IMAN, PENGHARAPAN dan KASIH – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya 1 – Minggu, 17 Maret 2019)

Kolose 1:3-8

PENDAHULUAN
Dalam doa Paulus mengingat jemaat Kolose dan Paulus mengucap  syukur kepada Allah. Karena rasul Paulus mendengar tentang iman jemaat Kolose, yang dibuktikan dengan mengasihi saudara-saudara seiman yang membutuhkan pertolongan.

IMAN DAN KASIH
Iman dan kasih, adalah dua komponen rohani yang harus ada dalam hidup Pengikut Yesus. Itu sebabnya dalam 2 Petrus 1:5-8, kita harus menambahkan di atas iman adalah sifat-sifat Kristus, sampai kita ada di posisi puncak, yaitu hidup dalam kasih Yesus. Untuk lebih jelas, perhatikan gambar berikut :

IMAN DISERTAI PERBUATAN
2 Petrus 1:5-8

Bahwa setelah seseorang percaya kepada Yesus, mereka harus menambahkan dari iman kepada kebajikan sehingga orang lain dapat melihat sikap hidupnya yang sudah menerima keselamatan. Dan untuk menjaga agar jangan salah dalam bertindak atau bersikap, maka perlu ditambahkan pengetahuan firman yang benar yang adalah dasar hidup orang percaya. Daripada itu ditambahkan juga penguasaan diri, ketekunan untuk melaksanakan, kesalehan, naik kepada kasih philea kemudian kasih Agape. Itu sebabnya dituliskan dalam Yakobus 2:20,26 bahwa kita sebagai orang beriman kepada Yesus, harus buktikan iman kita dengan perbuatan, antara lain: kebajikan; pengetahuan; penguasaan diri; ketekunan; kesalehan; kasih philia dan kasih agape.

Apabila semuanya itu tidak ada dan tidak dirasakan orang lain dari dalam diri kita, maka pada hakekatnya kita adalah orang Kristen bebal, dalam bahasa Inggris dituliskan: “Vain Man”. Artinya orang yang tidak ada gunanya. Selain itu iman kita adalah iman yang mati, Ibrani 9:26 – Seperti tubuh tanpa roh (nyawa) sama seperti mayat. Dan tidak ada orang yang mau hidup bersama mayat.

JEMAAT YANG BERTUMBUH
Dalam Alkitab dituliskan bahwa Tuhan Yesus mengutus: rasul; nabi; pemberita Injil; gembala dan pengajar, untuk orang percaya bertumbuh. Efesus 4:14 “sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan”. Jadi apabila iman kita bertumbuh ke arah Yesus yang adalah Kasih, hasilnya di Efesus 4:15 “tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.”

Berpegang Kepada Kebenaran
Apakah  yang dimaksud berpegang kepada kebenaran sehingga bertumbuh dalam segala hal ke arah Kristus? Roma 8:29

“Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.”

 HARAPAN
Harapan membuat orang sanggup bertahan, apapun yang terjadi. Kolose 1:5 “oleh karena pengharapan, yang disediakan bagi kamu di sorga. Tentang pengharapan itu telah lebih dahulu kamu dengar dalam firman kebenaran, yaitu Injil.”

Satu tahun satu kali, Imam Besar masuk Ruang Maha Kudus membawa darah domba dan dipercikan di atas tutupan grafirat. Ketika awan kemuliaan Tuhan turun, maka seluruh umat Israel bersorak  karena dosa seluruh umat Israel diampuni oleh Tuhan.

YESUS SEBAGAI IMAM BESAR

Ibadah Perjanjian Lama tipologi dari pelayanan yang Yesus lakukan, Ibrani 9:11. Imam Besar Perjanjian Lama adalah manusia seperti kita. Ia jadi pengantara dengan membawa darah binatang yaitu darah domba. Tetapi, Yesus Imam Besar Agung kita, DIA adalah Allah yang kudus, benar, mulia, tak berdosa dan tidak bercacat cela. DIA jadi manusia dan jadi korban bagi kita.

Apa yang kita alami setelah Yesus menjadi korban bagi kita? Ibrani 9:12, Imam Besar Perjanjian Lama, masuk ke Ruang Maha Kudus menjadi juru safaat (jadi pengantara) di hadapan Bapa sambil memercikkan darah domba di atas tutupan Peti Perjanjian (Grafirat). Tetapi, Yesus Imam Besar kita, mencurahkan darah-Nya sendiri di kayu salib, mati dan bangkit. Kemudian Yesus naik ke Tempat Maha Kudus, yaitu sorga membawa darah-Nya sendiri, dan bersyafaat menjadi pengantara bagi kita. Dan oleh kematian-Nya, kita diampuni dan dibenarkan. Selain itu tersedia bagi kita tali sauh yang kuat, yang menghubungkan kita di bumi dengan Yesus yang ada di sorga. Oleh sebab itu pencobaan, ujian, masalah apa pun yang kita alami, kita akan kuat dan tidak akan goyah apabila tetap pegang pengharapan kepada Tuhan Yesus.

KARAKTER KRISTUS
Tali yaitu Sauh Pengharapan di dalam Yesus, tidak cuma memberi jaminan keselamatan bagi kita. Tetapi, Sauh Pengharapan di dalam Yesus juga memberi jaminan bagi kita, di mana kita akan jadi serupa atau segambar dengan Yesus.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s