Seri PEMBUNUH RAKSASA: PEMBUNUH RAKSASA MEMILIH MENYEMBAH TUHAN SEKALIPUN LAWAN ADA DI DEPANNYA – oleh Pdt. Joseph Priyono (Ibadah Raya 3 – Minggu, 31 Maret 2019)

1 Samuel 17

1 Samuel 17:50
Demikianlah Daud mengalahkan orang Filistin itu dengan umban dan batu; ia mengalahkan orang Filistin itu dan membunuhnya, tanpa pedang di tangan.

Pendahuluan
Sehubungan hari ini adalah Minggu kelima, maka ibadah kita dikemas sebagai ibadah pujian penyembahan. Secara khusus dalam ibadah ini kita memberikan porsi yang lebih banyak untuk memuji dan menyembah Tuhan. Demikian pula dengan khotbah-khotbah yang disampaikan seputar tentang pujian dan penyembahan. Untuk itu, sore hari ini marilah kita belajar tentang pujian dan penyembahan dari kisah perkelahian Daud dan Goliat.

Rahasia Kemenangan Daud
Kita sudah mempelajari rahasia-rahasia  kemenangan Daud  menghadapi Goliat, yaitu:
1. Pembunuh raksasa memilih mendengar suara TUHAN dari pada suara LAWAN.
2. Pembunuh raksasa memilih MEMANDANG TUHAN daripada MEMANDANG LAWAN
3. Pembunuh raksasa memilih siapa yang menyertai bukan siapa yang dihadapi.
4. Pembunuh raksasa memperkatakan KEMENANGAN bukan KEKALAHAN.
5. Pembunuh raksasa memilih membela kehormatan Tuhan dari pada mencari kehormatan diri sendiri.
6. Pembunuh raksasa memilih berharap kepada TUHAN, bukan senjata perang
7. Pembunuh raksasa memilih keluar dari zona nyaman ke zona iman.

Dan rahasia kemenangan Daud selanjutnya yang akan kita pelajari adalah:

8. Pembunuh Raksasa memilih untuk menyembah TUHAN sekalipun lawan ada di depannya.

Kemenangan Daud melawan Goliat bukan ditentukan oleh kekuatannya ataupun keahliannya untuk berperang. Daud hanya seorang gembala, bukan prajurit yang terlatih. Daud tidak terbiasa berperang dan tidak memiliki keahlian untuk memainkan senjata perang, tetapi mengapa dia bisa mengalahkan Goliat? Karena Daud adalah seorang “Penyembah Tuhan.” Inilah rahasia tersembunyi yang tidak dimiliki oleh raja Saul dan seluruh pasukan Israel. Mereka mengandalkan kekuatan dan senjata perang, tetapi Daud memilih untuk mengandalkan Tuhan.

Mari kita perhatikan perbedaan antara raja Saul dan Daud.

  • Raja Saul adalah seorang yang percaya Tuhan, Daud adalah seorang penyembah Tuhan
    Inilah yang membedakan antara raja Saul dan Daud. Raja Saul percaya kepada Tuhan tetapi bukan seorang penyembah, sedangkan Daud bukan saja orang yang percaya kepada Tuhan, namun ia adalah seorang “penyembah Tuhan.” Bagaimana dengan kita? Menjadi kristen tidak sekedar percaya kepada Tuhan tetapi harus menjadi penyembah Tuhan. Jika kekristenan kita hanya sekedar percaya kepada Tuhan, maka kekristenan kita sama dengan kepercayaaan setan. Setan itu percaya adanya Tuhan bahkan mereka gemetar, tetapi setan tidak menyembah Tuhan, sebab dia sendiri ingin disembah (Yak.2:19). Setan percaya, tetapi bukan penyembah!
  • Raja Saul berperang di medan tempur, Daud berperang di padang pengembalaan.
    Sebelum ada di medan tempur, Daud telah mempersiapkan dirinya di padang pengembalaan. Di sana ia berlatih bertempur dengan singa dan beruang, kesulitan, penderitaan dan segala macam tantangan hidup. Oleh sebab itu ia tidak takut dengan Goliat sebab ia telah mempersenjatai dirinya di padang pengembalaan.
  • Raja Saul berperang di area kelihatan, Daud berperang di area tidak kelihatan
    Kunci kemenangan Daud dengan Golait di medan pertempuran diawali di tempat-tempat yang tak terlihat dimana ia bersekutu dengan Tuhannya. Daud telah memenangkan pertandingan di alam spiritual, sebelum ia membunuh Goliat.
    Firman Tuhan dalam kitab Ibrani 11:3  berkata : Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.”Segala sesuatu yang kelihatan diawali dari yang tak terlihat. Jadi kemenangan kita menghadapi peperangan iman selalu diawali dari kemenangan di alam yang tak terlihat. Di tempat-tempat tersembunyi, jauh dari keramaian dan hingar-bingar dunia, ditempat dimana hanya kita dengan Allah dalam ruang-ruang doa kita. Mustahil kita dapat memenangkan peperangan iman, jika kita tidak menang dalam doa dan penyembahan.
  • Saul mengandalkan senjata perang, Daud mengandalkan kuasa Tuhan
    Saat maju berperang Saul diperlengkapi dengan senjata perang. Seluruh tubuhnya terbungkus rapat pakaian perang, serta dilengkapi tombak dan tameng. Berbeda dengan Daud. Daud tidak mengandalkan pakaian perang, ia lebih mengandalkan kuasa Tuhan. Sekalipun dengan tubuh yang terbuka, Daud tidak takut sebab yang menjadi perlindungannya adalah Tuhan.
    Jangan andalkan pakaian perang, sebab semuanya itu hanya bisa menutupi tubuh kita tetapi bukan jiwa kita. Andalkanlah Tuhan yang sanggup memelihara tubuh, jiwa dan roh kita.2 Kor. 10:4
    karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng.

