Pujian dan Penyembahan – oleh Pdm. Simon Sitinjak (Ibadah Raya 1 – Minggu, 31 Maret 2019)

Dalam Kitab Wahyu pasal 4 dan 5, kita membaca dan menyaksikan suatu pemandangan yang indah dan semarak di Sorga. Melalui dua pasal ini, kita dapat menyimak suasana ibadah sorgawi yang luar biasa mulia dan Kudus. Ternyata kebaktian di sorga didominasi oleh PUJIAN & PENYEMBAHAN. Beribu – ribu laksa penduduk surga, mengelilingi Tahta Allah, yang bersentral pada Anak Domba Allah yaitu Tuhan Yesus Kristus (Wahyu 5: 6, 11). Mereka terdiri dari setiap suku, setiap bahasa, setiap kaum, setiap bangsa yang pernah bermukim di dunia, yaitu orang-orang yang telah ditebus oleh Darah Yesus (Wahyu 5:9). Mereka mempersembahkan puji-pujian, hormat dan ucapan syukur kepada Dia sebagai korban kepada Tuhan. (Wahyu 4 : 9). Mereka menyembah (“PROSKUNEO”) Dia (Wahyu 4:10, 5: 14).

Minggu ini kita berbicara mengenai penyembahan, bagaimana keseluruhan hidup kita merupakan “Korban” di hadapan Tuhan sebagai bentuk ucapan syukur atas segala karunia yang Tuhan sudah berikan dalam hidup kita.

Apa yang disebut sebagai penyembahan sesuai Firman Tuhan?
1. Penyembahan adalah ‘KORBAN”
Kata worship atau penyembahan pertama kali muncul di Alkitab dalam Kejadian 22:5. Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: “Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang (shachah), sesudah itu kami kembali kepadamu.”

Abraham mempersiapkan korban yang terbaik dari hidupnya dan pergi untuk sembahyang kepada Tuhan dan inilah sebagai bukti penyembahan Abraham yang mengorbankan segalanya buat Allah yang hidup tanpa dipengaruhui keraguan,tanpa rasa rugi dan hitung- hitungan kepada Tuhan dan tidak dipengaruhi kondisi hati dan keadaan yang terjadi saat itu.

Kita perlu mempersembahkan hidup kita seutuhnya sebagai “Korban” di hadapan Altar/Mezbah Tuhan. Penyembahan yang berkenan kepada Tuhan tidak bergantung event, kondisi hati, emosi bahkan keadaan kita saat ini. Justru saat kita merasakan kondisi yang kurang baik TETAPI kita tetap mengambil keputusan untuk menyembah Dia dan hidup dalam kebenaran, itulah korban bakaran atau penyembahan kita yang sejati. 

Dalam Mazmur 73,  kita dapat belajar dari pengalaman Asaf, sebagai seorang pemuji dan penyembah Tuhan di bait Allah yang merupakan keturunan orang Lewi / pelayan Tuhan. Pemazmur  hampir tergelincir terjatuh karena melihat keadaan orang fasik yang sepertinya baik-baik saja dan diberkati (ayat 2-10), bahkan di ayat 21-22 Pemazmur dalam kondisi hati yang pahit dan lemah tetapi Pemazmur tetap mengambil keputusan untuk memuji dan menyembah Tuhan. Dalam  Mazmur 73:25-26  Pemazmur memgambil keputusan dan berkomitmen untuk tetap menyembah Tuhan. Dia katakan: “Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau?  Selain Engkau  tidak ada yang kuingini di bumi. Sekalipun dagingku dan hatiku  habis lenyap, gunung batuku  dan bagianku  tetaplah Allah selama-lamanya.”

Kisah lain kita dapat belajar dari pengalaman Raja Daud  2 Samuel 15:30-32. Ketika Daud lari karena diancam Absalom anaknya, Daud naik ke bukit Zaitun tanpa menggunakan kasut dan sampai ke puncak, ke tempat orang sujud menyembah (shachah) kepada Allah, maka datanglah Husai,  orang Arki,  mendapatkan dia dengan jubah yang terkoyak dan dengan tanah  di atas kepala.

Kita belajar untuk tetap menyembah Tuhan dalam keadaan apapun yang kita alami seperti Daud tetap berkeputusan datang bersujud menyembah Tuhan dan inilah penyembahan sebagai korban bagi Tuhan.

2. Pujian, Penyembahan dan Ucapan Syukur Merupakan Deklarasi Kita kepada Tuhan
Sering kali dalam setiap ibadah kita menilai pujian dan penyembahan hanyalah sebuah pemanasan sebelum kita mendengarkan khotbah, sehingga kita mungkin datang terlambat, atau seenaknya dalam memuji dan menyembah Tuhan, sesuatu yang tidak penting. Ini salah! Pujian dan penyembahan adalah moment dimana kita bisa memberi ucapan syukur kita kepada Tuhan, membawa korban syukur kita di hadapan Tuhan dan memberikan yang terbaik dalam kehidupan kita kepada Dia.

