Jemaat Yang LAYAK dan BERKENAN  Di Hadapan YESUS – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 14 April 2019)

Kolose 1:9-11

PENDAHULUAN
Betapa pentingnya kita mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna. Kalau tidak, kita tidak akan layak dan tidak berkenan di hadapan Tuhan Yesus Kristus.

AWAL MULA MANUSIA
Manusia adalah ciptaan sempurna dan berlayak di hadapan Tuhan. Kejadian 1:26 dan 27, menuliskan bahwa Allah menciptakan manusia itu menurut gambar dan rupa Allah, diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Oleh karena itu pemazmur begitu kagum kepada ciptaan Tuhan. Perhatikan Mazmur 8:4-6, ia begitu kagum dengan ciptaan Tuhan yang bernama manusia.

Kings James Version menuliskan:
For You have made him only a little lower than God, crowning him   with glory and honour. Jadi manusia diciptakan sedikit lebih rendah dari Allah dan memahkotai manusia dengan kemuliaan dan hormat. Mengapa demikian mulianya Allah menciptakan manusia?

TUJUAN ALLAH
Sesungguhnya Allah memiliki tujuan dalam hidup setiap manusia terlebih khusus orang percaya. Dalam Kejadian 1:28 tersirat tujuan Allah untuk menciptakan manusia, yaitu:
1. Penguasa bumi
2. Pemelihara bumi agar tetap lestari dan tidak ada kematian
3. Penerus keturunan manusia yang sempurna (sekualitas Adam dan Hawa), Kejadian 2:25, Maleakhi 2:15

Tujuan Allah ini juga dilengkapi dengan fasilitas, agar manusia hanya dapat melakukan kehendak  Allah. Dengan adanya fasilitas, Adam dan Hawa tidak perlu berlelah-lelah atau bersusah-susah sampai berpeluh mengeluarkan keringat, sebab semua sudah dilengkapi dan disediakan oleh Allah. Fasilitas Allah antara lain:
1. Allah sediakan semuanya sehingga manusia tidak perlu bekerja (Kejadian 1:29)
2. Allah tempatkan di taman Eden yang mulia (Kejadian 2:8-14)
3. Pakaian kemuliaan mereka miliki (Kejadian 2:25)

Meskipun demikian fasilitas yang Allah sediakan, Tuhan Allah ingin melihat kualitas Adam dan Hawa, dengan demikian Allah memberikan pesan kepada Adam dan Hawa.

PESAN ALLAH
Dalam Kejadian 2:5, Allah berpesan kepada Adam dan Hawa untuk taat serta setia kepada Allah dengan tidak memakan buah pengetahuan yang baik dan jahat, namun manusia gagal. Mereka melanggar satu perintah Allah. Jadi sebelum kehendak Allah dilakukan yaitu menghasilkan keturunan ilahi, manusia sudah melanggar pesan Allah. Akibatnya dalam Kejadian 2:25:

  • Manusia Telanjang, Kejadian 3:6,7
    Ketelanjangan yang dimaksudkan adalah manusia kehilangan kemuliaan Allah yang dahulu adalah pakaian yang mereka kenakan. Ketelanjangan manusia menjadikan manusia kehilangan kemuliaan rohani dan kehilangan kemuliaan tubuh sehingga manusia dapat menjadi tua, sakit-sakitan dan mati atau binasa. Bahkan daya pikir manusia juga berkurang, sebab menurut penelitian bahwa potensi otak manusia zaman sekarang hanya 7-9% digunakan. Dengan persen otak yang demikian saja manusia sudah mampu membuat alat-alat teknologi yang canggih, jadi tidak dapat dibayangkan bagaimana keadaan otak manusia sebelum jatuh dalam dosa, tentu potensi otaknya luar biasa.

Sebuah contoh dalam Daniel 1:20, ketika pembuangan di Babel maka seorang bernama Daniel menolak makanan raja yang telah dipersembahkan kepada berhala. Hasilnya mereka 10 kali lipat lebih hebat dan pintar, jika potensi otak mereka 7-9% digunakan dan ditambah 10 kali lipat maka potensi otak mereka jauh lebih tinggi dari manusia pada umumnya. Tuhan bisa kerjakan itu kepada orang-orang yang percaya dan berkenan padaNya.