Jadi dari sini kita dapat mengambil kesimpulan bahwa kemenangan Daud melawan Goliat disebabkan karena Daud tetap menyembah Tuhan sekalipun musuh ada di depannya. Pandangan Daud tetap fokus kepada Tuhan yang ia sembah. Teriakan tantangan Goliat tidak dapat mengalihkan perhatiannya untuk menyembah Tuhan. Inilah kehidupan seorang pembunuh raksasa, ia memilih untuk tetap menyembah Tuhan sekalipun lawan ada di depannya.

Mengapa Daud tetap menyembah Tuhan sekalipun musuh ada di depannya?
A. Seorang penyembah mengenal “siapa” yang disembah
1 Sam 17:37
Pula kata Daud: “TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu.” Kata Saul kepada Daud: “Pergilah! TUHAN menyertai engkau.”

Penyembahan membawa pengenalan siapa yang kita sembah. Daud sebagai seorang penyembah mengenal dengan benar siapa Tuhan yang disembah. Itulah sebabnya perkataannya menunjukan pengenalan akan Tuhan dan kepastiannya akan pertolongan Tuhan. Perhatikan kembali perkataan Daud. Pula kata Daud: “TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu.”

Dengan penuh keyakinan Daud percaya bahwa Allah yang dia sembah akan memberikan kemenangan terhadap Goliat seperti ia membunuh singa dan beruang di padang belantara. Banyak orang kristen tidak berani menghadapi lawan karena tidak mengenal Tuhan. Mereka tidak mengenal Tuhan karena tidak menyembah Tuhan. Oleh sebab itu tidak ada pilihan bagi kita jika ingin mengenal Tuhan kita harus menyembah Tuhan.

Penyembahan adalah pengenalan
Yoh 4:21,22
Kata Yesus kepadanya: “Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem. Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi.

Jadi penyembahan yangan benar bukan dimana atau bagaimana kita menyembah, tetapi “siapa” yang kita sembah. Penyembahan itu bukan metode/cara/ sistem, penyembahan adalah hubungan antara kita dengan Tuhan. Penyembahan yang benar membawa pengenalan yang benar kepada siapa kita menyembah. Dari kisah ini kita dapat melihat pertumbuhan pengenalan wanita Samaria ini. Wanita Samaria awalnya mengenal Yesus sebagai orang Samaria, kemudian ia mengenalnya sebagai Nabi, dan akhirnya ketika Yesus menawarkan air hidup, ia mengenalNya sebagai Mesias/juru selamat.

Pengenalan akan Tuhan memberikan keyakinan, keberanian dan kekuatan. Orang yang hidupnya menyembah Tuhan akan memiliki pengenalan yang dalam kepada Tuhan, akibat pengenalan tersebut ia akan memiliki keyakinan yang kokoh kepada Tuhan, keberanian untuk bertindak dan kekuatan untuk menghadapi apapun yang terjadi.

Daniel 11:32b
“…. tetapi umat yang mengenal Allahnya akan tetap kuat dan akan bertindak.”

 2 Timotius 1:12
Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan.

B. Penyembahan mempengaruhi kerajaan Allah
Daud tetap menyembah Tuhan sekalipun musuh ada di depannya, sebab Daud tahu bahwa penyembahannya akan mempengaruhi kerajaan Allah. Ingatlah: “Jika kita tidak bisa mengendalikan musuh kita, kita dapat mempengaruhi kerajaan Allah untuk bertindak.”

Daud tidak bisa mengendalikan Goliat tetapi Daud dapat mempengaruhi kerajaan Allah untuk bertindak baginya. Penyembahan itu menyebabkan tangan Allah bertindak. Mari kita perhatikan pengaruh penyembahan Daud terhadap kerajaan Allah.

1 Samuel 17:45-47
Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu.

Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah, dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran dan Ia pun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami.”

Lihatlah perkataan seorang penyembah. Secara kasat mata peperangan itu adalah antara Daud dan Goliat. Tetapi penyembahannya telah membawa imannya naik ke tingkat yang lebih tinggi sehingga ia berkata: “Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran dan Iapun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami.”

Daud tahu dengan betul bahwa peperangan yang dihadapi bukan peperangannya tetapi peperangan TUHAN. “Jika musuh kita adalah musuh Tuhan, maka peperangan itu adalah peperangan TUHAN.”

Peperangan apa yang sedang Anda hadapi? Tetaplah menyembah Tuhan, fokuskan perhatian hanya kepada Tuhan bukan kepada lawan, percayalah saat kita menyembah, kerajaan Allah akan bergerak bersama kita. Teruslah menyembah Tuhan memberkati. – KJP!

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s