alami proses dibenarkan, mengalami damai sejahtera dan suka cita oleh Roh Kudus. Dengan kata lain roh manusia yang sudah lahir baru, oleh penebusan darah Yesus yang sudah alami pembenaran.

Inilah yang menjadi masalah mengapa orang sangat sulit memuji dan menyembah Tuhan dengan sungguh-sungguh, karena hatinya belum mengalami pengubahan. Bertobat saja belum, ia tidak akan mampu mengampiri Allah dengan rohnya yang mati,iIa harus alami kelahiran baru rohnya, melalui pertobatan dan menerima penebusan dosanya oleh darah Kristus. Hal seperti juga dapat terjadi terhadap orang percaya, jika ternyata ada dosa yang belum diselesaikan dengan Tuhan, ada dosa yang disembunyikan, ia akan sulit menyembah Tuhan, karena kehilangan damai sejahteranya. Secepatnya kita berkomitmen kepada Tuhan untuk meninggalkan cara hidup lama kita, watak lama kita, pikiran lama kita, maka Roh Kudus akan memperbaharui hidup kita menjadi sama sekali baru.

2 Kor. 5:17 – “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru yg lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” Kata “baru” disini bukan hidup lama yang kotor dicuci dengan bersih sehingga menjadi seperti baru, tetapi benar-benar Tuhan buat hidup kita baru sama sekali, karena yang lama sudah tidak ada lagi. Bagaimana kita memuji dan menyembah Tuhan dengan roh kita ? Lakukan dari dasar hati yang terdalam yaitu roh kita dengan penuh kesungguhan, fokus kepada Tuhan, bukan kepada siapa yang pimpin pujian atau yang main musik. Karena orang yang sudah hidup dalam kebenaran, tidak lagi menilai kekurangan orang lain. Banyak orang terhalang untuk menyembah Tuhan karena masih suka menilai kekuarangan orang lain, tidak suka kepada yang memimpin pujian, tidak suka dengan yang main musik, karena menilai hidup mereka tidak layak dalam melayani, akhirnya hatinya dipenuhi dengan syak dan menghakimi orang lain, jika sudah seperti ini tidak mungkin ia dapat menyembah Tuhan. Fokuslah kepada Tuhan, soal mereka yang melayani di mimbar itu bukan urusan kita, itu urusan hidup mereka dengan Tuhan. Kita harus puji dan sembah Tuhan sampai pada satu tingkat dimana kita bersatu dengan Roh Kudus.

Roma 8:16  – “Roh itu bersaksi bersama-sama roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.”  Roh Allah dan roh kita terjalin intim dalam pujian penyembahan kita. Allah adalah Bapa kita, dan kita adalah anak-anak-Nya.

Maleakhi 1:6a – “Seorang anak menghormati bapanya dan seorang hamba menghormati tuannya. Jika Aku ini bapa, di manakah hormat yang kepada-Ku itu. Jika Aku ini tuan, di manakah takut yang kepada-Ku itu ?”

Nabi Maleakhi menegur bangsa Israel yang tidak menghormati Allah, baik sebagai Bapa maupun sebagai Tuan mereka, karena kehidupan bangsa Israel jauh dari kebenaran yang Tuhan inginkan, sehingga menjadi bangsa pemberontak. Tetapi tidak demikian dengan kita, kita adalah orang-orang yang sudah dibenarkan, hidup dalam damai sejahtera dan suka cita oleh Roh Kudus yang diam dalam hati kita, maka kita tahu bagaimana kita harus memuji dan menyembah Tuhan sebagai Bapa kita yang kekal. Tanpa harus dikomando kita dapat mengekpresikan rasa hormat kita dalam memuji dan menyembah Tuhan tulus dari dasar hati kita yang terdalam.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s