Pada saat kita mengangkat tangan, menaikan suara dan membawa hati kita menyentuh hati Tuhan, kita sedang mendeklarasikan kepada sekeliling kita, kepada setiap permasalahan kita, dan kepada musuh kita yaitu iblis, bahwa Dia Yesus adalah Tuhan dan Raja atas hidup kita, sehingga tidak ada suatu kuasa pun yang berhak mengganggu dan menghalangi kita untuk menerima semua berkat, kelimpahan, kemenangan, kesembuhan dan kedahsyatan yang Tuhan mau berikan di dalam kehidupan kita! Sesuatu hal yang supranatural yang sedang terjadi dalam penyembahan.

Bagaimana kalau kita sedang lemah?
Tuhan tidak mau kita lemah!
Kenapa Tuhan tidak mau kita lemah? Karena Iblis menyerang kita pada saat kita lemah. Jangan kita biarkan kelemahan menguasai kita. Cari Tuhan, supaya kita dikuatkan, sehingga ketika kita kuat, kita bisa menghadapi dunia. Mungkin kita susah menghadapi hidup ini, tapi Tuhan pasti turun tangan. Justru dalam kelemahanlah, kekuatan Tuhan menjadi sempurna.

Mungkin kita sedang lemah, kawan jadi lawan, diserang dari belakang, orang yang kita tolong mungkin menyerang dari belakang. Tapi kalau kita terus bertahan dalam kelemahan, dunia akan terus menyerangmu.

Yohanes 16:33 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.”Saat kita didalam Yesus maka ada kekuatan yang baru mengalir dan memperbaharui hidup kita karena Yesus sudah mengalahkan dunia ini,  itu sebabnya saat kita lemah teruslah mengucapan syukur katakan Tuhan itu baik, menyembahan dengan meninggikan, menyanjung namaNya, mengangkat tangan saat memuji dan menyembah, bernyayi, bermazmur, berkat-kata dalam pujian sebagai Deklarasikan kita (Efesus 5:19-20)

3. Penyembahan Mengubah Hidup Kita, Yohanes 4:23-24
Mengetahui tentang penyembahan tidak akan berdampak apa pun, tetapi menyembah Tuhan akan mengubah hidup kita!

Ayat 23…sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Kata “menghendaki” ditulis KJV dengan kata “mencari”.

Di dalam Alkitab terjemahan bahasa Inggris, kata “menghendaki” ditulis dengan kata “mencari”. Jadi Tuhan mencari penyembah, bukan sekadar bentuk penyembahannya. Tuhan tidak tertarik dengan kemegahan acara ibadah, tetapi Tuhan mencari penyembah, Tuhan mencari Anda. Ketika kita datang ke Rumah Tuhan, kita bukan mau melihat konser yang megah, pemimpin pujian yang dahsyat, atau pembicara yang luar biasa. Jika itu yang kita lakukan, kita tidak akan mendapat upahnya. Lakukan penyembahan dengan cara saudara sendiri, alami perjumpaan pribadi dengan Tuhan. Kita tidak perlu meniru gaya orang lain, karena setiap kita berbeda. Tuhan juga tidak menilai gaya orang per orang di dalam penyembahan. Yang diperlukan bukan gaya penyembahan, tetapi kedekatan kita dengan Tuhan sebagai hasil dari penyembahan tersebut. Cara pandang kita diubahkan begitu kita dekat dengan Tuhan, sehingga kita mulai mengerti cara kerja Tuhan.

Perempuan Samaria yang mengalami perjumpaan dengan Yesus mengalami perubahan hidup. Yohanes 4:14-24 menjelaskan bagaimana perempuan ini bercakap-cakap dengan Yesus dan melalui perjumpaan dengan Yesus maka perempuan ini mengalami perubahan hidup. Penyembahan membawa kita lebih dekat dan mengalami Tuhan setiap hari dan hidup kita pastinya ada perubahan sesuai kehendakNya. Penyembahan akan membuat kita intim dengan Tuhan. Ketika kita intim dengan Tuhan, kemuliaan Tuhan menular kepada kita.

Contoh Musa saat mengalami perjumpaan dengan Tuhan, Keluaran 34:29-30, wajahnya penuh dengan kemuliaan Tuhan, bukan hanya kemuliaan Tuhan, Kasih karunia dan damai sejahteraNya serta kuasaNya pun akan diberikan kepada kita untuk menghancurkan pekerjaan Iblis. Ini menegaskan bukan karena kita hebat, tetapi karena Tuhan. Di samping itu, perkenanan dan belas kasih ilahi pun turun atas kita.

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s