ALLAH TIDAK PERNAH GAGAL
Peristiwa dalam Kejadian 2:15 tentang masalah ketaatan, ketidaksetiaan dan kepatuhan kepada kehendak Tuhan terus terjadi hingga sekarang. Meskipun manusia pertama gagal melaksanakan rencana Allah, namun Allah tidak pernah gagal. Ayub 42:2 menulsikan “Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.”  Ayub yakin bukan cuma rencana Allah dalam Ayub yang tidak gagal, tapi semua rencana Allah, termasuk dalam Kejadian 1:28 tentang keturunan ilahi .

Sebab itu Wahyu 21:1, dituliskan bahwa setelah langit dan bumi yang sekarang kita diami akan binasa, Allah akan ciptakan langit dan bumi yang baru. Karena ada rencana Allah dalam Kejadian 1:28 yang gagal dilakukan Adam dan Hawa akan digenapi dalam orang-orang yang ditebus, disucikan, dibenarkan dan diselamatkan oleh darah Anak Domba Allah, yaitu Darah Tuhan Yesus Kristus yang akan mendiami bumi dan langit yang baru. Sebab itu Yesus rela menebus kita agar rencana Allah digenapi dalam hidup orang percaya.

Perhatikan gambar.

Manusia hidup bersama Allah dalam kemuliaan. Namun karena dosa manusia masuk kedalam maut dan kehilangan kemuliaan Allah. Dan oleh lawatan Allah kita selamat dan dipulihkan sehingga mampu menjalani hidup sesuai kehendak Allah.

Tetapi ada masalah yang sama yaitu, masalah yang dihadapi Adam dan Hawa, soal ketaatan dan kesetiaan dalam mengikuti kehendak Allah. Itu sebabnya dalam 2 Korintus 11:2,3 menuliskan bahwa Rasul Paulus kuatir bahwa jemaat di Korintus akan meninggalkan Tuhan karena ketidaksetiaan dan ketaatan kepada kehendak Allah. Rasul Paulus mengutip kisah Hawa yang diperdayakan oleh ular yaitu, Iblis.

KESETIAAN
Berbicara tentang kesetiaan, yang Yesus maksud bukan hanya kesetiaan dalam ibadah. Tetapi, kesetiaan dalam seluruh aspek rohani dari hidup Pengikut Yesus (orang percaya). Seperti apakah hidup yang setia dan taat dalam segala aspek kehidupan.

TAAT DAN SETIA DALAM SEGALA ASPEK KEHIDUPAN
II Petrus 1:5-8


Pada gambar dituliskan tentang segala aspek kehidupan yang akan dijalani. Di mulai dari iman yang tetap setia dalam segala kondisi. Dan wariskan kepada anak dan cucu salah satunya dengan menuntun mereka memilih pasangan hidup yang tepat sesuai dengan iman Kristen. Setelah iman, naik kepada kebajikan. Dan dari kebajikan inilah dunia dapat melihat bahwa sifat Yesus sebagai Anak Allah Yang Sulung dapat terlihat di dalam diri gereja Tuhan. Mengapa harus berbuat kebajikan? Sebab Yeremia 31:14, umat Tuhan telah dikenyangkan oleh Tuhan dengan kebajikan Tuhan, yaitu: keselamatan; pengampunan; kesetiaan. Maka sudah seharusnya sifat yang sama yaitu kebajikan harus terekspresi juga dari dalam diri pengikut Yesus. Kisah 14:17 Yesus, sebagai yang sulung telah menyatakan diri ditengah dunia dengan melakukan kebajikan. Maka setiap pengikut Yesus harus tampil di tengah dunia ini dengan cara yang sama seperti Yesus, yaitu melakukan kebajikan. Kebaikan dan kebajikan, memiliki arti yang sama (tidak ada beda), tetapi kebaikan, diperlihatkan melalui perilaku; sifat; keramahtamahan, sedang kebajikan, diperlihatkan lewat perbuatan memberi. Orang yang berbuat baik belum tentu memberi, tapi orang yang melakukan kebajikan diperlihatkan lewat keduanya, yaitu baik dan suka memberi.

Naik kepada tangga pengetahuan, banyak anggota jemaat yang mengabaikan yang satu ini. Mereka merasa tidak terlalu perlu tahu banyak tentang firman Allah, cukup – pendeta saja yang tahu. Perhatikan 2 Petrus 3:18 ”Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus….” Rasul Petrus memberikan nasihat agar kita juga bertumbuh bukan hanya orang-orang yang bergelar pendeta. Bertumbuh menjadi sempurna sama seperti Yesus.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s